Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
waktu ke waktu


__ADS_3

Setiap orang tentunya harus bisa menghargai waktu. Sudah seharusnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk melakukan hal-hal baik. Dengan begitu, seseorang bisa mencapai apa yang diinginkan.


Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu ,benar atau salah di turuti atau tidak di turuti pada akhirnya yang bisa membuktikannya hanyalah rotasi waktu.


pada dasarnya sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada waktu dimana dirimu bertemu dengan satu orang yang mampu mengubah kehidupan mu untuk selamanya , kemudian satu orang tersebut akan menjadi bagian terbesar dalam agendamu.dan hatimu takkan memberikan Pilihan apapun kecuali kasih sayang dan perihal jatuh cinta , biarpun logika terus bersuara bahwa resiko dari jatuh cinta adalah terjerembab didasar nestapa.


yoora tampak begitu anteng dibawah sebuah pohon berdaun merah bernama pohon maple



sambari mengayun- ayunkan pelan kedua kakinya di kursi yang sudah lama ia singgahi sedari tadi,seraya menikmati sunset sore itu yang menurutnya begitu nyaman untuk di pandang ,tapi terlihat wanita yang mengenakan busana dress ungu itu tak berhenti menghembuskan nafas panjangnya berulang kali tampak nya ia sudah mulai merasa jenuh karna sudah hampir satu jam lebih menemani suaminya yang tak kunjung berhenti memainkan basket. dengan gaya sok cool nya pria berbadan gagah bernama lengkap Aliseo Narendra itu kini semakin tak mau berhenti memantul mantul kan bola basket dengan tangan kirinya , dengan teknik shooting yang begitu lincah Aliseo terlihat berulang kali memasukan bola itu kedalam ring , tapi yoora merasa semakin enek dengan kelakuan sombong yang Aliseo perlihatkan pada dirinya . yoora terpaksa mencibir kelakukan pria itu " apa punggung mu tidak bengkok Al ? , bisakah kau berhenti melakukan itu aku bosan melihatnya " karna pinggang nya kini mulai encok bergegas lah yoora beranjak dari tempat duduk itu dan menghampiri Aliseo yang berlumuran keringat yang tak berhenti menetes ke kening dan juga dada gagah miliknya " sini " ucap wanita itu kini mulai mengusap mesra keringat yang ada di kening Aliseo dengan sebuah tisu .


" usap di sini juga " sahut si Aliseo dengan Kodam laki lakinya yang Terdengar begitu berat di telinga yoora ,pria itu menyuruh tangan istrinya agar mau mengusap keringat yang ada di leher dan juga dadanya tapi yoora yang merasa malu terus menolak nya dan berbalik badan ketika pria itu membuka beberapa kancing baju depan nya " apa ada ? " Aliseo bertanya bingung pada yoora kenapa wanita itu tiba tiba membelakangi dirinya dan malah berhenti mengusap bagian keningnya yang masih berkeringat '' ayo lanjutkan " ucap Aliseo kembali , mencoba memaksa Istri cantik nya itu agar mau sukarela mengusap keringat nya yang tak berhenti menetes


" kenapa kau buka baju disini, ini tempat umum Al " ujarnya sedikit menegur perbuatan yang Aliseo lakukan di tempat terbuka itu , tapi Aliseo tampak tak menggubris nya dan langsung menyahuti perkataan dari yoora


" apa kau tidak tergoda ? , semua mata wanita tengah menatap ke arahku sekarang apa kau tak cemburu ? " mengeluarkan suara beratnya kembali berkata panjang lebar pada yoora yang masih membalikan badannya dan semakin tak ada sahutan dari Wanita itu " kenapa diam ? Kau cemburu kan ? " Aliseo kembali mengulangi perkataan nya membujuk pada wanita itu agar ia mau membalikan badannya meski hanya sesaat


" aku ga perduli terserah mereka lah , mereka kan punya mata jadi wajar lah mereka terus menatap ke arahmu " ucap si yoora sambari melilitkan tisu yang dibawanya tadi ke tangan kirinya yang terasa mulai panas dingin " a- ayo pu-pulang sekarang " tambah si yoora dengan nada gagap terbata bata , ia cukup heran pada Suaranya sendiri entah kenapa tiba tiba ucapannya menjadi gagap saat Aliseo menanyai perasaan nya .mau menghindar tapi yoora sudah membatin jika Aliseo Tak akan membiarkannya izin


" Aku sudah lama mengenalmu , bisakah kau tak bersikap dingin padaku Seolah olah kau ini menganggap ku sebagai pria pengecut , aku benar benar tak mampu mengontrol emosi ku sendiri saat kau mengabaikan Ku " ucap Aliseo berdiri gagah di hadapan yoora yang tak kunjung membalikan badannya " apa kau tak pernah menganggap ku sebagai suami mu ? " Tambah Aliseo dengan nada cukup ragu " aku ini pria romantis yoora , tapi kenapa kau tak pernah mau saat aku mengajak mu untuk bercanda sejenak , tak bisakah kau meluangkan waktu mu sejenak untuk pria pengecut sepertiku ? " Aliseo menambah panjang dialog perkataan nya , membuat wanita berpakaian dress casual itu seketika membulat kan kedua mata nya


'' Al sudah berapa kali kau mengatakan itu padaku , aku sedikit muak mendengar nya Jika aku tidak mencintaimu lalu apa gunanya aku menikah denganmu dan menjaga mu sampai sekarang ,Aku berusaha menghilangkan kegugupan ku saat kau menyentuhku tapi itu sangat sulit ku lakukan " ucapnya sambari membalikan badannya kembali ke hadapan Aliseo dan kini ia sedang menatap penuh keraguan pada wajah pria yang tengah menatap kedua matanya , bibir nya mulai kaku kata kata yang baru saja ia lontarkan seperti tak mengenakan hati Aliseo yang sekarang benar benar Tengah menunggu keseriusan dari nya


Mau di jelaskan sepanjang lebar apapun yoora benar benar tak bisa memahami perkataan nya perasaan sedih , emosi kekecewaan berbalut menjadi satu dalam lubuk hati pria itu ia benar benar kehabisan akal untuk membujuk wanita yang sekarang tengah berada di hadapannya " maaf aku terlalu memaksa mu untuk mencintai ku " ujar Aliseo dengan nada pasrah dan berbalik badan membelakangi istrinya berusaha untuk melangkah pergi tapi sangat sulit untuk ia lakukan


Yoora bahkan sudah tak merespon perkataan nya lagi , Perasaan yoora saat ini juga sedang campur aduk kegelisahan mulai mendekati nya ia mencoba untuk tak mengabaikan ucapan Aliseo namun bibirnya begitu kaku untuk bersuara " aku harus pergi sekarang, kau jangan lupa makan " ucap pria itu mulai melangkah kakinya menjauhi wanita berpakaian kasual itu


" Al ! " Menarik lengan berotot milik sang kekasih yang akan pergi dari hadapan nya


'' ada apa " nada malasnya mulai keluar dari mulut pria itu " jika kau hanya menyarankan untuk berhati-hati dijalan sebaiknya kau tak usah mengucapkan nya " bergegas menepis pelan genggaman tangan wanita itu yang terasa benar benar kejur


Melihat Aliseo yang memasang sikap cuek padanya membuat yoora hanya bisa mengelus dada dan tak ada kata lain selain membiarkan Aliseo pergi ke kantornya dengan perasaan penuh kekesalan karena perbuatan nya.


Keraguan bahkan kegelisahan tak berhenti henti menerornya kekalutan mental yang tak stabil Sedikit menyusahkan batinnya " aku benar benar wanita aneh " ucap wanita itu sedikit mengusap keringatnya yang menetes di kening dengan tatapan kosong nya ia menolehkan kepalanya sejenak ke sebuah pohon yang biasanya ia tempati dengan Aliseo '' apa sekarang aku benar benar mati rasa " memegang dadanya dan mulai menghela nafas teramat panjang nya dan segera mengusap bagian matanya yang hampir mengeluarkan butiran air mata

__ADS_1


'' Bu ada apa , apa ibu sedang menangis? '' ujar anak umur lima tahun itu begitu lancar


" Bu apa ayah memarahi ibu ? '' tambah nya lagi dengan perhatian yang Jennifer tunjukan ia mulai mengandeng tangan ibunya untuk segera meneduh kembali di bawah pohon maple yang tampak rindang dan tenang " bu ini untuk ibu " menyodorkan wadah berisi pancake mini yang ia olah sendiri


'' siapa yang mengajari Jennifer membuat


ini '' yoora menelan pelan pancake yang di berikan anaknya


'' ayah Bu " ujarnya dengan penuh semangat dan tampak sumringah


'' kapan ? '' yoora menyahut lirih pada Jennifer yang terlihat berulang kali mengayunkan kakinya di atas tempat duduk yang terbuat dari kayu


'' saat ibu belum bangun tadi , ayah yang memasaknya lalu Jennifer meniru nya '' Jennifer menjelaskan nya dengan begitu sumringah , anak kecil itu sedikit melirik pada mata ibunya yang terlihat tak terlalu mendengar ocehan nya yang panjang lebar


Ibunya malah menoleh ke arah lain ia sedikit bingung baru kali ini ibunya tak memperhatikan ia bicara '' Bu '' ucap gadis kecil itu kini mulai menyentuh wajah ibunya yang terasa dingin '' apa ibu ada masalah kenapa tatapan ibu kosong ?'' Jennifer begitu menyayangi wanita itu seolah olah ia tau apa yang sedang ibunya pikirkan dan kembali mengulangi perkataan nya " apa ibu sedang ada masalah ? '' mendengar Jennifer yang tak kunjung berhenti menanyai keadaan nya wanita itu kemudian membalasnya dengan nada lirih tak begitu semangat . mengatakan jika ia hanya sedang memikirkan sesuatu yang tak penting untuk ia pikirkan


Saat anak dan ibu itu sedang meluangkan waktu nya untuk saling mengobrol tiba tiba telpon masuk ke ponsel yoora membuatnya jantungnya sedikit kaget " dari siapa Bu ? '' Jennifer tampak kepo pada orang yang tiba tiba saja menelpon ke ponsel milik ibunya padahal wanita itu tengah anteng menyantap pancake yang ia bawa


Yoora sedikit ragu untuk mengangkat nya karna panggilan itu dari sang mantan suami Juna alfero padahal tadi ia membatin jika itu adalah aliseo namun prediksi nya tak tepat " Juna " yoora segera berbicara dengan anaknya sesingkat mungkin


📞 : " Ada apa " yoora memulai pembicaraan nya dengan Juna di dalam telpon


📞 : " Jennifer sedang tidur sekarang lain kali saja " ucapnya dengan penuh kebohongan dan segera menutup kembali telpon itu, ia tak akan membiarkan mantan suaminya itu menyentuh Jennifer lagi meski mulutnya sudah berulang kali melarang pria itu namun pria sialan itu tetep bersikeras tak pernah bosen untuk menemui Jennifer.


" kenapa ibu berbohong pada paman itu tadi " Jennifer dengan muka polosnya mulai menanyai kenapa ibunya berbohong pada orang lain di depan kedua mata bulatnya


'' Jennifer pria itu berbahaya untukmu , ibu tak akan mengizinkan nya untuk menemui mu " yoora mengusap lembut bagian wajah chubby Jennifer dan mengatakan pada anak itu agar tak usah mengurusi kehidupan Juna lagi


" Jika orang itu jahat , kenapa ia memberi ku ini Bu " menunjukan gelang oval pemberian Juna yang terpasang di tangan mungilnya


" Hmm sudahlah ayo kita pergi dari sini ,ibu sedang pusing sekarang " ujarnya sambari membopong tubuh anak itu ke dalam mobil dan berencana untuk membawanya pulang kerumah Aliseo " Jennifer kenapa kau tidak mau melepas gelang itu dari tanganmu '' ucapnya sambari meletakan tubuh mungil anaknya ke atas captain seat yang terlihat dipenuhi beberapa tumpuk koran dan tugas tugas milik Jennifer yang belum sempat Jennifer masukan ke dalam tas .


'' tidak Bu , ini pemberian orang Jennifer harus menghargai nya " jawabnya dengan begitu tegas seperti perkataan orang dewasa membuat ibunya hanya bisa bersuara hmm pada Anak itu yang bersikukuh tidak mau membuang gelang berbentuk oval pemberian Juna


Di sisi lain .....Aliseo merasa begitu pusing saat melihat tumpukan kertas yang begitu berserakan memenuhi meja kerjanya di tambah dengan suara panggilan masuk yang berulang kali membuat ponselnya berdering keras di telinga nya, membuat pikiran Pria itu terasa terganggu dan hampir saja membanting ponsel mahal miliknya sendiri " Permisi pak , ada orang ingin bertemu dengan bapak di depan kantor " ucap salah satu security Aliseo yang bernama Mario Gladstonius

__ADS_1


" Siapa " sahutnya dengan nada tak semangat dan tak kunjung berhenti memegangi kepalanya yang terasa migren


'' saya tidak kenal pak , kalau begitu saya permisi dulu pak " security itu segera pergi dari depan pintu kerja milik Aliseo yang sedari tadi terbuka lebar


Karna penasaran dengan orang itu Aliseo segera bergegas beranjak meninggalkan ruang kerjanya dan menyempatkan diri sejenak untuk menemui tamu itu yang terlihat tengah duduk dengan santainya di depan kantor megah miliknya , mungkin wanita itu sudah menunggu lama kedatangan Aliseo " ada urusan apa kau menemui ku lagi ? '' Aliseo menunjukan kejutek kan nya pada Naura yang terlihat begitu sumringah mendapati pujaan hati nya hadir di hadapan matanya


" Aku tak sengaja lewat tadi , jadi


aku mampir kesini " dengan nada yang mendayu-dayu Naura mulai meraba raba bagian lengan berotot milik Aliseo


" Aku muak dengan mu " menepis dengan sangat keras tangan wanita itu berusaha meraba raba lengannya, karena merasa risih dan buang buang waktu saja melihat tingkah bodoh Yang Naura perlihatkan didepan nya pria berbadan kekar itu memilih untuk melanjutkan kerjanya yang masih menumpuk di meja '' pak usir wanita gila ini '' ujarnya meneriaki security yang tengah menyeduh secangkir kopi


'' Al tunggu '' mengejar langkah kaki pria itu namun Aliseo sudah lebih dulu masuk ke dalam kantor perusahaan nya membuat Naura tak bisa berbuat apa apa dan dengan perasaan kesal wanita itu terpaksa kembali ke dalam mobil Toyota Fortuner miliknya


'' cih wanita sialan itu sangat menganggu '' menghentak keras tangannya ke meja membuat meja itu bergetar seperti tergoncang gempa


Waktu demi waktu Aliseo lewati kehadiran Naura membuat kehidupan nya semakin kacau , kehadiran Naura yang tiba tiba muncul membuat nya merasa terganggu dan sangat menghalangi pekerjaan nya di kantor ia rasa wanita itu sudah terlalu gila dengan ke egoisnya sendiri yang rela mati matian mengejar cintanya padahal sudah berulang kali Aliseo mengatakan pada wanita bersifat egois itu jika dirinya tak akan pernah memberikan cintanya kecuali hanya pada yoora istri sahnya sekarang, meski Aliseo tahu jika istrinya itu tak pernah menganggap nya sebagai suami tapi Aliseo berusaha untuk bersyukur karena yoora masih mau menerima nya.


Karna pikiran kacaunya Aliseo mendadak membatalkan meeting nya di kantor dan bergegas pulang untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sedikit tak begitu sehat , Dengan berjalan sangat loyo pria perkasa itu mulai menyalakan mesin mobilnya dan segera ngebut agar tak terlalu lama di perjalanan " yoora benar benar membuatku seperti orang gila , dia wanita yang begitu langka , aku tak bisa berhenti memikirkan wajah cantiknya " ujarnya ngomong dengan diri sendiri di dalam mobil


Karna Aliseo terlalu ngebut saat di jalan


Tak butuh lama ia sudah sampai didepan rumah istananya yang terlihat sepi nan sunyi " Jennifer ayah pulang " ujarnya sambari menutup pelan pintu mobilnya dan melangkah masuk ke dalam rumah yang terlihat benar benar sepi tak ada yang menjawab perkataan nya sama sekali '' Jennifer dimana kau '' kata pria itu berulang kali memangil manggil nama anaknya yang entah sedang di mana


karena tak kunjung menemukan Jennifer ia segera bergegas mengecek anaknya didalam kamar barang kali bocah itu sedang tidur " Jennifer '' tangannya membuka pelan pintu bilik anaknya


Benar saja anak itu begitu sibuk melukis di dinding kamarnya sampai ia tak sadar sang ayah tengah berdiri tegap membelakangi nya " Jennifer kau sedang apa ?" mendengar suara berat ayahnya Jennifer Segera memberhentikan coretannya di dinding dan mulai merangkul erat tubuh ayahnya terlihat sedikit lesu


" Ayah sudah pulang '' katanya dengan sangat pelan di rangkulan hangat milik Aliseo


'' yah liat ibu ia sangat cantik bahkan sangat sedang tertidur wajahnya seperti bidadari " telunjuknya mengarah ke ranjang Tidurnya mencoba memperlihatkan pada pria itu jika ibunya sedang tidur dengan pulas nya


Mendengar ucapan anak itu membuat Aliseo dengan tulus segera mengeluarkan sedikit senyum nya perkataan yang barusan anak itu ucapkan memang benar adanya '' ibumu memang benar benar cantik jika ia sedang tidur '' mulai mendekati wanita itu di atas ranjang dan memberanikan diri untuk tidur disampingnya


melihat kelakuan Aliseo yang berani mendekati tubuh ibunya membuat Jennifer terpaksa berlari keluar kamar itu dan membiarkan Aliseo dengan ibunya untuk tidur sejenak di kamar minimalis milik nya.

__ADS_1


maaf kalo banyak kata yang masih salah mohon di maklumi....


jangan lupa like dan komen ya🙈 terimakasih


__ADS_2