Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
makin Sulit


__ADS_3

Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Bisa jadi kamu rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau bahkan setahun. Namun, jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya.


Bayang bayang wajah tampan Aliseo terus hadir dipikiran Yoora hingga membuat wanita itu jadi tak bisa memejamkan matanya semalaman.kini ia duduk ditepi kasur dengan pandangan kosong tak menunjukan rasa ke sumringahan sama sekali


Permisi... Suara seorang Wanita terdengar jelas dari balik pintu."izinkan saya masuk"Ujar si Wanita itu, tanpa banyak kata wanita itu langsung membuka pintu kamar Yoora,hal itu membuat yoora yang tengah melamun mendadak mendongakkan kepalanya untuk Waktu yang cukup lama." siapa kau?" Tanya yoora pada wanita yang sebelumnya belum pernah ia temui kini Wanita itu sedang berdiri tegap di samping ranjang tempat ia Tidur" siapa kau!,kenapa lagat mu sangat aneh?" Kini yoora berdiri tegak dengan luka tangan yang masih jelas terlihat.


" Saya irene" ujar wanita yang mengenakan pakaian Begitu rapi dengan potongan rambut short hair itu, wanita yang berusia lebih muda darinya itu kini tengah mengambil posisi tempat duduk untuk ia singgahi" seharusnya anda tak seperti ini" sahut wanita itu terdengar begitu lirih, irene yang semula bersikap dingin kini beralih mengambil gulungan perban dari dalam tas yang ia bawa dan berniat untuk membaluti tangan yoora yang terdapat banyak luka dengan perban itu.


" Sebenarnya siapa kau?, Kenapa begitu baik padaku?" tanya yoora yang terdengar begitu sungkan ketika Irene membaluti tangannya yang penuh luka dengan sebuah perban " sebaiknya tak usah terlalu baik padaku,aku takut jika aku tidak bisa membalas kebaikan mu nanti" tambahnya lagi


"Rupanya kau bersembunyi,saat kau menderita" secara perlahan wanita itu mulai mendekap tubuh yoora, irene tahu betul betapa terpuruk nya yoora untuk saat ini " Kehilangan terburuk yang pernah kau alami adalah hadiah terbesar yang dapat kau miliki " Irene mengelus ngelus bagian panggung wanita itu, irene rasa jika yoora sedang tak sehat pada pagi itu sehingga Irene harus memberikan perhatian lebih untuk Majikanya" di dunia ini,tidak semua berjalan sesuai dengan kemauan kita" titah Irene kembali.perkataan darinya itu berhasil membuat mata yoora berkaca kaca


" Ku rasa aku telah dihukum" mendapat perlakuan baik dari irene membuat yoora jadi kembali mengingat saat ia memperlakukan Aliseo sama persis dengan apa yang Irene lakukan pada dirinya yaitu dengan mengelus ngelus bagian panggung ketika Aliseo merasa tak enak badan.


" Kau bicara apa?" Sahut Irene cemas sembari melepaskan dekapan hangat nya


" Dari pada hidup seperti ini,lebih baik aku mati saja!" Yoora akui jika sekarang ia benar-benar terpuruk Bahkan perasaan ingin melanjutkan hidup untuk hari esok rasanya sudah lenyap.'' ku rasa tuhan tak mengizinkan ku untuk bahagia" ucap yoora kembali


"Siapa yang berkata seperti itu?" Tanya Irene seraya Menggenggami kedua tangan Majikanya yang penuh perban


" Aku yang mengatakan nya sendiri!,saat orang lain mengalami nya,aku pun bilang begitu.tapi, ternyata aku salah


Setelah aku mengalaminya sendiri aku tidak bisa bersyukur" Yoora menyesali perbuatannya yang sudah keterlaluan pada Aliseo


" Untuk apa menyesali itu,setidaknya kau masih bisa hidup dan menjalani hari-hari mu mesti tanpa pendamping meski itu terkesan sulit tapi seharusnya dirimu merasa bersyukur." Titah Irene Adriane


" Aku terlalu lelah,aku sudah berusaha melewati hari hariku sampai saat ini tapi kurasa Hidupku ini terlalu menjijikan dan memuakkan " yoora berdecak teramat jengkel.


" Ada aku disini,aku akan menemani mu untuk beberapa hari " kedua wanita itu kini saling bertatapan dengan Irene yang tampak prihatin dengan kondisi yoora yang memilukan.


" Sebenarnya siapa kau?,aku tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya " yoora bertanya dengan tangan kiri yang mengusap air mata yang terus saja menetes


" Aku pembantu di villa ini " ucap Irene seraya beranjak dari tempat duduk yang tadi ia singgahi kini ia beralih mencari tempat duduk lain yang sesuai dengan kemauan nya " apa anda belum merelakan kepergian pria itu?" Ia mengeluarkan kata sembari menduduki sebuah sofa yang terletak di pojok ruangan


"Sejak kapan pembantu berpakaian sangat rapi begitu?" tanya yoora dengan penuh kecurigaan pada Irene yang tengah melengoskan pandangan nya kearah jendela sambil mengembangkan senyum." Sebaiknya kau berkata jujur saja ,jadi aku tidak akan mencurigai mu"tambahnya lagi


Irene membenarkan perkataan yang barusan ia keluarkan,dengan menggaruk ngaruk bagian pangkal rambut nya yang tak gatal ia mencoba mengatakan hal yang sebenarnya pada Yoora "aku disuruh logan Untuk merawat mu"

__ADS_1


"Astaga! Apa semua orang mengira jika aku telah gila jadi harus mendapat perawatan?,apa kau dengan logan tengah bersekongkol untuk membawa ku pada Juna?"sahut yoora dengan begitu ketus." Sebaiknya kau pergi dari sini!" Entah hal apa yang membuat yoora mendadak mengerutu,mungkin ketika ia mengira jika Irene dengan logan ada kaitannya dengan Juna alfero yaitu pria yang tak pernah bosan menganggu kehidupan nya.


Irene menggeleng dengan sangat cepat dan berusaha agar yoora tak jadi mengusirnya


Ting ..... Irene menerima pesan dari logan


✉️.temui tuan Aliseo di wesel sekarang,jangan lupa untuk mengunci pintu kamar itu dan katakan pada Louis untuk memperketat penjagaan di sana.


Menerima pesan dari logan membuat Irene terpaksa harus menyudahi pertemuan singkatnya dengan yoora yang sekarang sedang mendelik tajam pada dirinya " hei!,buka pintunya!, beraninya kau mengunci ku disini!,buka!" Hardik yoora dengan begitu lantang, ia terus Memukul mukul pintu itu dengan perasaannya yang masih pedih.


🩰


" yoora ada di villa milik Aliseo sekarang" ujar Damian pada Juna yang tengah asyik menegak minuman bir dengan ditemani oleh beberapa wanita di sebuah bar malam " tapi kami sangat sulit untuk masuk ke jalur itu karena penjagaan yang terlalu ketat"Damian terlihat tak menyangupi perintah dari tuanya


" Kau bilang apa tadi,villa?" Juna menjeda sejenak aktivitas nya yang sibuk menegak bir kini ia mengerutkan kening dengan waktu yang lumayan lama " sejak kapan Aliseo mengurung yoora disana? , sedangkan pria itu sudah mati" Juna dibuat bingung dengan keadaan itu . Karna emosi ia mencengkram kuat gelas yang ada ditangan kirinya sampai pecah berkeping-keping.


Damian pun ikut mematung ia juga tak tau jika Aliseo sudah merencanakan ini sebelum kematian nya" kurasa pria itu tidak mati sungguhan"Damian kembali mengeluarkan kata yang cukup membuat Juna kebingungan


" Apa maksudmu?,aku menembak nya tepat di jantung jadi tidak mungkin jika ia tidak mati!" Juna mendelik tajam kearah Damian yang menundukkan kepalanya


" aaaarrg!,aku tidak peduli, kau harus membawa Yoora padaku, mesti itu harus bertaruh nyawa sekalipun " Juna yang jengkel kini memilih untuk mengajak para wanita wanita yang dampingan tadi untuk pergi dari bar.


" Baik tuan" Sama halnya dengan Damian, ia pun ikut pergi dari tempat ramai itu Kini kakinya melangkah menuju mobil untuk pergi ke villa milik Aliseo tempat yoora disembunyikan.


Tuk-tuk seseorang kembali mengetuk pintu kamar nya"Siapa disana?" Mendengar ketukan pelan itu membuat Yoora langsung bersembunyi dibalik selimut tebal berwarna hitam pekat " hei siapa disana?" Titah yoora kembali.


" Nona ayo makan,aku membawakan mu susu" sahut Irene kini tengah berdiri tegap dengan membawakan segelas susu kedelai kesukaan yoora waktu kecil


" Irene?" Karena tahu jika Irene adalah orang baik yoora pun membiarkannya untuk masuk mesti tadi pagi Irene membuatnya sedikit jengkel karena telah mengurungnya seharian di kamar seperti anak harimau.


Yoora terlihat gugup saat Irene membawa seorang pria berkumis dan berjenggot tebal " si --siapa dia?" Yoora bertanya dengan tangan yang menunjuk pada arah pria itu yang tak lain adalah Aliseo yang tengah menyamar menjadi seorang kakek tua demi bisa melihat yoora dari arah dekat.


" Dia ayahku nona " sahut Irene yang tengah membohongi yoora


" Ayahmu?"


Irene mengangguk Beberapa kali lalu kemudian mengulurkan susu yang ia bawa pada yoora yang masih melamun sambil mengigit jari telunjuk,Aliseo mengepal kuat tangan kirinya ia tampak terpukul saat melihat kondisi istinya yang seperti orang depresi.mata yang sayup dan katung mata yang menghitam serta luka ditangan yang masih meneteskan darah" Kenapa ayahmu ada disini?" yoora mengeluarkan basa basinya pada Irene yang kini sedang merapikan ranjang tempat tidur yoora yang seakan-akan tak pernah dirapikan.

__ADS_1


" Ayahku Menjadi pembersih kebun disini,jadi wajar jika ia sering memunculkan dirinya hahaha" Irene kembali membohongi Yoora sambil terkekeh lirih.


" Irene ayah harus pergi sekarang"karena takut jika yoora terus menanyai nya dengan berat hati Aliseo pun terpaksa harus keluar dari kamar istrinya dan berbohong jika ia harus membersihkan halaman yang masih kotor akibat daun yang berguguran di tanah.


Setelah kepergian Aliseo


Irene pun kembali mengajak yoora untuk berbasa-basi sejenak " nona ,apa nona tahu


Ini adalah villa milik suami nona,jadi kau tidak usah sungkan untuk menyuruh orang orang yang ada disini" Irene berbicara sembari memegangi tangan yoora yang masih basah akibat darah,mesti sudah diperban tapi darah tak berhenti keluar mengalir ditangannya.


Mendengar nama Aliseo membuat yoora mematung ,hatinya kembali teriris saat tahu jika yang ia tempati sekarang adalah milik aliseo.pria yang sudah pergi dari kehidupan nya untuk waktu yang lama." Lalu apa hubungannya dengan logan,apa pria itu juga bawahan Aliseo?" Yoora kembali bertanya


Irene mengangguk" sebaiknya nona istirahat,ini sudah malam"Irene memotong ucapan yoora dan menyuruh yoora untuk segera tidur Karena ia harus segera menemui Aliseo yang sekarang sedang berjalan mondar mandir tak jelas diruang tamu.


" Tuan ada seorang pria yang mendekati villa mu lihatlah" ujar Louis sembari menunjukkan keberadaan damian dari layar tablet


" Siapa dia?, kenapa ada orang lain yang bisa mengetahui tempat pribadiku ini" Aliseo mengerutkan kening beberapa detik, ia merasa Heran kepada pria asing itu kenapa pria itu bisa tahu keberadaan yoora padahal ia sudah menyembunyikan yoora ditempat yang tak banyak orang tahu.


" Ku rasa pria itu adalah suruhan Juna" Louis langsung menebak dari mana pria itu berasal ,Mendengar ucapan Louis sontak membuat Aliseo langsung mendelik dengan begitu tajam " tapi tuan tenang saja kami sudah memasang kawat berduri di sekeliling villa ini jadi, pikir pria itu tak akan mudah untuk menerobos masuk" tambah panjang lebar dari si Louis ''


" Kau benar juga" sahut Aliseo" ingin sekuat apapun pria itu mencoba masuk kurasa ia akan mati duluan oleh kawat kawat itu" Aliseo terkekeh kecil lalu kembali menduduki sebuah sofa " Apa logan masih di pelabuhan?" Tanya Aliseo singkat sembari melepaskan jengot yang melekat pada dagunya.


" Ia tengah melakukan negosiasi dengan Azka tentang bom yang kau pesan itu,ia mengatakan jika sampai ia ketahuan membawa bom itu ia bisa berurusan dengan kuasa hukum" Louis memperjelas ucapannya pada Aliseo


" Sial!" Louis berdecak jengkel saat tahu jika Damian berhasil masuk kedalam gerbang yang terdapat banyak kawat berduri.


" Ada apa?"sahut Aliseo panik


" Pria itu bisa menerobos masuk tuan ,kurasa pria itu memanglah suruhan Juna untuk mengambil yoora" Louis kembali memperlihatkan layar tablet yang menunjukan keberadaan damian yang sebentar lagi akan mendobrak pintu villa nya namun masih sanggup dihadang oleh beberapa bodyguard milik Aliseo.


'' Irene cepat sembunyikan yoora didalam besmen sekarang " ujar Aliseo pada Irene yang baru saja datang menghampiri nya dengan nafas yang terdengar kocar kacir


Mendapat perintah itu Irene pun bergegas kembali ke kamar yoora dan terpaksa membangunkan yoora untuk kesekian kalinya" Nona ayo ikut saya" Irene grusa grusu Menarik lengan milik yoora,padahal Majikannya itu sudah berbaring di atas ranjang tempat tidur yang amat empuk.


"Hah kemana?" Yoora kaget bukan main saat Irene menarik kuat tangan nya padahal wanita itu akan memejamkan mata untuk tidur karena sudah dua hari lebih yoora tidak bisa tidur dengan nyenyak sehingga membuat kantung mata nya menghitam.


maaf banyak typo 🙏 terimakasih yang sudah like

__ADS_1


__ADS_2