Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
mengunjungi kastil Neuschwanstein


__ADS_3

Setelah urusan merapikan senjata dalam koper selesai, Aliseo berpikir untuk segera berangkat menuju istana Neuschwanstein yang terletak di kota Wolfsburg malam ini.


Apalagi tujuannya Pergi mendatangi istana Neuschwanstein karena ingin Segera menuntaskan misi nya yaitu membalas balik perlakuan Juna padanya sehingga membuat Aliseo semakin tak ingin menunda-nunda kepergiannya.


Kini Aliseo berserta dua bawahannya memasuki sebuah mobil yang tengah terparkir didepan apartemen Ku'damm miliknya.sebelum memegangi handle pintu mobil pria itu sempat melirik jam tangannya dan mendapati jika malam itu masih pukul 18: 25 , sedangkan acara akan dimulai pada pukul 12 : 00 nanti.mungkin Aliseo terlalu bersemangat untuk menemui musuh bebuyutan nya sehingga membuat Aliseo berangkat lebih awal untuk Sampai di istana.


Di Setengah perjalanan


Logan yang merasakan keadaan mobil begitu sunyi tiba tiba memutar radio untuk mendengar kan sebuah musik, tampaknya tiga pria didalam mobil itu sangat menikmati alunan musik yang diputar oleh logan.Aliseo bersiul lirih ketika mendengar lagu Fukai Mori yang logan putar dengan nada tak begitu nyaring." Apa harus melewati hutan untuk sampai di kastil Neuschwanstein?" tanya Aliseo pada logan yang berulang kali mengangguk - anggukkan kepala seraya menyeruput cider dalam kaleng.


Logan mengangguk, Setelah itu mobil yang logan kemudikan kini memasuki sebuah hutan yang sangat gelap gulita seperti tak ada kehidupan hanya ada beberapa rumah kecil tempat tinggal penduduk asli tempat itu,logan Sangat ragu ketika melintasi hutan gelap nan dipenuhi oleh pepohonan yang menjulang dengan sangat tingginya " Astaga ini seperti uji nyali,semoga kali ini aku tidak mati karena melihat hantu" Louis sungguh tak berani membuka matanya ketika menyusuri hutan itu mesti ia sedang berada didalam mobil tapi keadaan yang amat gelap membuat jiwa takut pada diri pria itu menjadi meronta-ronta.


" Kau seorang pria kenapa kau mengkuatirkan kau akan mati oleh hantu?" sahut Aliseo dengan senyumnya yang terkesan sangat dingin." Apa kau tahu sejujurnya yang lebih menakutkan di dunia bukanlah hantu melainkan manusia"


Setelah mendapat kritik itu Louis mengigit bibir bawahnya kemudian dengan sok berani ia mencoba untuk membuka mata nya dan melirik kesamping kiri dimana Aliseo tengah menyeruput cider dengan begitu cepat" itu seperti sorot lampu mobil?" Louis yang semula menyipit kan mata kini terbelalak lebar ketika ia tak sengaja mendapati ada tiga mobil yang menghadang di tengah jalan.


Ciiiiittt.......decitan ban mobil terdengar ucapan yang Louis keluar kan membuat logan segera menginjak rem untuk berhenti."astaga apa itu hantu? " Louis yang ketakutan langsung menyipit kan matanya kemudian entah hal apa yang membuat louis sangat gemetaran hingga tiba tiba ia mendekap erat tubuh Aliseo yang masih menyeruput cider.


Hal yang Louis lakukan membuat Aliseo tersedak hebat karena baru pertama kali ia menyaksikan Louis bersikap perundang di hadapannya " sejak kapan hantu menaiki mobil ha!" Aliseo yang dibuat jengkel dengan sikap bawahan nya langsung melepas dekapan dari pria itu.


Tiba tiba


" Hey keluar!" Seorang pria dengan umur 45 tahun tiba tiba mendobrak dobrak kaca mobil milik Aliseo hal itu membuat Aliseo yang semula tenang kini tersulut oleh emosi setelah ketenangannya diganggu.


Tiga pria itu keluar dari mobil dan mendapati ada sepuluh orang telah mengepung mereka bertiga dari berbagai sudut. Ternyata mereka semua adalah perampok handal yang sering membuat onar di kota Wolfsburg." Berani sekali kalian melewati jalan ini,aku dengar banyak yang merenggut nyawa setelah berani melewati jalur ini" ujar salah satu perampok itu dengan sebuah tongkat bisbol yang berada digenggaman nya.


Aliseo melihat mereka semua membawa senjata,bahkan sangat beragam mulai dari batang bisbol, pisau tajam, Palu serta golok.meski kini lawannya begitu berat namun Aliseo mencoba untuk mengembangkan senyum " Apa pecundang ini tengah menakut nakuti kita?, Nyali kau tidak berarti apa apa ditangan kami" umpat Aliseo dengan begitu sombongnya, ia sudah memastikan jika para berandalan itu akan segera mati di tangannya dalam sekejap.


" Jaga ucapan mu"


Seranggg!!!!! Hardik salah seorang pria berkulit gelap yang memerintahkan para teman nya untuk menghajar habis Aliseo logan serta Louis yang kini tengah bersiap siap untuk menepis serangan.


Satu persatu perampok itu mulai berpencar logan dikepung oleh tiga perampok, Louis dikepung oleh tiga perampok sedangkan Aliseo dikepung oleh empat orang sekaligus.


Kali ini Aliseo harus mengunakan tak tik kecepatan kaki untuk bisa menghindar dari serangan lawan.


Bugh.....


Bugh...


Arghhhggg....


Aliseo seperti dianugerahi sebuah keajaiban dengan mudahnya pria itu membuat tepar para perampok hanya mengunakan tangan kosong sedangkan lawannya gunakan senjata tajam.


Logan pun sama ia Begitu gesitnya menepis setiap serangan dari para perampok yang mengelilingi nya hanya bersenjatakan bedil jadul ia berhasil membuat lumpuh kaki para pria itu hingga berakhir tersungkur mencium tanah berdebu.


Brugh.....


Pertemuan itu terus berlanjut Louis yang belum terlalu ahli dalam seni bela diri kini mendapat sebuah hantaman keras pada belakang kepala nya sehingga membuat Louis ambruk dan wajahnya menghantam tanah dengan begitu keras.


Melihat louis yang malah tepar membuat Aliseo dan logan segera menghajar balik orang yang telah membuat Louis terkapar


Jlebbbb....sebuah pisau tajam yang logan keluarkan dari dalam saku berhasil mengenai perut pria yang sudah membuat Louis merasakan pening pada kepalanya.


Kini para perampok itu tidak tersisa satu pun mereka semua dibuat tak berdaya oleh logan Aliseo.namun,terlihat satu perampok yang meminta tolong pada Aliseo agar ia tidak dibunuh di hutan belantara itu " tinggal satu sebaiknya kita tuntaskan" perintah Aliseo membuat logan dengan segera mendekat ke arah seorang pria yang tengah rikuh dibawah tanah.

__ADS_1


" Tuan jangan bunuh aku " ujar pria itu dengan nada yang memohon ampun pada logan yang terlihat sedang mengeluarkan sebuah pistol kesayangan nya " jangan bunuh aku ku mohon" pria itu terus merangkak rangkak mencoba untuk menghindar dari logan yang sekarang mengarah kan pistolnya ke arah kaki pria itu.


"Tadi kau bersikap sok berani kenapa sekarang kau bersikap lemah? Dan malah meminta ampun" Logan tersenyum sinis sembari terus menodongkan pistol yang ia genggam ke arah perut perampok itu


" Aku takut dengan darah, bagaimana jika darahku akan mengotori pakaianmu nanti?" Ujar perampok itu dengan nada Terengah-engah


" Ada ratusan cara untuk membunuh,yang tidak melihat darah juga banyak " sahut logan dengan begitu sumringah


" Tuan, ku mohon beri aku waktu untuk hidup ,aku ingin melihat anakku yang akan lahir" respon dari perampok itu membuat wajah logan yang semula sumringah kini berubah menjadi datar.


Mendengar apa yang pria itu ucapan membuat Aliseo merasa iba dan meminta logan agar tidak menekan pelatuk pistol nya" apa kau pantas disebut ayah?, Sedangkan pekerjaan mu sangatlah melanggar peraturan, dan hobimu hanya menghabisi nyawa orang lain , apa kau tidak malu jika anakmu mendengar ceritamu nanti?" Kalimat panjang lebar Aliseo keluar untuk menasehati perampok itu. meski pria itu membuat nya harus banyak mengeluarkan tenaga tapi Aliseo yang masih memilik hati nurani akhir nya memilih untuk tidak membuat perampok itu mati.


"Sekarang pergi dari sini sebelum aku mematahkan lehermu" ancam logan pada pria itu.


Setelah menyelesaikan pertikaian itu logan yang merasa khawatir dengan sahabatnya yaitu Louis langsung berlari menemui pria itu untuk dituntun kedalam mobil"astaga kenapa Pria ini malah tidur ?, Hei bangun " ujar pria itu dengan tangan kiri nya yang menepuk keras Bagian pipi Louis " hei bangun!" logan menggerutu saat Louis tak kunjung sadar dari pingsan nya.


"Ah,Sakit sekali" Louis terbangun sembari memegangi kepalanya yang pening akibat gagang bisbol " arrrgh,jangan mengunakan tangan!".


Mendengar ucapan Louis membuat logan yang semula Memegangi pundak Louis mengunakan tangan kini beralih menyentuh pundak pria itu mengunakan sebuah kaki." Astaga tidak sopan" Louis mengoceh kesel saat logan ternyata benar benar menepuk pundak nya mengunakan kaki sebelah kiri.


"Salahku dimana? Kau meminta tadi jangan mengunakan tangankan ?.Kau ini lemah sekali ah Terlihat seperti banci'' logan yang tak ingin membuang banyak waktu Agar cepat sampai di istana Neuschwanstein memilih untuk membantu louis dengan segera menuju kedalam mobil.


Aliseo melirik jam tangan untuk kedua kalinya lalu menyuruh logan dan Louis untuk kembali melanjutkan perjalanan.


" Kalau saja aku tidak begini sudah ku patahkan tulangmu" Sahut Louis pada logan yang kini kembali mengemudikan mobil.


Sementara Didalam mobil ,suasana dibuat kacau dengan suara rintihan yang tengah Louis keluar kan akibat gagang bisbol membuatnya benar benar seperti hilang ingatan "ini" Aliseo mengulurkan sebuah obat pada tangan Louis yang masih merasakan sakit yang benar benar dahsyat pada bagian belakang kepalanya sehingga membuat louis tak menggubris apa yang telah Aliseo ulurkan ke tangannya " heh" Aliseo menepuk pundak Louis dengan keras nya sehingga membuat Louis yang awalnya sibuk memegangi kepala kini langsung merebut obat yang telah pria itu berikan.


" Berapa lama untuk sampai di istana Neuschwanstein? "Aliseo bertanya pada logan yang terlihat tengah mengusap sudut bibirnya yang terluka karena tadi ia sempat mendapat sebuah tonjokan dari perampok yang melawannya.


Ting .....


Aliseo bergumam lalu melirik ponselnya yang tiba tiba menerima notifikasi pesan dari seseorang .namun, Aliseo yang tengah pening memilih untuk mengabaikan pesan itu dan beralih memejamkan mata untuk mengingat wajah cantik istrinya yang sekarang tengah asyik mengobrol bersama Irene diruang tamu.


" Ini minumnya Nona" Irene meletakkan secangkir kopi diatas nakas kemudian duduk bersebelahan dengan yoora dimana wanita cantik itu tengah duduk anteng sembari memandangi lembaran halaman buku.


" Aku ingin kabur seumur hidup ku, tapi tetap saja aku berusaha keras untuk bertahan karena--" Yoora yang menyadari bahwa Irene kini duduk disebelahnya pun langsung melanjutkan perkataan yang tadinya sempat terjeda "aku ingin hidup bahagia dengan putriku ,tapi sampai sekarang aku masih tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi diwaktu yang tidak tepat!,tapi yang jelas ,aku tak ingin mati" ujar yoora dengan mata yang sekilas melirik kesamping kanan tepat dimana irene duduk dengan kaki menyila.


" Benar kau tidak boleh mati,aku Sangat setuju " Irene menyentuh tangan yoora dengan begitu hangat,Irene merasa begitu bahagia setelah tahu jika yoora secara perlahan mampu sembuh dari depresinya " hmm ,apa nona ingin menyaksikan Festival Film Internasional Berlin malam ini ?" Tanya wanita itu pada yoora yang masih sibuk membolak-balik kan halaman buku nya.


" Bukankah festival itu diadakan di istana Neuschwanstein kan? , bagaimana kita bisa melihat nya sedangkan tempat itu sangat lah jauh" yoora menolehkan kepalanya beberapa saat setelah itu ia Kembali melirik buku yang tengah ia baca dengan begitu serius.


" Apa nona lupa kita bisa menyaksikan nya lewat siaran langsung di televisi "


Setelah Irene berkata itu Yoora yang tak ingin larut dalam kesedihan kini memilih untuk mengikuti saran dari Irene yang memintanya untuk pergi keruang tengah untuk menyaksikan perayaan festival Berlin yang kira kira akan dimulai sekitar empat jam lagi.


Jam menunjukkan pukul 21 : 00


Akhirnya logan memarkirkan mobil yang ia kemudikan tepat didepan sebuah bangunan, Bangunan yang tidak bisa disebut dengan bangunan biasa melainkan adalah bangunan yang sangat megah.



" Kenapa masih sangat sepi?" Aliseo berkata seraya Mengamati arah jarum jam." Biasanya orang orang berkunjung ke kastil ini jam berapa?" Aliseo yang belum terlalu mengenal tempat itu terus saja bertanya pada logan yang tengah sibuk mengangkat i koper dari dalam bagasi sedangkan Louis masih tertidur didalam mobil.


" Mereka biasanya datang sekitaran jam 22 : 00 malam,ya mungkin mereka Sebentar lagi akan datang " sahut logan

__ADS_1


Aliseo mengangguk, kemudian pria itu berjalan menaiki sebuah tangga.namun,baru saja satu jengkal menaikkan kakinya langkah kaki pria itu tiba tiba terhenti ketika ia mendapati seorang pria berjas putih berdiri membelakangi dirinya" sudah lama tidak bertemu" ujar pria itu terlihat menyapa kedatang Aliseo dengan begitu ramah.


setelah mendapat sapaan itu rasanya Aliseo ingin Segera menghajar dada milik pria itu yang tak lain adalah ayah Juna yang tahun ini telah mendapat gelar sebagai direktur Luhan.Namun ,sebelum hal itu terjadi Aliseo memilih untuk kembali melangkah agar menatap wajah direktur Luhan Dengan arah yang lebih dekat." Apa tempat ini telah kau beli?" Aliseo bertanya dengan sangat sungkan


"Seharusnya kau tahu dari dulu jika tempat ini lah yang paling ku incar,maka dari setiap kesempatan yang ada aku Tidak akan melewatkan nya " karena direktur luhan dulunya adalah mantan mafia jadi sebagian perusahaan besar yang kota Wolfsburg banyak ia rampas.maka dari itu direktur Luhan sangat kaya bahkan tak tertandingi oleh orang lain perusahaan nya selalu ada dimana mana sehingga membuat direktur Luhan sangat terkenal dipenjuru dunia.


"Apa anda masih sama seperti dulu ?, menjatuhkan kedudukan orang lain lalu merampas saham milik perusahaan" Aliseo sengaja mengatakan itu karena ia ingin mengetahui bagaimana respon direktur Luhan setelah mendengar perkataan nya itu.


" hahaha,Perkataan mu terkesan merendahkan ku anak muda, aku menjadi kaya karne terlalu pandai menipu orang " ujar pria itu dengan blak blakan


" Cih,konyol sekali


Ayah dan anak sama saja " Aliseo tersenyum sinis Setelah mendengar itu.kemudian setelah cukup lama mengobrol dengan direktur Luhan Aliseo dibuat terkecoh dengan kedatangan beberapa mobil yang kemudian berhenti tepat disebelah mobil yang tadi logan parkirkan.


" Apa itu putra anda?" Aliseo bertanya pada pria disebelahnya yang Tengah mengisap batang rokok dengan sangat bahagia


" Kau benar"


" Sudah ku duga ,kurasa putra mu itu akan menghancurkan acara festival kali ini " Aliseo berkata dengan mata yang terus mengarah pada Juna yang baru saja menutup pintu mobilnya.


" Sebaiknya kau perhatikan dulu dengan siapa kau bicara sekarang" sahut direktur Luhan Dengan begitu sombong


"Apa yang salah ?,bukankah dulu putramu pernah dipenjara karena terjerat kasus pelecehan terhadap anak kecil?"


Ucapan yang Aliseo keluarkan benar benar membuat direktur Luhan mematung ia tak bisa berkata kata setelah mendengar jika Aliseo ternyata juga mengetahui kasus putranya yang dulu pernah melakukan hal bodoh terhadap bocah berusia 7 tahun karena gangguan penyakit yang sampai sekarang masih di rahasiakan oleh direktur Luhan sendiri.


" Apa yang kau bicarakan, anda dipecat!!" Juna datang dengan sangat emosi ketika seorang karyawannya menelpon dan mengatakan jika karyawan itu telah melakukan kesalahan di kantornya.


" Hey kawan?" Aliseo menyapa Ramah Juna yang tengah menggerutu sembari menaiki tangga


" Mengapa kau disini?" Juna benar benar tak menyangka jika Aliseo kini berada disebelah ayahnya yang masih mengepit batang rokok dengan muka yang sangat datar Juna mempercepat langkah kaki nya untuk menemui Aliseo.


" Bangunan ini sangat bagus, pemandangan nya luar biasa aku ingin tinggal di istana seperti ini" Aliseo bertanya dengan mata yang terus melirik pada direktur Luhan yang masih membisu bahkan ingin mengisap batang rokok Pun rasanya hambar.


" Sial!, Kenapa kau datang kembali?" Juna datang dengan mengusung tatapan penuh emosi kearah Aliseo


" Apakah kau yakin ,saya akan tinggal disini selama beberapa hari , ayah anda mengizinkan nya ,aku ini tipe orang yang tidak suka membuat masalah.jadi tidak masalahkan jika aku ada disini?" Sahut aliseo dengan tangan kanan yang menepuk pundak Juna seraya mengembangkan senyum kepada pria itu.


'' apa yang kau bicarakan?,saya tidak pernah mengizinkan nya" Juna asal mangap setelah Aliseo berbicara seperti itu


" kita tidak bisa jahat hanya untuk beberapa hari kan, apakah anda lupa manual kami? ketika ada orang lain disekitar , tersenyum lah se ramah mungkin'' sahut direktur Luhan Dengan tangan kiri yang tampak mengepal kuat." Kalau begitu


Mari kita bicarakan detail nya besok pagi , saya sangat lelah sekarang,ada Banyak acara untuk malam ini sebaiknya dipersiapkan sebaik mungkin" Ujar direktur Luhan sembari menghempaskan batang rokok yang ia pegang kebawah kaki, kemudian ia berlalu meninggalkan putranya dengan Aliseo.


" Anda sangat baik " ujar Aliseo


" Hey apakah kau gila!,berani sekali kau datang kesini'' Juna yang semakin emosi kini Mencengkram leher bawah Aliseo


" Saya ingin anda memperhatikan bahasa anda,jantungku masih berdetak kencang setiap kali melihat anda,karna aku ingat hari itu" Aliseo berucap dengan tangan kiri yang terlihat mencoba melepaskan cengkraman kuat dari Juna.


" Oh seperti inikah tuan rumah memperlakukan seorang tamu? " Logan datang dan langsung memotong pembicaraan antara Juna dan Aliseo yang masih saling bertatapan satu lama lain.


Melihat kehadiran logan dan Louis membuat Juna harus segera mengakhiri tatapannya dengan Aliseo.


maaf banyak typo 🙏

__ADS_1


terimakasih yang sudah like


__ADS_2