Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
bertemu pria brengsek


__ADS_3

Kita tak akan pernah tahu keadaan seperti apa yang akan kita lalui dalam hari hari selanjutnya kita juga tak akan pernah tahu pertemuan apa yang akan membuat kita bahagia atau justru malah sebaliknya


Detik detik yang selalu berputar adalah parade dalam mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan , karna pada hakikatnya telah menempuh sebuah jalan kehidupan saja adalah sebuah anugerah terbesar yang sudah kita terima tanpa kita menyadari nya


Keadaan juga memiliki pasang surut nya kalimat kebahagiaan dan kesedihan berbalut menjadi satu senantiasa berputar pada porosnya. Tawa dan air mata akan selalu mengitari hidup kita dalam satu waktu yang sama.


Flashback on


" kenapa aku merasa jika momen ini akan abadi?" Yoora tersenyum lebar sembari memperhatikan mata Aliseo yang terpejam, kemudian kedua tangan milik pria itu ia dekap dengan waktu yang lama " apa kau juga merasa begitu?" Yoora kembali bertanya pada Aliseo yang masih menutup matanya sembari meringis sumringah.


"Mungkin akan begitu" Sahut pria itu " tapi maaf jika suatu saat aku meninggalkan mu " Aliseo kembali berkata membuat yoora harus lebih tajam saat menatap nya


" Ayo selamanya begini.'' Jawab yoora kemudian ia beralih menggeser posisi tidurnya ke tepi kasur hal itu membuat mata Aliseo langsung terbuka lebar.


Seketika ingatan itu buyar saat yoora tak sengaja meneteskan air mata " kenapa aku menangis terus,aku ini benar-benar cengeng.Ibu , semakin tua aku jadi sering menangis "Mengingat masa lalunya dengan Aliseo dimana ia tengah bersama dalam satu ranjang membuat yoora tak mudah untuk melupakan masa indah itu bahkan tidak mungkin ia akan lupakannya dengan begitu mudah."Mana ada hal yang abadi,semua hal hanyalah sementara dan hidup terus mengalir semakin membuat ku rapuh" yoora berkata sembari mengendap-ngendap untuk mengintip dari celah jendela yang terbuka " dari pada aku mati karna dikurung terus lebih baik aku pergi dari sini" karna tahu jika tidak ada orang yang menjaga gerbang villa milik aliseo dengan cepat yoora segera mengambil beberapa selimut " aku harus keluar dari sini" ucapnya sambil mengikat selimut yang ia bawa dan akan turun dari villa mengunakan selimut itu meski Terlihat konyol Namun yoora sudah berhasil melakukan nya ia melempar lembaran selimut itu kemudian terjun dari atas jendela.


Malam yang teramat sunyi bagi Yoora ia sudah bersikeras melarikan diri dari villa milik Aliseo karena tak banyak yang tahu yoora pun bisa dengan mudah keluar dari tempat itu,kini ia berjalan kaki dengan tertatih tatih menuju sebuah jembatan yang menjulang tinggi disana ia mengambil ponselnya dari dalam saku jaket lalu menekan sebuah nomor untuk melakukan panggilan


📞."Halo, apa ini layanan pencegahan bunuh diri " yoora yang benar benar telah hilang arah kini memilih untuk memberhentikan kisah hidupnya yang semakin pahit dan tak jelas alurnya


📞"Aku sedang berada di jembatan mapo sekarang" tambah yoora kembali dengan diselingi isakan tangis


📞"Baik ,lanjutkan bicara" jawab petugas yang yoora telfon


📞"Seperti nya ada wanita yang ingin meloncat kebawah sungai ,aku mengerti apa yang ia rasakan" yoora kembali berbicara dengan menghela nafas panjang


📞"Dia begitu Karena dunia ini tidak indah


Apakah menurut mu dunia ini indah?"tambah wanita itu


📞"Apakah mungkin anda yang ingin meloncat ke sungai?" Tanya petugas itu


📞"Saya punya satu pertanyaan


Sekarang umurku sudah 29 tahun,apakah di usia ini seharusnya aku menikmati masa masa dimana aku hidup?" Wanita itu berbicara dengan kata yang semakin berbelit


📞"Tapi kenapa ini begitu buruk?


Jika tuhan memang benar ada.aku ingin bertanya ,Apa rencana mu untukku,?" mendengar ucapan dari yoora membuat petugas yang ia telefon langsung bertindak cepat dan menyusul yoora yang sekarang sedang menaikkan kakinya ke atas jembatan


Tapi seseorang tiba-tiba datang dan membatalkan niatnya untuk bunuh diri " Ku mohon padamu Jangan pergi '' Juna hadir dan langsung mendekap tubuh yoora yang sebentar lagi akan terjun dari atas jembatan mapo itu" aku begitu merindukan mu" dekapan dari sang mantan suami membuat yoora mematung dalam sekejap " aku begitu merindukan mu sampai mau hilang akal,ku mohon jangan pernah tinggalkan aku lagi, yoora " titah Juna terdengar tengah mendesis lirih pada telinga yoora yang terus saja mematung.


" Sialan!, kenapa kau masih mengharapkan ku untuk kembali!"yoora langsung melepas rangkulan itu kini ia berbalik badan dan menatap heran kearah Juna yang berpenampilan sangat acakan acakan seperti orang tidak pernah mandi selama berhari hari."Pergilah!"pekik Yoora dengan kedua tangan yang mengepal kuat " pergi dari hadapan ku ,aku membenci mu ,jadi pergilah!" Kini wanita itu berjalan mundur berniat untuk menghindari kontak mata dengan pria didepan nya


" Yoora " ujar Juna berusaha menyentuh lengan wanita itu


"Tanganmu kotor!

__ADS_1


Pergi lah,bodoh!" Yoora berbicara dengan begitu sengit " mau sampai kapan kau terus begini padaku?"


"Maafkan aku"Juna mengeluarkan kata maaf yang yoora rasa tidak benar-benar tulus untuk di ucapkan " ayo pergi denganku" pria itu berusaha menarik tangan yoora untuk kesekian kalinya


"Jangan mendekat!,jangan mendekat aku akan pergi,Aku akan pergi ,jangan datang padaku" yoora terus saja mengulangi kalimat yang sama membuat Juna tak habis pikir kenapa yoora sekarang begitu angkuh dan tidak memperdulikan ucapan nya sama sekali.


"Jangan pergi'' sahut Juna dengan mata yang tampak mendelik tajam ketika memandangi yoora yang terus melangkah dengan posisi mundur


"Jangan mendekat aku akan pergi , pergilah (yoora melempar batu kearah Juna)"Pergilah


Jangan pernah ikuti aku!" Pekik Yoora semakin kuat


Namun Juna yang sudah letih mencari Yoora tak mungkin memperbolehkan yoora untuk pergi dengan begitu saja " Apa tujuanmu ketempat ini? ,Apa kau berniat untuk bunuh diri?" Juna tiba tiba bersuara kembali ia sungguh kebingungan saat melihat wajah yoora yang tampak linglung Dan sangat ketakutan


" Apa aku mengharapkan mu untuk kesini?,Sejak kapan ?" Yoora mencengkram kemeja hitam milik pria itu.ia mendelik dengan begitu tajam hingga mata yang semula menyipit kini terbelalak dengan begitu lebar saat tahu juna malah cekikikan tak jelas " apa kau mabuk ha?" Ia mendorong dada pria itu dengan teramat jengkel


" Apa kau akan membunuhku karna Aku telah membuat pria itu mati? " Pria itu tersenyum dengan aura yang terkesan sangat dingin.bahkan tangan yoora yang Mencengkram erat kemejanya kini ia alihkan" ada apa ini ,kenapa tanganmu penuh luka?,apa seseorang telah melukaimu,?" Juna mendadak kaget setelah tahu jika ditangan Yoora terdapat banyak luka yang mulai mengering


" Sudah ku katakan tidak udah pedulikan aku!,sebaiknya kau minggat dari sini " yoora mendorong paksa Dada pria itu untuk kali ketiga " karena mu lah Aliseo tidak hidup!,pergi!!" Karena lelah yang berlebihan membuat wanita itu tiba tiba pingsan di sisi jembatan dan ambruk dengan begitu saja.


Melihat yoora yang pingsan di pinggir jembatan hal hasil membuat pria itu dengan cepat langsung membopong tubuh yoora kedalam mobil dan berniat membawanya untuk pulang kerumah.


Setibanya mereka didepan rumah yang bertingkat ,Juna segera turun dari mobil dan membopong tubuh yoora kembali


kemudian ia meletakan tubuh ramping mantan istri nya itu dalam ranjang tempat ia biasa Tidur''Kau tidak pernah berusaha untuk memahami ku sama sekali"Juna berkata dengan mata yang terus menatap pada wajah mulus wanita itu


Sesulit itukah?" Yoora langsung bergegas beranjak dari ranjang pria itu dan memilih untuk berdiri " kau pria brengsek!'' ucap dari wanita itu pada pria yang tengah mendelik tajam kearah nya


" Jangan asal bicara,aku brengsek karna kau pergi dariku" sahut Juna dengan melipat kedua tangan ke atas dada


" Dulu kau bilang cinta padaku karena bicara ku Yang asal!,apa sekarang kau menakuti ku?,aku tidak butuh nasehat darimu!" Wanita itu kembali membisu dan terus pergi menuju ke depan pintu yang terlihat terkunci rapat


"Kau aku terus begini sampai akhir?" Sahut Juna sembari Mengeluarkan sekotak rokok dari dalam laci


" Aku benci bersama mu!,aku ingin pulang " sahut dari yoora dengan posisi tubuh yang tampak mematung tepat didepan pintu kamar itu


" Pulang?,apa ada rumah untuk mu kembali?,tidak akan ada yang mencari mu sekarang" Juna kembali membuat mata yoora berkaca kaca


" Tuan, ada seorang kakek tua yang ingin bertemu dengan mu di ruang kerja"ujar salah satu karyawan Juna yang tiba tiba mengetuk pintu membuat Juna langsung Memberhentikan kesibukan nya yang mengisap batang rokok


" Beri tahu orang itu aku akan menemui nya sebentar lagi " sahut nya langsung menyudahi tatapan nya pada yoora yang tengah Mengusung tatapan dengan penuh Kebencian " tetap lah disini aku akan kembali" ujar si Juna sembari keluar dari kamar nya


Saat Juna pergi meninggalkan yoora sendirian,tiba tiba ponsel yang ada didalam sakunya mengeluarkan getaran


Drrrrrtttttt......


Drttttttttt........

__ADS_1


📞. Nona Yoora,ini aku


Louis mengawali pembicaraan dengan yoora yang terlihat belum banyak bicara


📞.Mobil yang terparkir diluar villa,ku pikir kau ada disana.kenapa kau pergi dari villa dan membuat semua orang panik? Louis kembali mengeluarkan sederet pertanyaan pada Yoora yang tetap diam tak bersuara sama sekali


📞.aku di sebrang kota braunschweig bisakah kau menolongku? ,aku begitu takut dengan bedebah itu


yoora berkata dengan sangat terbata bata bahkan ia tak berhenti melakukan kebiasaan nya yaitu Mengigit kuku Hingga keluar darah


📞.Aku akan menyelamatkan anda, bertahan lah sampai besok,Ujar si Louis sembari mengakhiri pembicaraan nya dengan yoora didalam telepon


Di Ruangan kerja milik Juna



Braggh....Juna datang dan langsung mendobrak pintu tempat kerja nya dengan cukup kuat hingga


Semua karyawan ditempat itu yang semula terlihat tenang menjadi gugup dan gemetaran setelah pria itu masuk dan duduk di salah satu sofa dengan kakinya yang menyilang" Tuan pria tua ini ingin kerja di perusahaan mu" ucap salah satu karyawan Juna yang tengah berdiri dengan posisi kepala yang menunduk.


" Ingin berkerja di perusahaan ku?" Tanya Juna pada beberapa karyawan nya yang tak henti hentinya menundukkan kepala " memang kau bisa apa pak tua?" Juna kembali bertanya pada kakek tua itu yang tak lain adalah Aliseo yang tengah Memulai rencana tahap awalnya untuk menyusutkan perusahaan milik pria itu


" tidak banyak yang saya bisa pak,Saya biasa membersihkan halaman " sahut Aliseo dengan nada sok cupu dihadapan musuh bebuyutan nya yang tengah asyik mengisap batang rokok.


Bragg..juna mendelik tajam dengan tangannya yang menghentak keras di atas meja'' hanya itu?, kurasa kau tak cukup pantas berkerja di perusahaan ku .aku tidak membutuhkan orang sepertimu! Lebih baik kau minggat dari sini!" Sifat arogan pria itu mulai bangkit


" Pak jangan usir saya, saya butuh uang untuk Biasa istri saya di rumah sakit pak , tolong beri saya kesempatan" Aliseo merintih sembari mendekap erat kaki milik pria itu yang sombong nya sudah selangit


" Oke" (Juna mengangguk beberapa kali lalu berusaha bangkit dari sofa) " Zhen, bawa pak tua ini ke halaman belakang" Juna dengan sengit mendorong Aliseo agar Aliseo tak terus mendekap kakinya.


Setelah memerintahkan salah satu karyawan nya Juna pun kembali keluar dari ruang kerjanya dan melangkah menuju ke kamar nya untuk menemui yoora yang tengah melamun ditepi kasur dengan posisi yang masih sama yaitu Mengigit jari .


" Yoora" Juna Perlahan membuka pintu kamar itu dan mendapati yoora tengah melamun dengan kukunya yang mengeluarkan darah " ada apa denganmu!" Juna panik saat mantan istrinya itu terus saja mengigit jarinya kearah bibir.


" Aku ingin bebas" yoora yang awalnya membisu kini mau membuka suaranya


" Ingin bebas?" Juna seketika mengerutkan keningnya dengan cukup lama


" Entah dimana terperangkap nya ,tapi aku merasa seperti terkurung di celah yang begitu sempit,aku sama sekali tidak bisa merasa lega ,aku selalu merasa sesak


Aku benar benar ingin keluar dari tempat ini!" Yoora kembali emosi Dan memukul tepat di dada pria didepanya


" Yoora!,ada apa denganmu?" Pria itu Langsung mendekap hangat tubuh sang mantan istri, ia berharap agar wanita yang ia peluk itu tidak terus memberontak


" Apakah kau berpikir,jika kau menyingkirkan semua orang ,semua akan menjadi milikmu?" Yoora berusaha melepas dekapan hangat itu tapi Juna terlalu kuat mendekapnya sehingga yoora tidak bisa berbuat banyak dan memilih pasrah "bawa dia kembali!,kembalikan Aliseo padaku!! Yoora semakin tak bisa berbuat banyak saat Juna semakin mempererat dekapannya


"Kau telah meninggal ku ketika aku berada dititik terendah dalam hidupku itu membuatku benar benar depresi,maka dari itu aku tidak ingin itu terjadi lagi" sahut pria itu dengan posisi yang masih sama.

__ADS_1


maaf banyak typo 🙏 terimakasih yang sudah like


__ADS_2