
Sang kekasih begitu sulit menjelaskan perasaannya kali ini, dia sangat cemburu tidak ketulungan.
Seorang pria dengan dengan wajah tampan, penyuka sesama jenis, tetapi masih saja mengharapakan Dara kembali.
Ini sangat aneh dan di luar nalar manusia.
"Dara, kau masih ada rasa untuknya?" tanya William yang hatinya remuk redam.
"Alasanku takut menikah karena aku takut jatuh cinta, aku tidak mau ada perasaan itu di dalam hatiku, kau paham kan?" Sang gadis mencoba memberikan pendapatnya, dia tidak bisa serta merta mengatakan bahwa hari ini, dia bahagia atau dia sedih, pada intinya, dia merasakan hal aneh yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
"Hm apakah benar seperti itu? haruskah aku menghabisinya?"
"Tidak perlu mengotori tanganmu untuk melakukannya karena aku sudah tidak mencintainya, orang yang sangat membuatku terluka dan aku merupakannya dengan segera. Kau adalah obat yang bisa menyembuhkan dari trauma itu. Hanya saja, aku belum bisa menerimamu menjadi seorang suami. Maaf."
"Oke, sebenarnya aku sangat menginginkan hubungan suami istri yang rukun, Jika kau belum siap aku tidak akan memaksa."
"Ya, terima kasih pengertiannya dan bukan menjadi seorang kekasih yang patuh terhadapmu, Jika bertemu pria itu janganlah emosi."
"Semoga saja."
Sang pria tidak bisa menjamin bahwa dia tidak cemburu, hanya saja dia tidak bisa menjadi orang lain kala memberikan cinta itu, fantasinya hanya pada Dara.
...
Beberapa menit berlalu, sang kekasih banyak sekali bertanya, membuat Dara agak dongkol.
__ADS_1
"Sayang, kau banyak sekali bertanya, Apakah tidak lelah melakukan hal itu berulang-ulang?"
"Baby, aku sangat mencintaimu dan tidak akan membuatmu kecewa, kita akan pergi ke suatu tempat yang indah!"
Sang kekasih terlihat tancap gas.
Dia akan membawa sang kekasih pergi ke sebuah pantai yang indah karena dia tahu, Dara sangat suka pantai.
Beberapa menit kemudian ...
"Sayang, kita akan main pasir pantai?" Sang gadis sudah paham saja jika mereka akan bermain pasir.
"Iya, aku memang akan ke pantai dan berikan kesempatan untukku bermain pasir di sana."
"Terima kasih, kau selalu mengerti keinginan sederhana yang tidak masuk akal."
"Hm, tidak."
Sang gadis sangat menggemaskan dan menjadikan sang pria tidak bisa menahan diri, dia menghentikan mobilnya sejenak dan ingin men ge cup sang istri.
Dia memberikan shock terapy yang berujung happy.
Pria itu membuat sang gadis justru menikmati sentuhannya.
"Astaga, kau sangat berani."
__ADS_1
"Tapi kau suka?"
Sang gadis merasa senang karena kisah itu nyata adanya.
Dia bersama seorang pria yang memiliki usia yang lebih dewasa tetapi sangat kekanak-kanakan ketika menghadapi dirinya, sang pria akan merengek dan melakukan segera cara agar Dara, menuruti apa yang dia inginkan padahal situasinya sangat mendesak.
Seperti sekarang, di perjalanan menuju pantai, bisa-bisanya sang kekasih masih sempat meminta jatah.
"Satu ya baby?"
"Astaga! Apakah kau tidak lelah?"
"Tidak, ya? Aku ingin sekali memelukmu dan memberikan kehangatan!"
"Hm, kalau Aku menolaknya?" ucap Dara.
"Oh, kau menolak?"
"Haha, silakan saja lakukan apa yang kau ingin karena aku akan menuruti apapun keinginanmu!"
Sang pria tidak menyia-nyiakan apa yang diinginkan oleh sang gadis, Dia segera meraih itu dan memeluknya.
Apa yang dia lakukan ternyata hanya memeluk dan memberikan kecupan hangat yang sangat mesra.
"I love u."
__ADS_1
*****