
...----------------...
" Al sikap mu sangat dingin padaku " yoora mengangkat kepala Aliseo dari bahunya
" Aku ngantuk " Aliseo kembali menyenderkan kepalanya ke pundak yoora
Sikap Aliseo yang dingin membuat wanita
Itu ingin segera pergi
Namun lengan wanita itu di tahan oleh Aliseo yang membuatnya tak bisa Pergi kemana pun
Aliseo mulai melepas kencing bajunya, yang membuat yoora langsung menoleh kan pandangannya ke arah lain
'' Al kamu mau ngapain '' ujar yoora sedikit mengintip pada pria itu yang tengah membuka beberapa kancing bajunya
'' aku gerah '' mulai menyenderkan kepalanya kembali di pundak istrinya
Yoora mengeluarkan napasnya dengan begitu lega untung saja pria itu tidak berbuat aneh pada dirinya
" Bu " teriak Jennifer Dari atas tangga mengagetkan yoora yang tengah sibuk merapikan rambut Aliseo yang terlihat berantakan
'' ya " jawab yoora singkat dan padat
Jennifer menuruni tangga dan di tangan nya terdapat beberapa tumpuk kertas kosong
Membawa kertas kertas itu ke meja belajarnya
Jennifer begitu semangat Mengamati
lukisan yang ada didepan nya dan segera menirunya
'' Jennifer '' menyuruh anak itu untuk datang padanya
" Apa yah ? '' anak kecil itu mulai duduk di bahu Ayahnya
" kau sedang apa '' mencubit hidung Kecil milik Jennifer
" Tidak ada , " Jennifer segera kembali ke meja belajarnya
Aliseo nampak tidak sehat malam itu
Tatapannya pada yoora begitu kosong
Membuat wanita itu bertanya tanya sebenarnya apa yang sedang Aliseo rasakan
Raut lesu menghiasai wajah tampan Aliseo
Aliseo bergegas menggerakkan kakinya menuju kamar
Aliseo sengaja membuka jendela itu lebar lebar membiarkan angin dingin masuk ke kamarnya yoora mengintai dari balik pintu
Hati nya terlihat gelisah melihat Aliseo yang berubah menjadi dingin
'' Al '' melangkahkan kakinya menghampiri Aliseo yang tengah menatap kosong kearah langit malam yang begitu gelap
Yoora menatap sedih ke arah Aliseo yang tak menghiraukan ucapannya
Mata wanita itu mulai memerah
" Al !! '' bentak wanita itu begitu keras
Mendapat bentakan itu membuat Aliseo yang tadinya hanya diam membisu akhirnya mau mengeluarkan suaranya
" Aku lelah akhir akhir ini " merangkul hangat tubuh yoora yang masih kaku
Yoora tampak membisu entah kenapa mulutnya tak mampu mengucapkan apa apa
Lagi pada pria itu
Aliseo begitu erat merangkul tubuh wanita itu membuat wanita itu tidak mampu menghindar ,Alih alih ingin menyudahi rangkulannya dengan pria itu namun Aliseo tetap tak mau melepaskan tubuhnya
'' aku membutuhkan perhatian mu
malam ini '' melepas kancing depan istrinya namun Yoora langsung menepis lengan suaminya itu dengan cepat
'' a aku keluar bentar '' mulutnya berkata terbata bata , yoora mengabaikan Aliseo begitu saja
Yoora memang mencintai nya namun sangat sulit bagi wanita itu untuk mempercayai cinta lagi karna traumanya yang selalu timbul di benaknya seakan akan yoora mengganggap dirinya sudah mati rasa
__ADS_1
Aliseo menghela nafas panjang melihat yoora yang dengan cepat melepaskan rangkulan tulus darinya ,Membuat pria itu langsung memalingkan wajah tampannya ke sudut ruangan
Yoora mulai mengigit jari jempolnya
rasa gelisah tiba tiba mendatanginya
" Ada apa " Aliseo menahan kepergian istrinya namun yoora kembali mengabaikan nya dia jadi ingat dengan pesan foto yang Aliseo kirim di ponselnya
Dengan cepat yoora kembali menuruni tangga dan mengambil ponselnya di atas meja ,Dan langsung mengecek ulang pesan yang dikirimkan Aliseo
Karna curiga pada Aliseo yoora dengan nekat menelpon kolsenter pemulihan data
rupanya setelah video itu di hapus oleh Aliseo
yoora meminta tolong untuk
memulihkan nya kembali dan untungnya kolsenter tersebut berhasil memulihkan data itu kembali
" Hah, apa ini" yoora terkejut hingga menjatuhkan ponselnya kelantai
Antara percaya dengan tidak yoora langsung terpaku melihat foto menjijikan itu
Ternyata itu alasannya kenapa Aliseo tiba tiba bersikap dingin padanya
Jennifer terbangun mendengar ucapan ibunya tadi
'' ada apa ibu '' gadis itu bertanya tanya dengan penuh kebingungan
Karna tak mau melibatkan urusan nya pada Jennifer yoora menyuruh anaknya itu agar segera tidur
Untung saja anak perempuan itu mau menurut dan langsung pergi ke kamar
Yoora tak menyangka jika pria yang selama ini mencintainya sudah ber khianat
'' kamu bilang pesan ini ga penting Al '' menunjukan pesan foto dari sang kekasih yang telah ia pulihkan kembali
Aliseo tak terlalu menanggapi ucapan istrinya membuat yoora semakin jengkel dengan sikap dingin yang Aliseo perlihatkan
" Mau sekuat apa pun aku menjelaskan tentang foto itu kau juga tak akan mendengar nya ,'' Aliseo memasang muka lemas di hadapan istrinya yang mulai mengeluarkan air matanya
" Apa sikap dinginku membuat mu berpaling dari ku '' ucap yoora dengan nada pelan dan tubuhnya seperti tak berdaya lagi untuk berdiri
Suasana menjadi hening
Perdebatan mereka tak kunjung berhenti yoora mulai melupakan emosinya ke dada Aliseo dengan tangisan yang histeris yoora tak berhenti memukul mukulkan tangannya ke dada gagah milik suaminya
Aliseo terdiam tak mampu berkata sesuatu
" Itu Naura orang yang mengejar ngejar ku dari sma '' Aliseo mulai mengeluarkan suaranya setelah beberapa menit terdiam membisu
Mendengar penjelasan singkat sang kekasih yoora mengusap air mata mengunakan sebelah tangannya
Memastikan apakah Aliseo berbohong atau tidak
" Aku bertemu dengan nya di depan kantor aku mengabaikan nya dan bergegas ke mobil namun tiba tiba kaki gadis itu terkilir
aku membantunya pulang ke rumah setelah itu aku tidak ingat apa pun
setelah aku terbangun tiba tiba kepala ku terasa sakit " Aliseo menjelaskan dengan detail di depan yoora
" Kenapa kamu tidak menjelaskan itu sejak tadi Al " yoora kembali merengek di pelukan Aliseo
" aku Takut membuat mu trauma Lagi '' ucapnya dengan tulus
Yoora menatap lembut mata Aliseo yang mulai memerah
Yoora berkata didalam hatinya apakah pria yang sedang bersamanya sekarang berbeda dengan Juna atau bahkan sama saja
Aliseo kembali menjelaskan bahwa Naura telah ia hajar sampai tak berkutik
" Ha " yoora melotot kan kedua mata bulat nya ke arah Aliseo
" em aku tidak sadar hal menjijikan apa yang Sudah Naura lakukan padaku aku benar benar tidak ingat kejadian itu '' yoora kembali membisu mendengar itu
Yoora menelan ludah nya dalam dalam
Mengembuskan napas nya secara perlahan
Menatap ke arah luar ruangan itu yang semakin sunyi , tangan wanita itu mulai dingin napasnya kembali berdetak tak normal
__ADS_1
Yoora mengatakan jika itu hanya sebuah kesalahan kecil jadi tak perlu di permasalahkan,yoora membuang muka di hadapan Aliseo
'' lupakan Al itu tak terlalu penting '' membaringkan tubuhnya di sebelah Aliseo yang terlihat Ling lung kenapa Yoora hanya memperlihatkan sikap biasa nya
Aliseo semakin bingung dengan keadaan sekarang yoora seakan akan tak ingin lagi berbicara dengan nya
'' kau denganku kan '' membaringkan tubuhnya di sebelah yoora yang tak merespon pertanyaannya '' yoora " kembali bertanya namun tak mendapat respon adapun dari wanita di samping nya
Aliseo mulai khawatir dengan keadaan yoora padahal Aliseo sendiri tengah menahan sakit kepalanya yang sakitnya tak kunjung sembuh
'' yoora '' menarik baju yoora dari belakang
'' kau marah ? '' Aliseo membuat pertanyaan baru
'' ga '' ucap wanita itu sangat singkat
" Apa foto tadi membuat mu tidak nyaman '' melontarkan pertanyaan yang membuat telinga yoora menjadi sangat risih
" Jangan bahas itu, aku mau tidur '' yoora membalikan badannya membelakangi sang suami , Tak ada percakapan lagi antara mereka berdua mereka sama sama sedang menutupi luka mereka masing masing
Yoora berkata dalam hatinya,'' mengapa kita harus menikah jika akhirnya akan seperti ini "
Yoora kembali menangis tanpa bersuara itu sangat menyakitkan butiran air mata itu mulai membuat bantalnya menjadi basah
Wanita berambut merah itu sangat bingung Harus mempercayai pria disampingnya atau akan mengabaikannya untuk selamanya
Batin nya seperti Ter iris
Perbuatan Naura benar Benar memperburuk rumah tangga yoora dengan Aliseo
Membuat yoora semakin yakin jika semua pria itu sama saja
yoora meratapi nasibnya di kamar itu air matanya tak kunjung berhenti Aliseo juga merasakan hal sama ia sangat membenci dirinya sendiri bagaimana bisa ia menyakiti wanita yang sangat dia cintai
Ke esoknya paginya....
Aliseo bangun lebih awal ia membuka jendela kamarnya membiarkan sinar matahari menerangi seluruh kamar nya
Aliseo menatap ke wajah yoora yang masih tertidur ia sadar jika wanita yang di cintainya itu menangis Semalaman
Meski dia terlihat sungkan untuk membangun kan yoora yang sama sekali tak membuka matanya mesti sinar matahari menyengat wajah cantiknya
'' Jennifer kau sudah bangun '' Jennifer tiba tiba menemui Aliseo yang akan turun tangga
'' Dimana ibu yah ? '' bocah itu mencari ibunya yang belum ada bangun
sesaat kemudian
'' Bu bangun '' menggoyang goyang kan lengan ibunya agar segera bangkit dari tidurnya
Jennifer menduga jika ibunya itu tengah mengalami demam sejak tadi malam
'' apa ibu sakit '' menyentuh jidat yoora yang terus meng igo seperti bayi bermimpi buruk
Yoora tak menjawab pertanyaan putrinya dan masih tetap meng igo
Jennifer yang begitu khawatir dengan keadaan ibunya langsung mengambil air dingin dalam kulkas pendingin
'' Jennifer itu untuk apa '' memerhatikan Jennifer yang tengah menuangkan air dingin ke dalam suatu wadah lalu
membawanya ke kamar yoora
Jelas Aliseo bingung sebenarnya apa yang sedang di lakukan bocah umur 5 tahun itu
Aliseo menunda pekerjaannya yang terlihat menumpuk dan bergegas menemui yoora
'' astaga ibumu kenapa " ujar Aliseo berlari keranjang sang istri yang mulai membuka matanya ,mata wanita itu tampak sayup bahkan bibir cantiknya kini menjadi sangat pucat
'' biar ayah yang melakukan itu sayang '' mengambil kompres dari tangan Jennifer
'' aku tidak sakit '' menepis lengan Aliseo yang akan memasangkan kompres dingin itu ke dahi nya
'' apa sekarang kau marah '' Aliseo melontarkan pertanyaan baru kepada yoora sang wanita yang telah ia sakiti
'' jangan ucapkan itu di depan Jennifer '' yoora segera membopong Jennifer keluar kamar.
Yoora segera membangkitkan tubuh lemahnya
Yoora takut jika Jennifer tau bahwa Aliseo dan dirinya tengah mengalami keretakan pasti Jennifer akan di baluti kesedihan
__ADS_1
" Jennifer cepat mandi '' menyuruh pelan anak itu agar segera berendam di bak mandinya, Jennifer tak mengeluarkan suaranya Kecilnya sedikit pun dan langsung menuruti perkataan dari ibunya