Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Dara ngambek


__ADS_3

Setelah puas bermain di taman hiburan itu, Dara meminta Daniel untuk pulang ke apartemennya, maksudnya mengantarnya pulang ke rumah.


Daniel yang selalu baper terlebih dahulu, sering salah paham dengan apa yang dikatakan oleh Dara.


Dara sudah memahami apa yang ada di dalam diri pria itu sehingga tidak terlalu mempermasalahkan.


"Kita pulang ya?" pinta Dara.


"Oke."


Daniel hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh Dara, selain tidak ingin melihat Dara kelelahan karena terlalu banyak bermain di sana, dia sangat ingin gadis itu menjadi miliknya.


Jika sudah ada di dalam genggaman, Dara akan menjadi gadis yang paling bahagia di dunia.


...


Di tempat parkir ...


Dua orang yang sudah merasa lelah karena seharian bermain di taman hiburan, akhirnya on the way pulang ke apartemen.


Namun, Daniel masih ingin kebersamaan ini, hingga tak ingin semuanya berlalu begitu saja.


"Kita makan di restoran langganan ku saja karena ada voucher gratis untuk kita makan."


Daniel memanfaatkan hal ini untuk mendekati Dara, dia berusaha keras agar Gadis itu mau mendapatkan perhatian yang selama ini dia berikan.


Dara ternyata enggan menerima kebaikannya seperti biasa. Gengsi Dara lebih besar dari apapun.

__ADS_1


"Tuan, bukannya aku menolak, tapi kebaikanmu terlalu banyak bagiku dan aku tidak bisa mengembalikannya dengan segera jika kau terlalu memperlakukan aku seperti seorang yang sangat berharga," cetus Dara merasa tahu diri karena dia selalu merepotkan Daniel.


"Aku merasa seperti itu, Dara. Aku sudah menganggap kau sebagai teman dekatku yang sangat memberikan inspirasi serta kebanggaan karena kau telah menjadi rekan kerjaku saat ini. Aku tidak menyangka kau mau mengikuti apa yang aku katakan sehingga sebagai gantinya, pasti akan membahagiakan," jawab Daniel yang semakin membebani perasaan Dara.


Gadis itu dituntut untuk sakit hati berkali-kali karena tidak bisa melakukan apa yang dia inginkan selama ini seperti lepas dari kebaikan Daniel.


Dia menabung banyak uang, 2 bulan cukup paginya untuk memberikan hasil jerih payahnya sebagai bentuk terima kasih yang akan ia persembahkan untuk Daniel.


Sebuah kenang-kenangan yang sebenarnya harus segera diberikan kepada pria itu sebelum hari ulang tahunnya, yang akan dirayakan dua hari lagi.


Daniel segera meminta Dara untuk masuk ke dalam mobil karena waktu sudah semakin siang, dia harus menyiapkan beberapa keperluan untuk pertemuan nanti malam.


Sebuah pertemuan orang-orang sukses dengan usia yang masih muda.


Setelah Dara berada di dalam mobil tersebut, Daniel segera tancap gas meninggalkan taman hiburan.


Sepanjang perjalanan, keduanya diam saja sehingga sangat tidak nyaman untuk kali ini.


"Tuan bos, izinkan aku untuk pergi ke sebuah toko hadiah, apakah kau mau mengantarku?" tanya Dara malu-malu karena dia tidak enak hati.


"Oke, kapan kau akan pergi ke toko hadiah itu?" jawab Daniel merasa senang karena tidak ada jarak lagi seperti beberapa menit yang lalu sebab Dara sudah membuka pembicaraan menjadi lebih akrab.


"Setelah pesta nanti malam," cetus Dara.


"Baik, aku tidak terlalu mempermasalahkannya karena apa yang kau inginkan merupakan suatu hal yang harus aku penuhi sebagai bukti bahwa diriku memang sangat serius kepadamu," ungkap Daniel.


Dia memperlihatkan dirinya sebagai seorang yang baik dan tidak pernah merasa menjadi orang yang melupakan cintanya yang telah lalu.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mobil Daniel telah berhenti di depan gedung apartemen milik sang gadis.


Daniel segera mematikan mesin mobilnya lalu memberikan kotak berisi daun serta sepatu yang harus dikenakan oleh Dara nanti pukul 19.00 malam.


Dara mengatakan bahwa semua itu tidak perlu karena dirinya sudah memiliki banyak sekali baju yang digunakan untuk pergi ke tempat di mana pesta itu berada.


Daniel tidak mau Dara menolak ini karena sudah menjadi tanggung jawabnya menyiapkan segala hal untuk Dara.


"Aku tidak meminta cintamu untuk tetap bersamaku, tetapi pertimbangkan dengan baik-baik serta terimalah apa yang aku berikan ini kepadamu!" ucap Daniel sambil memberikan sebuah kalung berlian yang harganya sangat mahal.


Dia segera memakan kalung berlian itu di leher sang gadis.


Daniel merasa puas dengan apa yang dibeli karena selama ini, Dara tidak mau menerima apapun darinya.


"Dara, terima kasih atas apa yang terjadi hari ini karena aku sangat bahagia. Kau tidak pernah membayangkan betapa aku sangat menginginkan kebersamaan ini berlangsung lebih lama lagi tetapi aku tidak ingin egois, aku juga ada beberapa pekerjaan setelah ini Jadi kau baik-baik di apartemen," ujar Daniel nggak dapat uang yang selalu ia berikan kepada Gadis itu meskipun tidak mendapatkan perhatian yang khusus.


Daniel merupakan sosok idaman yang tidak akan pernah mendapatkan cintanya karena terlalu memaksakan diri berjuang terhadap hati seorang gadis yang tidak akan pernah bisa membuka hatinya untuk seorang Daniel.


"Sebenarnya aku tidak pernah mengetahui apa yang terjadi sehingga aku begitu bodoh, kau sangat baik kepadaku tapi hati ini tidak mau menerima dengan ikhlas. Segala foto kebaikanmu akan aku kembalikan beberapa waktu lagi, aku hanya ingin memakai ini di depanmu saja setelah itu tidak mau. Aku simpan dalam bahasa saya?" ungkap Dara.


Daniel yang kecewa dengan apa yang dikatakan Dara lalu meminta Dara untuk memutuskan segala hubungan dengan Willy.


"Apapun kenangan dengan pria itu kau harus menghapusnya perlahan, segala foto ataupun apa yang kau miliki, itu membuatmu teringat akan dirinya bakar saja. Untuk apa membiarkan hatimu dan pikiranmu jadi terluka hanya untuk seorang pria yang tidak pernah menghargai mu sebagai seorang gadis yang baik," ungkap Daniel mencoba mengatakan fakta yang sebenarnya agar masyarakat tidak terlalu berkhayal untuk mendapatkan cinta seorang Willy terkenal sebagai seorang pecinta wanita.


"Maaf, aku tidak menerima kalung ini dan nanti malam aku akan pergi sendiri ke pesta itu, aku akan tetap datang meskipun harus naik taksi."


Dara sudah mengembalikan kalung itu, kalau keluar dari mobil tersebut dengan amarah yang terlihat sangat memuncak yang sudah berulang kali mengatakan tidak perlu membahas masa lalu karena dirinya sudah terlalu sakit akan hal itu.

__ADS_1


Dia tinggalkan seorang baru dengan perasaan yang amat marah," Aku memang tidak bisa mencintaimu tetapi seharusnya kau juga tahu diri sebab aku tidak akan pernah bisa menerima orang lain karena sakit hatiku ini."


*****


__ADS_2