Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
Bukti kuat


__ADS_3

Hari berganti


rumah tangga yoora dengan Aliseo Semakin canggung mereka sama sama saling menghindari satu sama lain


Yoora menitipkan Jennifer ke tempat khusus penitipan anak untuk beberapa hari agar Jennifer tak mengetahui jika ibunya sedang mengalami masalah dalam rumah tangga


Kejadian yang dulu kini terulang lagi yoora tak mengerti dosa apa yang yoora lakukan sampai sampai tuhan selalu menghukumnya


Aliseo menghampiri yoora yang tengah merenung di depan tumpukan buku


wanita itu menatap kosong ke arah buku buku yang berada di depannya " hmm '' Aliseo memulai pembicaraan nya dengan yoora agar wanita itu tak mengabaikan keberadaan nya terus


'' aku bingung mau mengatakan apa '' ujar Aliseo kembali membuat pertanyaan baru


Namun yoora menjawabnya dengan sangat singkat penuh kekesalan '' lain saja kita bicara '' yoora bergegas kembali ke kamarnya dan mengunci semua pintu dan jendela, yoora kembali meluapkan emosi nya pada kaca cermin di depannya


Brug...tangannya menghantam Keras kaca cermin itu hingga tak membentuk cermin lagi


Tangan mulusnya kini berlumuran darah wanita itu sangat frustasi dengan pernikahan nya yang selalu gagal ia berteriak keras mengatakan jika tuhan sangat tak adil


Aliseo tercengang mendengar hantaman dari kamarnya dan langsung bergegas mengecek apa yang sedang wanita itu lakukan '' yoora buka pintunya ! '' tangannya bergetar hebat sambil membuka bolak balik pintu itu Namun percuma saja yoora tak akan memberi izin Aliseo untuk masuk ke dalam kamar itu


'' pergi ! '' membentak keras Aliseo


Menyuruh pria itu agar tak usah mengganggunya untuk beberapa waktu


Bragh ... Aliseo terpaksa


mendobrak pintu kamar itu


Dengan perasaan nya begitu syok melihat tangan istrinya berlumuran darah dan terbaring lemas tak berdaya di lantai


'' apa kau gila ! '' emosi pria itu keluar karna yoora yang malah bersikap seperti anak kecil


'' enyah lah dari hadapan ku '' mendorong dada pria itu dengan keras '' aku tak butuh perhatian mu '' berusaha berdiri tegak di hadapan Aliseo yang menatap tajam ke arah


Nya,Aliseo tampak tak perduli dengan ocehan wanita itu dan langsung mengusap darah yang terus mengalir di sudut tangannya '' ucapan ku mungkin hanya kau anggap seperti sampah '' berlahan mengoleskan obat merah ke luka yoora dan langsung membopongnya menuju meja kerja pria itu


'' kenapa membawaku kesini '' ungkap yoora dengan nada suara yang hampir habis .karena sepanjang malam ia tak kunjung berhenti menangis membuat pita suaranya sedikit rusak


Yoora menatap serius ke arah laptop yang tengah Aliseo pegang '' apa sekarang kau percaya denganku'' menunjukan videonya dengan Naura di dalam mobil yang terekam jelas di dashcam mobilnya


Yoora menghela nafas panjang mengusap keringatnya dengan satu tangan


Bergegas mendekati tempat duduk Aliseo dan langsung merangkul suaminya itu


ia menyesal karna telah menuduh Aliseo sebagai pria yang brengsek dengan banyak wanita bahkan ia pernah mengatakan jika Aliseo sudah tak seperti Aliseo yang dia kenalhiks ..... isak tangisan nya semakin menjadi jadi yoora tak mampu mengelak lagi saat Aliseo berhasil membuktikan jika


dirinya tak salah


Dalam hal itu


Namun Aliseo masih terlihat murung mengingat jin apa yang sudah merasuki tubuh nya sampai sampai ia mau membantu wanita licik itu dan mengantar nya kerumah sakit mengunakan mobilnya


'' sudahlah ini memang salah ku ,aku minta maaf " menggenggam erat kedua tangan yoora yang terlihat pucat dan dingin


Bukti kuat akan merubah pikiran seseorang


Itu terlihat dari wajah yoora


Jika bukan karna bukti yang terekam di mobil Aliseo. wanita itu tidak akan mempercayai


ucapan yang Aliseo ucapan kan Meski mulut Aliseo sampai berbusa sekali pun yoora Tak akan memahami nya ,


'' e mm " yoora beranjak keluar ruangan itu dan berniat untuk menjenguk Jennifer ke panti namun Aliseo mencegah langkah kakinya


" Biar Jennifer tinggal di sana untuk beberapa hari '' Aliseo menarik lengan istrinya ke sofa

__ADS_1


'' kenapa "


Aliseo menundukkan kepalanya meski sedikit sungkan untuk mengucapkan nya namun ia mencoba untuk mengeluarkan suara berat


Nya di hadapan yoora yang sedari tadi tak berhenti menatap ke arah nya


'' eee tidur lah sejenak dengan ku di kamar '' tangannya mulai menggaruk Ki kepalanya yang Terlihat basah karna keringat


'' Hah '' yoora mendadak bingung dengan apa yang sedang Aliseo katakan terlihat aneh dan cukup membuat nya curiga


" kenapa Al ''wanita itu terus saja memainkan jari jari lentiknya seperti anak kecil entah karna bosan atau apa tapi itu menarik perhatian pria yang tengah duduk tepat di samping nya.


" Berhenti memainkan jarimu '' mendengar kata itu yoora langsung tak berkutik dan langsung menolehkan pandangan matanya ke atas langit langit atap rumah mewah itu'' aku menyuruhmu berhenti memainkan jarimu bukan Menyuruh mu untuk diam '' ujar Aliseo membernarkan perkataan nya


Membuat wanita itu mendadak menjadi gelisah suasana di ruang tengah yang begitu luas itu menjadi sunyi kembali kedua sama sama diam dan saling memandang mata Mereka ke arah yang berbeda


Aliseo terlihat canggung untuk Memulai pembicaraan pada istri nya hal itu mengingatkan nya saat pertama kali ia melamar yoora ''Suasana ini persis seperti waktu aku melamar mu '' ucap Aliseo memulai menoleh ke wajah cantik istrinya yang masih terdiam tak mau membalas perkataan yang Aliseo lontarkan


" Kenapa jadi kata gini sih '' ujar yoora dalam hati kecil nya " apa iya '' membalas perkataan itu dengan nada pelan


" Kenapa suaramu?'' mulai meng khawatir kan suara yoora yang sudah mulai hilang


" Apa mau kerumah sakit " ujar nya kembali memperlihatkan kasih sayangnya pada yoora , karna mengingat luka di tangan istrinya begitu parah ia memutuskan untuk membawa nya ke rumah sakit namun yoora Keras kepala tak mau menerima ajakan suaminya jelas Aliseo sedikit marah tapi untungnya amarahnya masih sanggup ia tahan .


" Aroma napas mu seperti bayi " mendekat ke bibir mungil yoora dan mulai meraba sudut bibir itu dan mengusap nya dengan begitu lembut mengunakan jari Aliseo


Yoora begitu kagum pada wajah rupawan yang suaminya miliki


Ia baru menyadari jika itu benar benar pria tampan dengan julukan worldwide Hansome membuatnya langsung gagal fokus Sampai sampai bibirnya keceplosan mengatakan


'' wajah tampan mu membuat kesadaran ku hilang," ujar yoora dengan mata sayupnya


Mendengar yoora mengatakan itu Aliseo langsung menaikan satu alisnya dan langsung merasa jika Yoora tulus mengatakan itu


" dirimu juga begitu cantik malam ini ''


Mulai menggoda yoora yang terlihat mengeluarkan lesung pipi nya yang sangat manis


pagi cerah tengah menunggu mereka berdua bangun dari ranjang meski mereka berstatus suami istri


Namun Aliseo masih tak ingin menyentuh tubuh istrinya yang tengah tertidur pulas dan Engan untuk tidur bersama wanita itu


ia memilih untuk membaringkan tubuhnya di sofa , mencoba untuk tidak mengganggu tidur wanita itu yang terlihat sangat kelelahan


Hubungan nya dengan yoora mulai membaik meski Aliseo tau jika yoora tak terlalu nyaman jika terlalu lama berada di dekatnya


Pria itu merasakan apa sedang wanita cantik itu rasakan saat ini rasa sakit berbalut kesedihan membuat tidur wanita itu tak nyenyak Aliseo mencoba untuk tidur disebelah nya namun yoora yang tak sengaja menendang kaki Aliseo membuatnya malah terjungkal jatuh ke bawah ranjang


Aliseo menahan tawanya dan kembali membopong tubuh wanita itu ke ranjang


Dengan mata yang masih setengah sadar yoora mulai memegangi kepala nya yang terasa sedikit sakit akibat terbentur lantai


Kejadian apes itu tak terlalu ber arti apa apa bagi Wanita itu dan segera melanjutkan tidur nya


Membiarkan Aliseo tidur di sebelah nya membuat pria itu sedikit mengeluarkan senyum nya melihat yoora memeluk erat tubuh kekar nya


Wanita itu melakukan nya karna tak sadar dan mungkin yoora mengira jika ia sedang merangkul sebuah guling


Jika ia tau jika itu adalah aliseo pasti wanita itu akan mengamuk dan menyuruh Aliseo untuk Menganti posisi tidurnya


Ke esoknya paginya......


" Al " ujar yoora bergegas bangun dari tidurnya '' kamu ga aneh aneh kan '' menutupi tubuhnya dengan bantal


Aliseo tersenyum melihat kepolosan yoora padahal semalaman Aliseo tidak melakukan apa apa pada wanita itu '' jawab Al '' nada bentak nya keluar


Aliseo mengabaikan itu dan bergegas mandi

__ADS_1


Yoora mengusung tatapan penuh keseriusan melihat Aliseo yang malah mengabaikan ucapan nya membuat wanita itu terpaksa memburunya sampai di depan pintu kamar mandi " Al '' menarik lengan berotot milik suaminya


Lagi lagi Aliseo tak menjawab nya


'' seharusnya aku yang marah dengan mu karna kau berani menyentuhku " tangannya begitu kuat menahan lengan suaminya menandakan jika wanita itu tak mengizinkan Aliseo untuk mandi


'' aku suami mu aku berhak melakukan itu ''


Ucap Aliseo berbohong pada yoora yang terlihat gelisah


'' astaga " satu jeweran dari yoora untuk telinga Aliseo membuat pria itu kembali membenarkan ucapnya .


" Tadi malam bajumu basah karna keringat jadi aku menganti nya ''


Mendengar ucapan konyol dari Aliseo membuat yoora semakin tak mampu lagi menahan emosi nya dan tanpa pikir panjang langsung memukul kepala pria itu dengan gagang kemoceng


'' pria brengsek " yoora membalikan badannya membelakangi pria itu yang tak berhenti tersenyum menatap yoora yang ngomong sendiri


'' Al kamu brengsek " teriak wanita itu yang semakin kesal pada Aliseo


Yang malah menutup pintu kamar mandi itu


Ia sadar jika Aliseo tak mendengarkan ocehan nya dari tadi


Yoora segera menemui buku buku lamanya yang selalu ia tata dengan rapi di dalam sebuah lemari mini dan kemudian membaca kembali,Tiba tiba Panggilan masuk ke ponsel


miliknya Namun saat itu yoora sedang tak memegang ponselnya jadi ia tidak menjawab panggilan itu yang ternyata dari Jennifer


Di sisi lain Jennifer merasa kecewa pada ibunya kenapa ibunya tak menjawab panggilan telfon dari nya padahal anak itu merindukan pada kedua orang tuanya


Jennifer hanya bisa menghela nafas panjang nya dan kembali mewarnai gambaran unik karya tangan mungilnya.


Salah satu pengasuh panti itu yang bernama ibu ginata menghampiri Jennifer yang terlihat tak semangat menjalani pagi nya


" Wah cantik sekali " ujar wanita itu membantu memulihkan kembali keceriaan pada wajah Jennifer


" Hehehe" Jennifer hanya terkekeh


Tiba tiba saja saat ibu ginata itu mengajari Jennifer untuk menentukan warna apa yang bagus untuk lukisan Jennifer salah satu teman Jennifer datang dan mengatakan


'' Jennifer pamanmu datang '' mendengar itu Jennifer segera merapikan poninya dan mengandeng tangan Bu ginata untuk menemani nya menemui seseorang yang tengah menunggunya di depan panti


'' paman '' ujar Jennifer melangkah kan kaki kaki mungilnya ke hadapan Juna


" Apa ini paman '' Jennifer menerima segenggam bunga tulip dari ayahnya Yang masih duduk di kursi roda


" Apa Jennifer sudah makan " ujar Juna membopong tubuh mungil anak kandungnya yang semakin tumbuh dewasa '' Bi belikan kami sebungkus kue " Menyuruh pembantunya itu untuk pergi ke toko kue


Setelah kepergian bi sita Jennifer menyuruh pria itu untuk segera berteduh di bawah pohon yang ada di situ .


" Jennifer kenapa ada disini " ujar Juna mulai berbasa-basi dengan Jennifer agar hubungan nya semakin dekat dengan anak kandungnya


" Entah paman, ibu bilang pada ku jika ibu dan ayah sedang ada kerjaan '' kata demi kata Jennifer keluarkan


Juna hanya menunjukkan sedikit senyumnya '' apa Jennifer mau tinggal dengan ayah ''


'' hah " Jennifer terkejut mendengar ucapan itu kenapa pria itu memanggil namanya sendiri dengan sebutan ayah '' ayah '' ujar Jennifer berbalik tanya pada Juna


" A - AA maksud paman tadi apa Jennifer mau tinggal dengan paman '' ujar Juna mengulangi perkataan nya


Jelas Jennifer tertawa dengan ajakan ayahnya Jennifer mengatakan jika ia tidak akan pernah meninggalkan ibu dan ayahnya mesti sampai kapan pun


Ucapan yang Jennifer keluarkan membuat Juna termenung dan batinnya berkata


'' andai kau tau jika aku lah ayah


kandung mu '' tangannya menggenggam erat kedua tangan mungil milik putrinya

__ADS_1


Penyesalan selalu terjadi di akhir kehidupan seseorang ,Juna merasa jika dia tak bisa menjadi ayah yang baik untuk Jennifer, seorang pecundang yang selalu salah di hadapan semua orang termasuk keluarganya sendiri . jika Jennifer tinggal bersamanya pasti ia tak akan bahagia.


dan jika Jennifer mengetahui semua nya pasti anak itu akan mengamuk dan membenci orang orang di sekeliling nya termasuk Juna yang sekarang sedang ada di hadapan nya....


__ADS_2