
Seorang pria berwajah Tua berjalan perlahan menuju sebuah mansion mewah milik seorang CEO,disana pria itu terlihat menyimpan sebuah pistol kedalam saku jaketnya lalu pria itu kembali melangkah untuk mendekati pintu mansion itu.
" Kau siapa? " Belum sempat mengetuk pintu mansion mewah itu, seseorang tiba tiba saja membukakan pintu dan membuat pria tua itu mendongakkan kepala" bukankah aku sudah memecat mu pak?" Juna berkata sembari mengepit batang rokok.
Juna tampak menunjukkan kesombongan nya dihadapan Aliseo yang datang kepadanya untuk melakukan balas dendam."aku telah memecat mu kenapa kau masih berani kesini?". Ujar pria sombong itu pada Aliseo yang tengah tersenyum sinis.
'' apa sungguh kau tidak mengenali ku?" Aliseo perlahan melepas Jenggot palsu dari dagunya ,hal itu membuat Juna yang asyik mengisap batang rokok Langsung Ter engah engah.Namun,Juna lebih terkejut saat melihat Aliseo kini berada tepat dihadapan nya." si siapa kau , pergi!" Ujar pria itu dengan nada ketakutan karena Juna pikir jika yang ada dihadapan nya itu adalah hantu Aliseo." Pergilah setan!" Umpat dari pria itu terdengar jelas ditelinga Aliseo
Padahal waktu terakhir kali Juna melihat Aliseo tengah ambruk bersimbah darah karena ia tembak,setelah itu ia tak melihat keberadaan Aliseo lagi.bahkah dulu ia sempat menyuruh anak buahnya untuk melakukan perencanaan pembunuhan di dalam tempat latihan golf ayahnya namun gagal , sehingga waktu ini adalah hari dimana Juna menemui Aliseo secara dekat
''Berani nya keparat seperti mu menginjak kan kaki ditempat ku" Juna mencengkram erat kedua lengan milik pria yang ada dihadapan nya sembari mengumpat dengan sejuta unek-unek.
" Oh kawan, pakaian saya akan menjadi kusut.kau tahu aku tidak begitu menyukai pakaian ku kusut,kan? " sahut Aliseo sambari terkekeh keras"ngomong ngomong ,anda telah berubah secara luar biasa ,sepatu mu cukup rapi." Ujar pria itu sembari melepaskan cengkraman dari musuh bebuyutan nya
" Bagaimana kau masih hidup?" Juna mendelik dengan amat tajam,ia betul-betul tidak menyangka jika Aliseo benar benar memalsukan tentang data kematiannya dirumah sakit.
Brugh....Juna yang emosi terus mengangkat tangan kirinya lalu mengarahkan tangan itu pada wajah tampan Aliseo.Namun,Aliseo menahan tinjuan itu dan langsung memutar balik tangan milik juna hingga mengeluarkan bunyi Krek!... Argh! (Juna meraung-raung kesakitan setelah Aliseo menahan tinjuan nya)
" Mengapa?, Apa kau merasa sungkan karena telah kalah ?" Sahut Aliseo sembari mengusung tatapan dengan begitu tajam pada Juna yang tengah meringis kesakitan.
Juna mematung ,ia kehabisan kata kata rupanya juna masih tak menyangka jika Aliseo masih bisa hidup padahal ia sudah merasa menang karena telah menembak jantung pria itu hingga berakhir mati" Apa anda benar benar berpikir saya akan membusuk di peti itu selama sisa hidup saya ?, apakah itu sebabnya anda begitu seneng saat mengetahui nama saya di peti dengan begitu percaya diri?" Karena ingin segera mengakhiri hidup Juna Aliseo mencekik leher bawah pria itu dengan sangat kuat
"Anda menghancurkan keluarga saya,dan bagaimana..anda bahkan berpikir untuk hidup dengan nama Aliseo Narendra ?, betapa tak tahu malunya diri anda?"
__ADS_1
Uhuk--uhuk "Aku bertanya padamu apa yang terjadi!,apa kau yang mencuri saham perusahaan ku!"ujar pria itu dengan tangan yang berusaha melepas cengkraman yang Aliseo buat pada leher bawahnya.
"Seorang pria bernama logan datang menemui saya ketika saya berada di dalam rumah sakit.dia mengatakan kepada saya bahwa seseorang telah mencuri nama perusahaan saya karena itu aku juga akan melakukan hal yang sama seperti apa yang anda lakukan" tiba tiba rahang Juna mengeras , perkataan dari Aliseo benar benar membuat kupingnya menjadi panas
"Aku tidak pernah membayangkan anda akan hidup seperti ini di panggil dengan sebutan ketua, hahaha"melihat wajah Juna yang pucat membuat Aliseo semakin tak kuasa menahan tawanya hingga terpingkal-pingkal.
"Anda tampak seperti pengemis di masa lalu ,dan saya tidak melihatnya lagi oh,ku rasa anda tak ingin mendengar ini,ya ? Tapi saya yakin akan banyak yang penasaran dengan hal ini" Aliseo semakin terkekeh keras saat Mendapati kening Juna yang mengeluarkan keringat dingin
" Diam!" Juna beralih mencekik leher Aliseo mengunakan tangan kanan " Hanya merasa beruntung bahwa anda masih hidup,dan segera pergi dari sini jika tidak nyawamu akan terancam lagi"
" Tidak ada keajaiban kedua.hey keparat ,aku Sudah tumbuh cukup baik untuk menghentikan mu,anda terlihat tidak begitu bahagia hari ini" Aliseo tersenyum sinis ketika mendapat cekikan itu"jadi saya harus pergi sekarang . pakaian ku sangat kusut sebaiknya aku menggantinya sampai jumpa " pekik pria itu dengan senyuman nya yang terus mengembang pada Juna yang masih mengusung tatapan penuh emosi pada dirinya.
" Kau benar-benar Sialan,kau sepatutnya mati!" juna yang merasa telah di khianati kini beralih Mencengkram kedua tangan Aliseo dari arah belakang
Brugh..
🩰
yoora yang merasa jenuh karena terus didalam kamar kini memilih untuk keluar sejenak dan ingin menikmati suasana diluar apartemen milik suaminya
Arghhh! Yoora menjerit kecil ketika Mendapati Aliseo ada didepan Pintu Apartemen dengan keadaan sudut bibir yang terluka.
Melihat yoora yang ada didepannya membuat Aliseo harus membalikan badannya untuk membelakangi yoora dan langsung mencari cari keberadaan Jenggot palsunya yang tersimpan didalam saku" Aliseo" batin yoora berbicara sendiri setelah sekilas menatap wajah tampan Aliseo " Aliseo?" yoora yang merasa tak percaya langsung menepuk pundak pria yang tengah membelakangi nya dengan cukup lama untuk memastikan jika yang tak sengaja ia lihat hanyalah khayalan semata.
__ADS_1
Aliseo yang gelagapan kini memberanikan diri untuk membalikkan badan dan mencoba untuk menyahuti ucapan dari yoora " ada apa non?" Aliseo berucap dengan posisi kepala menunduk kebawah.
Seketika raut wajah yoora menjadi sendu saat melihat pria yang ia pikir adalah Aliseo ternyata adalah seorang pria tua"anda ayahnya Irene, kan? ada apa dengan wajah anda pak?" Yoora yang tak ingin larut dalam kesedihan memilih mengalihkan pembicaraan pada Aliseo yang masih menunduk kepalanya
" Ini jatuh dari atas pohon nona" sahut pria itu dengan beribu alasan yang tak masuk akal
" Oh begitu" yoora yang merasa canggung memilih untuk menggaruk-garuk rambutnya yang tak gatal, kemudian tak banyak bicara ia langsung berlalu pergi dari hadapan Aliseo yang masih melakukan hal sama yaitu menundukkan kepala dengan penuh was was.
Melirik yoora yang tadinya ada dihadapan nya kini beralih menduduki sebuah kursi membuat Aliseo pun segera masuk ke apartemen nya untuk menemui logan yang disibukan dengan aktifitas nya bermain billiard bersama Louis didalam basemen." Tuan kau Kenapa?" Logan mendekati Aliseo yang sekarang berbaring lemas diatas sofa panjang " apa Juna meninju mu ?"
Aliseo mengangguk perlahan,lalu memejamkan mata " apa kau tahu keberadaan direktur Luhan?"
" Pria itu tinggal di kota Wolfsburg tuan , apa tujuan mu untuk menemui direktur Luhan?, Apa kau akan terang terangan mengancamnya untuk menyerahkan dokumen yang kau inginkan?" sahut logan sembari mengulurkan sekaleng cider di atas nakas.
Aliseo menggeleng lalu Kembali membangunkan tubuhnya untuk menyeruput cider yang logan letakan diatas nakas" bukan itu tujuan ku menemui direktur Luhan,tapi untuk merebut kembali apa yang telah anaknya ambil dari perusahaan ku" Aliseo mengigit bibir bawahnya lalu kembali meletakkan kaleng cider yang isinya sudah setengah ke atas nakas.
" Bagaimana jika pergi nanti malam?" Louis tiba tiba berkata membuat Aliseo dan logan menoleh dengan serentak kearahnya " nanti malam adalah perayaan Berlin International festival kurasa direktur Luhan akan datang ke istana Neuschwanstein untuk menyaksikan acara itu"
"Ya,kau benar, Juna pasti akan datang ketempat itu bersama ayahnya " sahut logan lagi membuat Aliseo harus lebih lama untuk memegangi kepala karena tidak tahu kenapa tiba-tiba Kepalanya terasa begitu pusing setelah mendengar ucapan dari Louis.
"Kita akan tinggal di istana itu untuk beberapa malam sampai aku benar benar membuat Juna berlutut dihadapan ku " Aliseo kembali menegak minuman cider itu lalu meminta logan dan Louis untuk menyiapkan sesuatu yang akan mereka bawa nanti malam.
jangan lupa tekan like and komen ya
__ADS_1
terimakasih