Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Tak tahan ingin kabur


__ADS_3

Sang kakak menoleh dan mendapati adik satu-satunya itu menatapnya.


"Apa yang kakak lakukan di sini?' tanya sang adik.


"Hanya ingin memastikan jika kau belum mati, gadis bo doh! Bagaimana bisa kau bermimpi bersama William? apa kau tidak memiliki o tak sama sekali?"


"Kak, aku selalu sabar dengan apa yang kau lakukan padaku, ibu yang selalu membeda-bedakan kasih sayang kita. Namun, apa yang kakak tuduhkan, sama sekali tidak benar! Kau bawa saja dia pergi! Dia hanya pembohong ulung!"


"Oh, jadi seperti itu kah?"


"Iya, aku sama sekali tidak ada perasaan dengannya, sebenarnya aku sudah memiliki kekasih yang lebih baik darinya."


"Siapa?"


"Niel."


Sang gadis mengucapkan nama itu dengan spontan, dia sangat kesal dengan Willy karena belum selesai masalah satu, sudah muncul masalah lain.


"Kau akan semakin membencinya saat melihat video dia bersamaku tadi, kami menghabiskan waktu bersama."

__ADS_1


Sang gadis terasa hancur hatinya. Dia berharap sang kekasih menjadi satu-satunya yang berada di dalam hatinya, tetapi tidak demikian adanya, semuanya hanya semu dan dia kecewa lagi.


Daniel yang melihat kedua saudara itu bertikai, langsung melerai dan memeluk Dara.


"Kau ingin menghancurkan kekasihku? Tidak akan aku biarkan semuanya terjadi!"


Daniel berpura-pura melakukan itu untuk menyelamatkan harga diri sang gadis yang sudah terinjak-injak oleh sang kakak.


"Oh, sangat bagus. Baiklah, aku sudah puas dan lega mengatakan segalanya kepada kalian berdua. Aku akan segera pergi dan membangun hidup baru bersama William."


Sang kakak memang tidak punya hati, dia sangat melukai hati sang adik yang selama ini tidak pernah merasa bahagia oleh sebab dirinya dan sang ibu, tetapi dia sungguh keterlaluan karena menuduh segala hal yang tidak di ketahui oleh sang kakak.


Sang kakak pergi tanpa menunjukkan video serta foto yang baru saja dia ambil.


Tidak ada yang bisa membuat sang kakak kalah selain nanti di waktu yang tepat, semua kejahatannya akan segera terbongkar dengan sendirinya.


...


Sang gadis begitu sedih hari ini, dia tidak bisa membayangkan segalanya akan sangat suram, padahal dia sangat mencintai Willy.

__ADS_1


"Niel, apa yang harus aku lakukan? Aku sangat mencintainya, tetapi dia selalu melakukan kesalahan lagi dan lagi, bawa aku pergi Niel! Aku ingin hidup yang lebih tenang!"


Sang gadis terlihat putus asa, Niel memeluk erat raga yang sangat rapuh itu, dia tidak memiliki seorang pun untuk bertahan hidup.


Selama ini hanya Willy yang bersamanya, semula dia mengira Willy hanya bermain-main dengannya, meskipun kenyataan yang ada di depannya hanyalah palsu semata, dia tidak seharusnya kecewa sebelum membuktikan segalanya secara gamblang.


"Aku sudah kecewa!" Sang gadis menangis sejadinya di dalam pelukan Niel.


"Aku akan membantumu lupa akan segala hal yang menyakitkan ini. Kau bisa pergi dengan cepat. Gagalkan kuliahmu di kampus elit itu, kita pergi ke luar negeri dimana kau dan aku bisa lebih dekat. Aku akan menjagamu."


"Aku tidak bisa menyerahkan hatiku Niel."


"Biarkan waktu yang akan menjawabnya."


Sang pria terlihat memapah sang gadis masuk ke dalam mobilnya, dia mengatakan kepada sang gadis bahwa dirinya akan mengemas barang-barang sang gadis dan miliknya agar segera melepaskan segalanya.


Namun, sang gadis mencegahnya.


"Temani aku Niel, aku tidak mau sendiri."

__ADS_1


"Baik Dara."


*****


__ADS_2