
Setelah melakukan segala hal sesuai keinginannya, sang pria menghentikan sejenak apa yang harusnya dia lakukan, membuat Dara heran.
"Saat aku siap, mengapa kau justru menghentikannya?"
"Aku ingin mengambil gambar kita berdua, seperti biasa. Kau bisa saja pergi dariku karena tidak ada ikatan antara aku dan dirimu. Maka dari itu, mengabadikan momen adalah hal yang sangat bagus untukku."
Sang pria meminjam ponsel milik sang kekasih karena ponsel miliknya telah hancur karena ulahnya sendiri membantingnya tadi karena kesal.
Kini dia sudah memegang ponsel di tangan kanannya, setelah itu, sang pria mengambil beberapa potret untuk kenang-kenangan.
Dia mengatakan kepada sang kekasih bahwa jangan pernah menghapus gambar keduanya sebelum dia membeli ponsel baru.
"Baby, apa kau tidak terlihat berlebihan? Ini hanya foto dan kau selalu memberikan beban padaku, sungguh tidak adil!"
Sang pria sangatlah menghargai setiap momen, momen dimana hubungan keduanya yang tidak jelas itu berlangsung begitu cepat dari pada sebelumnya. Dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan situasi yang sangat romantis ini.
__ADS_1
"Sudah ya?"
"Iya, cukup 30 foto saja."
"Mengapa kau selalu semena-mena terhadapku!"
"Hahaha, bukan seperti itu, aku tidak menyukai setiap momen bersamamu itu hilang tanpa ada kenangan. Aku sudah paham sifatmu yang selalu kabur, jika saat itu aku tidak dapat menemukanmu, setidaknya ada foto dan video selama satu tahun ini. Kau jangan marah ketika kita berhubungan, aku merekamnya. Aku menjamin itu aman, tidak akan ada yang tahu," cetus sang pria yang dengan percaya diri mengatakan hal itu.
Padahal sang kekasih sudah berulang kali mengatakan bahwa lebih berhati-hati selain takut mengandung anak William, sang gadis juga takut hubungannya akan semakin terikat dengan sang pria jika terlalu memiliki kenangan yang i n t i m berdua.
"Hm, awas saja jika kau memberikan video itu pada orang lain, aku akan menuntut kau!" Sang gadis sebenarnya tidak begitu menyukai sikap sang pria, hanya saja kebaikan William, tidak ada bandingnya dengan apapun.
"Maaf tuan Willy, aku tidak bisa memberikan apapun padamu selain tubuhku, aku tahu jika masih banyak yang harus aku balas, hanya saja aku tidak bisa membalas apapun padamu, hanya tubuhku saja."
"Aku kalau itu karena sama sekali bukan tujuan utama Aku memiliki dirimu, selama ini aku tidak pernah merasakan kehangatan ketika bersama para gadis, tetapi saat bersamamu semuanya menjadi lebih indah dan terkesan. Aku sangat ingin menikahimu dan menjadikanmu ratu di dalam kehidupanku, namun kau tidak mau!"
__ADS_1
"Tuan, Jangan pernah membahas hal itu, kita nikmati saja kebersamaan ini."
Sang gadis menyerang sang pria tetapi, Willy merasa jika semua ini tidak sesuai dengan kata hati sang gadis.
"Aku hanya ingin berfoto denganmu dan menyimpannya, aku tahu kau terpaksa melakukan semua ini hanya saja aku merasa tidak enak hati."
Perjalanan hari ini, sangatlah penuh dengan beberapa kejadian luar biasa.
Willy berubah menjadi sangat garang dan bisa ketika mengetahui ada pria lain yang menginginkan Dara.
"Oh, baiklah!"
Seketika itu juga sang pria menarik tubuh gadis itu dan menempatkan dalam pangkuannya
"Ki s s me, aku tak mau lainnya."
__ADS_1
"Ya."
******