
Dua yang sedang dalam kebahagiaan itu merasa segalanya mirip berdua meskipun hanya semu semata,
Di dalam benak masing-masing tidak ada hal yang lebih bahagia daripada cinta yang harus diresmikan tetapi sangka di sama sekali tidak mau menjadikan sang pria suami sahnya.
Perjalanan cintanya begitu rapuh sedangkan dirinya sama sekali tidak bisa menjaga agar sesuatu berada dalam genggaman untuk selamanya.
Setelah merasa lelah, pasangan tanpa pernikahan itu memutuskan untuk pergi dari jalan itu menuju tempat yang lebih nyaman untuk makan malam nanti.
Namun, pandangan jahat terlihat dari mobil seorang pria yang diam-diam mengikuti mobil William.
Dia adalah mantan kekasih Dara.
"Tuan, Apa kau yakin dengan mobil itu?" tanya sang sopir.
"Aku sudah mencari tahu beberapa sumber informasi bahwa mobil yang membawa Dara, memiliki plat nomor yang sama persis dengan mobil yang ada di depan kita."
"Oke, jika Tuan sudah yakin aku akan langsung menghadang mobil itu."
"Tidak perlu terburu-buru karena aku memiliki nomor ponsel mantan kekasihku itu."
"Oh, oke siap."
__ADS_1
Sang pria terlihat membuat panggilan terhadap sang gadis.
"Halo sayang? apa kabar? sudah lama kita tidak berjumpa dan aku tiba-tiba merindukanmu, Apakah kau sudah menikah? sudah memiliki seorang putra?"
"Apa maksudmu tiba-tiba menelponku lalu menanyakan banyak hal?"
"Haha ... sebagai orang yang pernah mencintaiku Apakah kau melupakanku setelah sekian lama?"
"Aku tidak ada lagi urusan denganmu dan jangan pernah membuat masalah!"
"Haha, Aku tidak pernah membuat masalah terhadapmu hanya saja aku rindu. Apa itu suatu hal yang salah?" Tiba-tiba suara sang gadis berubah dengan suara pria.
"Oh, apa ini suara Tuan William? seorang pria yang menyimpan gadis berusia 20 tahun dan memberikan banyak uang setelah mendapatkan keuntungan yang banyak dari gadis itu? sungguh luar biasa sikapmu itu Tuan!"
"Cih, apakah pantas seorang pria yang menjalin hubungan dengan seorang gadis tetapi memilih untuk pergi bersama dengan pria lain, Apakah kau merasa dirimu menjadi orang yang paling normal sedunia?"
"Tutup mulutmu!"
"Hah, seorang pria yang baik seharusnya lebih menghormati seorang gadis daripada memikirkan dirinya sendiri yang egois!"
"Be de bah kau! sebenarnya dirimu itu siapa ha?"
__ADS_1
Sang penelepon justru kesal, padahal pria tampan itu belum menunjukkan siapa dia sebenarnya.
"Aku tidak perlu mengatakan apapun karena lebih baik, kau jangan mengganggu hubungan kami."
"Haha ... hubungan kami apa? kau hanya orang sok pahlawan! tinggalkan gadis itu!"
Sang penelepon begitu percaya diri dengan semua hal yang ada, dia yang salah tetapi masih membuat masalah.
"Aku sudah memperingatkanmu, jangan sampai aku benar-benar marah dan kau akan mendapatkan amarah dariku."
"Silahkan saja! aku tidak peduli!"
Panggilan telepon yang menyebalkan itu, sang pria tutup begitu saja, karena terlalu provokatif serta terkesan melanggar hukum.
Sedangkan sang pria yang berada di belakang mobil William, merasa cukup puas karena mampu membuat pria itu kesal.
"Haha aku sangat senang, hidup pria itu tidak akan tenang, Dara miss u! aku tidak bisa hidup tanpamu sayang, kita akan bertemu setelah semua ini berakhir, big Miss Dara!"
Sang pria tidak bisa mengungkapkan perasaannya, dia baru menyadari jika cintanya pada Dara, serta perasaannya yang kadang aneh, nyata adanya.
*****
__ADS_1