
...Hancurkan ilusimu sehingga engkau bisa melihat kenyataan. Hancurkan ketakutanmu sehingga engkau bisa melihat resiko. Hancurkan egomu sehingga engkau bisa melihat kehidupan...
" Bu dimana gelang ku " Jennifer terlihat mulai panik mencari gelang kecil pemberian Juna yang entah terjatuh dimana " hiks dimana gelang itu '' gadis kecil itu akan segera mengeluarkan butiran air dari matanya
Yoora Tak menginginkan hal itu terjadi dan segera membantu anak itu untuk mencari keberadaan gelang oval milik nya yang entah terbuang dimana" Jennifer apa kau tidak melepaskan nya saat kau tertidur ? " Jennifer menggelengkan kepalanya dan bersikeras untuk terus mencari gelang itu sampai sampai membuat kamarnya begitu berantakan
Buku buku yang selalu ia tata rapi kini ia obrak Abrik " astaga dimana gelang itu, kenapa aku begitu ceroboh " ungkap bocah kecil itu mulai marah menyalahkan dirinya
" Sudah lupakan saja , nanti ibu ganti dengan yang baru " titah yoora membujuk anaknya agar tak jadi mengeluarkan air mata yang sangat berharga itu. Jennifer bersikeras dan tetap kekeh tak mau berhenti mencari gelang itu katanya jika gelang itu hilang maka ia akan kehilangan juga sosok Juna di kehidupannya '' apa gelang itu sangat berharga bagi mu ? '' yoora bertanya pelan pada Jennifer yang begitu sibuk mengobrak ngabrik ranjang Tidurnya
'' Bu gelang itu pemberian dari paman Juna
aku sedang belajar menghargai pemberian orang lain Bu " kata sederhana yang Jennifer lontarkan membuat yoora tersenyum tipis pada nya entah belajar dari mana bocah itu kata katanya begitu tepat untuk menanggapi pertanyaan dari ibunya
'' ada apa ? " Aliseo tiba tiba muncul di depan pintu yang terbuka lebar dan bertanya tanya pada anak dan ibu itu yang kembali sibuk mencari gelang oval milik Jennifer yang entah terselip di mana
" Yah gelang ku hilang apa ayah melihatnya '' Jennifer langsung merangkul erat kaki ayahnya rangkulan itu terasa hangat tubuh anak kecil itu benar benar membuatnya merasa nyaman sampai ia lupa jika Jennifer bukan lah anak kandungnya
" Apa gelang ini yang kau maksud ? "
Meninting gelang oval milik anaknya " gelang ini tersangkut di kancing baju ayah saat kau sedang tertidur pulas di dalam mobil kemaren" ujarnya sambari mengembalikan gelang itu pada Jennifer yang memperlihatkan mata merahnya
" Hehehe " Jennifer Ter kekeh dan merasa sedikit malu pada ibunya karna sudah mengomel tak jelas di hadapan ibunya tadi
" Bu simpan gelang ini aku akan memakainya lain kali " mengulurkan gelang kecil itu pada genggaman tangan ibunya yang Sedari tadi menahan agar tidak tertawa '' Bu aku belajar dulu '' ujarnya beranjak keluar kamar
" Al aku ingin bertemu orang tuaku aku merindukan mereka "ujarnya sambari menumpuk beberapa buku yang tadi Jennifer obrak Abrik berserakan di lantai
'' besok aku akan mengantarmu , apa kau tidak mau memiliki bayi lagi ? '' mencoba untuk bertanya pada yoora yang tak menggubris kehadiran nya
'' apa ! Enggak, enggak ga akan " yoora dengan cepat membereskan buku itu dan berniat untuk lari dari kamar Jennifer namun Aliseo berhasil menahan erat lengannya membuat tubuh wanita itu seketika langsung mengeluarkan keringat dingin , cengkraman Erat dari Aliseo membuat tubuhnya gugup
" Mau kemana ha ? '' Aliseo mengusung tatapan maut ke wajah yoora yang mulai di penuhi keringat dingin " jangan harap kau bisa kabur dari ku " perkataan itu membuat Yoora rasanya ingin menendang perut pria itu namun tak punya nyali untuk melakukan nya dan memilih pasrah
__ADS_1
'' apa kau lupa dengan perkataan ku ''ujarnya mulai meraba raba sudut bibir wanita itu yang tak berhenti memejamkan mata nya
'' ga, aku lupa Al ! " Mendorong keras dada gagah suaminya dan segera menuruni tangga untuk menemui Jennifer yang asyik mengerjakan tugas. '' Jennifer liat , sebentar lagi banteng akan mengamuk '' jari telunjuk nya mengarah ke Aliseo yang mulai menuruni tangga
'' Bu liat muka ayah mulai memerah apa ayah sedang marah bu ? '' Jennifer terpingkal-pingkal di hadapan ibunya yang sedang menahan ketakutan karena sebentar lagi Aliseo pasti akan menghajar nya
'' Jennifer ibumu yang Memulai nya tadi " ujar pria bertubuh gagah itu sedikit usil di depan Jennifer yang tak mau menghentikan tawanya
'' eh enggak , Jennifer liat ayahmu sebentar lagi dia akan mengeluarkan tanduk emasnya ," ujar yoora membalas perkataan Aliseo Mendengar percekcokan antara ayah dan ibunya membuat Jennifer Semakin tak berhenti ngakak Dan semakin tak fokus dalam mengerjakan tugas sekolah nya yang terlihat menumpuk memenuhi meja belajarnya
" Sudah ah aku lelah melayani perkataan mu terus Al " mendudukkan tubuhnya sejenak di bawah lantai berniat untuk menghela nafas panjang
" yoora Apa kau lupa balas Budi padaku ? '' perkataan dari Aliseo tak meleset dari telinga yoora yang berpura pura sedang sibuk mengamati buku sekolah Jennifer '' kau pura pura lupa kan '' menarik lengan istrinya membuat jantung wanita itu seakan akan berdenyut sangat kencang
'' aku tak mengerti apa maksud mu ?'' menolehkan pandangan matanya ke sudut lain namun tatapan maut suaminya membuat lengan nya bergetar hebat '' bisakah kau tak menatap ku seperti itu kau terlalu menakutkan Al '' ujarnya sambari menampar pelan wajah mulus Aliseo yang tak berhenti menatap ke arahnya sambil tersenyum tipis namun cukup menawan
'' Hmm , tepati janjimu " suara berat laki laki mulai timbul " kau terlalu sering mengabaikan ku aku tak ingin itu terjadi lagi '' mulai meraba raba Kembali sudut bibir wanita itu yang terlihat merah merona
Jennifer pun menuruti perintah dari ibunya dan segera memberesi buku bukunya yang Ter obrak Abrik di meja '' biar ayah yang membantu ibunya Jennifer lanjutkan saja belajar mu '' menyuruh anak itu agar tak usah membantu ibunya di dapur karena anak mungil itu pasti hanya bisa berbuat rusuh di dalam dapur
Karna Jennifer menuruti nya Aliseo dengan gombalan mautnya kembali berulah bersiap untuk membuat luluh hati wanita cantik itu lagi yang tengah sibuk mengolah masakan untuk keluarga nya " kenapa kau selalu menghindar dari Ku apa aku terlalu menakutkan bagimu ? '' ujar pria itu mulai membuat pertanyaan baru pada yoora yang tak menghiraukan tatapan maut dari nya
'' iya , kau lebih menakutkan dari se ekor singa yang kelaparan " jawabnya begitu jujur pada pria itu yang tengah memegangi secawan kopi hangat buatan nya
'' padahal wajahku sangat menawan tapi kenapa kau tak pernah tergoda dengan ketampanan ku ? '' ucapnya sambil mengeluarkan pertanyaan panjang lebar Pada yoora yang tak terlalu menggubris kata kata dari nya " semua gadis mengejar ku tapi kenapa kau tidak seperti mereka " mulai meletakkan gelas kopi yang sedari tadi berada digenggaman nya ke meja kosong
" Al sudah lah aku malas menjawab pertanyaan itu " melanjutkan kembali masakan nya yang hampir gosong karna ulah Aliseo yang terus mengeluarkan pertanyaan panjang membuat nya jadi tak fokus saat memasak '' Al mending bantu aku " menyodorkan sebuah pisau tajam ke tangan suaminya yang tengah sibuk membenarkan ikat pinggang nya
" Eh untuk apa ini " ujarnya dengan nada kebingungan mengapa yoora mengulurkan pisau tajam itu ke tangannya
" Motong hatimu al ! '' ujar yoora terlihat kesal karna Aliseo tak memahami maksud nya " potong bawang itu '' tambah wanita itu lagi yang semakin emosi melihat suaminya yang malah bersikap sok sibuk dengan memainkan pisau itu
'' hmmm '' Karna yoora sudah memasang muka kecutnya Aliseo segera mengerjakan tugas ringan yang di perintahkan istri bidadari nya dengan lapang dada gagah
__ADS_1
" Bu aku keluar sebentar untuk memetik stoberi '' ujar gadis kecil itu langsung berlari kecil Keluar pintu tampak begitu mengemas kan
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Aliseo selesai mengerjakan tugas ringan itu dengan sedikit mengeluarkan air matanya " hahaha apa kau sudah menangis tadi " ujar yoora sangat prihatin dengan kondisi mata Aliseo yang memerah akibat bawang yang ia potong sendiri
'' bawangnya sangat ganas seperti kau " Aliseo membalas ledekan dari si yoora yang mulai menertawakan matanya yang semakin memerah
" Eh " memukulkan gagang centong sayur ke lengan berotot suaminya yang kembali berulah karena yoora tak mau membuat masalah baru jadi ia memutuskan untuk tak meladeni perkataan pria itu dan membiarkan nya bicara sendiri
Dikediaman rumah Juna alfero......
" ibu tuan sedang menunggu tuan di ruang tamu ' ujar bi sita mengetuk pelan kamar
juragan nya yang tengah terbaring lumpuh di atas ranjang
Mendengar ibu kandungnya datang Juna dengan kursi rodanya Segera menemui ibunya yang bernama Bianca Dealova ke ruang tamu '' Bu '' ujar si Juna sambari menghampiri ibu kandung nya di ruang tamu dengan menuntun pelan kursi roda miliknya
Ibu itu Merasa iba dengan keadaan Juna yang sekarang benar benar tak mampu bangkit dari kursi roda ibu itu terlihat mengelus pelan bagian dadanya dan wanita tua itu terlihat tak bisa lagi membendung rindunya pada putranya yang kini tengah duduk lemas di atas kursi roda dengan keadaan lumpuh , ibu itu sangat terpukul mendapati putra tampannya kini tak sanggup mengerakkan tubuh dan kakinya ke lantai
hatinya Terasa teriris kejadian pahit yang menimpa anaknya itu terlihat memprihatinkan ia tak menyangka jika kejadian pahit kini hadir di kehidupan Juna '' maaf kan ibu karna baru bisa menjenguk mu sekarang " ujar ibu itu masih terisak tangis dan tak berhenti meng genggam tangan putra lumpuh nya
" Apa ini hukuman dari Tuhan karna aku telah melukai perasaan orang lain " Juna mulai menyalahkan dirinya sendiri dihadapan ibu kandung nya ia mengira jika perlakuan yang ia lakukan kepada yoora dulu kini kembali ke dirinya sendiri " aku rasa tuhan benar-benar marah pada ku Bu '' Juna kembali melanjutkan pembicaraan nya yang terlihat sedang diliputi rasa penyesalan yang amat mendalam
Ibunya tak bisa berkata-kata lagi dan hanya bisa diam mendengar ucapan yang juna lontarkan kepada " ini bukan hukuman tapi hanya sebuah musibah kecil yang Tuhan berikan padamu agar kau bisa menjadi manusia penyabar " ujar ibu tua mencoba untuk memberi semangat pada Juna agar putra nya itu tak terus hanyut dalam kesedihan
'' Bu dosaku di masa lalu belum ku bayar , aku masih ingat betapa bodohnya aku telah menyia nyiakan yoora yang selalu merawat ku aku Benar benar pria bajingan yang tak layak hidup " ujar pria itu mulai memukul keras bagian dadanya dan tak berhenti memaki maki dirinya sendiri dihadapan ibu kandung nya
" Sudah berhentilah mengeluh itu buang buang waktu saja sekarang istirahat lah
Ibu akan segera menyiapkan makanan untukmu '' sahut ibu itu Segera menggerakkan kakinya menuju dapur untuk membantu bi sita yang kerepotan karena begitu banyak lauk yang harus di olah
Karna kaki lumpuhnya pria itu tak sanggup untuk terus menuntun kursi rodanya jadi ia sering menghabiskan waktu nya di dalam kamar sambari menatap ke kertas kosong ia mulai menuangkan bakat yang sudah lama ia pendam kini membuat komik adalah hobi keseharian nya sekedar untuk mengisi waktu renggang nya
Sifat , karakter bahkan hobi pria itu sama persis dengan Jennifer putri kandungnya yang kini tengah hidup bahagia dengan ayah barunya , ia berdoa kepada Tuhan Agar Tuhan mengizinkan nya untuk mengambil anak itu dari kehidupan yoora , meski niatannya sedikit egois tapi Juna tetap akan melakukan nya suatu saat nanti ia tak peduli terhadap yoora dan Aliseo yang pasti akan membunuhnya jika Jennifer kembali ke pelukan ayah kandungnya yang sangat egois bahkan keras kepala sungguh pria itu tak memperdulikan hal itu ia hanya ingin mengambil Jennifer dari ibu kandungnya dan akan membawa nya pergi sejauh mungkin dari kehidupan yoora Aldara .
__ADS_1