Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
pelipur hati menganga


__ADS_3

Dan setelah badai selesai, kamu tidak akan ingat bagaimana kamu berhasil melewatinya, bagaimana kamu berhasil bertahan. Kamu bahkan tidak akan yakin, apakah badai benar-benar sudah berakhir. Tapi, satu hal yang pasti, saat kamu keluar dari badai, kamu tidak akan menjadi orang yang sama yang masuk.


" Aliseo!" Yoora,wanita itu berkata dengan Begitu keras ketika Mendapati Aliseo benar benar sekarat di bawah lantai dengan posisi tubuhnya yang telugkup.ia menundukkan kepala untuk meredam tangisannya yang semakin menjadi jadi.rupanya kondisi memilukan yang Aliseo terima membuat seorang yoora Aldara tak kuasa untuk menahan air mata. " apa mau mu Sekarang!! " hardik lemas dari yoora kepada Juna yang masih duduk dengan mengepit batang rokok di jarinya.


" Hmm" ia bergumam lirih lalu kembali berbicara" tidak ada,aku hanya ingin memilikimu seutuhnya itu saja " tambah Juna alfero yang rupanya Sudah dibutakan oleh cinta hingga ia tega melukai orang lain, bahkan keegoisan nya semakin tak terkendalikan." Bawa wanita ini ke mobil " tutur pria bengis itu menyuruh anak buahnya agar membawa yoora kedalam mobil dengan segera.


" Aku tak Sudi ikut dengan mu!!, kau sudah melukai orang yang aku cintai.apa kau sudah gila jun!!" Yoora kembali mengeluarkan kata ejekan kasar pada pria bernama asli Juna alfero itu .kini lidahnya tak berhenti untuk mencibir Juna yang sudah dikendalikan oleh keegoisan nya sendiri.


" Sttt,diam lah. kau masih terlalu muda untuk membantah perkataan ku ini,apa kau lupa dengan janjimu dulu ? Kau mengatakan jika kau tidak akan meninggalkan ku kan.jadi, menurut lah padaku" sahut Juna dengan tangannya yang memegangi dagu bawah si yoora yang basah akibat air mata.yoora mendengar ucapan dari juna dengan mata yang berkaca-kaca.rupanya Juna benar benar ada di pihaknya sekarang.yoora kehabisan kata kata.ia terlalu malu untuk mengakui semua nya dihadapan Aliseo dan Juna, walaupun ia yakin jika Aliseo mungkin sudah mendengar semua cerita tentang sandiwara nya yang sekarang.


Malu sekali bila memikirkan kembali ide bodohnya waktu itu." Itu hanyalah sandiwara,aku tak pernah tulus mengatakan itu" yoora menundukkan kepala sembari mengucap nama Aliseo dengan perasaan bersalah" maaf,tapi Aliseo lebih pantas untuk tinggal dengan ku , bukan kau yang justru hanya menyakitiku" yoora menghela nafas berat. Ia merasa sudah mengikhlaskan semua perasaan nya dan tak akan mau untuk kembali pada Juna.


Maaf.satu kata sederhana yang mampu memancing produksi air mata wanita itu.yoora pun sudah ikhlas.dengan yakin ia bisa memastikan bahwa dirinya sudah benar-benar move on dari juna.walau tak seratus persen.saat ini perasaan nya justru dibaluti oleh rasa bersalah.ia sungguh bersalah pada Aliseo yang 3 tahun ini ia abaikan.


" aku akan menuruti kemauanmu sekarang,tapi dengan syarat kau tidak boleh menyakiti pria itu lagi " yoora mengulurkan sebuah tawaran pada Juna yang masih mematung dengan kedua tangan yang mengepal kuat.yoora rasa jika Juna kini tengah membuat sebuah ide.


" Bawa wanita ini ke mobil, cepat !! " ujar dari si Juna terdengar tengah Menyuruh beberapa anak buahnya agar menyeret paksa yoora ke mobil yang terparkir didepan mansion milik Aliseo.


Yoora menghela nafas berat ketika dua orang suruhan Juna membawanya kedalam mobil.yoora semakin tak kuasa ketika melirik kearah Aliseo yang sudah rikuh tak berdaya." Aku mencintai mu Al,maaf aku harus melakukan ini " ia diambang perasaan bersalah.perasaan nya benar benar kalut akan rasa penyesalan. kenapa ia tak bisa menyelamatkan orang yang sudah ia abaikan bertahun tahun ?.


🩰


" Tak bisakah kau berhenti melakukan ini?,ini membuat mu seperti manusia bodoh" Yoora mendelik tajam dengan posisi tangannya yang masih terikat oleh sebuah tali.rupanya sedari tadi Juna masih belum melepaskan ikatan yang melilit erat pada tangan Wanita itu.


" Aku tidak bisa menurutinya, karena ini kemauan terbesar ku untuk memiliki mu seutuhnya" sahut Juna dengan penuh keegoisan." ku rasa pria itu tak cukup pantas untuk mendapatkan hatiku " tambah Juna sembari melepaskan ikatan tali yang melilit di tangan sang mantan istri.


Plak...


tamparan keras dari yoora berhasil mengenai wajah pria berhati busuk itu." Kenapa kau tega melakukan ini padaku? , memang apa salah ku hah!,apa salahku sampai kau melakukan hal bodoh ini padaku dan aliseo !!" Pekik Yoora dengan kedua tangan yang ia arahkan ke dada si Juna.


" Semua karena mu,jika kau tidak meminta cerai waktu itu pasti aku tidak akan memaksamu untuk menuruti kemauan ku yang sekarang" Juna berucap dengan posisi tubuhnya yang tengah duduk ditepi kasur.pria itu mematung sekejap lalu kemudian menoleh kan pandangan nya pada yoora kembali " ayo Tidur ini sudah larut malam" tambah pria itu lagi.kini ia meletakkan kotak rokok yang ia keluarkan dari kantong saku.


" Hah " bentak yoora melengking tinggi" apa kau tau ? Orang seperti mu seharusnya tak pantas disebut sebagai seorang pria,karna kau pria paling bengis di dunia ini!! ,Aku tak mau melakukan itu!! " ia menunjuk nunjuk keberadaan pria itu." Kau justru menambah luka ku semakin dalam, perlakukan mu membuatku ingin menyerah saja " yoora bersimpuh di hadapan Juna yang tengah mendelik dengan tatapan tajam." Aku rasa sudah cukup untuk merasakan ini , ayo bunuh saja aku,aku begitu lelah saat ini" yoora berkata dengan nada pasrah bahkan nafasnya Kini sangat tersengal-sengal.mungkin karena hisakan tangis yang kencang membuat ia sulit untuk menghela nafa panjang.


Juna menggeleng lemah lalu melangkah mendekati wanita yang bersimpuh dihadapan nya itu " aku bisa membuatmu bahagia, jadi berhenti lah menangis " sahut lirih dari Juna dengan posisi tangan yang memegangi dagu wanita itu.


" Bahagia? ,Ku rasa kau salah mengartikan itu.aku sama sekali tak bahagia ketika denganmu,justru aku semakin terbebani jika aku berada di dekatmu.buanglah omong kosong mu itu " yoora melengoskan pandangan nya sejenak lalu Kembali memikirkan strategi agar bisa bebas dari pria yang mengurung nya dari tadi.


Juna berdecak jengkel lalu menarik paksa lengan Wanita itu untuk bangkit '' aku tak ingin perjuangan ku mendapat kan mu menjadi sia sia.aku bisa saja membuat pria itu mati sekarang tapi kurasa ini bukan waktu yang tepat " sahut bengis dari Juna. kini ia menuntun lengan wanita itu menuju arah ranjang tempat tidur.


Yoora memberontak dengan menepis keras tangan pria itu." Aku ingin kau juga menderita seperti ku.aku ingin kau merasakan apa yang aku rasakan selama bertahun tahun aku ingin kau merasakan itu semua !!"matanya kembali berkaca kaca dengan kedua tangan yang terus Memukul mukul bagian dada belah berbidang milik Juna.pria itu seketika mematung seolah olah ia tertampar oleh perkataan yang barusan yoora lontarkan.


"Kenapa melakukan ini padahal sudah jelas aku sangat membencimu ?" Yoora kembali berucap dengan posisi tubuh yang semula berdiri kini menempati kursi kosong


"Setidaknya kau hanya membenciku itu lebih baik. dari pada orang yang tak pernah menganggap ku ada sama sekali " pria itu kembali mengeluarkan satu Batang rokok untuk ia hisap ke arah mulut .

__ADS_1


" Apa?" Yoora bertanya balik


"membenci... itu termasuk perhatian." Sahut sigap dari Juna yang sebentar lagi akan mengarahkan batang rokok itu ke arah bibir nya."Keluarga dan teman-teman ku palsu.semua orang palsu bagiku". pria itu kembali mengeluarkan kata kata yang cukup membingungkan sehingga membuat yoora harus mengerutkan kening.


" Apa maksudmu?" Yoora semakin kebingungan.kini pandangan nya melengos ke sisi kiri tepat dimana Juna duduk dengan kaki yang menyilang.


"semua orang yang aku sayangi meninggalkan ku, termasuk kau" Juna yang anteng sambil mengisap batang rokok itu kini beralih untuk mendekati sang mantan istri yang sedang mendekap kedua lututnya untuk meredam tangisan yang semakin tak kuasa dibendung.


" Aku muak dengan ocehan mu itu, jadi berhentilah mengatakan itu!!" Yoora kembali mengamuk seperti macan yang kelaparan " hubungan kita sudah lama usai,jadi kau tidak usah membahasnya lebih lanjut" yoora mengeluarkan kata ketidaksukaan nya pada Juna yang terus memaksa nya untuk kembali.


Juna mengembangkan senyumnya pada wanita didepanya. hal itu menandakan bahwa sebuah kebahagiaan telah kembali pulih." Cepat sekap wanita ini di gudang !!" pekik Juna kembali menyuruh beberapa anak buahnya untuk membawa yoora ke dalam gudang." Jangan beri dia makan " Tambahnya lagi .kini, pria itu kembali mengisap batang rokok mahal miliknya.Tanpa memikirkan betapa hancurnya hati yoora sekarang .


Ketika dua anak buah Juna yang menjaga yoora dengan lenggah.Dengan sekuat tenaga yoora berusaha mengambil karter yang berada diatas meja.perlahan ia menggerakkan kursi yang ia duduki agar bisa cepat mencapai karter itu.dan karena hasil Jeri payahnya yang cukup melelahkan,yoora akhirnya berhasil mengambil benda tajam yang tergeletak diatas meja itu.kini ia mengarahkan benda yang di ambilnya pada tangannya yang masih terikat kencang oleh tali,jadi membuat yoora sedikit kesulitan untuk melepaskannya." Yoora sekarang tak banyak waktu ayo,Aliseo membutuhkan mu " ujarnya berkata dalam hati yang semakin kalang kabut.


"Hey" hardik keras yoora membuat semua orang mendongakkan kepalanya " jika kalian menghalangi kepergian aku,aku akan bunuh diri !" Yoora menunjukkan tangannya yang memegangi sebuah karter yang Kini mengarah pada leher.rupanya itu cara satu satunya agar ia bisa menemui Aliseo yang sekarat.


" Untuk apa kau melakukan itu?'' Juna menghadang langkah kaki yoora,yoora pikir akan mudah untuk kabur tapi ternyata tak semudah itu untuk mengindari Juna alfero.


Rupanya pria itu masih kekeh tak ingin melihatnya pergi.


'' aku akan mati sekarang jika kau masih berani menghalangi langkah ku" pekik Yoora dengan karter yang terus mengarah pada lehernya.


Karna Juna tak ingin yoora celaka.akhirnya ia membungkam mulut dan hanya mematung saat memperhatikan ketika yoora melangkah keluar pintu gudang itu "Kau mungkin bisa lolos sekarang,tapi lain kali aku tidak akan membiarkan mu untuk pergi dariku dengan begitu saja" pekik Juna yang sengaja memberi ancaman pada yoora yang kini sudah tak menampakkan diri.


Taksi....


suara decitan ban mobil terdengar. taksi Yang yoora singgahi akhirnya menepi di gerbang mansion mewah milik Aliseo


" Al" yoora berlari grusa grusu dengan suara yang sibuk meneriaki nama Aliseo " Aliseo Dimana kau?" wanita itu semakin khawatir karena tak kunjung menemukan keberadaan Aliseo.


Tiba tiba ponselnya berdering dengan nada yang lumayan nyari


📞"Yoora?" ,"Aku merindukan mu" Aliseo berucap dengan nada begitu lirih didalam telepon .entah Dimana pria itu berada sekarang.


📞"Kau dimana?''


"Ak -aku akan kesana,kau dimana ha?" Yoora kembali ketakutan ketika Mendapati suara Aliseo yang terdengar sangat lirih didalam telepon.


📞 " Keluarlah" jawab singkat Aliseo kini ia mengakhiri pembicaraan nya dengan yoora di dalam telepon.


Mendengar itu,yoora tak banyak pikir langsung berlari keluar pintu untuk menemui sosok Aliseo yang kini benar-benar ia khawatir kan kondisi nya " Al__" yoora seketika mematung saat melihat Aliseo kini tengah berdiri tegap didepanya.seolah olah ia mendapat hantaman keras pada hatinya saat ia mengetahui jika Aliseo menerima banyak luka akibat melindungi nya.


"Ketika aku merindukan mu.sampai....sampai hatiku sakit dan hancur ,kau tidak pernah memberikan jawaban .ketika satu kali saja" Mata wanita itu berkata kaca ketika pria didepanya mengeluarkan suara"aku memohon untuk bisa menyentuh mu sekali lagi, kau tetap saja tidak muncul .kini kenapa tiba tiba kau hadir,apa kau hadir untuk pergi lagi?."


Yoora menggeleng sesaat

__ADS_1


"Jika kau pergi lagi, bagaimana aku bisa hidup?,Jika kau memutuskan semuanya sendiri ,lalu bagaimana dengan ku?" Aliseo kembali mengeluarkan kalimat yang membuat yoora benar benar tak bisa berkata-kata lagi.


"jika aku harus kehilangan dirimu untuk kedua kalinya, bagaimana aku bisa hidup ha? Seharusnya kau memberitahu ku waktu itu! Waktu ku tidak banyak!.haruskah aku kehilangan mu lagi tanpa tahu apapun ?" Aliseo akui jika kini ia benar-benar terluka bukan karna masalah luka yang ada di sekujur tubuhnya,melainkan karena yoora yang memilih untuk menuruti kemauan Juna membuat hatinya terasa begitu sesak .


"Ini kah yang kau mau?,meninggalkan ku? Seharunya kau beritahu ku dulu ,agar aku tidak sakit hati sedalam ini" pria itu perlahan melangkah mundur.


"Bagaimana bisa aku memberitahu mu".tempatku sudah tidak ada lagi" karna melirik pria itu akan pergi Yoora Segera menyahuti ucapan yang barusan Aliseo lemparkan padanya.


" Apa?" Sahut singkat Aliseo


"seharusnya kau hidup bahagia !kalau hidupmu bahagia,ini tidak akan terjadi! Aku tidak bisa melihat mu hidup seperti pecundang ." Yoora berkata dengan Posisi kepala yang menunduk ke bawah." Aku harus merawat mu sekarang,lukamu harus segera diobati". kaki wanita itu perlahan melangkah untuk mendekati keberadaan Aliseo.


" Ini bukan hal yang penting,abaikan saja" pria itu melengos dengan segera.rupanya perhatian yang yoora beri tak cukup mempan untuk membuat luluh hati pria itu.


"Kau kenapa?" Kini kakinya berhenti tepat didepan Aliseo yang masih melengos kan pandangan nya.


" Entah lah,ku rasa aku ini memanglah pria pecundang yang kau maksud" Pria itu mengeluarkan kata yang cukup berbelit hingga berhasil membuat kening yoora mendadak mengerut.


" Apa ini sakit ?" yoora meletakan tangan miliknya pada dada sebelah kanan Aliseo yang masih mengeluarkan setetes darah " ak-aku akan membawa mu kerumah sakit sekarang".kepanikan kembali melanda.saat ia tahu jika Aliseo sekarang benar-benar membutuhkan pertolongan.tapi pria yang ia beri perhatian itu justru hanya diam mematung dengan ekspresi wajah yang terkesan sangat dingin.


" Pulang ke apartemen ayahku saja " sahut ketus Aliseo Narendra dengan lagat sok jual mahal pada yoora yang setiap detik ia rayu.


" Hah , lukamu itu serius Al, jadi harus di obati" tampaknya yoora mulai menunjukkan rasa kepedulian nya pada Aliseo yang ia biarkan untuk bersandar pada pundaknya


'' aku tak butuh diobati orang lain,aku hanya ingin diobati olehmu ,jadi bisakah kau menuruti ucapan ku " tuturnya dengan kepala yang masih ia sandarkan pada pundak si yoora ,Yoora menganggukkan kepala seraya tersenyum tipis kemudian memikul tangan Aliseo untuk memenuhi taksi.


" Aaargh ini sangat sakit! " pria itu merengek minta perhatian dari Yoora.Bahkan posisi kepalanya kini terus ia sandarkan pada pundak sang kekasih.


" Sungguh?,di mana yang sakit?" Yoora mendadak diserang kepanikan ketika pria yang bersandar dipundaknya itu mengeluh kesakitan .


" Hahaha" pria itu terkekeh keras


"Sama sekali tidak lucu.kenapa kau tertawa pada sesuatu yang tidak lucu" Yoora mematung Kini beralih Memeluk hangat tubuh si Aliseo "setiap kali aku sakit .ibuku selalu menepuk punggung ku seperti ini.lalu hatiku akan menjadi hangat." Perlahan tangannya mulai menepuk nepuk bagian panggung pria itu lalu kembali berkata" perlakuan itu membuat aku jadi tidak merasa sakit lagi.aku pernah dengar ini diradio .


" Mendengar apa?" Aliseo bertanyalah dengan mata yang ia alihkan ke kaca mobil


"Hanya karna kau tidak menangis ,bukan berarti kau tidak sedih ,hanya karna kau tersenyum ,bukan berarti kau bahagia "


Satu kalimat panjang dari yoora mampu memancing produksi air mata pria itu .kini Aliseo memejamkan mata dengan yoora yang masih mendekap erat tubuh nya.


"Apa yang kau takutkan? Mengapa kau begitu takut mencintai seseorang?"Aliseo berucap dengan mata yang terpejam.


"Kau bisa terluka dan di dunia ini tidak ada hubungan yang bertahan selamanya.itu yang aku pikirkan selama ini " yoora mengakhiri pelukannya dengan Aliseo dan memilih untuk menyenderkan kepalanya ke kaca taksi.


maaf banyak typo 🙏

__ADS_1


jangan lupa like and komen terima kasih 😀


__ADS_2