Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
tak berharap lebih


__ADS_3

. "Untuk pertama kalinya aku mulai merasakan penyesalan. Perasaan di mana aku berada di antara kasihan pada diri sendiri dan membenci diriku sendiri, tentang seluruh hidupku."


Juna tampak mengakhiri pembicaraan nya dengan Jennifer anak kandungnya yang terlihat begitu sibuk menyeduh susu kaleng pemberiannya , Melihat Jennifer yang tak menatap ke arahnya membuat pria itu hanya bisa menghela nafas panjang dan segera pergi '' paman mau kemana ? '' anak cantik itu segera menahan kepergian ayah kandungnya '' paman juna jangan pergi tetaplah di sini Sampai ibuku menjemput ku '' ujar anak kecil itu tak mengizinkan pria lumpuh itu untuk minggat dari hadapan nya ,Juna menganggukkan kepalanya dan kembali mendorong kursi roda nya ke bawah pohon yang sudah Jennifer hiasi dengan beberapa lukisan hasil tangan kreatif nya


'' apa paman tidak memiliki anak ? '' pertanyaan baru tiba tiba keluar dari mulut anak kecil itu membuat Juna tak bisa berkata apa apa lagi dan segera mencari sebuah alasan untuk menanggapi pertanyaan dari Jennifer


'' anak paman sudah bekerja,'' mulai mengelus lembut rambut putrinya dengan sangat tulus


" Oh ya " Jennifer kembali melanjutkan bicara nya kepada Juna yang masih memandangi wajahnya yang begitu sumringah, senyum pria itu mulai hadir kembali setelah anak kecil itu memberinya sebuah coretan kuwas berwarna kuning ke wajah tampan nya


'' hahaha paman sangat lucu '' ujar anak mungil itu mulai mengeluarkan tawa kecilnya dan mulai menertawakan tingkah konyol yang Juna perlihatkan pada nya


" Hahaha,'' Juna terkekeh-kekeh dengan tingkah konyol nya sendiri " simpan ini '' ucap pria lumpuh itu mulai memasang kan sebuah gelang oval bertuliskan nama Jennifer ke tangan mungil anaknya . Kasih sayang nan ketulusan mulai Juna perlihatkan pada anak kandung nya itu kasih sayang yang belum pernah ia perlihatkan kepada orang lain selain kepada anak gadis itu '' jadilah gadis yang rajin dan berbakat seperti ibumu '' mulai mengelus ngelus kembali pipi chubby milik Jennifer yang sangat menggemaskan


'' siapa nama anak paman yang berkerja itu '' ujar anak itu penuh ke kepoan pada Juna yang terlihat semakin plonga plongo dengan perkataan yang Jennifer lontarkan kepada nya '' paman jawab !! '' tangan mungilnya mulai menggoyang goyangkan lengan berotot pria itu yang semakin mematung dan sangat bingung alasan apa lagi yang harus ia keluar kan untuk menjawab pertanyaan putrinya


'' Daniel Nugroho " berbohong lagi pada anak umur 5 tahun itu yang jelas akan langsung mempercayai nya


'' paman cepat sembuh ya '' mengecup manis jidat ayahnya yang terlihat mengeluarkan berkeringat dingin , Juna menganggukkan kepalanya sejenak dan kembali Menyuruh anak nya itu untuk melanjutkan lukisan nya yang masih polos belum berwarna


'' andai kau mau tinggal dengan ku ,'' Juna berkata dalam hatinya rasa penyesalan mulai menghantui hatinya kembali hatinya mulai terasa sesak napasnya mulai berhembus tak normal penyesalan berulangkali hadir di benaknya menatap wajah kecil anak itu mengingatkan nya pada sosok yoora Aldara wanita yang dulu pernah ia sia siakan cintanya sampai membuat wanita itu begitu membenci kehadiran nya Dengan keegoisannya ia nekat mengajak yoora untuk mengulangi kembali hubungannya yang sudah pupus 3 tahun lalu jelas yoora tak menerima permohonan itu


'' gelang nya sangat lucu paman '' ucap anak itu mulai mengamati gelang berbentuk oval di tangan mungilnya yang terlihat begitu indah saat terpasang di tangan nya " apa paman ingin makan bersama ku nanti " ujar Jennifer menambah perkataan nya lagi


'' maaf paman tidak bisa paman harus pergi sekarang " Juna mulai memutar kursi roda nya membelakangi anak kecil itu yang sudah belepotan penuh cat warna di lengan dan pipinya


" Paman " teriak Anak itu tak mengizinkan Juna pergi dari hadapan nya " jika paman pergi aku dengan siapa di sini '' Jennifer mulai mengeluhkan kondisi nya kepada Juna yang terlihat tak lagi kuat membendung air matanya dan memutuskan memutar balika kursi rodanya


Melihat Juna yang mau membatalkan kepergian nya membuat anak itu langsung merangkul erat tubuh ayahnya di atas kursi roda '' sepertinya ayah dan ibuku tak merindukan ku paman '' ujar anak itu dengan nada penuh kesedihan


'' mungkin ayahmu masih sibuk , Ayo paman antar ke dalam '' menduduk kan tubuh mungil anak itu ke bahu lumpuhnya


Di sisi lain , Tampak seorang wanita tengah duduk di atas sofa ia terlihat sibuk membolak-balik kan halaman buku yang ada di genggam nya saking fokusnya membaca buku tebal itu yang entah apa judulnya sampai sampai ia tak menolehkan kepalanya sama sekali saat Aliseo pria pujaan hati nya menyapa nya '' kau sedang apa ? " ucap Aliseo mengagetkan yoora yang terlihat serius mengamati buku tebal berwarna biru itu


" Tidak ada " yoora membiarkan Aliseo duduk di samping nya " ayo jemput Jennifer sekarang aku sangat rindu dengan gadis kecil itu '' yoora kembali mengeluarkan suaranya membujuk pria disampingnya itu agar mau mengantarkan nya ke panti asuhan


" Sekarang ? '' ujar Aliseo, Yoora menganggukkan kepalanya dan bergegas merapikan baju yang ia kenakan sebelum menemui Jennifer di panti asuhan, melihat sang istri yang sudah siap Aliseo pun segera menuju garasi mobilnya untuk mengeluarkan mobil mewah nya " rapi kan dulu baju mu aku tunggu di mobil '' ujar Aliseo melangkah kakinya keluar pintu rumah


sedangkan yoora wanita berparas cantik itu malah sibuk merapikan poni cetarnya di depan kaca spion mobil pribadi nya sendiri Aliseo yang sedari tadi tak berhenti menatap kearah yoora mulai menahan tawa nya karna yoora malah memperlihatkan sikap ke kanak kanak Kan nya di hadapan Aliseo " hahaha kayak baby hamster " kalimat ledekan mulai Aliseo keluarkan ke pada yoora yang tak berhenti henti meniup poni nya


" Diam ga " ujarnya mulai mengancam pria yang baru saja mengejek nya tadi dengan Hells hak tingginya yang ia arahkan tepat ke hadapan Aliseo yang mulai memberhentikan tawa kecilnya " apa kau masih berani menertawakan hah " tambah yoora sedikit mengangkat dagunya

__ADS_1


'' aaa sudahlah ayo '' menarik lengan wanita itu ke mobil dan segera keluar dari gang kompleks rumah mewahnya


Di sepanjang jalan Aliseo tak berhenti menggoda istrinya itu Yang terlihat sibuk memberikan lipstik merah pada bagian bibir nya " Al berhenti menatap ku " memarahi pria tampan ber paras pangeran itu yang malah semakin tak berhenti menoleh kan pandangannya " Al liat jalan , jalan liat aku nanti kita nabrak pohon '' ujar yoora mulai merasa geli saat pria itu mulai mengusung tatapan penuh keseriusan


Karna nasehat nya tak pria itu tanggapi dengan perasaan kesal yoora mulai mengoles lipstik merah bekasnya ke bibir pria itu Jelas pria itu langsung meringis menunjukkan giginya dan segera menancapkan gas mobilnya ke tempat tujuan


Sesampainya di depan panti asuhan itu


'' Jennifer " yoora memangil manggil nama anaknya dari dalam mobil


Jelas Jennifer tak mendengar nya karna tengah sibuk menyuapi ayah lumpuhnya di bawah sebuah pohon


Karena Jennifer tak segera menampakkan diri nya maka yoora terpaksa menurunkan kaki kaki nya untuk menemui Jennifer yang tak mengetahui jika dirinya sudah menanti kedatangan nya " Kak Dimana Jennifer" ucap yoora bertanya pada salah satu pengasuh panti itu


" Jennifer sedang makan Bu '' pengasuh itu hanya mengatakan itu pada yoora dan berlalu pergi Yoora Segera mencari keberadaan putrinya yang entah dimana '' Jennifer '' teriak nya cukup keras di ruangan itu namun sama sekali tak ada jawaban dari anak nya


'' dimana Jennifer '' ujar Aliseo mulai khawatir pada Jennifer yang tiba tiba saja menghilang seperti di telan bumi


'' entahlah , pengasuh tadi mengatakan jika Jennifer tengah makan '' jawab si yoora agak gelisah '' Jennifer " yoora kembali meneriaki nama anaknya yang tak kunjung datang


'' Bu aku disini '' ujar anak berambut pendek itu mulai melambaikan tangan nya ke arah yoora yang tengah di Landa kepanikan Dengan gercep yoora segera menghampiri anaknya di bawah pohon rindang Bersama dengan seorang pria yang menduduki sebuah kursi roda yang jelas itu adalah Juna alfero pria lumpuh yang malang


" Bu , hiks aku rindu pada ibu " meski mulutnya penuh makanan anak itu tak berhenti mengoceh dan mulai merangkul erat tubuh ibunya '' apa ibu tak lagi sayang pada ku ha " ujar anak kecil itu mulai mengomel kepada ibunya yang sedari tadi tak berhenti mencubit pipi chubby miliknya


'' hahaha ibu sayang padamu '' menggendong tubuh anak perempuan nya yang terlihat sedikit kurus, mungkin karna jam makannya tidak atur jadi tubuh anak itu mengalami penurunan


'' ayah '' ujar anak itu berlari menghampiri Aliseo yang baru saja melangkahkan kakinya menuju ke arahnya Melihat kedekatan antara Aliseo dan Jennifer membuat Juna merasa paling tak berguna di hadapan mantan istrinya


'' Jennifer paman pergi dulu '' Juna mulai mendorong kursi roda nya menjauhi keluarga kecil itu pria itu langsung ngebatin Mungkin jika tak ada kehadiran nya membuat keluarga kecil itu semakin humoris


'' paman tunggu '' menahan kepergian pria berjas hitam itu yang akan berpindah tempat


'' apa paman tidak mau makan dengan ku


lagi " ujar anak kecil itu mulai melirik ke Juna yang sama sekali tak memberinya jawaban '' paman kenapa diam '' tambah Jennifer lagi


Mendengar Omelan dari Jennifer Juna terpaksa kembali menemui anak itu yang tengah yang berada dipangkuan ayah tirinya


" Jennifer paman ada kepentingan jadi harus pergi sekarang lagi pula ayah dan ibumu sudah ada disini jadi Jennifer tak akan kesepian lagi '' ucap si Juna segera membalikan kursi roda nya dan perlahan mulai menuntun kursi roda itu keluar menjauhi Jennifer


Sungguh kebohongan itu membuat batinnya terasa begitu sakit jika bukan karena keberadaan Aliseo yang ada disana pasti pria lumpuh itu akan tetap menemani anak kandungnya Sampai kapan pun .

__ADS_1


Dengan hati berat Juna menuntun secara perlahan kursi rodanya sampai ke depan gerbang panti asuhan itu



Melihat kepergian mantan suaminya membuat yoora langsung mengembuskan napas panjang nya dengan begitu lega dan Segera membopong tubuh Jennifer untuk kembali ke mobil '' Bu apa kita Pulang sekarang '' ujar Jennifer sembari mengusap bekas nasi yang masih menempelkan di pipi kirinya


Yoora menganggukkan kepalanya sedangkan Aliseo pria berbadan kekar nan gagah itu malah menyibukkan dirinya sendiri dengan memainkan boneka beruang milik Jennifer


" Bu liat ayah dia seperti anak kecil '' telunjuknya mengarah ke Aliseo yang sama sekali tak menggubris perkataan Jennifer dan semakin asyik memainkan boneka itu


'' ayahmu memang begitu " mulai menahan tawanya melihat kelakuan suaminya yang bertingkah bak seorang gadis balita yang tengah memberi minum pada seekor anak beruang dan berusaha menegurnya


'' berhenti memainkan itu Al , ayo pulang sekarang '' menjewer keras telinga pria itu dan menyuruhnya agar segera memanas kan mesin mobilnya


'' astaga " ucap Aliseo sedikit kaget menerima jeweran keras dari istri cantik nya


Namun bukannya kesakitan Aliseo malah menanggapinya nya dengan penuh candaan


'' apa nya yang lucu hah " Bertanya pada pria itu kenapa tak berhenti menertawakan sesuatu dari nya terlihat sangat garing tak bermakna apa pun


'' astaga apa kau tidak sadar ha " semakin Tertawa terpingkal-pingkal di hadapan yoora membuat wanita itu mulai menaikan satu alis kanannya


" Apa Al " bertanya lagi kenapa pria itu yang sedari tadi tak mau menghentikan tawanya '' diem ga " tambah wanita itu mulai kesal dengan tingkah laku suaminya yang seperti orang tak waras


" Cepat bersihkan wajah cantikmu itu


sayang '' mengulurkan tisu ke tangan wanita itu yang terlihat mengepalkan tangan kanannya sedari tadi


'' eh cat dari mana ini " mulai menyadari jika wajah mulusnya terkena cat '' Jennifer apa ini ulahmu '' menuduh Jennifer yang tengah sibuk membereskan peralatan lukisannya yang berserakan di tikar seperti kandang monyet


'' hehe " anak itu mulai terkekeh melihat ibunya yang belepotan cat kuning akibat ulahnya yang tak sengaja ia kenakan ke wajah mulus ibunya.


'' sudahlah , kau semakin cantik dengan polesan cat itu '' mengusap lembut wajah wanita itu mengunakan jas putih miliknya " kau semakin cantik sekarang" ujar pria itu mulai mengeluarkan gombalan nya yang tak terlalu berarti bagi Yoora


" Hmm " menuntun pelan tangan Jennifer yang sibuk mengendong tas penuh peralatan lukisannya dan segera melangkah pergi dari tempat itu


Sepanjang jalan anak berumur 5 tahun itu tak henti hentinya mengoceh panjang lebar saat ibunya mengendong tubuh mungil nya '' Bu paman Juna memberikan ku ini " ujar anak itu mulai memperlihatkan gelang manis pemberian Juna kepada sang ibu


Namun si Yoora malah tak menanggapi nya dan hanya tersenyum tipis pada Jennifer yang terlihat tak berhenti memegangi gelang oval yang ada di tangan kecilnya


" Al ayo " yoora meneriaki kekasih nya yang berjalan sangat Lambat seperti siput

__ADS_1


__ADS_2