Pria Pilihan Ayahku

Pria Pilihan Ayahku
egois dalam cinta


__ADS_3

Kadang semesta menitipkan yang terbaik,bukan untuk selamanya,tapi belajar untuk menghargai apa itu cinta.


Juna melirik sejenak jam tangan nya untuk kali ketiga. Ia menunggu Yoora yang belum juga turun,ia jadi ragu pada wanita itu untuk menemui nya.atau Jangan jangan yoora memang sengaja Membuat nya menunggu lama ?.


Juna berniat untuk menghubungi yoora sekali lagi.namun, suara langkah sepatu yang mendekat, membuat nya mendongak.ia melihat yoora sudah muncul dan berjalan ke arah nya dengan penampilan yang tidak bisa disebut seperti Orang habis bangun tidur,___seperti prediksi nya,saat mendengar suara yoora melalui telepon tadi sore


" hmm" Juna berdeham lirih saat wanita itu melangkah mendekat ke arahnya


Mata ekornya berulang kali melirik setiap langkah kaki wanita itu.juna rasa yoora sudah tak akan menghindar lagi untuk pertemuan singkat kali ini " terimakasih karena, sudah mau menemui ku " ujar pria itu dengan senyuman yang tampak mengembang.


Memperhatikan dengan seksama setiap pakaian yang yoora kenakan,tampak seperti orang yang hendak pergi berjalan jalan.blus merah lengan panjang ,dipadu dengan celana jeans berwarna hitam pekat, wedges,tas jinjing serta makeup on yang tampak natural.


" Ada perlu apa ?" Yoora membalas dengan nada ketus ia mencoba menghindari kontak mata dengan pria dihadapannya,ia tidak ingin Juna menganggap nya terlalu mudah untuk diajak jalan lagi.


" Apa, Aliseo tidak ada di rumah sekarang?" Ungkap Juna dengan tangan kiri yang mengeluarkan sebatang rokok dari dalam saku celana cardinal yang ia kenakan.


Rupanya,Setelah menghilang Beberapa tahun.Juna kembali dengan tubuh yang sudah tak menaiki kursi roda lagi.kini kakinya normal kembali,entah keajaiban apa yang membuat pria itu bisa pulih dari sakit lumpuhnya.


" Ayo kita bicara sejenak" tambah nya ulang dengan niat mengajak wanita itu untuk mengobrol sebentar di bawah sebuah pohon rindang tak berpenghuni.


Yoora mematung sesaat, sebelum ia menerima ajakan dari sang mantan suami yang kini tengah berdiri tegak dengan tatapan lurus memandangnya berulang kali." Bicara disini saja " jawab singkat dari wanita itu,entah kenapa tiba tiba muncul sesuatu yang membuat hatinya berdebar kencang tak normal,akankah ini awal dari sebuah percintaan ?." Tidak ,aku tidak Sudi menatapmu lagi jun ?" yoora berbicara diam dalam hatinya kemudian, membalikan badan membelakangi Juna yang masih anteng mengisap batang rokok yang berada di tangannya .


" Sejak kapan kau merokok ?" Yoora bertanya heran pada Juna,mengapa pria itu mengisap benda yang ada ditangan kirinya dengan Penuh kebahagiaan " apa kau kecanduan dengan barang itu?" Tanya Yoora kembali dengan sederet pertanyaan yang dibilang tak terlalu panjang.rupanya perubahan total dari si Juna membuat yoora jadi tak bisa mengenal jati diri pria itu lagi.


"Ini karna ulah mu" sahut Juna santai


" Ulahku ?'' yoora kembali menyahut dengan nada kebingungan, sebenarnya apa tujuan pria itu datang menemuinya .apa Juna ingin membujuknya untuk kembali mengisi kehidupan yang telah kosong? " cepat katakan apa tujuan mu datang kesini ,aku tak banyak waktu untuk meladeni setiap perkataan mu ,aku sibuk sekarang" ia menelan ludah teramat dalam. setelah itu,menggerakkan kaki menuju sofa yang kosong tak berpenghuni.


Juna mengikuti langkah kecil wanita itu yang mengarah pada sofa yang kosong dan kini ia memilih untuk duduk bersebelahan dengan wanita itu,walau Sedikit ragu untuk bersebelahan dengan wanita itu tapi Juna tetap ingin melakukannya,meski itu akan membuat yoora merasakan ketidak nyamanan saat didekatnya.kedua nya masih saling membisu sampai saat ini, yoora mematung ditempat duduk yang ia tempati, matanya menatap kosong kearah depan " Tidak bisakah kau melupakan ku?" Yoora mengawali pembicaraan dengan si Juna yang masih sibuk mengisap batang rokok yang dibawanya.


" Bagaimana aku bisa melupakan mu,


Kita saja sudah menikah " Respon dari si Juna dengan begitu cepat , rupanya semenjak mereka berpisah Juna masih saja mengharap cinta dari wanita itu. Karna memang Juna akui jika yoora memang lah wanita yang patut untuk dipertahankan, karna Kasih dan juga perhatian dari yoora sudah melekat pada dirinya, sehingga sangat sulit bagi seorang pria seperti Juna untuk melupakan kenangan itu dalam segenap.


"Itu hanya lelucon" jawab yoora.dan kini ia beralih menggeser posisi tempat duduk nya kearah tepi sofa.namun lagi lagi Juna Menahannya dengan penuh paksaan,seakan akan Juna tak merelakan orang yang ia cinta i menghindar darinya begitu saja. Perlakuan itu membuat yoora hanya bisa pasrah dan menghela nafas panjang lalu kembali mematung ditempat " berhenti memaksa orang lain untuk tetap bersamamu ,kau memang punya hak mencintai orang lain tapi kau tidak ada hak untuk terus memaksakannya agar tetap tinggal denganmu " ujar yoora yang terkesan menyindir terang terangan dan Bergegas melengoskan pandangan agar ada kontak mata dengan pria itu lagi.


"Tidak . Bagiku itu bukan lah lelucon" Juna menatap detail kedua mata sipit wanita itu yang berusaha menghindar " Lihat cincin ini " tambahnya kembali sembari memperlihatkan cincin yang melingkar di jarinya "Aku tak pernah melepaskan cincin ini dari jariku sama sekali" kejujuran mulai ia perlihatkan,tampaknya juna sudah tak akan menghiraukan ucapan yang Sebentar lagi akan yoora lontarkan padanya.

__ADS_1


"Kenapa kau seperti ini?" Sahut nya, kini ia memilih untuk memalingkan wajahnya dari si Juna yang semakin tak manusiawi ketika menatap kedua matanya. Apa Juna benar benar ingin membujuknya untuk kembali?lalu untuk apa tujuan Juna memberikan nya bekas luka sedalam ini.


"Kau yang melarang ku untuk melepaskannya


Sampai mati " nada ketusnya hampir keluar


Benar ,aku bersalah padamu aku memang jahat,tapi kau lebih jahat dariku " Juna,pria tampan itu tampaknya sudah pasrah Dengan perjuangan nya selama ini, betapa buruknya ia menjadi seorang pria. mengapa wanita seperti yoora harus ia sia siakan ?.


"Oleh karena itu lupakan saja aku!" Air matanya mulai pecah.tak ia sangka ternyata Juna masih berani mengatakan jika ia belum ikhlas untuk mengakhiri hubungan yang sudah pupus 3 tahun lalu.'' kau lebih dulu melukai perasaan ku, kau bilang aku jahat ?" Yoora beranjak dari sofa dan berdiri tegak dengan tatapan tajam yang mengarah pada Juna yang sedari tadi tak berhenti mengisap batang rokoknya.


"Apakah belakangan ini kabarmu baik?" Juna malah Menganti topik pembicaraan


Yoora mengangguk pelan, ia tampak serius ketika mengatakan bahwa ia memang baik baik saja bahkan Sampai sekarang,ia bahagia saat Juna tak menganggu kehidupan nya lagi.sudah puas bagi Yoora untuk merasakan sakit yang ia terima selama bertahun-tahun. kini,ia tak ingin menjadi manusia bodoh hanya karena sebuah cinta.


"Sungguh?" Juna memastikan apakah wanita itu benar benar bahagia jika tidak tinggal dengannya lagi " apa kau bersungguh sungguh mengatakan itu?" Tambahnya kembali


Yoora kembali menganggukkan kepalanya " kita sama sama egois,jadi hubungan antara kita tak patut dipertahankan.lagi pula itu sudah masalah lalu aku tak ingin mengungkit nya lagi " ia melangkah satu jengkal menjauhi pria yang masih duduk anteng dengan mengisap batang rokok merek Treasurer Luxury Black yang dibawanya.


"Menyebalkan sekali mendengar mu baik baik saja tanpa ku" Juna berdecak jengkel, seberani itu yoora mengatakan hal yang Semakin membuatnya merasa putus asa.haruskah Juna melakukan strategi untuk menarik simpati di hati wanita itu untuk ke tiga kalinya?,tampak sulit bagi Juna untuk melakukannya lagi,karena mungkin usahanya akan menjadi sia sia saja.


Yoora mematung untuk ke empat kalinya,


" Penyesalan tanpa adanya tindakan, hanya akan membuatmu lebih bertambah menyesal " Yoora menggantung ucapan nya pada Juna yang kini masih meletakan kedua tangannya pada pundaknya.apa mau pria itu sekarang?.Bukannya sudah berulang kali yoora memberitahu jika ia memang tak mungkin mengulangi hubungan yang sudah lama usai itu.tapi yoora rasa,Juna akan semakin egois jika dirinya tak segera memberi sebuah kepastian.


"Memang harus ku akui, aku sangat merindukanmu. Dunia ini terasa begitu sepi tanpa adanya dirimu di dekatku. Aku menyesal karna menyakitimu , mohon terima maafku sekarang " kini tangannya ia alihkan untuk mencengkram pelan kedua lengan sang mantan istri "Seandainya aku bisa, aku akan mencintaimu untuk kembali kepadaku sekarang juga."Aku tetap tidak menyesal walau seperti ini akhirnya. Aku ditinggalkan olehmu. Karena dulu, mencintaimu adalah pilihanku." Juna menambah panjang dialognya. Membuat yoora menggelengkan kepalanya.


Yoora mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan itu.yoora mematung dengan tangan Juna yang masih ia biarkan untuk menyentuh lengan kanan kirinya,yoora semakin kehilangan kata kata saat Juna menambah Panjang ucapan yang kini bersarang di pikiran nya.


" Ada urusan apa kau kesini? " Aliseo hadir dan langsung memotong pembicaraan dua manusia itu dengan nada tak suka. Melihat keberadaan Aliseo,Juna dan yoora memutuskan pandangan tajam satu sama lain,lalu mereka berdua kompak menoleh pada sumber suara.keduanya tersentak ketika menemukan Aliseo sedang berjalan cepat menghampiri mereka berdua." Masih berani kau datang menemui istriku " ujarnya sembari mencengkram erat rahang bawah Juna yang tampak mengeras.


Yoora memejamkan mata nya sejenak , kemudian memberanikan diri untuk memegangi tangan kiri milik Aliseo yang masih mencekik leher Juna dengan begitu kuat " berhenti melakukan hal yang tidak berguna ini Al " ujarnya sembari menyingkirkan tangan Aliseo dari leher si Juna


" Apa kau membelanya ?" Aliseo mengusung tatapan tajamnya pada Juna yang bernapas dengan tersengal-sengal karena mungkin cekikikan yang ia terima terlalu kuat " tidak sepatutnya kau membela pria sialan ini " Aliseo menarik paksa tangan yoora untuk ia bawa ke kamar.


Tapi...


Brugh....tinjuan dari Juna mendarat mulus pada wajahnya membuat Aliseo mendadak terpental ke lantai " aku tak ikhlas yoora menjadi milikmu" kemudian ia menodongkan sebuah pistol tepat di kening Aliseo yang masih tergeletak di lantai " berhentilah menjadi penghalang antara aku dengan yoora " kini ia menginjak dada gagah Aliseo dengan satu kaki.

__ADS_1


Juna....hardik keras dari si yoora " apa yang kau lakukan!!" bergegaslah wanita itu mendorong tubuh Juna untuk menolong sang suami yang sebentar lagi akan di tembak mati mengunakan pistol yang Juna bawa." Kau tidak papa?" Titah lirih yoora dengan tangan kiri yang menyentuh sudut bibir suaminya yang terluka.rupanya tonjokan keras dari Juna berhasil membuat sudut bibir pria itu terluka.


" Tak usah pedulikan aku sekarang" ujar si Aliseo sambil bangkit dari jatuhnya dan bersiap untuk menghajar balik Juna yang kini sedang mengisi pistolnya dengan beberapa peluru" Aku tak akan diam ,jika kau terus menganggu yoora " Aliseo dengan begitu emosi kembali mencekik kuat leher pria didepanya.


Tapi Juna malah terkekeh keras setelah mendapat perlakuan itu " cih,apa kau akan membunuhku sekarang? Coba saja jika kau mampu" sahut Juna dengan amat sombong " cepat masuk!!" Gertak Juna keras menyuruh anak buahnya yang menunggu di dalam mobil untuk masuk dan memberi pelajaran pada Aliseo.


Setelah mendapat perintah dari Juna


Orang orang berbadan besar itu masuk dan mengepung Aliseo dari berbagai arah " sepertinya bukan aku yang akan mati,tapi justru kau sendiri hahaha " Juna semakin terkekeh keras seperti orang gila.


Aliseo masih tak banyak bicara saat orang orang yang Juna suruh kini mengepungnya dari berbagai sisi " yoora pergilah !!" ia yang sedang terancam malah menyuruh yoora untuk pergi duluan.rupanya Aliseo tak memperdulikan dirinya sendiri dan akan selalu mengutamakan keselamatan sang istri.mungkin karna pria itu takut jika Juna melakukan sesuatu pada Yoora. " yoora,tolong turuti kemauan ku kali ini saja " hardik Aliseo kembali


Arghhh .....pria itu meraung keras saat tonjokan berhasil mendarat pada wajahnya.


" Juna berhenti !!" yoora mendadak diserang kepanikan saat juna kembali melangkah mendekati Aliseo dengan tangan yang menodongkan sebuah senapan kearah Aliseo yang hanya diam tanpa perlawanan. " Juna berhenti !! " Yoora Kembali menggertak dengan begitu keras supaya dapat menjeda langkah kaki pria itu tapi ternyata sama saja,Juna sama sekali tak menghiraukannya bicara." Lepas!!" Yoora berontak hebat ketika dua anak buah Juna berhasil menyekap nya di sebuah kursi dengan posisi tangan dan kaki yang terikat oleh sebuah tali. Tali itu terus membelit erat tangan dan kakinya membuat yoora jadi tak mampu untuk menghindar.


Yoora menangis sejadi-jadinya ketika menyaksikan Aliseo di hajar habis habisan oleh orang orang berbadan besar itu.


Aaaarghh..... Aliseo teriak setelah mendapat tendangan keras di perutnya untuk kedua kalinya Aaaarghh....." lepaskan istriku!!'' Aliseo berucap dengan badan yang rikuh di bawah lantai. argh ia Kembali menggertak keras saat tendangan keras berhasil mengenai wajahnya beruang kali.


" Hiks ,hentikan " yoora meronta ronta diselingi isakan tangis yang semakin kencang.rupanya tujuan Juna kesini hanya ingin menghajar habis Aliseo, yoora menyesal karna sudah membukakan pintu membiarkan pria itu masuk dalam rumahnya .betapa begonya ia sekarang, karna begitu mudah sekali mempercayai orang lain" Juna lepaskan dia" yoora membujuk pria berhati busuk itu agar mau membiarkan Aliseo tetap hidup." Aku akan ikut denganmu,tapi tolong lepaskan dia sekarang, aku mohon--" tambahnya lagi pada Juna yang tengah duduk sangat anteng sambil mengisap batang rokok untuk kedua kalinya.


" Hahaha,maaf baby, dia patut disiksa seperti itu .aku ingin kau menyaksikan nya juga" tuturnya dengan amat bengis. Juna yang sudah dirasuki iblis Kini tak menghiraukan ucapan dari siapapun termasuk yoora " setelah pria itu mati,aku akan bisa leluasa memilikimu seutuhnya" ujarnya sambil beranjak dari tempat itu dan melangkah kan kaki untuk menghampiri aliseo yang Sudah tergeletak di lantai dengan luka yang cukup parah.


Yoora mematung di kursi dengan air matanya yang terus mengetes." Pria bodoh seperti mu tidak layak hidup Jun!!,seharusnya kau yang mati" titah yoora lancang.Mendapat hinaan itu Juna hanya tersenyum tipis kemudian kembali menghampiri Aliseo ,karena tadi sempat terjeda karna perkataan yoora yang terkesan begitu nyelekit ketika didengar.


"Selamat tinggal" Juna menekan pelatuk pistol nya dan


Door.......... " Aliseo !! " yoora menjerit keras ketika satu peluru tajam berhasil melayang ke dada milik Aliseo " Al!." Aliseo bahkan rela mengorbankan nyawa nya sendiri agar bisa melindungi yoora.kini ia kembali ambruk di lantai dengan berlumuran darah karna peluru berhasil menembus ke dada kanannya " Juna kau __" yoora tak bisa berkata-kata lagi saat pria itu membuat Aliseo sekarat didepan matanya.


Sebenarnya apa mau Juna sampai ia tega melukai orang lain hanya karena ia egois ?. Rupanya benar keegoisan itu bisa mengalah kan segalanya.


maaf kalo banyak typo 🙏


jangan lupa klik like nya . terima kasih,


😀

__ADS_1


__ADS_2