Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
separuh jalan


__ADS_3

Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap sebuah rembulan di langit biru, kau tidak tau apa itu karna ilmumu terbatas ,kau hanya yakin bahwa, bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona di bandingkan menatap sepotong rembulan yang saling bersinar indah di langit.


Seiring berjalannya nya waktu Jennifer mulai tumbuh menjadi gadis dewasa yang sangat manis,mata bulat dan selalu identik dengan rambut short hair membuatnya semakin mirip dengan sang ibu yoora Aldara


kini ,usia gadis itu menginjak 20 tahun. karna kemahirannya dalam bidang seni,membuat kedua orang tuanya menuntut Jennifer untuk segera melanjutkan pendidikan di universitas Humboldt University Berlin,yang ada di kota Jerman.


Humboldt university Berlin adalah sebuah institusi pendidikan tinggi yang memiliki reputasi sangat baik untuk jurusan seni dan ilmu pengetahuan budaya, Universitas itu juga dikenal di seluruh dunia sebagai pelopor pendidikan holistik yang memadukan pengajaran dengan penelitian. meski dengan berat hati mendengar permohonan yang orang tuanya lontarkan, jennifer yang kini sudah menjadi gadis dewasa mau tak mau harus menurutinya.


'' ta - tapi Bu, aku takut jika aku tidak lulus nanti,bahkan Jennifer belum bisa melepaskan ibu sampai saat ini '' titah Gadis itu dengan nada terdengar merengek seperti bocah balita sembari meletakan kepalanya sejenak di atas bahu si yoora yang sibuk mengamati buku dengan sampul yang tampak kusam." Menjadi orang yang mandiri itu,sulit ya Bu ? " Tambahnya lagi


" Kata siapa sulit hmm?, Ingat,Jangan pernah menjadi orang yang punya ketergantungan emosional pada siapapun. Mau tak mau kita harus belajar untuk hidup mandiri, berpegang teguh pada prinsip, dan tahu apa yang menjadi prioritas dalam mencapai tujuan dalam hidup ini." Menyahuti ucapan dari sang anak dengan kata kata yang terkesan bijak, dengan tangannya yang ia alihkan sejenak demi bisa menyentuh rambut berkilau milik gadis imut itu untuk terakhir kalinya sebelum ada kata perpisahan di antara keduanya.


Okay.......ia menggeleng lemah,tampaknya ucapan dari sang ibu tengah menggantung dipikirannya saat ini?


"Jeniffer harus tetap melanjutkan perjalanan yang masih panjang ini,aku tidak ingin melihat mu berhenti disini,Bukankah itu akan akan menjadi sia sia saja jika sampai terjadi? Teruslah bangkit dan jangan pernah menyerah untuk mencapai cita cita mulia yang ingin kau gapai "ucap nya dengan kata panjang lebar, tampaknya ia sedang memberi keyakinan pada sang putri yang kini tengah diambang kebingungan dalam menjalani kehidupan yang rumit ini.


Gadis berambut cokelat itu menghela napas panjang kemudian, ia beranjak membangunkan tubuhnya dari bahu si ibu dengan menganggukkan lemah kepalanya ia tampak tak ikhlas untuk berpamitan pada sang ibu.


Meski terkesan sulit bagi seorang Jennifer untuk meninggalkan orang yang selalu merawatnya dari kecil .Namun,apalah daya,ia tidak bisa menolak nya demi sebuah cita - cita yang sungguh sungguh ingin ia raih. " aku akan terus menelpon anda , setiap waktu senggang ku ,itu pasti akan aku lakukan " Dengan menyeret koper setinggi pinggang dan penuh baju,ia segera menuntunnya ke arah depan pintu yang terbuka lebar


" Jennifer ambil ini " mengulurkan sebuah buku tua bersampul warna maroon ke genggaman tangan anaknya yang masih sibuk memegangi pegangan koper samsonite varro miliknya'' simpan buku tua ini, jika kau sedang merasa lelah coba lah untuk membaca nya,buku ini bisa menyembuhkan keletihan yang kau rasakan " tambahnya yang terdengar sedang memperingati sang anak agar selalu rajin membaca buku di masa masa senggang.


" Hah,Buk-buku apa ini ?, kenapa warna sampulnya sangat kusam?" bertanya pada wanita itu dengan sederet pertanyaan singkat, ia bertanya heran pada ibunya mengapa menyodorkan buku berwarna kusam itu ke genggaman tanyanya " apa buku ini milik nenek? '' Jennifer, gadis dewasa itu mulai bertanya kembali.


" Ya " yoora mengangguk kan kepala dengan tangan yang mengambil salah satu dari tiga koper super jumbo milik Jennifer untuk ia tarik ke arah bagasi mobil.Tapi langkah kakinya menjadi terhenti ketika Jennifer melontarkan pertanyaan baru tentang Aliseo.


" Hmm, apa Daddy tak ikut mengantar ku juga bu ?" Raut wajahnya tiba tiba menjadi datar penuh kesedihan saat ia menyadari jika ia tak menemukan sosok Aliseo disampingnya sejak tadi pagi


kemana pria itu sekarang?


Jennifer pikir ayahnya itu akan mengucapakan salam perpisahan sebelum dirinya keluar dari mansion megah ini ternyata , ia yang salah dalam hal ini. Karena,ia terlalu berharap Tinggi pada Aliseo hingga akhir nya ialah yang merasa paling terluka untuk saat ini" apa Daddy lupa kalau aku akan berangkat sekarang Bu ?" tambahnya lagi,dengan posisi wajah yang ia lengoskan ke arah luar pintu yang masih terpampang jelas terbuka lebar.


" Dia akan menyusul kita nanti , sekarang kita pergi duluan saja '' sahut yoora kini mengerakkan kaki kakinya kembali untuk melangkah ke parkiran mobil yang berada didepan mansion megah milik Aliseo


Yoora dengan santai nya menggeret koper setinggi pinggang itu.sedangkan Jennifer,Gadis itu terlihat keberatan dengan koper bawaan nya yang terbilang cukup jumbo yang tampak sulit di bawa hanya dengan sebuah tangan biasa '' astaga,ini berat sekali , bisa bisa tenaga ku habis hanya disini " ucapnya dengan napas yang mulai berantakan padahal,baru beberapa detik menggeret koper itu menuju bagasi mobil milik ibunya,tapi hal yang tampaknya sepele itu sudah cukup menguras tenaga pas Pasan yang ia miliki " iss " dengan sedikit mengomel ia berusaha menyeret ulang benda kokoh itu.


" Ada apa ? " Tanya yoora santai, ia memerhatikan dengan seksama setiap langkah kaki Jennifer sedari tadi dengan mata yang menyipit tanpa ada rasa ingin membantu putrinya itu " apa benda itu menyulitkan mu? " Lirihnya,dengan kedua tangan yang ia silangkan di atas dada.


" koperku ini tak bisa di ajak kompromi!! Ini benar benar berat,apa ibu tidak ada inisiatif untuk membantuku sekarang ?" Hardik seorang Jennifer yang kini tengah mengemis meminta bantuan pada ibu kandungnya yang hanya tersenyum tipis dengan aura dingin.


" Ini bukan karna kopernya yang berat tapi karena,tenagamu yang tipis jadi akan lebih sulit untukmu membawanya '' ia menarik perlahan pegangan koper itu " kau tidak membawa batu kan ?" Tambahnya yoora dengan nada sangat kaget saat mengangkat koper itu,entah apa yang sedang gadis itu bawa dalam kopernya hingga membuatnya sangat susah untuk diseret " in -ini ber___ berat sekali '' dengan nada tersengal sengal yoora kembali menanyai Jennifer yang kini sudah menyinggahi kursi di dalam mobil dengan posisi anteng dan damai.


" Tidak,aku hanya membawa beberapa pakaian ku saja,tak lebih kok '' Jennifer mengatakan dengan nada keras hingga membuat yoora mengerutkan kening.


🩰


Karna melihat langit sudah menunjukan warna jingga,yoora pun bergegas mengantar jennifer untuk pergi ke Bandar Udara Hamburg.

__ADS_1


Dengan di selingi musik yang sedang kedua perdengarkan, di tambah dengan suasana sore itu yang nampak begitu sejuk.angin sepoi-sepoi mulai masuk lewat kaca mobil mereka dan pastinya akan mengenai wajah cantik anak dan ibu itu " Bu " ujar Jennifer memulai mengeluarkan basa basinya pada yoora yang sangat fokus menatap ke arah jalan ibu kota yang Sangat ramai sore itu


" Hmm, ada apa ? " yoora memalingkan pandangan nya ke samping dimana Jennifer tengah duduk dengan kaki yang diangkat bersamaan ke atas tempat yang ia singgahi


" apa ibu tidak mau memberiku adik ?'' ujar gadis itu sambari memutar memutarkan jari jemari nya yang lentik


Uhuk ----uhuk mendengar itu,yoora hampir saja memberhentikan mobil yang ia kemudikan '' tunggu kau menikah Jennifer,nanti kau juga akan punya anak jadi,ibu tak harus memberimu adik " jawab ibu anak satu itu yang kembali melanjutkan perjalanan membelah ibu kota untuk mengarah ke bandara.


" Ga , Jennifer kan menikah masih lama'' mengelak perkataan dari ibunya yang malah membahas soal pernikahan


Mendengar ucapan dari Jennifer, yoora pun Hanya menggeleng lemah,seraya Menganti musik yang tengah ia perdengarkan " Bu apa Daddy benar benar akan menemui ku nanti ?" Jennifer melontarkan pertanyaan baru


" Iya , ayahmu masih di kantor sekarang


Ia mengatakan pada ibu tadi pagi agar kita menunggu nya di lounge saja "


'' hmm, Jennifer mengantuk, Jennifer tidur sebentar ya bu, nanti bangun kan Jennifer jika sudah sampai bandara " tanggap Jennifer dengan posisi kepala yang ia senderkan ke sudut kaca mobil yang sedikit terbuka.


" Ya tidurlah , pasti tubuhmu sangat lelah kan? karena, semalaman hanya sibuk membereskan semua barang bawaanmu " mengelus pelan pangkal rambut pendek anaknya yang sudah mulai terlelap dalam tidur.


" Astaga ! '' Jennifer tiba-tiba saja membelalakkan matanya kembali.jelas, hal itu membuat yoora kaget bukan main .Decitan ban mobil mulai terdengar,yoora segera menepikan mobilnya ke sebrang jalan yang agak sepi untuk menanyai jennifer yang tak jadi tidur.


apakah gadis itu tengah bermimpi buruk sampai sampai ia menunda niatan nya untuk memejamkan mata?


" Kau kenapa? ". Tuturnya, terlihat sedikit syok mendengar teriakkan Jennifer yang begitu nyaring di kedua telinga nya


" Apa barang itu terlalu berharga bagimu?, sampai kau sangat takut akan kehilangannya " Yoora mengutarakan kata kata yang membuat gadis itu mengerutkan keningnya secara perlahan " padahal kalung yang ayahmu beri tak pernah kau pasang,lain kali hargai juga pemberian dari orang tuamu " kembali membuat pertanyaan baru pada si Jennifer yang semakin tak enak ketika mendapat teguran itu.


" Emm, aku sangat menyukai gelang oval itu Bu , bentuknya sangat unik jadi wajar aku selalu memasang nya terus hehe " jawab sang anak dengan terkekeh lirih


" Sudahlah lanjutkan saja tidurmu, menurut ku gelang itu tak terlalu bagus untuk dipasang di tanganmu " sedikit mengeluarkan kata kata sengit pada Jennifer yang malah begitu menyukai barang pemberian dari sang mantan suami yang amat ia benci bahkan sampai sekarang.Luka yang diberikan Juna benar benar membuatnya trauma, kata maaf mungkin bisa ia ucapakan tapi sakit yang ia terima akan tetap membekas di hatinya sampai kapanpun.


" Bu, gelang oval itu sangat art of life banget aku benar-benar memuji keunikan dari gelang itu " sahut Jennifer lirih " oh ya, aku masih ingat dulu waktu Jennifer di panti asuhan paman itu pernah mengatakan hmm,apa Jennifer mau tinggal dengan ayah. Ya,aku sedikit bingung padanya kenapa paman itu menyebut namanya sendiri dengan sebutan ayah, aneh kan Bu? '' ujar Jennifer dengan mata ekornya yang mengarahkan pandangan ke luar kaca mobil untuk sesekali menikmati dan menyaksikan keramaian ibu kota saat itu.


Yoora yang tadinya ingin melanjutkan perjalanan yang masih jauh itu


akhirnya, terpaksa harus menundanya kembali ketika ia mendengar ucapan dari Jeniffer yang barusan dilontarkan. Tangannya kembali mematikan mesin mobil itu " Jennifer,bisakah kau berhenti bicara tentang pria itu?".mengusung tatapan penuh kekesalan ke wajah sang anak yang tengah menundukkan kepala " aku tidak suka kau dekat dekat dengan pria itu , dia pria yang jahat ! '' tambah si yoora kepada Jennifer.membuat remaja cantik itu seketika tak berani lagi untuk mengeluarkan suara lembutnya.


Karena menatap Jennifer seolah olah fak menggubris perkataan nya ,membuat yoora harus Menarik napas panjangnya dan tak banyak omong ia kembali melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan putri kandungnya.


" Maaf Jennifer ibu memarahi mu tadi ibu merasa sedikit jengkel saat kau membahas tentang pria itu " ujar si yoora meminta maaf pada Jennifer yang sedari tadi tak berhenti menyenderkan kepalanya ke sudut kaca mobil dengan muka yang datar.


" Hmm lupakan saja Bu , itu tak cukup penting bagiku " menolehkan pandangan nya ke ponsel yang tengah ia genggam


" Jennifer, apa kau tak bosen membicarakan tentang keseharian pria itu terus?".kembali mengulurkan sebuah pertanyaan pada Jennifer yang masih tak mau menolehkan matanya dari ponsel yang ia genggam, Jennifer tak menggubris nya dan malah menunjukan muka kecutnya pada sang ibu, mungkin ucapan tadi membuatnya merasa terusik " Jennifer mau marah pada ibu ? '' yoora tak berhenti henti menanyai Jennifer yang sama sekali belum selesai untuk memandangi sebuah benda pipih itu.


" Apa ibu benci pada pria bernama Juna itu ?,Kenapa Bu ? " Jennifer malah balik bertanya pada ibunya dengan nada sewot

__ADS_1


" Jennifer apa yang kau ucapkan ibu sama sekali tak mengenal baik pria lumpuh itu jadi berhenti lah membicarakan nya , tutup lah mulutmu sejenak perjalanan kita masih cukup panjang sekarang.jadi,tidurlah istirahat kan tubuh mu ,dan jangan ungkit tentang pria itu lagi'' yoora menepuk-nepuk pundak milik Jennifer menyuruhnya agar tak usah panjang lebar menjelaskan tantang pria itu yang sudah membuat nya trauma di masalalu.tapi entah mengapa Jennifer anak kandungnya sendiri malah mengungkit ungkit nama pria itu lagi " aku benci jika kau terus menyebut nama pria brengsek itu " ucap yoora dalam hatinya


Jennifer yang mendapat teguran dari ibunya mau tak mau dengan rasa sedikit mangkel di hatinya akhirnya memutuskan untuk kembali memejamkan mata.


" Tidur lah dengan nyenyak, ibu akan membangunkan mu nanti " ujarnya kembali mengusap lembut pipi bulat anaknya " maaf ibu kasar pada mu karna, inilah yang terbaik untukmu.ibu gak rela kau dekat dengan nya " ujarnya dalam hati.


Perhatian yang yoora tunjukkan sedikit menghilangkan rasa kekesalan pada diri Jennifer saat malam penuh kesunyian itu mulai hadir.Langit sedang menyaksikan kedekatan anak dan ibu itu yoora bahkan menyelimuti tubuh sang anak Dengan Hoodie Jumper First miliknya.menjaga hangat tubuh Jennifer yang tengah terlelap tidur dalam tempat duduk yang anak


itu singgahi,dengan sifat keibuan yang ia miliki membuat wanita itu tampak seperti malaikat tanpa sayap.


Ting..... Notifikasi pesan masuk ke ponsel yoora , tapi wanita itu tak menyadari pesan yang tersirat di dalam ponselnya. arah matanya terus fokus memandang ke arah jalan yang malam itu sangat padat dengan kendaraan yang terus lalu lalang.


✉️ Apa sudah sampai di bandara? Isi pesan itu


Aliseo berjalan ke arah mobil yang terparkir ditepi kantornya.dengan langkah terkesan grusa grusu pria berdasi itu segara mempercepat langkah kakinya untuk mencapai mobil. tapi, suara wanita tiba tiba menghadang langkah kepergian nya.


Al !! Teriakan seorang wanita terdengar nyaring ditelinga kanan kirinya


Lagi lagi wanita yang ia anggap sebagai pengganggu kini muncul kembali.


Mendengar sapaan nya itu Aliseo mencoba abai.akan tetapi Naura ternyata lebih dulu meraih tangannya,wanita itu seolah-olah tak memperbolehkan pria yang dari dulu ia kejar untuk pergi begitu saja " apa,aku mengharapkan kehadiran mu disini ? " Aliseo bertanya ketus pada Naura sambari menepis keras cengkraman tangan wanita itu


" Kau tau kan aku egois ? " Naura menjawab dengan sumringah dan kembali memegangi tangan kekar milik Aliseo


" Lalu? " Tanya ketus pria itu pada Naura yang malah bersikap manja di hadapan nya jelas cengkraman itu membuat Aliseo merasa risih " pria mana yang Sudi disentuh oleh wanita murahan seperti mu? " mulut pria itu kembali mengeluarkan kalimat cacian ,Aliseo mencoba untuk menyindir terang terangan Naura agar wanita berpakaian dress mini itu sadar tentang jati dirinya yang tak pantas memperlakukan hal itu pada suami orang lain


Naura diam sesaat kemudian kembali menyahuti perkataan Aliseo Dengan nada lantang " memangnya kenapa? Apa aku seburuk itu dimana mu Al?" Naura semakin tak kuasa menahan air matanya saat pria itu dengan arogan melepaskan cengkraman tangannya begitu saja.


Naura memang terkenal di kalangan banyak orang bahkan, saking populernya wanita itu wajahnya banyak di temukan di setiap majalah fashion magazine.mungkin karna terkenal ia jadi sering mempermainkan hati para pria yang dengan tulus mau mengatakan cinta pada dirinya.


" Aku tak cukup waktu untuk meladeni omongan sampah mu itu!! " jawab tegas pria itu kini tangannya kembali membuka pintu mobil hitamnya. tapi lagi lagi wanita tak tahu diri itu tetap kekeh tak merelakan kepergian nya


" Bisakah kau tak bersikap dingin padaku?,aku susah payah untuk datang ke sini,tapi kenapa kau mengusirku tiba tiba ? " wanita itu Kembali menggertak keras pada pria didepanya.membuat Aliseo semakin tak betah jika terus mendengar suara keras itu


" Pergi dari hadapan ku, sebelum aku menyakiti mu " kalimat itu menggantung di pikiran Naura yang sedikit mengerutkan keningnya . kemudian, ia mengalihkan mata sejenak dan melengos mengarah ke tempat lain ia jengkel dengan sikap dingin yang Aliseo perlihatkan.


padahal ia sudah semaksimal mungkin mengutarakan perasaan nya tapi Aliseo tetap tak mengerti.


Jelas Aliseo tak mengerti perasaan yang ia lontarkan,karna perasaan pria itu kini hanya milik yoora sepenuhnya " hiks , kau menyebalkan" Naura kembali menggerutu


Dan kembali memutarkan kepalanya menghadap Aliseo yang ternyata sudah lebih dulu menjalankan mobil hitamnya keluar gerbang.


Sial! Wanita itu kembali menggerutu hebat saat Aliseo tak menggubris perkataan nya yang sudah terlanjur mengemis minta sebuah perhatian.


ia merasa malu dengan ucapannya yang terlalu lembut dihadapan Aliseo yang ternyata tak mau menghargai nya sama sekali,Dengan tangan yang terus ******* ***** dress mininya,wanita itu kembali menaiki mobil yang terparkir disebelah cafe. brugh.... Naura membanting keras pintu mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan kantor milik Aliseo.


jangan lupa like,komen ya

__ADS_1


terimakasih yang sudah mau mampir di novel ku🤗


__ADS_2