
Sekarang aku telah membencimu. Buah beribu pengorbanan yang telah berlalu, tak satu pun dilihat oleh nuranimu,Semoga sepenggal kisah ini terkubur beku tanpa ada kesempatan untuk kita bertemu lagi.
Yoora Berjalan mondar mandir Dengan keadaan mengigit jari telunjuk kearah bibir mungilnya.tampaknya wanita itu sangat mudah terserang kepanikan.ia berulang kali menoleh pada sebuah pintu ruangan tunggu rumah sakit yang tertutup rapat.jantungnya berdetak teramat kencang tak karuan saat berhenti didepan sebuah kaca bening ruang IGD tempat Aliseo Melakukan operasi. Setelah menunggu dengan cukup lama akhirnya yoora di hampiri oleh seorang dokter bedah dengan jas yang dipenuhi bercak darah.
jelas hal itu membuat napasnya sangat kocar kacir " Dok bagaimana keadaan pria itu?" Yoora menghadang langkah kaki dokter bedah itu yang baru saja keluar dari pintu ruang IGD." Hey,Kenapa anda diam saja?".yoora bertanya dengan amat kebingungan kenapa orang yang ia ajak bicara itu tidak mengeluarkan suara Sama sekali, padahal sekarang ia sedang menunggu sebuah jawaban darinya.
" Pria itu menerima tembakan cukup serius sehingga membuat jantungnya bocor jadi kami tidak bisa berbuat banyak. " sahut dokter bedah itu kini berlalu pergi meninggalkan yoora yang malah melamun.namun yoora yang sadar jika dokter itu akan pergi maka ia langsung menahan langkah kaki pria itu untuk kedua kalinya.
" pria itu masih selamat kan ?" Yoora mematung ditempat dengan detak jantung nya yang berdetak jedak jeduk seperti lampu disko '' jawab!!" Yoora mendadak emosi kemudian menarik baju depan dokter itu seraya mengomel panjang layaknya kereta api.
Dokter itu menggeleng sesaat, setelah itu pergi berlalu meninggalkan yoora yang tiba-tiba saja mematung dan kembali membungkam mulut." Kenapa kau tidak becus menjadi seorang dokter,kau seharusnya dipecat saja!" Kata makian yang yoora keluarkan untuk dokter itu yang kini sudah tak berada dihadapan nya lagi.
Ceklek...... Perlahan tangan wanita itu mengarah pada gagang pintu ruangan kedap suara yang begitu mencekam untuknya" kau tidak bahagia kan ?" Ia menyentuh pangkal rambut pria yang sering ia abaikan." Aku terlalu bodoh karena tidak bisa menjagamu, bahkan sampai saat ini" yoora mendekap tubuh Aliseo yang dingin.
Sosok bayangan pria dengan wajah yang menyerupai Aliseo tiba tiba muncul dan kini berdiri bersebelahan dengan wanita itu.kehadiran sosok pria itu membuat yoora menoleh dengan cukup lama kearahnya" Kata siapa aku tidak bahagia? " sahut bayangan pria itu dengan tangan yang memegangi pundak kanan milik Yoora." Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri hanya karna masalah sepele. Aku tidak bisa terus melihat mu terpuruk jadi berhentilah untuk menangisi sesuatu yang tidak berguna.aku selalu ada disini jadi kau tenang saja" Titah bayangan pria itu yang Kini mengarahkan tangannya untuk menyentuh dada sebelah kiri milik Yoora." Pergi sejenak tak membuat mu menunggu kan?" Ujarnya.
" Kau pergi dariku, bagaimana mungkin aku bisa tenang ?, bagaimana jika kau pergi dan tidak kembali lagi ? Apa aku bisa bertahan hidup tanpa kau disini?" sahut yoora kini beralih mengambil kursi kosong untuk ia duduki .
Sosok bayangan itu tersenyum tipis dan terus memperhatikan kedua kaki milik yoora yang sudah menduduki sebuah kursi.
" Memangnya salah jika aku pergi?" Aliseo bertanya dengan tangan yang menyilang di atas dada.sosok bayangan itu terus saja mengajaknya bicara hingga membuat yoora akhirnya mengusap air mata dengan satu tangan.
" Iss berhenti membuat pertanyaan tak berguna itu,aku bawa roti tawar untuk mu ayo kita makan" kini ia mengeluarkan sebungkus roti tawar dan mengulurkan bungkusan itu pada Aliseo yang masih duduk dengan wajahnya yang terbilang sangat pucat seperti mayat.
" Aku ingin kita mati bersama dan kembali hidup bersama.Namun,hal itu seperti sebuah janji yang tidak bisa ku tepati" sahut bayangan itu
" Kau bicara apa Al?" Yoora kebingungan dengan perkataan dari Aliseo Namun sekian lama di tunggu yoora Tak mendapat jawaban sama sekali dari sosok bayangan itu " kenapa diam?".Bayangan pria itu Langsung sirna begitu saja saat yoora tak sengaja menjatuhkan air mata yang semula sudah
kering entah kenapa tiba tiba menetes lagi.
Yoora mematung dengan mata yang berkaca-kaca kini tubuhnya gemetaran hebat saat ia sadar jika pria yang sedari tadi ia ajak bicara hanyalah sebuah ilusi." Segampang itukah kau pergi dariku?" Yoora membuka kain berwarna putih yang menutupi tubuh pucat milik sang suami"secepat itu kau minta pamit ha?,kenapa kau diam saja ? ,Ayo Jawab!!" Wanita itu mendekap erat tubuh suaminya yang begitu dingin" kenapa kau pergi meninggalkan ku? , Aliseo!!" Yoora menjerit Dengan begitu lantang, nafasnya tersengal-sengal mungkin kenyataan itu membuat yoora terpuruk dan lemas . jelas karena pria yang selama ini terus ia abaikan kini telah terbaring tanpa nyawa.
"Maaf,aku harus melakukan ini,aku ingin membalaskan dendamku pada pria Sialan itu .aku ingin membuatnya menderita layaknya seekor singa yang kehilangan anaknya " tutur Aliseo dalam hati.
rupanya Aliseo Hanya berpura pura meninggal,karna ia berniat untuk menyusun sebuah tak tik rencana matang dan ingin membalaskan dendam nya pada juna.ia sengaja menyuruh para dokter yang mengoperasi nya agar memberi tahu yoora jika ia telah meninggal.padahal kenyataanya ia masih bisa selamat dari kejadian naas itu.
hal itu satu satunya jalan yang bisa ia lakukan agar Juna sedikit merasa bangga karna sudah membuatnya mati .setelah Juna merasa puas ia pastikan Juna akan jauh lebih hancur darinya.
"Lebih menyakitkan diabaikan daripada dibenci, hal itu membuatku merasa seperti tidak berarti lagi." Yoora berbicara layaknya manusia linglung.terlihat jika wanita itu terus mengoceh dengan kedua tangan yang terus mendekap erat tubuh Aliseo." Ayo bangun,apa kau tidak ingin pulang kerumah?" Kegilaan yoora semakin menjadi jadi kini tangannya ia alihkan untuk menggenggam i tangan sang suami namun tetap saja Aliseo masih membisu tanpa mengeluarkan kata apapun.
" Bu, rumah sakit sudah menyiapkan pemakaman untuk suami ibu.bisakah kita melakukan penguburan mayat suami ibu sekarang?" Ujar salah satu petugas kremasi jenazah Menghampiri yoora dari depan pintu yang tampak nya sedang terbuka lebar
" Siapa yang kau sebut mayat itu ha?, Dia masih hidup.sebaiknya kau tak usah banyak mengada-ngada!" Wanita itu menggertak keras kepada petugas kremasi jenazah yang sedang terdiri tegap didepan pintu IGD.'' pergi dari sini!" Tambah yoora dengan nada semakin ketus membuat sejumlah petugas itu hanya bisa mengaruk- ngaruk bagian rambutnya Yang sebenarnya tidak gatal.
Yoora menatapi wajah tampan milik pria itu.mata bulatnya kini berkaca kaca, haruskah Aliseo membatalkan rencana nya karena tak kuasa untuk membohongi semua keluarga nya nanti termasuk yoora yang kini masih terisak tangis karena kematian palsunya.'' Aliseo kau bilang jika kau akan selalu melindungi ku, jika kau pergi lalu siapa yang akan menjaga ku ?,bangun!" Wanita itu merengek layaknya seorang bocah kecil.
" Bu, kami harus segera menguburkan nya ,jadi ibu tidak bisa mencegah kami" ujar petugas itu lalu meminta salah satu temannya untuk membawa yoora keluar." Ibu bisa ikut Kami sekarang '' salah satu petugas berkulit kuning Langsat menarik tangan yoora secara perlahan.
__ADS_1
" Lepas!" Hardik keras wanita itu " pria itu masih hidup kenapa kalian mengada Ngada terus" yoora memberontak dengan hebat namun petugas itu tak begitu menghiraukan nya." Hei, lepaskan aku!" Hardik yoora kembali.
Aliseo menghembuskan Nafas dengan begitu lega setelah salah satu petugas medis akhir nya berhasil membawa paksa yoora untuk keluar." Apa rencana kali ini akan berhasil tuan?".ujar petugas itu yang ternyata adalah bodyguard pribadi Aliseo yang tinggal di Italia kini kembali ke Jerman karena mendapat sebuah tugas darinya.
" Jangan biarkan anggota keluarga ku tahu,jika aku menjadi seperti ini.
Beritahu logan untuk melakukan apa yang saya minta.aku akan menyamar menjadi seorang kakek tua yang melamar kerja di perusahaan milik Juna Setelah itu aku akan berusaha menyusutkan karirnya secara perlahan" sahut Aliseo dengan posisi tubuh yang kini berdiri tegak
" Lalu?" Sahut petugas itu yang bernama lengkap louis Gerindra
" Apa kau sudah membawakan bom yang aku minta dua Minggu lalu?" Sahut Aliseo kembali
" Benda itu ada di pelabuhan, Daniel akan mengirim nya kesini, mungkin hanya butuh beberapa hari untuk membawanya Sampai di apartemen mu"sahut pria itu pada tuannya yang kini sedang bangkit dari ranjang
" bagus ku harap kau tidak mengecewakan ku.Kirim beberapa orang untuk menjaga yoora,aku tidak akan membiarkan pria itu untuk menyakiti yoora bahkan sehelai rambut pun" ujar Aliseo sembari melepaskan infus yang melekat ditangan dan juga dadanya.
" Apa lukamu sudah pulih?, Takutnya tuan akan terluka lagi" ujar Louis yang ternyata memberhentikan luka serius yang Aliseo terima.
" Ini luka ringan,aku baik baik saja,sebaiknya Segara antar aku ke apartemen Ku di wesel dan beritahu yang lain untuk melanjutkan tahap rencana di pemakaman"pekik Aliseo yang kini beralih memasangkan kumis serta jenggot tebal untuk memulai penyamarannya.
" Kalian bawa peti kosong ini ke pemakaman , lalu suruh irene dan ave untuk menjaga yoora untuk beberapa hari "ucap loius kepada beberapa anak buahnya yang tengah membopong peti kosong bertuliskan nama Aliseo Narendra.
🩰
Kediaman rumah Juna alfero
" Apa pria itu sungguhan mati? " Juna membangkitkan tubuhnya lalu berdiri tegak dengan mengisap batang rokok."hahaha, mudah sekali ternyata membunuh pria sampah itu" ujar Juna yang semakin kegirangan setelah tau jika Aliseo kalah " setelah ini aku akan memiliki yoora dengan sepenuhnya,dimana wanita itu sekarang" Juna bertanya pada salah satu anak buahnya.
" Dimana?" Juna bertanya dengan begitu kepo
" Seperti tempat pemakaman " sahutnya lagi
" Bawa wanita itu kehadapan ku ,jika kalian berhasil aku akan mengaji kalian 3 kali lipat"Juna mengajukan gaji yang nilainya tak main main ,jelas hal itu membuat anak buahnya senyum dengan sumringah
" Akan kami laksanakan"
Juna terus mengisap batang rokok itu dengan perasaan penuh berbunga bunga " bagus ,tak sia sia aku membunuh pria itu" kini ia membaringkan tubuhnya di atas sebuah sofa berwarna coklat kemudian mata ia pejamkan dengan sedikit mengembangkan senyum.
" Apa kalian berdua sudah menjadi gila,pria itu masih hidup ,sebaiknya kalian tak usah melakukan ini!" Yoora mendorong keras beberapa petugas itu hingga tersungkur Mencium tanah." Berhenti!" Yoora mengerutu hebat saat tahu jika peti itu mulai dipendam ke bawah tanah.
" Hentikan!" Lagi lagi yoora mendorong salah satu petugas itu dan menendang keras bagian perut nya." Rasakan ini!" wanita itu mengambil segenggam pasir dan menebarkan nya tepat pada mata para petugas itu.
" Cepat dekap mulut wanita itu" logan datang dan menyaksikan kebrutalan yoora yang tengah sibuk mengamuk hebat ditempat pemakaman.
Salah satu anak buah Aliseo berhasil mendekap Mulut yoora hingga Wanita itu ambruk ke tanah membuatnya tak sadarkan diri .setelah membuat pingsan wanita itu logan menyuruh teman temannya agar segera menyelesaikan tugas Mereka ditempat pemakaman." Kalian selesai kan tugas kalian, setelah itu temui tuan Aliseo di wesel" tambah si logan kini beralih membopong tubuh yoora ke arah mobil dan berniat membawanya ke apartemen Aliseo.
Saat dijalan ia mendapat panggilan
__ADS_1
📞.apa yoora baik baik saja?Ujar Aliseo yang pertama kali mengawali pembicaraan dengan logan didalam telepon genggam
📞. Istri mu baik baik saja,saya berniat membawanya pulang ke apartemen mu tuan.sahut si logan dengan kedua tangan Yang masih sibuk mengemudi mobil yang terus melaju dengan kecepatan sedang.
📞. sebaiknya kau bawa yoora ke villa milikku di bremen saja, sebab ditempat itu tidak banyak orang yang tahu.jadi ia akan merasa lebih aman
Titah Aliseo yang beralih mengakhiri pembicaraan di telefon
📞.baik tuan.logan pun menyanggupinya
Tepat pukul 20 : 30 malam
Yoora tersadar dari pingsan nya." Dimana aku" ujar yoora begitu lirih sembari memegangi kepala nya yang sedikit pusing, tampaknya ia sedang kebingungan saat mengamati setiap bagian sudut ruangan yang terkesan sangat mewah dan bahkan belum pernah ia jumpai sebelumnya.
Ting......
Mendengar notifikasi pesan masuk membuat yoora langsung menolehkan kepalanya.rupanya setelah dicek ternyata pesan itu dari sang mantan suami yang tengah menanyai keberadaan nya sekarang
✉️. Yoora,Sekarang kau tidak bisa pergi kemana mana,aku selalu mengintai dimana pun kau berada
Pesan itu membuat hatinya kembali jeder jeder" Apa ini rencana Juna sekarang,sial !!" Yoora menggerutu lalu mengusap air mata nya yang tiba tiba menetes." Bisa bisanya bajingan seperti dia masih hidup!" Yoora melamun sendirian didepan sebuah jendela yang sedikit terbuka, perasaan nya sekarang benar benar gundah.
Beberapa menit kemudian tiba tiba seseorang mengetuk pelan pintu villa itu." Siapa!" Hardik yoora sembari bersembunyi dibalik tirai jendela.ia ketakutan karena mengira jika yang kini ada didepan pintu villa nya adalah Juna alfero yang tak berhenti menerornya.
" Permisi, bolehkah saya masuk?" Ujar logan Lermen yang sekarang tengah berdiri dengan begitu tegak tepat didepan pintu villa tempat yoora dikurung.
Yoora mematung beberapa detik, kemudian ia berfikir sejenak jika kemungkinan besar suara itu bukan lah milik Juna sang mantan suami." Siapa kau?" Ujar yoora sedikit mengintip dari balik tirai dan tak memiliki keberanian untuk membuka pintu terlebih dahulu.
"Saya logan" sahut pria berdasi itu
" Apa Juna yang Menyuruhmu Untuk menemui ku ha?" Sahut yoora Dangan begitu ketusnya
"Aliseo yang menyuruhku untuk menemui mu " Jawab singkap logan
"Aliseo?" Mendengar nama Aliseo jelas membuat yoora merasa begitu kepo dan kini ia langsung membukakan pintu untuk pria itu " kau bilang Aliseo tadi?" Tanya yoora kembali
Logan mengangguk perlahan sekarang Pria itu mengulurkan secarik kertas ke tangan yoora yang terasa begitu hangat" apa ini?" Tanya yoora dengan sedikit kebingungan
" Itu surat dari tuan Aliseo dia meminta saya untuk memberikan nya pada anda'' Titah dari logan yang berhasil membuat kening si yoora mengerut drastis
" Aliseo masih hidupkan.?" Logan tak bergeming sedikitpun dan ia berlalu pergi begitu saja,yoora kembali mematung dan menatap kosong ke arah depan air matanya nya lagi lagi membasahi pipi.
" Aliseo kau dimana?"yoora berulang kali menelpon suaminya namun, tetap saja tak ada jawaban dari nomor itu." Sekarang aku harus bagaimana?, aku bisa apa tanpamu ha?." Yoora berbicara sendiri seolah-olah didepannya itu adalah Aliseo padahal kenyataannya itu hanyalah sebuah cermin bening." Kau tahu apa yang aku rasakan sekarang?,aku bisa gila jika kau tidak sini!''.
bragg!....yoora meninju keras cermin itu hingga membuat tangannya baba belur berlumuran darah.Arggghh!! Yoora menjerit Dengan begitu kuat hingga membuat nafasnya tersengkal sengkal,ia ingat betul jika Aliseo sudah tak berada didekatnya lagi.entah bagaimana ia Akan memberitahu tentang hal ini pada Jennifer yang sekarang sedang sibuk mengejar impian nya di kota Berlin.
maaf banyak typo 🙏
__ADS_1
jangan lupa like and komen
terimakasih 😀