Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
aku minta maaf


__ADS_3

Tidak semuanya sempurna, terutama di awal. Dan tidak apa-apa untuk memiliki sedikit penyesalan sesekali. Saat itulah kamu merasakannya sepanjang waktu dan tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itulah kamu mendapat masalah.


" kenapa kau membawaku ke tempat ini?" Ucap si Yoora yang terdengar begitu kebingungan ketika Irene berhasil menarik tangannya Sampai kedalam basemen yang cukup gelap" untuk apa membawa ku kesini? " Yoora kembali mengulang ngulang ucapan nya yang terkesan sangat membosankan


" Sstt ,nona diam lah" irene terpaksa membungkam mulut yoora mengunakan tangan kirinya" ada seseorang yang tengah mencari mu sekarang, makanya aku membawamu bersembunyi disini" sahut Irene yang terdengar benar benar sangat lirih


" Si---siapa yang mencari ku?" Yoora bertanya kembali pada Irene yang sibuk mencari sebuah lilin untuk menerangi besmen itu " siapa yang mencari ku?" karena tak mengerti dengan apa yang Irene ucapkan yoora pun terus saja mengatakan hal yang sama pada wanita itu"Kau terlihat panik Sekali memangnya ada apa?" Ucap yoora sembari memperhatikan Irene yang telah berhasil menemukan lilin untuk dinyalakan." Kenapa kau bisa tahu jika ada orang yang sedang mencari ku?" Yoora kembali mengoceh dengan ucapan yang sama


Irene menghela nafas berat,lalu menuntun yoora ke arah sofa " kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku tadi?" Yoora kembali bertanya pada Irene yang malah mematung disebelah nya." Irene?" Karena merasa aneh yoora menepuk pelan pundak wanita itu dan menyuruh wanita itu untuk duduk disebelahnya.


" Logan bilang jika orang yang tengah mencari mu itu adalah suruhan Juna ,maka dari itu logan menyuruhku membawamu ketempat ini,ku harap Nona memakluminya" setelah cukup lama membisu akhirnya Irene mau menyahuti ucapan dari majikannya yang terus mengoceh seperti kereta api yang berjalan." Astaga!" Irene mendadak kaget saat melihat tangan yoora yang Kembali menetes kan darah " nona apa luka ini masih sakit?" Irene berusaha mengelap darah itu mengunakan pakaian nya .


"Aku tidak merasakan sakit apa apa ,luka ini membuatku tenang" yoora menjawab dengan mata yang menatap kosong kearah depan dan langsung menghentikan perlakukan Irene yang tengah mengusap pelan luka ditangannya " sebaik kau tidak usah mengawatirkan ku aku bahagia dengan luka ini" jawab sumringah yoora membuat mata Irene berkaca kaca.


"Apa Ini alasan mu menyakiti dirimu sendiri?


Kau pikir itu salahmu?,untuk menghukum dirimu sendiri,tak seharusnya nona melakukan nya" tampaknya Irene tengah menasehati yoora yang umurnya jauh lebih tua dari dirinya.


"Bukan, untuk keluar dari situasi ini,tak peduli sekeras apapun aku berusaha,aku terus mengingat kejadian pahit itu." Yoora kembali berbicara dengan muka yang begitu datar


"Ingatan ku terhenti,saat kulitku terluka dari Gigitan kuku Karena rasa takutku ,rasa sakit saat itu melupakan sejenak rasa takutku .sejak hari itu aku harus menyakiti diriku agar tetap hidup, itu cara satu satunya Untuk melarikan diri dari ingatan dan kenyataan yang pahit." Wanita itu Kembali membuat kalimat yang terkesan begitu menyedihkan hingga membuat Irene yang sebenarnya adalah wanita yang tak gampang menangis kini tengah berlinang air mata.


" bekas luka ini yang tersisa dari setiap kenangan menyakitkan itu.banyak orang yang mengatakan jika bekas luka ku ini menjijikan Namun, itu tak seberapa Jika dibandingkan dengan rasa sakit pada diri ku" Yoora lagi lagi membuat Irene semakin tak kuasa menahan tangisannya " bisakah kau membawaku pergi?,aku sudah terlalu lelah untuk melewati hari hariku ,kenapa aku tidak boleh mati!"hardik yoora dengan menjerit keras


" Nona berhentilah menyalahkan dirimu sendiri aku juga wanita aku tahu betul perasaan mu sekarang tapi tidak seharusnya kau melakukan ini,Aliseo akan sedih jika melihatmu seperti ini" Irene tak sengaja menyebut nama Aliseo jelas hal itu membuat yoora mengalami masa tamtrum

__ADS_1


" Aaaaarg! Yoora menjerit keras saat Irene tak sengaja menyebutkan nama Aliseo membuat Wanita itu kini beralih memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit "nona,ada apa?" Irene terlihat kebingungan saat mendapati yoora yang tak berhenti memegangi kepala sembari Mengigit jari " nona !" Irene menjadi panik tak karuan setelah tahu jika yoora menggigit jarinya sampai mengeluarkan darah "nona berhenti!" Karena merasa Majikanya semakin stress membuat Irene terpaksa mendekap erat tubuh yoora berniat untuk meredakan emosi wanita itu.


"orang terakhir yang bisa ku andalkan juga menghilang itu yang paling menyakitiku!,kini mereka semua melakukan nya demi aku?, bagaimana aku bisa memahami nya?,kenapa aku harus memakluminya?,sudah aku bilang itu salah ,akulah yang salah! Semua nya terjadi karena aku" yoora melepas dekapan dari Irene dan sekarang ia berdiri tegap dihadapan wanita bernama Irene itu " Yang kau lakukan sekarang juga menyakitiku jadi, kumohon tolong tinggalkan aku sendiri lebih baik aku mati saja,aku sudah bertahan cukup lama ,ku mohon jangan pedulikan aku!" Karena perasaan nya tak keruan yoora mengusir Irene dari basemen.


" Aku tidak bisa membiarkan nona sendirian disini" sahut lemas Irene " nona sebaiknya istirahat" irene memegangi tangan yoora yang bergetar


" Lepaskan aku!" Yoora Segera menepis tangan Irene yang berusaha menuntunnya ke arah kasur yang sudah tersusun dengan begitu rapi '' aku ingin sendiri sekarang, kenapa kau tidak bisa mengerti!" Hardik yoora kembali membuat Irene yang semula mematung kini memilih meninggalkan yoora didalam basemen yang hanya ditemani oleh satu lilin sebagai penerang.


Ketika Irene kembali menutup pintu basemen itu " hiks ,sakit sekali rasanya harus memendam rasa sakit ini sendiri" wanita itu meredam tangisannya dengan kedua tangan karena terus menangis membuat yoora tiba tiba memejamkan mata dan langsung terlelap tidur dibawah lantai.


🩰


Yoora dimana kau teriak Damian dengan begitu lantang


Brugh " berani nya kau kesini!" Ujar si Louis yang sekarang sedang menghadang keberadaan Damian yang masih bersikeras ingin menerobos masuk ke villa milik Aliseo " Apa Juna yang menyuruh mu untuk kesini?''.tanya Louis dengan curiga, kecurigaan itu diperkuat dengan adanya ucapan Damian yang terus menanyai keberadaan yoora.


" Louis,bawa pria ini ke ruang bawah tanah dan tahan dia " Aliseo muncul dengan berjalan sangat gagah ,membuat Damian langsung membelalakkan matanya saat tahu jika Aliseo memang belum mati


"Ka__u" belum juga selesai bicara salah satu bodyguard Aliseo menyuntikan sebuah obat tidur ke leher pria itu hal hasil pria itu ambruk mencium aspal untuk kedua kalinya


Setelah berhasil membuat Damian tertidur pulas dengan gesit Louis langsung mengeledah isi tas yang Damian bawa rupanya isi tas itu banyak terdapat pistol dan benda tajam lainnya " tuan,akan kita apakan semua benda tajam ini?" Tanya Louis


" Simpan saja untuk mu" sahur Aliseo sembari memperhatikan wajah Damian yang sedang tertidur pulas di aspal beberapa kali" cepat kurung dia diruang bawah tanah" Aliseo memerintahkan beberapa bodyguard nya untuk segera membawa pergi Damian dari hadapannya, mungkin karena ia merasa muak jika terus melihat itu jadinya Aliseo meminta tolong pada bawahan untuk mengurung Damian.


Saat Aliseo dan Louis tengah berdiskusi irene tiba tiba datang dengan wajah yang terlihat sangat panik"Apa yoora baik baik saja?" Tanyanya pada Irene yang baru menduduki sebuah sofa dengan pakaian yang terbilang cukup kusut.

__ADS_1


" Saya rasa nona yoora mengalami stress yang parah tuan" jawab Irene dengan nafas yang tersengal-sengal " nona yoora terus saja Memegangi kepala nya dengan mengigit jari hingga kukunya mengeluarkan darah,saya sudah melerainya beberapa kali akan tetapi ia tak mau berhenti melakukan nya" Irene berbicara dengan begitu cepat hingga membuat Aliseo dan Louis yang mendengarkan nya menjadi terbelalak lebar.


" Suntikan obat ini padanya , jadi ia bisa tenang untuk beberapa saat" Aliseo mengulurkan sebuah obat Dengan kotak berukuran kecil pada tangan Irene " ku harap wanita itu masih bisa hidup mesti tanpa diriku " ucap Aliseo kembali.rupanya setelah ia tahu jika yoora mengalami hal menyakitkan itu membuat Aliseo jadi menyesali perbuatannya yang sudah kelewat batas pada Yoora karena telah membohongi nya untuk waktu yang lama.


" Tuan bagaimana rencana mu yang selanjutnya?,apa sungguh kau ingin membunuh Juna dengan bom itu, itu terkesan sangat tidak mudah.kau bisa berurusan dengan polisi jika sampai ketahuan " tanya louis pada Aliseo yang tak memalingkan wajahnya dari foto yoora yang berada di genggaman nya.


"Aku akan pergi dengan logan,besok pagi logan akan mengantar kan ku untuk melamar kerja di perusahaan Pria itu setelah itu aku akan mengendap-ngendap untuk mengambil beberapa dokumen penting perusahaan itu dan akan membakarnya, mungkin dengan cara itu perusahaannya bisa mengalami kesulitan dan reputasi perusahaan itu akan menjadi buruk secara perlahan" Ucap Aliseo dengan mata yang terus memandangi foto sang istri.


" Itu tak mudah tuan ,kau harus berhati hati melakukan nya"sahut Louis


"Tenang saja logan lebih gesit dalam hal ini , aku percaya jika logan bisa melakukan itu,hanya butuh beberapa hari setelah itu aku akan mengakhiri hidup pria itu " titah Aliseo kini beralih menyimpan foto yang ada digenggaman nya pada saku celana.


Louis mengangguk lalu beranjak dari sofa dan bertujuan untuk pergi menemui logan yang masih di apartemen Aliseo di wesel." Katakan pada logan untuk mengatur pertemuan rapat besok "ujarnya pada Louis yang sedang berjalan mendekati pintu yang Terbuka


" antar aku untuk menemui yoora" karena terus memikirkan yoora Aliseo pun Berniat Untuk menjenguk wanita itu yang sedang terlelap tidur didalam basemen yang gelap.


" hmm maaf tuan, sebaik nya kau pasang dulu Jenggot tebal mu itu agar nona yoora tidak mencurigai mu'' saran dari si Irene untuk Aliseo membuat pria itu baru tersadar jika sedari tadi ia belum memasang jimatnya di dagu.


'' hmm terimakasih sudah mengingatkan "


Kedua orang itu lalu berjalan perlahan ke arah besmen"apa dia sudah tidur?" Tanya Aliseo pada Irene yang tengah mengintip yoora dari balik pintu basemen


Irene mengangguk lalu menyuruh Aliseo untuk masuk lebih dulu " bisakah kau tinggalkan kami sejenak" mendapat respon dari tuannya irene pun kembali keluar dari basemen itu dan lebih baik menunggu didepan pintu dari pada nanti menganggu mereka.


" Yoora maafkan aku " perlahan tangan pria itu mulai meraba raba pipi mulus milik istrinya" maaf karna sudah membuatmu jadi seperti ini" setelah mengeluarkan beberapa kalimat Aliseo menyempatkan diri untuk memberi sedikit kecupan di kening wanita itu untuk berpamitan.

__ADS_1


" Aliseo" yoora tiba tiba berbicara dengan posisi mata yang masih terpejam " aku sendiri an disini ,aku merasa takut" yoora Kembali meng igo dengan tangan yang masih sibuk menggenggam i tangan Aliseo yang mencoba pergi darinya.


maaf banyak typo 🙏 terimakasih yang sudah like


__ADS_2