Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
perihnya di abaikan


__ADS_3

Hati itu mudah patah, makanya kau harus mampu menjaga dan memeliharanya. Jika tidak, dia akan sering terjatuh lagi dan lagi hingga akhirnya hancur tak tersisa, terluka, dan sakit selamanya. Dan apabila kau tak mampu menyembuhkannya, dia akan mati rasa dan menutup selamanya. Jadi, jagalah hatimu.


"Aku merasa malu atas apa yang telah kulakukan. Aku tidak memiliki alasan apapun kecuali permintaan maaf padamu." Yoora berlari lalu mendekap Aliseo dari arah belakang"Aku telah melakukan kesalahan dan aku harus bertanggung jawab penuh atas tindakan itu. Aku tidak akan menyalahkan orang lain atas kesalahanku.aku minta maaf" Tambah si yoora dengan kedua tangan yang masih merangkul erat pada tubuh Aliseo" Maafkan aku telah menyakitimu" ujar wanita itu tampak penuh penyesalan karna bertahun tahun telah mengabaikan suaminya yang tak pernah luput dari kata worldwide Handsome (tampan sedunia).


"Apa kau pernah merasa begitu bersalah?" Sahut Aliseo dengan mukanya yang terlihat datar tak mengeluarkan senyum." Perasaan bersalah yang terus mengejar mu hingga kau merasa tidak akan pernah bisa memaafkan dirimu sendiri,itu hanya akan membuatmu semakin terluka" kini ia melepaskan dekapan dari Sang istri" kau tak usah pedulikan perasaan ku sekarang,aku baik baik saja." Pandangan nya kini menatap sayup ke arah yoora yang menundukkan kepala." Apa kau keberatan dengan ucapanku tadi ?" Tangannya kini beralih menyentuh bagian dagu wanita dihadapan nya.


Yoora menggeleng Lemah "Maukah kau berjanji satu hal padaku?".kini ia menegakan tubuhnya didepan Aliseo yang mendongak kepala ke langit atap mansion mewah Miliknya


"Janji apa?" Respon Aliseo dengan cepat " cepat katakan apa yang ingin kau ucapkan jangan membuatku merasa penasaran dengan itu" ia bersuara dengan posisi kepala yang mendongak ke atas atap mansion nya bahkan kedua tangan pria itu di selipkan ke saku celana.


"Jika suatu saat perasaan mu berubah , beritahu aku dulu,beri tahu aku pula saat hatimu mulai goyah" yoora menggantung ucapnya pada Aliseo yang masih sibuk mendongakkan kepala bahkan terlihat jika pria yang ia ajak bicara itu sama sekali tak menggubris ucapan yang baru satu menit ia keluarkan.


" Lalu?" Sahut Aliseo dengan posisi kepala yang ia lengoskan ke arah lain .apakah pria itu ingin menghindari kontak mata dengan wanita didepan nya . sepertinya sangat mustahil untuk Aliseo mengabaikan Istri cantiknya begitu saja.


"pasti aku sedih jika perasaanmu berubah tapi hatiku akan jauh lebih sakit,bila aku tidak tahu apa apa "tangan yang semula ia kepal Kini ia alihkan untuk menyentuh bagian rahang bawah Aliseo.


" Hmm apa itu saja?,itu tak cukup membuat hatiku merasa puas" kekecewaan mulai menyelimuti wajah pria itu.aliseo yang dikenal sebagai pria tangguh nyatanya tidak sepenuhnya tangguh.haruskah ia ganti untuk mengabaikan yoora seperti yoora mengabaikan nya dulu " seandainya aku pergi dari mu ,apa perasaan mu akan merasa kehilangan?" Kalimat panjang lebar Aliseo keluarkan untuk memancing Apakah yoora akan merespon atau justru hanya diam mematung.


"Itu pertanyaan yang sangat sulit,jika itu benar terjadi aku pasti akan mendorong diriku setiap hari untuk bisa mendekap dirimu." sahut yoora dengan mata yang tak berkedip sama sekali"rasanya aku ingin menghilang didalam air, sedalam mungkin yang aku bisa." yoora berkata begitu aneh hingga membuat Aliseo menyipitkan mata


"Bolehkah aku bersandar padamu?" Aliseo malah sibuk Menganti topik pembicaraan,ia sengaja mengubah topik nya dengan yoora agar mereka tak saling membisu ketika saling berhadapan.


Yoora mengangguk lemas.wanita itu memberanikan diri untuk menyentuh jari jemari milik Aliseo.hal itu sengaja ia lakukan agar bisa mengajak pria itu ke atas sofa ."Jangan menangis terus,jangan terlalu lama menyalahkan dirimu ,tapi jangan lupakan apa yang telah terjadi " Aliseo yang melihat yoora sangat anteng duduk diatas sofa membuatnya jadi agak sungkan untuk bersandar dipundak milik wanita itu.


"Bolehkah aku bertanya padamu sekali lagi?. Yoora menatap pria itu Dengan tatapan sayup tak sumringah.


"Hmmm" gumam Aliseo yang kini tengah duduk disebelah nya

__ADS_1


"Apa kau selama ini...merasa bahagia Al?,Selama ini...aku hanya mengecewakan mu.maafkan aku karena tak pernah menjadi seseorang yang kau harapkan " karena air mata yang tak berhenti mengalir membuat yoora harus mendekap erat kedua lututnya untuk meredam tangisannya itu.


"Seiring berjalannya waktu .kau cenderung ingat saat kau melukai perasaan orang lain . ketimbang saat orang menyakiti mu.jadi jangan terlalu menyakiti orang terlalu dalam " entah apa yang ada dipikiran pria itu sekarang.apa saat ini Aliseo ingin yoora sadar jika di abaikan itu sangatlah menyakitkan batin?." Apa kau tau bagaimana rasanya jika seseorang mengabaikan mu?" Aliseo mengutarakan kata yang berbelit-belit.


Hmmm yoora kembali menggeleng lemas


" Kau benar,aku sangat bersalah karena sudah mengabaikan orang yang selalu mendampingi hidupku,seharusnya aku sadar dari dulu.bahkan tidak sepatutnya aku mengabaikan mu begini" wanita itu melirik kaki Aliseo yang sedang menyilang" apa sekarang kau ingin mengakhiri hubungan ini?".yoora kembali mengeluarkan kalimat hingga membuat Aliseo mendelik tajam kearah nya.


" Omong kosong macam apa itu!!,aku tidak akan melakukannya" tangan yang semula dilipat tepat diatas dada kini ia alihkan untuk mencengkram erat bagian lengan wanita itu.


"Kupikir kita sebenarnya bisa bersama, tapi kita menjalaninya dengan salah."Yoora kembali bersuara hingga membuat Aliseo semakin tak mengerti dengan apa yang ia ucapkan saat ini.


" Apa maksud nya?,apa kau ingin mengakhiri ini sekarang" Aliseo berdecak jengkel dengan mengusung tatapan tajam pada wanita yang selalu ia harapkan hatinya.


"Ak___" yoora menunda ucapnya saat Aliseo tiba tiba meraung-raung kesakitan


Darah segar mulai merembes keluar pada kemeja Pria blasteran Korea itu." Juna! " yoora mendelik dengan mata terbelalak lebar saat tahu jika Juna berhasil mendeteksi keberadaan nya sekarang." Kenapa kau masih berani kesini!!" Yoora berbicara lantang,tapi Juna malah mengembangkan senyum kearahnya. Jelas hal itu membuat yoora sangat ketakutan.


" Bawa wanita itu kesini" Juna memberi aba aba pada anak buahnya untuk Menarik yoora agar wanita itu menjauh dari Aliseo yang sekarang kembali sekarat dengan luka yang lebih ekstrim di bagian dada kiri.


" Sudah cukup!!" Teriak yoora" jan__jangan harap kau bisa menyentuh mu kali ini" gertak yoora kembali." Al bertahanlah '' wanita itu mencari cari keberadaan ponselnya,lalu mengetik sebuah nomor pada ponsel itu untuk memanggil bantuan.


Brugh...Juna menendang ponsel wanita itu hingga membuat benda pipih itu terbanting ke lantai." Apa yang ingin kau lakukan?apa kau ingin menjadi seorang pahlawan untuk menolong pecundang ini?" Juna berlagat sangat arogan dihadapan yoora yang tengah mengusap air mata dengan satu tangan.


Yoora tak menghiraukan mulut lemes pria itu dan memilih membawa Aliseo ke rumah sakit." Sangat tidak berguna meladeni perkataan sampahmu itu " kini ia memangku tangan Aliseo dan menuntunnya ke arah pintu yang sedang terbuka." di mana ponselmu?'' wanita itu mengeletakan tubuh Aliseo ditepi jalan lalu meraba raba bagian saku celana milik pria itu untuk mencari ponsel.


🩰

__ADS_1


Setelah berhasil memberhentikan taksi,Yoora menyuruh pak supir untuk mengantarkan Aliseo ke Rumah Sakit Universitas Charité yang berlokasi di Berlin.rumah sakit ini adalah salah satu rumah sakit universitas paling terkenal dan terbesar di Eropa yang berafiliasi dengan Universitas Humboldt dan Universitas Gratis Berlin.


Tapi tiba tiba......." Lepas!" Juna menarik tangan yoora dengan penuh paksaan sehingga wanita itu tak jadi menaikan kakinya kedalam taksi." Pak,cepat bawa suami ku kerumah sakit" teriak yoora yang terdengar menyuruh pak supir agar membawa cepat Aliseo ke rumah sakit.


Setelah kepergian Aliseo.juna dan yoora kini saling bertatapan " untuk apa kau masuk kedalam hidup ku?,apa aku mengharapkan kehadiran mu disini? ,Kenapa kau terus hadir di hidup ku! " Yoora melampiaskan emosinya pada Juna yang berdiri mematung." Kau yang paling tahu betapa putus asa nya aku,dengan melihat ku terpuruk seperti ini,kau merasa...lega?. Tapi setidaknya aku tidak pengecut seperti mu."


Isakan tangis terdengar jelas,yoora kembali menatap Juna dengan mata yang berkaca-kaca


" Pengecut?" Sahut Juna singkat


" Kau memang pria seperti itu!,kau selalu hadir lalu menghancurkan hidupku,itu membuatmu seperti pria bodoh !!" Kini ia berlari berupaya untuk menjauh dari Juna.


" Yoora!" Juna berlari kencang hingga akhir nya berhasil mendekap erat yoora dari arah belakang " aku mencintaimu"


Mendengar sang mantan suami berbicaralah membuat yoora semakin tak bisa untuk menahan emosinya.


Plakk... " Cinta katamu?" Sahut ketus yoora " cinta membuatmu seperti orang bodoh, apa kau akan terus mengemis cinta yang tak mungkin bisa kau dapatkan?,bukankah itu terdengar sia sia? " Kini ia berlari mendekati halte bus yang berhenti.


Juna mematung saat mendapat teguran dari yoora." Aku akan terus begini sampai kau kembali padaku" rupanya Juna tak peduli lagi jika ia harus menjadi Seorang pecundang demi bisa mendapat kan yoora agar mau kembali pada hidupnya.


Setalah 1 jam lamanya akhirnya halte bus itu menepi didepan gerbang rumah sakit yang Aliseo singgahi.yoora berlari amat tergesa-gesa,jantungnya berdetak tak karuan saat memasuki ruang IGD yang tampak menegangkan itu." Pak di mana keberadaan suamiku " yoora bertanya pada salah satu pak dokter yang tak sengaja melintas didepan matanya.


"Suami anda ada di ruangan sebelah sana " sahut dokter itu menunjukan ruangan dengan pintu terbuka.Yoora mengikuti arahan dari dokter itu, kini ia melangkah untuk mendekati kerumunan beberapa petugas yang mengelilingi Aliseo " bisakah nona tunggu di luar ,kami harus segera melakukan pembedahan karena peluru yang menembus pada dada suami nona sangat sulit dikeluarkan " ujar salah satu dokter ahli bedah menghalangi langkah kaki yoora yang sebentar lagi akan mendekati Aliseo yang tak sadarkan diri.


Yoora menjadi begitu lemas setelah mendapat respon itu .kini ia berjalan tertatih-tatih saat keluar dari pintu IGD yang mulai dipenuhi petugas medis.


maaf banyak typo 🙏

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan komen nya terima kasih 😀


__ADS_2