Pria Dewasa Yang Nakal

Pria Dewasa Yang Nakal
Perhatian untuk Dara


__ADS_3

"Jangan meminta hal aneh karena kau tidak akan mendapatkannya, apa kau tahu kalau aku sudah mandi dan akan pergi ke kampus?"


Sang gadis tidak ingin dia telat karena sang kekasih pasti tidak akan membuatnya bisa lepas, padahal sang kekasih sangat pandai merayu dan berujung pada sang gadis yang harus menyerah kepada keinginan sang pria.


Namun, kali ini, prasangka sang gadis, tidak ada artinya saat sang pria memberikan perhatian padanya.


"Aku tidak akan membuatmu merasa terbebani dengan semua keinginan tidak wajar ku. Aku hanya ingin membantu mengeringkan rambutmu. Berikan pengering rambut itu padaku," pinta sang kekasih dengan sangat lembut.


Dara yang selalu terpikat dengan apa yang dilakukan oleh sang kekasih, tersenyum kala dia menyerahkan pengering rambut itu dan sang kekasih memperlakukan sang gadis dengan sangat manis.


"Sayang, apa kau tahu? Kau adalah satu-satunya gadis yang aku perlakukan dengan baik."


Sang pria mengusap rambut sang gadis dan menghidupkan pengering rambut dengan suhu panas yang sedang.


"Hm, selama satu tahun ini, aku tidak pernah tahu jika kau memiliki gadis lain selain aku. Apa kau benar-benar tidak memiliki gadis lain? secara pria tampan sepertimu, tidak mungkin jika memilih sendiri dengan usia yang cukup matang untuk menikah."


Sang gadis merasa tidak begitu realistis ketika ada seorang pria mapan yang tidak memiliki gadis idaman.


"Hm, kalau aku mengatakannya, apa kau akan pergi dariku?" tanya sang pria dengan tangan yang lihai di atas kepala sang gadis.


"Aku tidak memiliki perasaan terhadapmu. Aku sudah to the point kepadamu bahwa diriku tidak menganggap serius apapun yang berhubungan dengan perasaan karena semura pria memiliki sebuah rahasia yang kadang tidak logis."


Sang gadis teringat akan mantan kekasihnya yang sangat mengecewakannya.


Seorang pria yang menyukai sejenisnya.


"Apa maksudmu?" tanya sang pria dengan raut wajah yang sangat heran.

__ADS_1


"Aku pernah mengenal seorang pria yang sangat tampan sepertimu, kami saling mencintai dan akan segra menikah, namun alangkah sedih dan kecewanya aku mendapati pria itu lebih memilih pria lain daripada aku, meski aku miskin, setidaknya dia sudah berusaha menjadi yang terbaik. Ibuku juga setuju kami menikah, kedua orang tuanya juga sama. Namun memang hanya kekecewaan yang harus aku telan. Makanya aku ingin kuliah agar bisa menjadi orang yang lebih sukses, aku butuh banyak uang untuk itu. Saat kau dan aku bertemu, aku sangat yakin kau bisa memberiku banyak uang."


Sang gadis mejadi sedih kala teringat masa lalunya.


"Kau memiliki ibu dan saudara?"


"Iya, aku memiliki itu semua, namun mereka sama sekali tidak peduli denganku. Oleh sebab itu, aku memilih untu pergi dan menjadikan hidupku lebih bebas daripada yang lainnya."


Sang gadis beranjak dari tempat duduknya dan meminta sang kekasih menghentikan aksinya membantu mengeringkan rambut. Karena sang kekasih terlihat sangat sedih dan sendu.


"Aku akan melakukannya sendiri, jangan ganggu aku."


Sang gadis meneteskan airmatanya karena rasa sedih yang harus dia tanggung selama satu tahun lebih ini.


Sang kekasih memahami kesedihan Dara, lalu memeluk tubuh sang gadis.


Sang gadis awalnya menolak pelukan itu karena merasa sangat rapuh dan terlihat lemah, tetapi apa yang dia lakukan justru membuat sang pria semakin ingin melindunginya, perasaannya lebih dari sebelumnya.


"Tuan, aku tidak tahu apa yang kau katakan iitu benar atau hanya upaya untuk menghiburku saja. Namun apa yang aku rasakan selama berhubungan denganmu, kau adalah seorang pria yang sangat pandai merayu dan membuatku bahagia. Terima kasih atas semuanya, aku sangat berkesan dengan apa yang kau berikan selama ini. Bahkan saat kau memintaku tinggal di rumah mewahmu, aku lebih memilih untuk berada di apartemen saja. Rasanya kurang nyaman bersamamu yang sangat kaya raya itu."


Cup!


Sang pria mengec up bibir sang gadis dengan mesra, dia mendaratkan ke cu pan itu dari le her ke d a da dan berakhir di dua bongkahan indah kesukaannya.


"Jangan pernah merasa kau tidak berharga karena bagiku kau adalah segalanya, aku sudah berhenti bertualang dan kau adalah pilihan akhir hidupku."


Sang pria terus memprovokasi sang gadis agar masuk ke dalam permainannya.

__ADS_1


"Tuan, aku ingin ke kampus."


"Satu menit lagi baby."


Sang pria semakin turun ke bawah dan bermain di area itu sampai membuat sang gadis meledak.


"No Tuan! Ouh ..."


Dara merasakan getaran yang sangat luar biasa di dalam tubuhnya.


Sang pria tidak tahan dengan suara super se k si itu dan melanjutkan permainannya.


Saat has ra t sudah di ubun-ubun, sang gadis menghentikan aksi sang pria.


"Antar aku ke kampus! Setelah ujian usai, kita bisa melanjukan lagi, aku akan membuatmu merasa menjadi raja. Bagaimana?"


Sang gadis mencoba untuk bernegosiasai, sang pria kesal dan diam saja.


"Sayang? Kau marah?"


'"Katanya mau ke kampus? Aku mandi dulu.


Sang pria lalu masuk ke dalam kamar mandi dengan hati yang dongkol.


"Huft, pria perkasa yang lucu."


*****

__ADS_1


__ADS_2