
'' yah bangun '' Jennifer mencubit lengan ayahnya yang masih menikmati tidur paginya sampai sampai tak terasa jika lengan Aliseo di cubit.
Karna kesal pada ayahnya anak itu pun merajuk dan menghampiri ibunya yang terlihat sibuk memetik stroberi disamping rumah
Sesampainya di hadapan ibunya anak bernama Jennifer Yovanka itu tak berhenti sama sekali mengeluarkan kekesalan nya mengoceh tanpa sekat tanpa jeda ,
Gadis itu tipikal orang yang tidak suka di cuekin , yoora menyimak dengan seksama saat Jennifer tengah berbicara Sampai membuat yoora yang memetik stoberi nya langsung berhenti + bengong mendengar ucapan Jennifer yang terdengar seperti suara kumbang yang ber gumam
'' Jennifer kau sedang bicara apa ha '' sedikit terkecoh dengan kata kata Jennifer yang sangat menggemaskan
'' bla BLA BLA dan BLA ,'' Jennifer menunjukkan bahwa isyarat pada ibunya
'' hah apa itu ibu tidak mengerti ? '' yoora mulai mengeluarkan tawanya
'' ayah menjengkelkan Bu '' menghentakkan kakinya di tanah ( bertingkah tengil namun lucu )
Yoora tersenyum tipis melihat kelakuan Jennifer
'' Jennifer mungkin ayahmu kelelahan '' mulai menunjukkan sikap ke ibunya pada gadis kecil itu
Karna Jennifer tak berhenti henti bicara membuat yoora tak banyak pikir langsung memasukan stroberi ke dalam anak itu
'' uhuk uhuk '' Jennifer tersedak hebat karna stroberi jumbo masuk dalam mulutnya
Yoora terbahak-bahak melihat itu dan menyuruh Jennifer untuk segera mandi
Menyenangkan jika seorang ibu mau menyempatkan waktunya untuk bercanda dengan anak kesayangan nya
Kasih sayang yoora pada putrinya tidak bisa di batasi oleh apapun
Sifat keibuan yoora membuat Jennifer sangat nyaman
Yoora adalah seorang ibu yang mampu menyembunyikan semua lukanya sendiri
Entah bagaimana sakitnya itu
Lagi lagi wanita itu harus menyembunyikan sebuah kebenaran tentang identitas ayah kandung anaknya
Dia mengerti jika itu akan memperburuk keadaan Jennifer , namun yoora tidak mempunya pilihan lain selain diam dan menyembunyikan itu semua
Yoora menyimpan semua stoberinya dalam lemari pendingin dan langsung menghampiri Aliseo yang ternyata masih menunjukkan rasa malasnya di atas kasur
'' Al bangun '' melemparkan sebuah selimut pada Aliseo yang terlihat tak mau bangun
'' badan ku panas '' berpura pura
'' ha ! " Yoora memegang jidat Aliseo dengan perasaan khawatir
Aliseo yang melihat yoora begitu cantik pagi itu membuatnya tak mampu menahannya
Lagi ,Rasa penasarannya pada wanita itu masih menghantui hatinya
mengapa wanita itu sangat sulit di luluhkan hatinya
Melihat Aliseo yang akan menyosor bibirnya yoora pun mencegah nya
" Heh sadar '' mencubit lengan Aliseo dengan begitu keras
'' Duh , kasar banget '' kesal karena cubitan istrinya yang sangat tak manusiawi
'' kamu ngapain ha '' beranjak dari hadapan Aliseo yang terlihat menatap nya dengan tatapan mesum
" Nggak jadi " kembali melanjutkan tidurnya terlihat mengabaikan yoora begitu saja
__ADS_1
Yoora terlihat menghela nafas teramat dalam dan mendekati Aliseo yang memalingkan pandangan matanya dari yoora yang membuat wanita itu merasa sedikit tak nyaman
Yoora segera membaringkan tubuhnya di samping Aliseo yang terlihat menutupi semua tubuhnya dengan selimut, Karna aura wajah Aliseo sudah menunjukan muka masamnya padanya
wanita itu tak pikir panjang langsung mengecup mesra kening Aliseo dan langsung berlari keluar kamar
mengecek Jennifer apakah anak itu benar benar sudah mandi
Bukannya mandi anak itu justru malah melanjutkan gambaran bunga nya
Warna Demi warna anak itu mulai tuangkan dalam hasil lukisan gambarnya yang terlihat begitu unik dan mulai menarik pandangan yoora untuk melihat itu
'' wah '' terlihat takjub pada gambaran itu
" Bagaimana Bu apa ibu suka '' ucapnya sambari memberikan warna pada daun bunga tulip yang ia gambar
" Unik " yoora mengelus lembut rambut anaknya
" Apa Jennifer menyukai bunga tulip "
Jennifer mengangguk kan kepala
" Ini siapa '' menunjukan ke salah satu gambaran Jennifer yang terlihat berbeda
'' ini paman Juna dan aku Bu ,'' Jennifer mulai menjelaskan apa makna dari gambaran itu
yoora pun tercengang mendengar itu
'' Jennifer apa kmu tidak bisa melupakan pria itu " menggenggam erat tangan mungil anaknya
" Kenapa ibu bicara seperti itu " Jennifer menatap serius wajah ibunya yang terlihat tegang
" Hmm lupakan '' wanita itu mengalihkan pembicaraan dan menyiapkan sarapan untuk keluarganya
✉️ Tiba tiba pesan masuk ke ponsel yoora
Ternyata Juna sudah cukup lama menunggu nya didepan teras namun yoora tak menyadari jika Juna berada di depan rumahnya
bergegas mengecek nya dengan cepat
" Mana Jennifer ? '' menatap serius yoora yang terlihat memendam sesuatu
'' kenapa mukamu sangat pucat '' ujar Juna yang selalu mengeluarkan kata kata
Berulang kali namun yoora tidak menanggapi itu Yang malah menatap kosong ke arah nya
" Jun jangan temui Jennifer lagi '' mulai tertekan dengan kehadiran Juna
" Kau memang membenci ku tapi jangan pisahkan aku dengan anakku " tangannya membujuk yoora agar tidak pergi
'' apa kau pikir Jennifer akan bahagia jika bersama mu ha !! '' sedikit membantah pada pria itu
Juna termenung di kursi rodanya
'' tidak ada alasan lagi untukmu menemui Jennifer '' beranjak menjauhi Juna
'' yoora '' teriak pria itu dengan nada keras hingga mengagetkan Jennifer yang masih mewarnai
" Hah suara paman Juna '' ucap nya dalam hati
Karna penasaran itu seperti seorang orang yang telah Jennifer kenal
gadis itu berlari keluar untuk memastikan jika itu memang benar juna ( ayah kandungnya)
__ADS_1
'' Jennifer cepat masuk ,'' menahan tubuh mungil Jennifer yang mau menghampiri Juna
'' Bu kenapa ibu selalu bersikap begitu jika paman Juna ada '' membantah perkataan ibunya
'' Jennifer jika kamu tidak menuruti apa kata ibu ,ibu akan marah dengan mu '' membentak anaknya dengan nada pelan
Aliseo terbangun dari tidur nya mendengar keributan yang cukup membuat sakit telinga nya Diapun menyempatkan diri untuk mengintip dari balik jendela
'' kenapa pria ****** itu disini '' bergegas menemui yoora
Dengan raut muka yang cukup geram Aliseo menghampiri yoora yang tengah memarahi Jennifer
'' Jennifer cepat masuk " mendengar ucapan ayahnya Jennifer tak bisa membantah dan langsung berlari kedalam perasaan anak itu sedikit hancur karena tak bisa menemui juna
Jennifer yang ingin menangis tetap berusaha melanjutkan gambaran nya agar air matanya tidak jatuh mengenai pipinya.
Aliseo menatap Juna dengan tatapan penuh amarah namun yoora tidak mau melihat dua pria itu berkelahi dan menyuruh Juna agar mau angkat kaki dari rumahnya
Sambari menuntun pelan kursi roda nya Juna kembali pulang dengan perasaan kecewa .
'' apa Juna melukai mu '' memegang lengan yoora yang terlihat lemas
" Enggak , aku masuk dulu" Yoora menggeleng
Melihat sang anak yang terlihat sedih tak seperti hari hari sebelum nya membuat hati yoora sedikit khawatir dengan anak itu
" Apa Jennifer marah ? " Dengan nada menyesal karena sudah membentak anak itu
" Ibu kenapa tidak mengizinkan ku bertemu paman Juna Bu " hardik nya pelan
" Ibu tidak mau kau di sakiti pria itu " mengulurkan kata kata yang membuat Jennifer tak paham dengan apa yang ibunya ucapkan barusan
" Apa maksud ibu " memperhatikan dengan serius
" Tidak ada sudah lah lanjutkan menggambar mu " mengelus lembut kepala Jennifer
Aliseo menghampiri Jennifer yang termenung sambari memandangi gambarannya
" Ada apa , apa ibumu memarahi mu " Aliseo merangkul tubuh mungil putrinya
Jennifer hanya menggeleng dan tertidur di pelukan hangat ayahnya
Sementara di dalam kamar
Yoora tak bisa menahan tangisannya yang akhirnya keluar membanjiri pipi nya
Aliseo memperhatikan yoora yang masih terisak tangis dari depan pintu kamar
" Mengapa yoora tidak bisa bahagia '' ujar nyaa dalam hati
'' apa kau tidak bahagia hidup dengan ku ,'' Aliseo memulai pembicaraan meski terlihat canggung pria itu berusaha mencairkan ke adaan agar terlalu sunyi
" Tidak ada yang membuat ku bahagia kecuali kau ,'' katanya begitu serius
" Sudah lah jangan menangis '' mengusap air mata yoora yang sedari tadi terus berjatuhan
'' Huwaaa '' tangisnya semakin kencang
Seperti bocah TK
'' diam atau aku akan menciummu" Mendengar itu yoora langsung menutup mulut dan diam tak berkutik
__ADS_1
" Masih mau nangis lagi ha '' Aliseo Mengigit bagian bawah bibirnya
Yoora menggeleng kepalanya