Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
tidak mengerti!


__ADS_3

Cinta tidak menuntut kesempurnaan, namun akan memahami, menerima dan rela berkorban. Karena cinta seharusnya membuatmu bahagia bukan justru membuat mu malah terbelenggu dalam luka.


"Malam itu aku menyadari ada kesalahan yang terjadi antara diriku denganmu, kesalahan yang akhirnya membuat kita berdua terpisah begitu jauh. Ada sesuatu yang ingin ku ucapakan untuk mu yang seharusnya kukatakan sejak dulu tanpa terhalangi rasa takut yang terus menghampiri ku.Aku benar benar mencintai mu,dan masih mencintai mu Sampai detik ini bahkan namamu masih ada tidak pernah berubah ,aku sungguh Mencintai mu,ku lakukan dengan caraku namun ,aku tidak cukup mengerti bahwa caraku tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan selama ini,maafkan aku , karena cinta ku tidak bisa membuatmu tetap bersama ku,maaf untuk semuanya". yoora menulis sebuah pesan dalam secarik kertas berukuran sedang,kemudian setelah ia selesai merangkai kata kata penuh makna itu yoora menyematkan nya tepat diatas kuburan Aliseo.yoora pikir jika Aliseo Bener bener ada di peti itu padahal isinya kosong melompong.


" Aliseo,aku datang" wanita itu terlihat menekuk lututnya untuk menduduki sebuah kursi kayu yang berada tepat disamping makam Aliseo "aku sangat terlambat,ya ? Maaf. Aku tidak punya kepercayaan diri untuk menemui mu (wanita itu mengigit bawah bibirnya lalu kembali menatap kesamping tepat dimana makam Aliseo berada )"apa kau tahu,aku benar-benar sangat cengeng sekarang"Yoora tampak tak begitu senang pagi itu ,ia merasa Jika suasana pagi itu sangatlah suram untuk ia lihat bahkan ditempat sunyi itu ia benar benar tak sanggup untuk menahan air mata yang kian kali hadir" disini, aku merawat jennifer sendirian, sekarang dia tumbuh menjadi gadis yang penuh bakat ia mirip seperti mu.maafkan aku ,maafkan aku


Aku sangat merindukanmu aku tak berbohong tentang hal ini,sungguh." Yoora menangis tersedu-sedu saat mengutarakan semua isi perasaannya itu.


Entah akan bertahan berapa lama lagi wanita itu karena ia merasa jika orang orang yang ia sayangi selalu menjauh dan tidak tinggal lama bersamanya.


"Sial,kenapa hari hariku selalu dipenuhi oleh hujan ,aku begitu benci situasi ini!" Yoora kembali menggerutu saat hujan mulai mengenai pakaian nya yang semula kering kini menjadi basah.


" Nona apa masih ingin disini?" Irene datang dengan membawa sebuah payung kemudian menyuruh yoora yang sudah basah kuyup karena guyuran hujan untuk berteduh di bawah payung yang ia bawa.


Yoora mematung ditempat pemakaman bahkan wanita itu terlihat tak berhenti untuk menatap kearah makam sang suami " nona?" Irene menghela nafas berat saat yoora tidak menghiraukan perkataan nya " nona ayo kita pergi dari sini kau bisa sakit nanti" Irene berusaha untuk menuntun wanita itu menuju mobil yang tengah terparkir diluar pemakaman namun wanita itu tetap kekeh ingin tinggal di tempat itu dengan keadaan benar benar basah kuyup.


"Kau pergi duluan saja" wanita itu malah menyuruh Irene untuk pergi dari tempat itu sedangkan ia sama sekali tak memperdulikan kesehatan nya yang semakin memburuk" aku ingin disini tidak masalah jika aku mati kedinginan,tak usah khawatir kan aku" yoora kembali berbicara membuat Irene semakin tak mengerti dengan perkataan apa yang barusan ia lemparkan. terdengar sangat jelas jika yoora seperti terang terangan untuk mengusir Irene dari hadapan nya.


" Kenapa nona seperti ini,apa gara gara pria itu Nona sampai tak memperdulikan kondisi nona sendiri?" Irene sungguh jengkel ketika yoora mengabaikan kepedulian nya dan malah menyuruh dirinya untuk pergi dari tempat pemakaman seorang diri.


"Entah lah, harapan ku untuk tetap hidup sudah tidak ada lagi" mendengar ucapan aneh dari yoora membuat Irene semakin kuat untuk mengerutkan keningnya wanita rambut pendek itu benar benar di buat bingung dengan sikap yoora yang sudah melantur kemana mana." Ini semua hanya mimpi,kan?, pasti ada sesuatu yang salah sehingga membuat ku menjadi gila.aku tak mengerti bahkan dengan perasaan ku sendiri,Tidak ada yang mengawatirkan ku saat ini ,aku muak " Wanita itu berbicara sembari mendekap tubuh irene dengan cukup erat.irene hanya bisa menggelengkan kepala saat yoora semakin banyak berbicara.


" Aku suka wajah itu" Irene kembali perkataan sembari membantu yoora untuk bangkit dari kursi


" Wajah apa ?" Sahut yoora dengan pakaian nya yang benar benar basah kuyup karena hujan semakin lebat di kota itu membuat yoora menjadi menggigil kedinginan.


" Wajah yang anda buat saat anda tidak berusaha,tunjukan ekspresi itu lebih sering jangan tersenyum saat kau terluka atau berpura pura senang , maka anda akan merasa nyaman dengan itu" mendapat respon itu membuat yoora tiba tiba mengembangkan senyum dan merasa sedikit tenang " jangan larut dalam hal ini,orang orang disekitar anda pasti akan mengawatirkan anda, mustahil jika mereka tidak mengawatirkan anda Karena mereka juga punya hati dan akan merasa sedih jika melihat anda seperti ini" ujar wanita itu menambah panjang ucapannya pada yoora yang tengah berteduh dibawah payung yang ia bawa.


" Kita pulang sekarang ya nona?"


Yoora mengangguk lemah setelah itu mengikuti langkah kecil kaki Irene yang mengarah pada mobil yang tengah terparkir diluar pemakaman.

__ADS_1


🩰


Aliseo tampak terburu buru ketika ia melepaskan sabuk pengaman yang terus saja menempel pada tubuhnya, kemudian ia memegang sebuah handle pintu mobil dan mendorong pintu itu secara berlahan. Setelah menurun kan kedua kakinya ke tanah kini pria itu berjalan kesamping kanan untuk menuju sebuah kursi yang ada dibawah pohon rindang." Hmm" Aliseo bergumam lirih setelah ia menempati sebuah kursi yang terbuat dari kayu jati.


📞.Louis, dimana Juna sekarang ? Aliseo bertanya pada Louis yang sedang mengintai keberadaan Juna dari balik layar ccvt


📞.pria itu berdiri didepan villa milik mu tuan ,sahut Louis dengan mata yang masih tetap fokus pada layar laptop


📞.sial!, Bagaimana bedebah itu bisa berada di depan villa milikku ?.Aliseo mengepal cukup kuat tangannya lalu beralih membuka beberapa kancing baju kemeja yang ia kenakan dan berbaring diatas kursi itu dengan keadaan kening yang dipenuhi keringat.


📞.ku rasa Juna mencari anak buahnya yang kita kurung di perangkap ruang bawah tanah tuan , sehingga membuat Juna mencari pria itu sampai di villa mu


📞.bom yang ada di basemen bagaimana tuan?


📞.hal itu biar aku yang menuntaskan , kau dan yang lain Segera kepung bedebah itu dari berbagai sisi lalu tembak kaki kiri nya agar ia tak bisa menemukan damian


📞.ku rasa rencana mu ini terlalu mengerikan tuan, apakah mungkin musuh bebuyutan itu akan mati begitu saja ?


📞.pria itu Kembali memasuki mobil ,kurasa ia akan pergi lagi,tapi untungnya Brioche berhasil memasang alat pelacak pada mobil pria itu jadi tidak perlu repot-repot untuk mencarinya


📞. bagus, kalau Begitu lanjutkan tugas kalian aku harus melaksanakan rencana selanjutnya dengan logan di tempat latihan golf untuk mencari dokumen penting milik direktur Luhan


Aliseo mematikan layar ponsel nya lalu memejamkan mata sejenak dan masih tetap dalam posisi yang sama yaitu berbaring di atas kursi panjang.


Satu jam Setelah Aliseo tertidur pulas diatas kursi panjang ....


" Tuan" logan terlihat sungkan saat menyentuh lengan tuannya yang masih terbaring diatas kursi panjang " maaf mengganggu waktu tidur anda,tuan, yoora akan segera pulang sebaiknya tuan bersiap siap" logan membenarkan perkataan nya karena ia merasa begitu lancang setelah membangunkan Aliseo dari tidur.


" Astaga!, Berapa lama aku tidur disini" Aliseo beranjak dari kursi itu dan dengan cepat langsung mengusap bawah matanya kemudian melirik jam tangan untuk memastikan kira kira sudah berapa lama ia terlelap dalam tidur sore nya hingga ia lupa jika yoora pasti akan pulang ke apartemen nya dalam waktu dekat" sekarang dimana dia?"tanya pria itu pada logan yang tengah mengotak ngantik sebuah pistol


Logan menjeda kesibukannya yang mengotak ngantik pistol dan langsung menyahuti perkataan dari Aliseo" Irene memberitahu jika mereka sekarang masih berada di jalan Bremen dan beberapa menit lagi mereka akan memasuki kota,ini jenggot mu tuan" logan mengulurkan jimat kesayangan tuannya yaitu Jengot tebal yang akhir akhir ini sering Aliseo lupakan.

__ADS_1


" Terima kasih " ucap Aliseo sembari memasang jenggot palsu itu pada dagunya


'' tuan pakaian mu benar benar rapi , apa kau tidak akan menggantinya?"setelah logan mengkritik penampilan nya yang sungguh rapi Aliseo pun baru tersadar jika ia belum Menganti kemejanya sejak kemarin sore.


"Hmm" Aliseo bergumam Sambil mengangguk perlahan , kemudian berlalu pergi dari hadapan logan yang kini kembali mengotak ngantik pistolnya


" Tuan, tempat latihan golf milik direktur Luhan sudah dikunci, sepertinya seseorang telah sengaja melakukan itu. Membuat ku dan Louis begitu kewalahan karena tidak bisa membukanya" logan mengutarakan semua cerita nya pada Aliseo jika kemarin ia bersama Louis belum sempat masuk kedalam tempat latihan golf milik ayahnya Juna yang sekarang telah tergembok rapat.


Aliseo menghela nafas berat nya lalu membalikan badan untuk Kembali menyahuti ucapan dari si logan " tidak masalah, misi kita sekarang akan berfokus pada perusahaan milik Juna bukan pada tempat latihan itu lagi"setelah mengeluarkan kata kata itu Aliseo kembali berjalan menuju apartemen nya untuk Menganti pakaian yang lebih kusut.


Menjelang pukul 17:35 , suara decitan ban mobil terdengar Irene yang mengemudikan mobil kini menepikan mobil nya tepat disamping mobil mewah Aliseo " mobil siapa itu?" Irene memiringkan kepalanya setelah mendapati ada sebuah mobil hitam yang berhenti tepat dibelakang mobil yang ia pakirkan.


Yoora pun melakukan hal yang serupa seperti yang irene lakukan yaitu memiringkan kepala, keduanya begitu serentak memandangi mobil hitam mewah itu yang Irene rasa adalah milik seseorang pengusaha kaya raya.


Setelah di tunggu tunggu terlihat sebuah sepatu berwarna hitam pekat mulai menuruni mobil ,kemudian pria itu berjalan mendekati mereka berdua yang sangat serius mengamati setiap bagian mobil miliknya " Juna" Irene dan yoora tersedak dengan bersamaan setelah mereka menyadari jika pria berkaca mata itu tak lain adalah juna alfero.


Yoora yang melihat kedatangan mantan suaminya itu langsung membalikkan badan dan berusaha untuk tidak menatap seksama pria itu lagi" ayo nona " Irene Berusaha mengandeng tangan yoora untuk ia antar kedalam apartemen namun suara Juna membuat yoora menjeda langkah kakinya.


" Tuan musuhmu ada disini " logan datang dan Mendapati Aliseo tengah anteng merobek-robek pakaian nya agar terkesan begitu murahan.


" Biarkan , untuk kali ini kita diamkan saja ku rasa ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan yoora sampai ia begitu berani datang ketempat ku" Aliseo keluar dari pintu mansion nya dengan penampilan yang bisa dibilang sangat mirip dengan seorang kakek pengemis, sembari memegangi gagang sapu ia pun mencoba tenang lalu menyapu halaman sembari memperhatikan yoora dan Juna yang kini saling berhadapan satu sama lain.sedangkan Irene hanya bisa mematung ketika yoora malah menolak untuk diajak masuk ke dalam apartemen


Mata pria itu salah sekali tak berpaling dari yoora yang tampak termenung ketika Juna terus saja mengoceh tanpa sekat" kau minum lagi?" Yoora menatap sendu mantan suami nya dengan mata yang sipit"jangan begini,aku tak berhak mengatakan ini tapi berhenti lah minum ,sudah cukup menghukum dirimu ,Sampai jumpa" ujar wanita itu dengan begitu lirih. Entah mengapa yoora merasa jika Juna tak begitu agresif dengan pertemuan kali ini mungkin Juna mengira bahwa yoora akan marah jika ia berkata banyak.


Juna menahan kepergian wanita itu dengan sangat sungkan "kau demam?" Ujar pria itu dengan tangan kiri yang mencengkram erat lengan yoora"aku membawakan mu obat ini" Juna mengeluarkan sekotak obat lalu meminta mantan istri nya itu untuk menerima obat yang sudah ia beli dari apotik, Juna tahu betul jika akhir akhir ini yoora menjadi berubah memang karena ulahnya maka dari itu Juna sengaja memberikan nya obat yang tak lain jika itu adalah obat sakit kepala " jangan diminum saat perut kosong "


Yoora mengangguk lemah " Terimakasih " ujar Wanita itu dengan kaki yang melaju ke arah pintu apartemen mewah milik suaminya.Setiap langkah kaki Wanita itu matanya selalu memandang ke arah Aliseo yang benar benar sok sibuk membersihkan dedaunan yang berguguran di bawah tanah.


Setelah menyaksikan pertemuan singkat antara Juna dan juga istrinya membuat Aliseo merasa sangat panas dada dan ingin segera mengakhiri hidup pria itu dalam waktu sekejap"Pembuat luka harus merasakan luka yang sama itu terdengar sangat adil bagiku" Aliseo menatap tajam pada musuh bebuyutan nya itu yang sebentar lagi terlihat akan memasuki pintu mobil Mercedes Benz miliknya.


maaf banyak kesalahan

__ADS_1


terimakasih yang sudah like


__ADS_2