Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
hal hal kecil dalam kehidupan


__ADS_3

...Hidup tidak terdiri dari pengorbanan atau tugas yang besar, tetapi dari hal-hal kecil, di mana senyuman dan kebaikan serta kewajiban kecil yang biasa diberikan, adalah yang menjaga hati dan menjamin kenyamanan...


pagi panjang telah mereka lewati.....


yoora tidur dengan pulas nya di pelukan Aliseo yang tengah sibuk membolak-balik kan halaman buku yang ada di genggaman nya " apa istriku sadang lelah sekarang? " ujar pria itu kini mulai mengelus lembut bagian rambut istrinya yang tak bergeming sedikitpun dan tetep melanjutkan tidurnya di dada gagah miliknya " aku menyukai sikapmu yang seperti ini '' tambah Aliseo mulai memperhatikan wajah cantik istri pertamanya itu.


" Sttt ,berhenti bicara Al ayo tidur '' jari lentiknya nya kini mulai menarik selimut yang ada di samping nya dan segera menyelimuti tubuhnya yang tampak menggigil karna AC yang begitu dingin di kamar itu " kenapa wajahmu sangat sumringah Al ? " ujarnya mulai menatap sayup ke arah wajah tampan pria blasteran Jerman Korea itu yang jaraknya begitu dekat dengan matanya


melihat yoora yang memandangi wajahnya terus menerus dengan tatapan sayup namun cukup mempesona membuat Aliseo tak lagi melanjutkan membacanya dan memilih untuk fokus menggoda istrinya yang semakin dekat dengan bibir nya Sampai sampai membuat jantung pria itu terasa berdetak sangat kencang tak karuan " tidurlah dengan nyenyak di dada gagah ku ini sayang " ujar pria berwajah sempurna itu kini mulai mendekati wajah mulus istrinya yang hanya berjarak 5 centi dengan tatapan mautnya yang jelas mampu mengoyah kan hati keras wanita itu " kau begitu sempurna yoora " ujar Aliseo kembali mengeluarkan kata kata gombalan maut dari mulutnya mencoba meluluhkan hati yoora kembali yang kini hatinya sudah sekeras batu membuat wanita itu tampak biasa saja saat ia sedang dipuji karena kecantikan nya yang tak manusiawi jelas pria berwibawa seperti Aliseo sangat mendambakan nya dan tak merelakan kekasihnya itu untuk jauh jauh darinya


" aku akan pingsan jika kau terus menatap ku seperti itu hehehe " ungkap Aliseo Dengan nada terkekeh pelan dan kembali melanjutkan gombalan nya pada wanita yang berada tepat di atas dadanya . namun yoora yang mendengar gombalan tak berfaedah itu hanya memasang muka kecutnya pada Aliseo .


'' heleh " ujar si yoora sambari memukul pelan lengan berotot milik suaminya yang terlihat tak mau menyudahi perkataanya dan terus mengoceh mengeluarkan gombalan maut itu '' tidur ah aku ngantuk '' mulai menganti posisi tidurnya ke tempat lain terlihat wanita itu mulai merasa tak nyaman jika terus berlama-lama menempel pada dada gagah suaminya yang terus saja mencengkram erat kedua lengannya


" Kenapa pindah ? " Aliseo bertanya dengan suara berat nya yang terlihat begitu tak enak saat didengar ditelinga yoora yang kini sudah berbalik badan membelakangi Aliseo yang sedari tadi tak mau melepaskan cengkraman tangannya di lengan wanita yang hampir terlelap tidur itu


" Kepalaku sakit jika terus terusan tidur di dadamu "ujarnya begitu lirih sambari memegangi kepala nya dan segera menutup kedua mata nya kini mulai berubah seperti mata panda sekedar menghilangkan rasa penat yang bersemayam di tubuhnya " tidur Al ini sudah larut malam " yoora mengulurkan satu kalimat lagi pada Aliseo sebelum dirinya tidur hingga bangun keesokan harinya


Malam panjang masih menjaga dan mulai mengintai mereka dari atas langit menyaksikan mereka berdua dalam satu selimut . Langit gelap mulai memunculkan bintang bintangnya , membuat Aliseo harus terjaga sepanjang malam menjaga erat hubungan nya dengan yoora yang kini tengah tertidur di sampingnya meski kamar itu terasa sunyi tapi Aliseo mencoba untuk berbicara pada istrinya agar kamarnya tak terlalu hening kehadiran yoora di kehidupan nya membuat nya semakin tak bisa mengontrol perasaan nya sendiri perasaan bahagia berbalut kekecewaan menjadi satu dalam hatinya ,Berbeda dengan wanita di sampingnya Wanita yang ia kira bisa menemaninya di sepanjang malam ternyata tak seindah ekspetasi yang ia bayangkan yoora tak pernah melupakan sifat dingin nya dan menganggap Aliseo seolah olah hanya teman tidurnya tak lebih '' apa kau masih menganggap ku sebagai temanmu saja tak lebih? '' Aliseo mencoba mengeluarkan suara beratnya lagi pada yoora agar wanita yang ia cintai itu tak mengabaikan berulangkali Aliseo merasa jika Yoora tak benar benar tulus memberikan cinta sejatinya


Mendengar Aliseo yang tiba tiba saja mengucapkan kata kata yang membingungkan membuatnya sedikit tercengang dan segera terbangun dari tidurnya " Apa aku kurang memberimu perhatian Al ?'' yoora menyahuti dengan nada begitu lirih dan kembali melanjutkan pembicaraan nya agar suaminya itu tak lagi ngambek padanya


" Ya , sifat dinginku membuatku merasa


tak nyaman '' ujarnya dengan sangat jujur pada wanita itu meski kelihatan sedikit kaku dan sungkan saat mengucap kan nya tapi Aliseo berusaha mengatakan keberatan jika Yoora terus terusan bersikap dingin pada dirinya. mendengar ucapan itu lagi yoora si wanita tukang marah jelas langsung memalingkan wajahnya ke sudut ruangan kamar sunyi tak bersuara itu , Aliseo kembali membuat hatinya gelisah entah bagaimana menjelaskan ulang pada pria tampan di samping nya itu yang masih meragukan cinta dari nya


'' hmmm " yoora menghembuskan napasnya secara perlahan mulai meraba pipi mulus milik suaminya dan mengatakan jika sifat dinginnya sudah melekat sejak ia masih kecil dan sulit untuk di hilangkan tak banyak yang ia ucapkan hanya sekedar membalas singkat perkataan dari suaminya dan segera menidurkan tubuhnya kembali namun Aliseo menahan lengan wanita itu menyuruhnya agar tak terburu-buru untuk tidur


" Jika kau tak bisa merubah sifat mu biar aku yang melakukannya '' mulai mendekati wajah berlian istri sahnya itu dan menatap sendu ke arahnya dan terlihat tak semangat


'' sudahlah Al aku ingin tidur sejenak " ujar wanita itu yang terus saja mengabaikan tatapan maut sang kekasih dan menyelimuti tubuhnya Dengan sebuah selimut kain sutra berwarna biru tua . Karna yoora terus menolak keinginan nya Aliseo hanya bisa pasrah menerima nasib nya dan tak ada kata lain selain tidur '' tidur Al , besok pagi kau harus mengantar Jennifer ke sekolah '' tambah wanita itu lagi sedikit mengeluarkan suaranya dengan nada begitu lirih tak sumringah


Karna wanita itu sok jual mahal membuat pria bernama aliseo Narendra itu tak mau lagi menjawab perkataan darinya yang barusan ia lontarkan '' Al '' titah yoora melengking kan suaranya namun tetap saja Aliseo tak membalasnya dan semakin mengeraskan dengkuran nya ke telinga yoora '' Astaga '' mulai memukulkan tangannya ke bahu Aliseo yang terlihat sama sekali tak bergeming '' udahlah terserah '' Yoora melempar selimut sutranya ke tubuh Aliseo dengan penuh kekesalan dan beranjak menganti tempat tidurnya ke sofa '' jahat banget kamu '' ujar wanita itu kembali mengomel tanpa jeda sambari melangkah kakinya ke sudut ruangan itu dan Segera tidur



" Siapa yang menyuruh mu untuk tidur


di tempat itu " membopong tubuh body goals si istri dan segera membaringkan nya ke atas ranjang tempat tidur namun yoora terlihat berontak dan menolaknya ia merasa sedikit geli pada Aliseo yang berulang kali memegangi perut nya membuat wanita itu segera berlari kencang kearah sofa empuk itu lagi


'' aku ingin tidur disini " ujar wanita itu mulai menunjukkan sifat kekanak-kanakan nya dan membantah perkataan Aliseo Pria itu hanya bisa mengatakan terserah kau saja dan bergegas menyelimuti kembali tubuhnya dengan selimut wangi milik


sang istri yoora Aldara


Beberapa menit kemudian


" aaa" teriak wanita yang baru saja menutup matanya itu dengan sangat keras nya kini mulai berlari ke arah Aliseo yang sudah tak berkutik (alias tertidur dengan pulas nya ) saking nyenyak nya tertidur pria itu sampai tak mendengar jeritan yang yoora keluarkan wanita itu terlihat begitu ketakutan saat melihat kecoa yang tiba tiba saja menempel di selimutnya " Al tolong " jerit keras wanita itu semakin menjadi jadi " Al " menggoyang goyang kan tubuh Aliseo yang hanya membuka sebelah matanya dan terlihat tak terlalu perduli dengan kepanikan yoora


" Apa '' jawab pria itu begitu santai " apa kau mau tidur denganku lagi '' menarik lengan kecil milik istrinya yang tengah panas dingin memperhatikan kecoa yang tak mau singgah dari selimut barunya


" Al buang hewan menjijikan itu '' titahnya dengan sangat ketakutan dan bersembunyi di balik selimut tebal suaminya


'' lebay '' mengetuk pelan kening wanita itu dengan jarinya '' kau lebih menakutkan dari pada kecoa itu '' kata pria itu yang akan menambah buruk hubungan nya dengan yoora jelas yoora wanita keras kepala itu akan semakin mengamuk saat mendengar ledekan tak bermakna dari pria itu

__ADS_1


" Oke, Jangan harap besok bisa sarapan di rumah " ancam wanita itu tak kalah pedas dari Aliseo, Aliseo yang mendengar cibiran pedas dari yoora segera menaiki satu alis kirinya


" Aku bisa makan di luar " Aliseo kembali membuat masalah dengan istrinya Saking semangatnya berdebat sampai sampai ia tak sadar jika Kecoa yang tadinya di selimuti yoora Kini telah mendarat sempurna di pundak nya


'' aaaa '' teriak wanita itu begitu kencang sampai Aliseo harus menutup kedua telinganya '' hiks aku mohon padamu al , tolong buang hewan jahanam itu'' ucapnya dengan sangat lemas sampai tak mampu menggerakkan kedua kakinya lagi saat matanya melihat jelas jika kecoa tak berakhlak itu masih tetap stay di pundak Gagah milik Aliseo


'' layani aku , baru aku akan membuangnya'' Aliseo menawar kan pertanyaan baru pada wanita itu yang semakin tak berkutik dan berdiri kaku


" ga !! , Jangan harap, aku ga bakalan sudi '' bentak yoora dengan begitu lancang kepada pria yang masih tak ingin membantu nya untuk menyingkirkan hewan kurang didikan itu " Al cepat '' teriak wanita itu semakin melengking tinggi persis seperti orang yang akan melakukan paduan suara


Karna merasa iba pada istrinya Aliseo segera menuruti nya '' sudah jangan banyak omong cepat tidur '' ucap Aliseo mulai menasehati yoora yang masih terlihat panik akibat kejadian tadi yoora kembali merasa gugup kini pikirannya Mulai tak tenang ia menebak jika hewan membagongkan tadi akan kembali datang untuk memburunya jelas yoora semakin panik ia terlihat grusa grusu berlari keatas ranjang tempat Tidurnya.


" Ga ah , takut kecoa sialan itu Dateng lagi " yoora memberanikan diri untuk tidur di samping suaminya kembali yang terlihat tak berhenti menatap serius ke arahnya


pria itu mulai berangan angan jika yoora mau melayaninya pasti ia akan begitu sumringah namun pria itu langsung sadar jika ia keceplosan mengatakan itu yoora akan Segera menampar wajah nya


'' jangan tidur terlalu malam " Aliseo memberikan selimut nya pada wanita itu dan mulai mengelus lembut rambut yoora dan mulai memperlakukan nya seperti anak kecil


'' gadis kecilku tidurlah '' tambahnya kembali Berusaha membuat nyaman yoora yang terlihat mencoba menghilangkan kegelisahan yang ada dihatinya


" jaga aku sejenak Al ,aku sedikit takut jika hewan itu datang lagi " sahut si yoora yang tak berhenti memegangi dadanya yang terus berdebar dak dik Duk tak karuan


Ke esoknya paginya ....


Malam panjang benar benar mereka lewati


Pagi cerah menanti keluarga kecil itu bangun


Jennifer terlihat panik saat terbangun dari tidurnya tak ia duga jika pagi itu ia sekolah


'' maaf ibu lupa , tadi malam kan Jennifer tidur lebih sore jadi ibu tidak sempat memberitahumu '' mengoles selai strawberry pada hidung mungil anaknya yang terlihat masih mengantuk dan berhenti mengucek bagian matanya


Mendengar jawaban singkat dari ibunya membuat anak TK itu tak banyak bicara dan segera pergi untuk mandi bocah itu sama sekali tak melupakan nyanyian nya saat dalam kamar mandi '' My stupid heart


Don’t know Lala la la , lupa lirik hehehe '' menyanyi penuh penghayatan dan suaranya begitu melengking dari balik pintu kamar mandi membuat ibunya bertanya tanya sebenarnya apa yang sedang anak kecil itu nyanyikan


'' Jennifer cepat selesaikan mandi mu " menyuruh anaknya agar tak berlama lama bertapa di kamar mandi


Jennifer tak membutuhkan waktu lama untuk mengerus dakinya 3 menit saja anak kecil itu sudah keluar dari kamar mandi '' cepat keringkan rambut mu itu " ujar yoora pada


Anak berumur 5 tahun itu terlihat begitu sumringah dan segera Menganti handuknya dengan sebuah seragam " aye aye " merapikan baju yang ia kenakan dengan di temani alunan suara nya sendiri yang sedikit fals namun Anak itu terlihat begitu menikmatinya


" Bu aku sudah siap" kakinya meloncat loncat seperti bayi kelinci menuruni sebuah tangga " Bu liat ini '' menunjukkan jidatnya tanpa sebuah poni


" Haha astaga " mencubit gemas kedua pipi chubby Jennifer yang semakin mengembang '' Jenni ibu tidak bisa mengantar mu hari ini kepala ibu terasa pusing , jadi ayahmu saja yang mengantarmu " mengulurkan sebuah bekal mini untuk anaknya


" Ayah ayo antar aku sekolah " teriak bocah itu memanggil manggil nama ayahnya dari bawah tangga " yah ayo antar aku " teriak bocah itu kembali, karna Aliseo tak kunjung menyahuti ucapanya dengan gemasnya bocah itu segera berlari kecil menaiki tangga untuk mendatangi ayahnya yang masih mendengkur keras di atas ranjang Tidurnya.


" ayah ayo antar Jennifer ke sekolah aku sudah kesiangan yah " memukul kan sebuah guling ke tubuh kekar ayahnya yang malah tak menghiraukan ucapan darinya " ayah ayo hiks ayah cepat bangun " ujar bocah kecil itu mulai merengek pada ayahnya


" maaf maaf ayah begitu mengantuk tadi , Jennifer tunggu di mobil ya ayah cuci


muka sebentar '' sahut si Aliseo mulai membuka mata sipitnya dan segera menuntun tangan mungil anak itu mengajaknya untuk segera menuruni tangga kembali

__ADS_1


" Yah jangan lama lama " melangkah kan kaki mungilnya menuju pintu mobil audi a4 mewah ayahnya , meski bangunnya ke siangan itu tak menyurutkan semangat gadis kecil itu ia tetap nekat untuk pergi sekolah dengan memikul sebuah tas penuh buku didalamnya '' Bu , apa kepala ibu masih sakit? '' tanya anak itu dari balik kaca mobil yang terbuka lebar


'' ya , Jennifer tak marah pada ibu kan karna tak mengantar kan Jennifer ke sekolah " yoora menggenggam erat kedua tangan mungil milik putrinya dari luar kaca mobil


'' tidak " bocah itu menggeleng kan kepala nya sejenak " Bu kapan aku mempunyai saudara laki laki ? " ucap si Jennifer langsung membuat syok ibunya yang sedari tadi memegang erat kedua tangan mungilnya


'' kenapa Jennifer berbicara seperti itu '' yoora kembali bertanya pada bocah polos berambut cokelat itu , ia tak menyangka jika anak perempuan nya itu berani mengungkap hal itu di hadapannya padahal Jennifer masih terlalu kecil tapi pemikiran dan akal nya sudah seperti pikiran orang dewasa


" Hmm Jennifer ingin punya teman bermain bu " ungkap nya terlihat seperti sedang membujuk ibunya agar mau menuruti perkataan darinya Jelas wanita berumur 27 itu langsung memasang wajah penuh kegelisahan " mau kan Bu ? '' tambah Jennifer kembali jelas semakin membuat hati ibunya berdetak kencang rasanya ingin copot


" Nanti ya " balas yoora dengan terbata bata dan begitu singkat


'' Jennifer bicara apa tadi '' kedatangan Aliseo semakin membuat wanita berumur 27 tahun itu panik dan hampir saja berlari menghindari suami nya yang baru saja melangkahkan kakinya mendekati mobil


" Jennifer bilang jika ia sedang marah pada mu " ucap yoora mulai mengalihkan pembicaraan agar Aliseo tak terus kepo dengan Pembicaraan antar Jennifer dengan dirinya


" Yah kapan ak " Baru saja mengeluarkan kata dari mulut mungilnya , ibunya dengan rasa sedikit Risau langsung membungkam mulut mungilnya terlihat wanita itu begitu grogi jika sampai Jennifer keceplosan mengatakan jika ia ingin sekali mempunyai adik laki laki


'' Al cepat antar putrimu ini ke sekolah dia bisa terlambat nanti '' menyuruh Pria gagah itu agar segera menyalakan mesin mobil mewahnya


mendapat bentakan itu Aliseo hanya mengangkat jempolnya dan segera membawa pergi Jennifer ke sekolah


Kepergian Jennifer dan Aliseo membuat hatinya kembali tenang untung saja anak perempuan nya itu Tak mengatakan jika ia menginginkan seorang adik untuk menemani saat bermain " Yah aku ingin memiliki adik laki laki " ucap Jennifer di dalam mobil Terlihat tak berhenti menempel pada lengan berotot milik Ayahnya


" Apa Jennifer bicara seperti itu tadi ? " Aliseo berbalik tanya pada anak itu yang begitu betah menduduki bahu nya


" He em tapi ibu malah membungkam mulut ku tadi jadi aku tidak bisa berkata-kata lagi yah , saat Jennifer mengatakan itu tiba tiba saja raut wajah ibu berubah hahaha "Jennifer menjelaskan jika ia hampir tak bisa bernapas saat ibunya begitu erat menutup mulut mungilnya rasa ingin mengigit tangan ibunya tapi Jennifer tak bisa melakukan nya


" Haha " Aliseo Tertawa mendengar perkataan anak nya yang terdengar seperti suara kumbang yang bergumam


Melihat jam yang terpasang di tangannya sudah menunjukan pukul 06: 45 membuat pria itu segera menancapkan gas mobilnya ke sekolah Jennifer


Sesampainya sua manusia itu di sana


'' yah aku masuk dulu " Jennifer memberi kecupan mesra ke wajah mulus ayahnya yang sedari tadi tak berhenti menatap manis ke arahnya tak lupa juga pria penyayang itu memberikan putrinya sebungkus roti untuk jatah makan siang anak itu


" Jennifer hati hati ya " memasangkan sebuah Kalung liontin pada leher kecil anak nya Mendapat hadiah itu Jennifer langsung mengecup kembali wajah tampan milik ayahnya dan beranjak Pergi menuju kelasnya


Lama kelamaan sekolah itu mulai di penuhi oleh murid murid yang juga baru berdatangan.


" Al " seorang pria Tiba tiba saja memanggil i namanya pria berjas hitam itu tiba tiba muncul didepannya pria yang tak lain adalah Juna alfero musuh bebuyutan nya dulu


'' ada apa ? " Aliseo segera beranjak dari kursi tunggunya dan langsung berdiri gagah di hadapan Juna yang masih duduk di kursi roda nya


" Jennifer ada dimana ? '' sahut Juna dengan nada tak terlalu semangat


" Jennifer sedang belajar sekarang jangan ganggu dia " amarah pria itu tiba tiba bangkit namun ia mencoba untuk menahan nya agar sekolah yang aman damai itu tak rusuh Karna ulah bodohnya nanti


" Apa ia sudah makan " ujar nya mulai berbasa-basi dengan Aliseo yang sedari tadi menoleh kan pandangannya ke sisi lain ruangan itu


" Yoora membawakan nya bekal tadi " Aliseo Merasa sangat sungkan untuk membalas pertanyaan dari mantan suami yoora itu dan bergegas pindah ke tempat lain saja.


Pertemuan singkat itu membuat Aliseo jadi mencurangi dengan gelagat aneh Juna yang sering kali menemui Jennifer " apa pria lumpuh itu akan segera mengambil anak kandungnya " ungkap Aliseo dalam hati dan mulai gelisah memikirkan hal yang seharusnya tak ia pikirkan

__ADS_1


" Juna ! " Memburu pria lumpuh itu yang akan segera keluar gerbang sekolah e" aku ingin bicara dengan mu sejenak " mendengar ucapan dari Aliseo membuat pria lumpuh itu segera memberhentikan kursi rodanya dan memberanikan diri untuk menoleh ke arah Aliseo yang mengusung tatapan penuh emosi " apa sekarang kau akan mengambil anak kandungmu dari ku ? " Aliseo mengeluhkan kondisi batinnya yang akan segera terluka " Apa kau akan segera membawa pergi Jennifer ? " ucap pria itu kembali mengulang perkataan nya yang sama sekali belum Juna jawab


" Tidak , Jennifer tak butuh orang bodoh seperti ku " Juna kembali menuntun pelan kursi rodanya untuk menjauhi sekolah Jennifer , perkataan singkat dari si Juna itu Langsung membuat Aliseo tak habis pikir ia mencoba menebak dengan logika nya apakah benar jika pria lumpuh itu telah merubah sifat buruknya dan berusaha untuk menjadi pria yang lebih baik lagi .


__ADS_2