
Dia tersenyum, meski dia terluka. Tapi, tidak ada yang melihat dia terluka. Mereka pikir dia bahagia hanya karena senyum kecilnya. Dia membodohi mereka semua.
" sebenarnya kalian mau membawaku ke mana?" Yoora menatap serius ke arah logan yang tengah mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.
" ke Suatu tempat dimana nona akan merasa lebih aman " sahut Louis sembari melepas Wig rambut yang terus melekat pada kepalanya.
melihat kelakuan konyol Louis disebelah nya membuat yoora sedikit terkekeh " kau begitu cantik menggunakan itu, sebaiknya tidak usah dilepas" yoora meledek pria umur 27 itu yang tampak tak begitu senang dengan tanggapan yang baru saja ia lontarkan." Aku ingin bertanya sesuatu padamu" yoora yang dikenal sebagai wanita Ramah kini mengeluarkan kata yang bisa membuat Louis kebingungan karena tidak tahu harus menanggapi itu dengan alasan apa.
" Tentang apa?" Sahut pria itu sembari menghapus makeup tebal pada wajahnya
" Kenapa kau bisa tau jika Jennifer kuliah di Berlin?, siapa yang memberitahu mu tentang indentitas putri ku" yoora mengeluarkan sederet pertanyaan pada pria yang berada disebelah kirinya
" Tuan al--" ia hampir saja keceplosan mengatakan jika Aliseo lah yang telah memberitahu tentang kuliah Jennifer di Berlin" banyak yang harus dikatakan,tapi bukan sekarang" ujar si logan dengan begitu cepat.
Yoora mengerutkan kening setelah logan menyahuti perkataan nya kini wanita itu membisu dengan posisi kepala yang menyender pada kaca mobil yang tertutup rapat.
Tiga jam kemudian awan dikota itu mulai berubah gelap ,logan yang mengemudikan mobil kini akhirnya menepi didepan apartemen megah yang Aliseo miliki " bawa ia kekamar" ujar si Aliseo yang tengah menghadang mobil yang logan parkirkan,kini Pria tampan itu tak lagi memakai jenggot tebal nya Mungkin karena ia merasa jika permainan ini akan segera berakhir sehingga membuat Aliseo tak perlu untuk menyembunyikan semuanya lagi.
"Apa kau sudah berhasil menemukan tempat latihan golf milik direktur Luhan?",tanya pria itu pada logan yang baru saja menutup pintu mobilnya
" Tempat latihan itu sangat terkenal bahkan tersebar luas di internet, sehingga kami bisa dengan mudah menemukan lokasi nya tempat itu ada di kota ortenaukreis tepatnya di jalan mahlberg " sahut logan sembari merapikan kemeja yang tengah ia pakai
" Ayo pergi sekarang"
Logan mengangguk lalu mengeluarkan mobil dari garasi dan langsung tancap gas menuju tempat yang Aliseo maksudkan .
Setibanya mereka ditempat latihan itu" Tuan ini adalah tempat latihan golf yang dimilik oleh direktur Luhan ayah juna, saat ini tengah ditutup,bukankah ini yang selama ini kau cari cari?" Logan membuka pintu tempat latihan golf yang terlihat begitu gelap.
" Beraninya keparat itu mengancam ku" Aliseo mengambil beberapa gambar dirinya yang Tengah dicoret coret dengan tinta berwarna merah.entah apa maksudnya Juna melakukan hal itu" apa Juna sering ke ketempat ini?" tanya pria itu pada logan yang tengah mendelik serius mengarah pada sebuah lukisan jadul.
" Lima hari yang lalu waktu aku membuntutinya dia pergi ketempat ini bersama beberapa wanita ,ku rasa direktur Luhan sudah tidak mengurusi perusahaan ini, tempat ini sudah kosong sejak sebulan yang lalu"ujar logan sembari memperhatikan beberapa pedang yang tergantung ditempat itu " lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Logan bertanya pada Aliseo yang tampak sibuk mengobrak ngabrik isi lemari yang hanya berisi lembaran kertas putih Tanpa coretan.
" Jaga dengan tenang , segala sesuatu tidak harus diselesaikan sekarang, mungkin butuh beberapa hari untuk menuntaskan misi ini, geledah tempat ini lalu kita akan pergi" sahut Aliseo sambari melangkah kan kaki
" Pergi menemui Juna maksudmu?"
__ADS_1
Aliseo bergumam cukup lama lalu melangkah untuk menelusuri lebih dalam tempat gelap itu " tuan liat lah " logan menunjukan sebuah lukisan abstrak yang terletak di dinding tempat itu " Apa makna dari lukisan abstrak ini?" Logan memiringkan kepalanya lalu menyilang kedua tangan keatas dada dengan mata yang terus memandang ke arah lukisan yang ia maksudkan " lukisan ini begitu unik ku rasa ada makna dibalik lukisan abstrak ini,pasti akan mahal jika kita jual " ujar pria itu pada Aliseo yang sama sekali tidak Menghiraukan ucapan nya
" Makna ?,itu hanya lukisan biasa tidak mungkin ada sesuatu yang istimewa '' Aliseo ikut memperhatikan lukisan itu karna merasa hanya buang buang waktu Aliseo pun beralih ke tempat lain untuk mencari sesuatu yang sekarang ia butuhkan ." Kenapa lukisan ini benar benar mirip dengan lukisan yang kemarin aku lihat " Aliseo jadi teringat dengan lukisan abstrak yang mengambil tema bunga teratai yang sempat ia temui di ruang kerja Juna satu hari lalu.
Karena hanya membuat situasi semakin runyam Aliseo pun memilih untuk mengajak logan untuk Segera keluar dari tempat latihan itu " sepertinya dokumen yang kita cari itu tidak ada disini tuan, tempat ini terlihat sudah tidak layak digunakan mana mungkin direktur Luhan menyimpannya di sini"logan mengeluarkan kata hal hasil membuat Aliseo mengerutkan kening
Aliseo kembali bergumam lalu melangkahkan kaki untuk keluar dari pintu tempat latihan golf itu " bom yang aku bawa dari pelabuhan ada di apartemen mu sekarang, Gefindra sudah mengamankan nya dalam basemen " ujar logan sembari mengemudikan mobil yang sebentar lagi akan membelah ibu kota.
🩰
Dikediaman mansion mewah juna
" Sungguh tidak becus!, Bagaimana bisa kalian se lalai ini !!" Juna menggerutu dengan begitu dahsyat saat ia menyadari jika Yoora telah dibawa kabur'' aku tidak segan-segan untuk membunuh kalian ,cari wanita itu sekarang jika kalian masih ingin hidup!" Juna kembali membentak para anak buahnya yang Ternyata mereka tengah berpesta didalam basemen sehingga tak menyadari jika Louis membawa yoora kabur kemarin malam.
" Maaf tuan" ujar si zhen dengan kepala yang menunduk
" Dimana Damian ,apa pria itu mati ?" Tanya juna pada anak buahnya yang bernama Robert
" Ia merekam dirinya sendiri yang terlihat tengah dikurung disebuah ruang bawah tanah " ujar Robert sembari menunjukan video yang memperlihatkan keadaan Damian yang tengah terperangkap didalam sebuah penangkaran bawah tanah.
Argh yoora tiba tiba teriak saat terbangun dari tidurnya ia bingung kenapa ia bisa berada dikamar Aliseo " nona tenangkan pikiran mu ,aku disini " Irene mendekap erat tubuh yoora yang gemetar " semua baik baik saja,coba lah untuk menenangkan pikiranmu" ujar wanita berambut pendek itu
" Ak-- aku bermimpi Aliseo ada disini " yoora yang merasa ketakutan terus saja mendekap Irene dengan Waktu begitu lama" kenapa jadi seperti ini,aku benar-benar tidak bisa mengerti apa apa" yoora merintih dipundak milik wanita itu
" Nona , tenanglah, kau tidak usah memikirkan sesuatu yang tidak penting, lebih baik kau istirahat" Irene berkata sembari melepas dekapan nya dari yoora " lihatlah,lukamu bahkan masih parah tapi kenapa kau tidak memperdulikan ini dan malah memikirkan hal lain " Irene terdengar menasehati ibu anak satu ini kini ia beralih mengambil gulungan perban yang tersimpan didalam laci
" Selama ini,aku memendam semua masalah ku sendirian sampai membuatku frustasi dan merasa dunia ini tidak lah adil"yoora membuat perkataan yang cukup menyentuh hati Irene."Terkadang aku ingin
Menceritakan masalah ku pada seseorang , terkadang aku juga ingin dihibur" Yoora mematung di atas ranjang dengan posisi duduk menyila.
" tidak semua orang memiliki hidup yang mudah, meskipun sudah berusaha adakalanya dunia tidak mengizinkan mu bahagia, tapi meski begitu kenyataannya nona tidak boleh menyerah begitu saja"Irene beralih menyentuh tangan wanita itu lalu membungkus lukanya mengunakan perban yang telah ia ambil dari dalam laci
" Aku tidak sanggup lagi karena lelah, dahulu aku selalu penuh energi ,tapi kini tidak bisa lagi karena mental ku benar benar lelah" yoora yang sudah menjadi wanita cengeng kini meredam tangisannya mengunakan satu tangan.
Drtttttttt
__ADS_1
Drtttttt
........ponsel yoora yang terletak di atas nakas tiba tiba bergetar hal itu membuat yoora dan Irene menoleh bersamaan pada sumber suara. " Biar aku liat nona" Irene mengambil benda pipih itu dari atas nakas lalu mengulurkan nya pada tangan Yoora yang masih sibuk meredam Isak tangis nya.
" Jennifer" yoora melebarkan mata sipitnya saat sadar jika Jennifer putri cantiknya telah menelepon nya sejak dua jam lalu ,hal itu membuat Yoora kalang kabut pasti Jennifer menelfon nya karena ingin menanyakan keberadaan Aliseo ,Karena tak ingin berkata banyak yoora menyuruh Irene untuk mengangkat panggilan itu " bicara pada anak itu jika aku tidak ada di rumah,jika ia tanya aku ada dimana bilang saja aku sedang menemani Aliseo latihan basket di wesel"
Irene mengangguk lalu mulai mengangkat dagunya dan akan bersiap menyahuti perkataan yang akan Jennifer keluarkan didalam telefon.
📞.ibu cantik ku apa kabar?, Maaf Jennifer tidak pernah menelfon ibu karna Sekarang jadwal Jennifer di kampus begitu padat,jadi Jennifer baru sempat menelfon itu sekarang, kenapa ibu diam? . Jennifer mengoceh tanpa sekat hingga membuat Irene tak tahu harus menjawab apa
📞.maaf nona ibu mu sedang tidak ada dirumah
Sahut Irene dengan sedikit ragu
📞..kau siapa ? Kenapa mengunakan ponsel milik ibuku
Jennifer bertanya dengan kebingungan karna baru pertama kali mendengar suara Irene didalam telepon
📞.ak-- aku pembantu di rumah ini nyonya
Titah wanita itu dengan nada yang terdengar terbata bata
📞.oh,kalau boleh tahu memang ibuku pergi kemana? Ujar Jennifer kembali
📞.nona yoora pergi dengan tuan Aliseo ke tempat latihan basket di wesel nyonya.
📞.kalau begitu Jennifer tutup dulu telfonnya sampaikan pada ibuku jika aku akan pulang Minggu depan.
Kini wanita berusia 18 tahun itu mengakhiri pembicaraan nya pada Irene Didalam telepon.
Yoora semakin membisu saat tahu jika putri tercinta nya akan pulang Minggu depan " harus bagaimana aku sekarang?, Kenapa aku terus berbuat bohong pada orang lain" wanita itu lagi lagi meredam tangisannya dengan kedua tangan .
" Besok antar aku ke tempat pemakaman" yoora kembali berkata dengan mata yang terlihat memerah.
Irene mengangguk-anggukkan kepalanya lalu duduk disamping wanita itu" nona sebaiknya istirahat ya, banyak yang harus dilalui untuk hari esok" bujuk wanita itu pada yoora yang tengah menatap kosong kearah tangannya yang terbungkus oleh perban.
__ADS_1