Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Bertahan hidup


__ADS_3

Dua bulan kemudian ...


Tidak terasa Dara sudah berada di luar negeri selama dua bulan lamanya, hidupnya sudah semakin tertata dengan segala cobaan di setiap harinya.


Selama dua bulan itu, dia sangat menderita tetapi selalu berbalut senyum agar mendapatkan kebahagiaan.


Hari ini adalah hari minggu, saatnya dia berjalan-jalan bersama teman kerja yang sangat baik dan dia selalu mengingatkan akan Willy.


"Sheera, apa kau memiliki keluarga lain di luar kota?" tanya Dara sambil menaiki motor menuju sebuah taman hiburan.


"Bukan luar kota, tetapi luar negeri. Dia adalah kakak angkat ku, sudah dua tahun aku tidak bertemu dengannya, mungkin dia sudah menikah, mengingat usianya sudah lebih dari 30 tahun. Aku sudah sering bercerita padamu. Namun, kau merasa tidak perlu menyebut namanya."


Dara mulai deg-degan, dia terlihat cemas karena dia tidak ingin mendapatkan fakta bahwa nama Willy yang disebut. Memang sudah beberapa kali Dara menanyakan mengenai sosok kakak angkat Sheera. Akab tetapi dia sudah minder sendiri, lalu kali ini dia merasa ingin tahu dengan identitas pria yang menjadi kakak angkat Sheera.


"Siapa namanya?


"Dafa."


Deg!

__ADS_1


Dia tidak mau meneruskan perbincangan ini karena pasti akan membuka luka lama, dia tidak mau menjadi gadis yang lemah lagi. Sudah bisa di pastikan jika pria itu adalah orang yang sama dengan prasangkanya. Akan tetapi rasanya masih kepo.


"Kami sudah lama tidak bertemu, dia masih hobi gonta-ganti nomor ponsel. Dia pernah bilang kepadaku, jangan mencarinya lagi karena dia banyak pekerjaan, dia bahkan memberikan aku banyak uang."


"Apa dia ada di kota X?"


"Iya, dia ada di sana, tetapi sudah lama pindah. Anak buah yang memberikan informasinya kepadaku. Aku sebenarnya juga tidak terlalu suka dengannya yang betah melajang, dia adalah pria tampan dan banyak harta, hanya menjomblo apa enak?"


"Ada seorang yang ada di hatinya mungkin?"


"Iya, dia ada gadis cantik tetapi aku tidak tahu karena saking banyaknya gadis yang bersamanya."


Dara sudah memahami situasi ini, dia akan pura-pura tidak tahu mengenai kabar ini, sebab dia merasa menjadi orang yang sangat bersalah.


Sang gadis masih bimbang untuk jujur.


Entah mengapa rasanya sangat tidak nyaman ketika mendapati dirinya tidak berdaya menghadapi kenyataan ini.


Beberapa menit kemudian, motor sang teman turun di tempat parkir taman hiburan.

__ADS_1


Di sana dia melihat sosok yang tidak ingin Dara temui, yaitu Daniel.


"Sheera?" panggil Daniel sambil membawa tiga minuman di tangannya.


"Pak!" Sang gadis melambaikan tangan, seolah sudah berjanji ingin bertemu di tempat itu.


Dara jadi malas rasanya.


Apalagi Sheera tiba-tiba pergi dengan teman pria. Dia semakin terpojok.


Si Sheera pergi, setelah itu, dia harus berdua dengan Daniel yang juga temannya itu.


"Dara, aku ingin mengatakan kepadamu tentang yang kemarin." Daniel memberikan suasana yang sangat tidak nyaman.


"Apa?" tanya Dara pura-pura tidak tahu.


"Aku ingin melamar mu lagi, apa kau mau?" ucap Daniel dengan percaya diri.


Dia tidak terlalu merasa baik-baik saja karena harus mengatakan ini berulang kali oleh sebab Dara yang selalu menolak dan tidak menggubris kadang.

__ADS_1


"Maaf ya, aku belum bisa."


*****


__ADS_2