Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
tahap awal pembalasan


__ADS_3

Kamu tidak pernah bisa mengontrol dengan siapa kamu jatuh cinta, bahkan ketika kamu berada di saat yang paling menyedihkan dan membingungkan dalam hidupmu


Kamu tidak jatuh cinta dengan orang lain karena mereka menyenangkan Itu terjadi begitu saja.


Yoora membuka mata dengan posisi tubuhnya yang tengah terbaring di atas ranjang,ia terkejut hebat saat mendapati Juna ternyata tidur disampingnya sejak tadi malam ,karna mengira jika Juna telah melakukan sesuatu terhadap dirinya yoora pun Segera beranjak dari ranjang itu dan mencari keberadaan ponselnya" dimana ponselku" Yoora semakin tak karuan saat ia tidak kunjung menemukan ponsel nya yang kemarin malam ia taruh di dalam saku.


" Mencari apa ?" Juna menyipit kan matanya lalu melirik pandangan ke arah yoora yang tengah sibuk mengobrak ngabrik isi lacinya


" Dimana ponselku!" Hardik yoora sembari memperhatikan wajah tampan mantan suaminya untuk beberapa kali,jantungnya Tiba tiba berdenyut kencang saat wajah tampan milik pria itu terus memperhatikan nya dari atas kepala sampai ujung kaki.


" Apa ini?" Juna dengan angkuhnya meninting benda pipih yang sedari tadi yoora cari , rupanya semalam Juna sengaja menyuntikkan obat tidur ke leher wanita itu.setelah yoora tertidur Juna pun mengambil ponselnya dan memblokir semua kontak dan akun yang ada di ponsel Wanita itu dengan begitu Juna akan merasa lebih tenang karna tidak mungkin Jika yoora akan menghubungi seseorang mengunakan ponsel itu lagi.


" Berikan padaku!!" Yoora menaikan kedua kakinya ke atas ranjang dan berusaha untuk mengambil ponselnya yang tengah berada ditangan Juna ," iss, kembali padaku!" Ujar yoora sekali lagi.juna merasa begitu sumringah saat yoora terus saja menindih i tubuh nya.


" Apa penting nya benda ini ?" Tanya Juna dengan posisi tangan yang masih menggenggam erat ponsel milik mantan istri nya Itu '' apa kau akan menelepon seseorang mengunakan benda ini?" tanya pria itu lagi membuat yoora Benar benar merasa jengkel.


" Berikan padaku!'' jawab yoora dengan begitu ketus saat ia tak berhasil membuat ponsel itu kembali ke tangannya " aww" ia Tiba tiba berkata lirih saat luka ditangannya tak sengaja berbenturan dengan tangan milik Juna


"Biar aku obati" Juna beralih menaruh ponsel itu ke atas meja dan kini ia berjalan menuju ke arah lemari untuk mengambil obat merah '' apa kehilangan pria itu membuatmu benar benar merasa kesepian?" Juna bertanya dengan posisi tubuh yang masih membelakangi yoora


"Kenapa terus mengatakan itu?,kau sama sekali tidak mengerti!" Yoora beranjak dari ranjang dan berdiri di depan sebuah jendela dengan celah yang sedikit terbuka " bukankah itu ayahnya Irene " (yoora berkata dalam hati) ia terbelalak lebar saat tak sengaja melihat Aliseo yang tengah memandang ke arahnya dengan tangan yang Memegangi sapu serta jenggot yang tebal.


Aliseo pun juga sama ia tak berhenti memandang ke arah yoora yang tengah mematung didepan sebuah jendela kamar" bertahan lah disana ,Louis akan menyelamatkan mu" Aliseo berbicara dalam hati lalu kembali melakukan pekerjaan nya menyapu halaman.


" Tuan,aku akan tiba disana jam tiga sore,Louis akan kesana lebih dulu untuk membawa yoora pergi" ujar si logan Didalam tws yang terpasang di telinga kanan Aliseo.


Setelah mendengar rekaman suara logan di tws nya Aliseo pun bersiap diri untuk menyelinap ke ruangan kerja milik Juna untuk mengambil beberapa dokumen penting serta saham perusahaan itu.


"Jika permainan ini bisa berakhir,mungkin ketika salah satu dari kita mati,aku tidak akan bersembunyi" Aliseo mengendap-ngendap dengan begitu perlahan kini ia membuka pintu ruangan kerja itu yang tampaknya begitu sepi,ia melirik ke sekitaran untuk memastikan jika tidak ada seseorang yang akan masuk dan mengetahui niatan nya untuk mengambil saham perusahaan milik Juna.


" Sial!" Aliseo terdengar menggerutu dihadapan sebuah lemari dengan kunci berupa kode.


" Hei,kau sedang apa disini pak?" Zhen datang dan menepuk pundak Aliseo dari arah belakang.


Karena sudah merasa ketahuan Aliseo pun segera mencari alasan untuk menyahuti ucapan dari Zhen " tuan Juna meminta saya untuk membersihkan tempat ini,maka dari itu saya pergi kesini" ujar Aliseo sembari menundukkan kepala.


" oh, kalau begitu segera lanjut kan pekerjaan mu" sahut si Zhen sembari melangkah kan kaki menuju pintu yang Terbuka.


Aliseo menarik nafas panjang setelah Zhen meninggal kan nya sendirian ditempat itu dengan cepat Aliseo segera kembali untuk mendekati lemari Dengan kunci berupa kode yang sangat sulit di pecahkan,ia begitu yakin jika berkas yang ia cari pasti berada di dalam lemari itu." Sial!,Bagaimana memecahkan kode ini" Aliseo tampak mendelik didepan lemari itu rupanya mengambil berkas yang ia inginkan tidak semudah dugaannya.

__ADS_1


🩰


Setelah sekitaran dua jam Aliseo berada ditempat itu Akhirnya Aliseo mampu memecahkan kode itu dengan nomor 5cdd76 yang tak sengaja ia lihat didepan sebuah lukisan Abstrak yang menunjukkan sebuah gambar teratai dengan simbol kode 5cdd76 yang dilukis secara samar-samar" Tuan aku berada didepan sebaiknya kau segera pergi" ucap si Louis yang berbicara didalam tws.


Setelah mendengar itu Aliseo segera mengendap ngedap untuk kembali keluar dari ruangan itu dan akan menemui Louis yang tengah membopong sebuah tas hitam berukuran sedang " apa logan sudah membawa bomnya sampai ke apartemen ku?" Ujar Aliseo sembari berlari mendekati Louis yang tengah menunggu didalam mobil.


Louis mengangguk dan beralih keluar dari mobil '' apa orang orang tidak akan mencurigai ku ?" Tanya Pria itu pada atasannya yang tengah beralih untuk menempati kursi didalam mobil yang ia bawa



" Tidak mungkin,kau sudah seperti wanita sungguhan, mereka pasti akan mudah percaya" sahutan dari Aliseo itu membuat Louis mengerutkan keningnya,ia merasa benar benar tidak nyaman saat menyamar menjadi seorang wanita dengan balutan rok mini serta Hells yang terbilang cukup tinggi." Kabari logan jika kau sudah membawa yoora ke apartemen ku " tambah si Aliseo sembari menyalakan mesin mobil nya untuk segera pergi.


Louis kembali mengangguk,lalu melangkah kan kaki menuju mansion milik Juna dan berniat untuk menjalankan tugas dari Aliseo yang terkesan begitu membelit" permisi" louis mengetuk pintu mansion itu Secara perlahan.


Setelah ditunggu tunggu akhirnya ada seseorang yang membukakan pintu besi itu "mencari siapa?" Ucap si Zhen pada Louis yang tak berhenti menyelipkan rambut ke belakang telinga.


" Apa dirumah ini ada wanita yang bernama Yoora ?" Ucap si Louis dengan lagat yang menyerupai layaknya wanita pada umumnya


" Ya, memangnya ada apa ? " Sahut pria itu dengan mata yang terus melirik kearah Louis yang sibuk mengoleskan lipstik merah ke arah bibir


" Bisakah aku bertemu dengan nya ?"jawab si Louis dengan nada kecil


"Hei, jangan pergi beritahu dulu dimana wanita itu?" Louis berusaha menahan tangan Milik pria itu.


juna yang tak sengaja melihat louis ada didepan pintu mansion nya langsung membuat pria itu nekat mendekati Louis untuk menanyakan tentang apa yang ia Bicara kan dengan karyawan nya yaitu zhen Abelardo" Ada apa ?" Juna bertanya pada Zhen yang Tengah menundukkan kepala


" Wa--wanita ini ingin bertemu dengan nona yoora " sahut Zhen dengan terbata bata


" Saya adalah Cheryl marcules ,wakil kepala departemen lukis sekolah kejuruan di bidang seni Chung - an" Louis memperkenalkan identitasnya dihadapan Juna yang tengah serius memperhatikan pakaian yang ia pakai hal itu membuat Louis benar benar merasa jijik.


" Lalu apa tujuanmu kesini?" Sahut pria itu


" Bisakah saya bertemu dengan istri anda ,ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada istri anda tentang kuliah Jennifer di Berlin" Karna tak merasa curiga sedikit pun pada louis Juna pun menyuruh pria itu untuk masuk dan membiarkan pria itu untuk menduduki sebuah sofa yang terdapat di ruang tamu.


Ceklek,,,,,,,,,,,, Juna membuka pintu kamarnya dan Mendapati yoora tengah menelfon seseorang mengunakan ponsel yang tadi pagi ia letakan diatas nakas minimalis" Panggilan dari siapa?'' Juan datang dan dengan jengkel langsung merebut ponsel milik wanita itu ''kau siapa ?


Kau sungguh sialan!, beraninya kau menelfon wanitaku" Kata Juna yang terdengar Tengah membentak Irene didalam telepon.


Karna takut jika Juna mengetahuinya,Irene pun langsung memutus panggilan itu " kenapa kau selalu mengganggu ku?" Ujar si yoora dengan tangan kiri yang mengepal kuat

__ADS_1


" Direktur Cheryl marcules ingin berbicara dengan mu,dia ada diruang tamu" jawab Juna dengan Begitu singkat


" Direktur Cheryl?,si__siapa dia ? Sahut yoora dengan kening yang tampak mengerut


"Wakil kepala departemen seni di sekolah kejuruan Jennifer" mendengar jawaban itu yoora bergegas menuju ruang tamu untuk menemui Louis yang tengah menata beberapa berkas lembaran diatas nakas


" Permisi"(Louis menundukkan kepala saat yoora menghampiri nya)


" Senang bertemu denganmu ,tapi apa masalahnya?, Apa Jennifer berbuat onar di sekolahmu?" Yoora mengeluarkan sederet pertanyaan pada Louis yang terlihat tengah mengembangkan senyum ke arahnya untuk beberapa saat


" tidak,Saya punya sesuatu untuk didiskusikan tentang Jennifer putri anda " sahut louis sembari menyeruput teh didalam cangkir yang terdapat di tangan kanan pria itu.


Braggh.... Louis sengaja melemparkan cangkir yang ia Pegang itu ke arah nakas hingga membuat cangkir itu pecah menjadi beberapa bagian ." Maafkan aku ,apa yang aku lakukan , cangkir mahal ini telah pecah ,saya benar benar minta maaf " Louis memerhatikan mata yoora yang tampak kebingungan ketika ia membanting cangkir mahal itu dengan sengaja di hadapan nya.


" Tidak apa apa " yoora mengambil pecahan cangkir itu dan mengelapnya dengan sangat berhati hati


" Anda memiliki mata yang mirip dengan putri anda " ucap si Louis dengan mengembang kan senyum


" Terimakasih,aku sering mendengar nya,tapi apa yang akan anda katakan tentang putriku Jennifer?" Ujar si yoora sembari memperhatikan wajah Louis untuk beberapa kali,yoora terlihat sedikit curiga dengan lagat aneh Louis yang bertindak seperti bukan wanita pada umumnya " kenapa anda memakai kalung itu?" yoora sengaja menanyai tentang kalung hitam yang terpasang di leher pria itu yang ternyata sengaja ia pakai untuk menutupi jakunnya.


Louis mengabaikan itu dan memberikan yoora beberapa lembar berkas " Ini berkas yang harus di tanda tangani oleh anda sebagai seorang wali ( Louis mengulurkan beberapa dokumen yang dimana terdapat tulisan tersembunyi yang mengatakan


[ ayo pergi dari sini aku akan mengembalikan mu pada Aliseo]


Setelah menemukan pesan singkat yang tersirat di berkas itu


Yoora membelalakkan matanya dan mulai sadar jika Louis bukanlah wanita sungguhan " apa sungguh ini berkas yang harus di tanda tangani?, kenapa begitu banyak " Yoora sok mengeluarkan basa basinya pada pria yang tengah menyamar itu" eh,bisakah kalian mengambilkan air aku merasa haus" titah wanita cantik itu terdengar tengah memerintahkan dua pelayan dirumah Juna yang sedari hanya sibuk mengepel lantai.


Setelah tidak ada orang Louis pun mengeluarkan suara Kodam nya " nona ini aku Louis ,aku akan membawamu pergi" ujar pria itu membuat yoora terbengong ketika ia mengeluarkan suara aslinya


" Louis siapa ?" Tanya yoora dengan begitu bingung


" Aku Louis anak buah logan ,aku kesini untuk membawamu pergi, ayo segera lari dari sini sebelum Juna kembali " Louis menggeret tangan wanita didepanya dan sungguh beruntungnya tak ada orang yang tahu jika Louis membawa yoora Pergi dari mansion mewah juna.


" Kita akan kemana ?" Yoora bertanya dengan nafas yang tersengal-sengal saat Louis terus saja menarik tangan nya sampai ke sebrang jalan raya yang ramai akan pengendara


" Kita akan pergi sejauh mungkin nona" kini logan datang dengan mengunakan mobil berwarna silver dan langsung menyuruh Louis dan yoora untuk masuk di mobilnya.


maaf banyak typo

__ADS_1


__ADS_2