Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Galau


__ADS_3

Daniel terlihat sangat kecewa dengan apa yang di katakan oleh Dara, dia berharap jika hari ini, apa yang selama ini dia takutkan tidak menjadi kenyataan.


Pria itu hanya ingin cinta dari Dara, bukan gadis lain.


Hanya saja Dara tidak mau cinta selain William.


"Dara? Kau masih mencintai WIlly? Selama dua bulan ini kau masih saja mengingat tentangnya?"


Dara tidak bisa menjelaskan perasaan itu.


Dia selalu menghindar dan merasa bersalah setiap mengingat ini.


"Beri aku waktu, aku tidak bisa menjadi orang yang tiba-tiba melupakan dengan mudah. Kau juga paham akan hal ini, aku merasa apa yang kau lakukan padaku sangatlah luar biasa. Aku sudah memberikan beban di pundak mu. Maaf," ucap Dara sangat menyesal karena tidak bisa membalas semua kebaikan dari seorang Daniel yang selama ini tidak lelah memberikan perhatian serta cintanya.


"Dara, aku merasa kecewa tetapi tolong datang ke acara ulang tahun rekanku yang juga kolega kita."


Dara enggan menjawab, tetapi tatapan dari seorang pria mengenaskan, mampu membuatnya luluh. Toh hanya sebuah menemani ke pesta.


"Oke. Kapan pesta itu di laksanakan?" tanya Dara memastikan karena dia ada kesibukan lain jika di awal pekan. Selain bekerja, dia juga menjadi pengajar di sebuah kelas piano untuk anak-anak TK.


"Hari ini, jam tujuh malam, apa kau ada waktu?" tanya Daniel dengan sepenuh hati, dia berharap jika Dara mau ikut bersamanya.


"Boleh, nanti kita bertemu dimana?" jawab Dara.

__ADS_1


Daniel merasa sangat senang karena bisa mengajak Dara pergi bersamanya.


Meskipun Daniel memahami jika semua ini demi nama baik perusahaan, karena orang-orang yang datang merupakan para pebisnis muda yang handal.


Suasana menjadi sangat canggung, hingga Dara mengatakan kepada Daniel bahwa dia ingin masuk ke dalam taman hiburan karena sudah memesan dua tiket secara online yang sebenarnya untuknya dan Sheera.


Berhubung gadis itu kabur, Dara meminta Daniel menemaninya.


Daniel yang tidak keberatan, bersedia menemani Dara masuk ke dalam taman hiburan.


Kedua orang itu lalu berjalan menuju pintu masuk taman, Dara terlihat memberikan kode QR pada sang penjaga tiket.


Setelah selesai, keduanya bisa masuk dengan gelang khusus yang langsung dipasang oleh penjaga tiket.


Dara terlihat sangat berbeda karena begitu asik.


Gadis itu meminta Daniel naik semua wahana yang ada di tempat itu tanpa terkecuali, walaupun tidak suka, dia akan mengikuti apa yang diinginkan oleh Dara.


"Haha ... kau hebat juga bos, naik ini sangat bebas!" ucap Dara setelah menikmati wahana roller coaster yang sangat menegangkan.


Bosnya sangat sangat penaku sebenarnya, hanya saja demi gadis yang dia cintai apapun akan dia lakukan."


Hingga dua jam keduanya menikmati beberapa wahana, Daniel mendapatkan panggilan telepon dari kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Halo, ayah?"


"Bukan ayah, tapi ibu juga. Kau ada dimana?"


"Aku sedang ada di luar."


"Kau jangan lupa dengan apa yang ibu katakan, kau harus menikah dengan seorang gadis terhormat. Bukan pegawai rendahan itu."


Daniel menjauh dari Dara dan meminta gadis itu untuk menaiki wahana yang disukai sebab dia beralasan jika dirinya sedang sibuk.


Untung saja Dara mau mengikuti apa yang dikatakan oleh Daniel.


Jadi semuanya tidak menjadi salah paham.


Sementara itu Daniel akan menyembunyikan fakta ini sebab dia masih mencintai Dara dan tidak akan menikah tanpa gadis yang selama dua bulan ini telah mengisi hatinya.


"Aku akan membuatmu mencintaiku, apapun alasannya! Kau harus mendapatkan kebahagiaan, Willy tidak pantas kau pikirkan. Dia hanya pecundang yang akan membuatmu menjadi tidak berharga," batin Daniel membayangkan betapa dia sangat ingin Dara bahagia dan selalu mendapatkan perlindungannya.


Setelah acara menelpon usai, dia segera menyusul Dara yang masih terpantau berada di wahana yang ada di dekatnya.


"Dara, aku akan segera membawamu pergi lalu kita akan menikah. Kau tidak perlu bersusah payah kerja lagi," imbuh pria itu dalam hatinya.


*****

__ADS_1


__ADS_2