
...----------------...
...----------------...
" yoora "
Aliseo menggenggam tangan istrinya yang tengah terbaring di atas kasur
" E Mm " yoora jadi begitu serius menatap wajah suaminya namun hati nya merasa tak terlalu nyaman
" Kau menggoda ku " mulai mendekati wajah istrinya yang masih memerah
" Menggoda mu ? '' yoora langsung terbangun dari tidur nya
Yoora memang tipikal manusia yang jika ada orang yang menatap wajahnya terlalu lama maka dirinya akan merasa tak nyaman dan langsung ingin berpaling dari wajah orang yang menatapnya,Karna itulah jika Aliseo mendekati wajahnya yoora akan selalu menolak bahkan akan mengabaikannya
Semenjak kejadian di masa lalu yang begitu pahit membuat nya sering gelisah dan menjadi orang dengan ketenangan hati yang tak normal
merasa tidak nyaman jika terlalu lama di deket pria
Meski pada pria yang mencintainya sekali pun.
Yoora menganggap semua pria Sama
Jadi wajar jika wanita itu selalu bersikap dingin pada semua pria yang di temui nya
" Yoora liat aku '' menggenggam tangan istrinya begitu erat
'' apa selama ini kau tidak mencintai ku ?'' ucap pria itu begitu serius memastikan apakah cinta yang selama ini diberikan wanita itu padanya benar benar tulus
'' jika aku tidak mencintaimu, pasti sekarang aku sudah menikah dengan pria lain '' ucapnya mengelus wajah berlian milik suaminya yang semakin dingin membuat wanita itu merasa aneh hatinya kembali tak tenang
'' kenapa kau selalu menolak saat aku ingin bersama mu ?'' ucapnya semakin penasaran
pada Wanita itu yang sedikit usil
bukan nya memberikan jawaban kepada pria yang sedari tadi menunggu keseriusan nya wanita itu malah terlihat menyibukkan dirinya sendiri dengan memainkan jarinya sendiri seperti balita
Aliseo memalingkan wajahnya sejenak ke pintu kamar yang terlihat terbuka lebar , Suasana kamar itu menjadi sunyi saat yoora hanya memainkan jarinya tanpa mau mengatakan sesuatu yang serius pada Aliseo
'' yoora jawab ? '' ucap Aliseo begitu nekat
'' Entah kenapa aku selalu tidak nyaman saat pria mengatakan keseriusan nya padaku '' yoora memalingkan wajahnya ke sudut ruangan kamar sunyi itu membuat nya semakin tidak nyaman dan rasanya ingin keluar dari kamar itu
'' Hmm sudahlah " sikap dingin Aliseo mulai hadir
" Al kamu marah '' menoleh sejenak memandangi wajah Aliseo yang tak sumringah
Ya pria itu mengabaikan balik pertanyaan dari istri nya ,Entah apa yang membuatnya tiba tiba berubah menjadi dingin
" Al aku menyukai sikap dingin mu '' Yoora mencoba menghangatkan suasana kamar
Itu kembali,Mendengar ucapan itu Aliseo mengusung tatapan penuh keseriusan
Pria itu mulai melanjutkan pembicaraan dengan istrinya yang terlihat sibuk memutar mutar jari jemarinya yang lentik, yoora sangat serius memperhatikan pohon di luar rumah yang begitu indah saat angin angin itu mulai meniup daun daun pohon itu membuat pohon itu seperti nampak hidup dalam kedamaian.
'' jujur, apa selama ini kau tidak betul betul mencintaiku " ucapnya mengulang kembali kata kata nya
Bosan mendengar kata itu dari Aliseo
Yoora dengan menghela napas begitu panjang mulai mendekati wajah berlian suaminya yang terlihat sangat mulus
Entah apa yang mau yoora lakukan pada pria disampingnya
__ADS_1
Jantungnya berdetak sangat hebat
'' apa aku sudah mati rasa sekarang,'' ujarnya didalam hati
Sambari meniup lembut rambut Aliseo yang terlihat mengenai mata
'' pria seperti mu langka Al '' mengusung tatapan penuh canda pada suaminya yang tak berhenti menatap bibir mungil yoora yang terus bicara
'' ya pria setampan diriku tidak mungkin di temukan dimana mana '' Aliseo mulai Menyombongkan ke glowingan wajah serbuk berlian nya
'' hahaha '' ujar yoora melempar selimut tebal pada wajah Aliseo yang mulai ngelawak
Yoora menurunkan kakinya dari atas ranjang tempat tidur dan menemui Jennifer yang ternyata sudah mendengkur duluan di temani beberapa lukisan unik karya nya sendiri yang belum selesai anak itu beri warna
'' sayang " ucapnya mengecup manis jidat Jennifer yang mendengkur semakin keras
Yoora yakin jika anak itu sudah marah besar padanya karna kejadian tadi , dia lupa jika anaknya itu tipikal orang yang sekali di bentak dia tidak mau makan meski Sampai berhari hari kecuali memang kemauan Jennifer sendiri
Jadi wanita seperti yoora harus selalu bersikap lembut dan selalu mengeluarkan sifat keibuan nya pada Jennifer yang masih ber usia 5 tahun.
'' Jennifer bangun '' ujarnya menepuk pelan pipi chubby milik Jennifer
Jennifer mengabaikan nya
Anak kecil itu benar benar marah pada ibunya
Yoora hanya bisa mengelus dadanya dan mengatakan sabar
Jennifer melirik ibunya yang tengah merapikan pensil Jennifer yang berserakan dilantai
'' Jennifer ayo bangun '' yoora memergoki Jennifer yang tengah berpura pura menutup matanya '' ayo bangun '' menggelitik tubuh mungil anaknya
'' hehehe '' Jennifer terkekeh-kekeh
Tapi Jennifer sangat tidak suka dengan itu
'' Bu aku marah dengan mu '' ucapnya begitu mengemaskan
'' benarkah '' yoora melotot kan mata sipitnya kepada Jennifer yang tengah mengomel seperti kumbang yang ber gumam
'' kau sangat mengemas kan '' ujar yoora mulai tak tahan dengan kelucuan yang di perlihatkan Jennifer
'' ayo belikan aku es krim Bu '' menarik tangan ibunya ke depan pintu
" Em bagaimana kalau dengan ayahmu saja'' yoora memberhentikan langkah kaki Jennifer yang terus menarik tangannya ke depan bagasi
Jennifer menganggukkan kepala dan langsung berlari masuk menemui ayahnya yang tengah sibuk rebahan Di Atas ranjang empuk
" Yah ayo keluar '' menarik kaki Aliseo
'' astaga ku kira tadi tuyul " ucap Aliseo spontan mengatakan anaknya seperti tuyul
'' apa '' Jennifer menjerit
Dus dus... memukul mukulkan guling ke tubuh ayahnya
'' maaf maaf ayah tadi kaget '' beranjak membangunkan tubuhnya dari ranjang
" Ayo '' ujar gadis itu menarik pelan jari ayahnya yang hangat
Tanpa pikir panjang Aliseo langsung mengendong anak itu masuk ke mobil
Melihat yoora yang hanya memantau dari depan teras membuat Aliseo langsung mengatakan
__ADS_1
'' wanita itu sangat mempesona '' memperhatikan pakaian istrinya yang terlihat begitu sederhana
Daaaaa .....ujar Yoora sambari melambaikan tangan nya kepada ayah dan anak itu yang akan segera pergi
Diselingi dengan perasaan yang berbunga bunga Jennifer terus menempel di pundak Gagah ayahnya yang tengah fokus memperhatikan jalan raya
Karna toko es krim yang Jennifer sebut kan tadi tak terlalu jauh dari rumahnya jadi hanya butuh beberapa menit saja Untuk sampai Di Sana
'' apa sudah sampai yah '' tangannya mengusap cairan yang keluar dari sudah bibir mungilnya
Melihat Jennifer yang hanya membuka sebelah matanya membuat pria itu harus membopong gadis kecil miliknya
'' yah aku mau ini '' menunjuk es krim jumbo yang di dapati Jennifer dengan cepat dan langsung membuka matanya lebar lebar padahal tadi waktu di mobil mata gadis itu begitu sayup seperti orang sakit
Setelah Aliseo mengambilnya untuk Jennifer Jennifer gadis kecil itu menyuruh ayahnya agar tidak pulang terlalu cepat dan menyuruhnya untuk beristirahat sejenak di bawah pohon rindang didepan toko es krim itu
'' apa ayah tidak suka es krim " mengulurkan es krim yang di tangannya ke bibir Aliseo
Aliseo hanya menggeleng kepalanya dan menyuruh anak itu untuk segera menghabiskannya
10 menit kemudian....
'' permisi '' ucap gadis berambut merah api tiba tiba berada disamping Aliseo
Membuat Jennifer langsung mengusung tatapan tajam pada gadis yang tak dikenal nya
'' ayah itu siapa '' ujar Jennifer membangunkan Aliseo yang ketiduran
Aliseo membuka matanya setelah di bangun kan Jennifer yang tengah kebingungan
," Apa?". Aliseo masih tak menyadari jika ada seorang wanita di samping tempat duduknya
'' siapa dia yah '' menunjuk pada gadis itu
'' Naura '' ucap Aliseo dengan nada kaget dan memindah kursi tempat duduknya ke samping Jennifer yang masih sibuk memakan es krim nya yang tak kunjung habis
'' apa kabar ? '' ujar Naura mulai duduk disebelah Aliseo
'' baik , apa kau sudah menikah sekarang '' Aliseo tiba tiba mengulurkan kata kata yang tak terlalu enak terdengar di telinga Naura
'' aku masih sibuk dengan kerjaku '' ujar Naura melanjutkan pembicaraan
''emm " Aliseo menganggukkan kepalanya secara perlahan
Kata demi kata mulai Naura keluar untuk menambah lama pembicaraan nya dengan Aliseo yang terlihat tak terlalu nyaman dengan kehadiran Naura yang pernah mengejar-ngejar cintanya dulu di SMA
'' apa ini anakmu '' ucapnya terlihat sangat sungkan
'' iya " Aliseo membalasnya dengan singkat dan padat namun Naura tak putus harapan agar terus bisa disamping laki laki yang di sukai nya
" Al apa sampai sekarang kau masih tidak menyukai keberadaan ku '' dengan spontan gadis itu mengucapkan kata kata yang membuat mata Aliseo langsung menatap tajam ke arahnya.
'' jangan ucapkan itu didepan anakku " beranjak mengendong Jennifer yang sangat serius memperhatikan ayahnya mengobrol
" Al tunggu ! " menahan lengan berotot laki laki itu , namun jelas laki laki itu tak bergeming sedikitpun dan langsung pergi mengendong Jennifer yang masih belepotan penuh es krim di pipinya
Pertemuan sikatnya dengan Aliseo membuat gadis berambut api itu langsung mengusung tatapan penuh amarah kepada Aliseo
Kenapa setiap pertemuan nya dengan Aliseo selalu gagal bahkan laki laki itu menganggap nya seperti sampah
'' cih sialan '' ucap gadis itu penuh emosi sampai sampai menendang ban mobil yang ada di depannya
Aliseo dan putrinya akhirnya sampai di rumah ,Dengan penuh perhatian Aliseo mengusap lembut pipi chubby Jennifer yang belepotan bekas es krim yang mulai mengering .
__ADS_1