
Beberapa hari kemudian.
Pada akhirnya Luca tidak lagi memiliki niat untuk membalas perbuatan Tiffany. Sebagai salam perpisahan Luca berencana untuk mengajak Tiffany dan Quinn berlibur ke pantai. Setelah hari ini Luca berniat untuk tidak mengurusi kehidupan Quinn dan Tiffany lagi. Meskipun nantinya Tiffany akan bekerja di perusahaan miliknya, tetapi Luca tidak akan mau mengganggunya. Dia juga tidak mau sampai musuh mengetahui kedekatannya dengan Quinn dan Tiffany.
"Paman, Kenapa Paman membawa kami ke sini?" tanya Quinn bingung. Padahal tadinya anak kecil itu berfikir kalau Luca akan mengantarnya pulang ke rumah. Tetapi kini mereka justru sudah berada di daerah pantai.
"Kita akan merayakan hari perpisahan kita di sini. Bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau ingin berlibur di akhir pekan?" jawab Luca sambil tersenyum. Pria itu memandang ke arah Tiffany sejenak sebelum memandang ke depan lagi.
"Saya sangat senang karena bisa berlibur ke pantai. Terima kasih Paman!" sahut Quinn dengan wajah yang berseri. Anak kecil itu kembali duduk dan memperhatikan pemandangan sekitar.
Tiffany masih tidak mau mengeluarkan kalimat apapun. Wanita itu kini duduk di samping kemudi. Dia juga terlihat bahagia. Sejak memutuskan untuk memaafkan Luca dan memandang pria itu sebagai pria baik, Tiffany tidak pernah lagi salah paham. Justru wanita itu senang mengobrol dengan Luca.
"Kita sudah sampai. Sekarang saatnya cari tempat untuk duduk." Luca membuka pintu mobil. Sebelum turun ia memandang ke arah Tiffany yang belum melakukan gerakan apapun. Berbeda dengan Quinn yang sudah turun dari mobil dan bersorak gembira.
"Ada apa? Apa kau tidak suka ke pantai?"
__ADS_1
Tiffany tersenyum. "Ini pertama kalinya aku bisa berlibur bersama dengan Quinn. Selama ini aku sangat ingin membawanya berlibur tetapi sayangnya aku tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Terima kasih Tuan. Jika bukan karena anda Quinn tidak akan bisa sebahagia ini. Maafkan saya karena sudah terlalu sering merepotkan Anda."
Mendengar kata-kata Tiffany yang begitu tulus membuat Luca juga bahagia. "Ayo kita segera turun. Quinn pasti sudah menunggu kita."
Luca dan Tiffany sama-sama turun dari mobil. Mereka melihat Quinn yang kini terlihat berlarian di pinggiran pantai. "Kita bisa duduk di sana." Luca menunjuk sebuah pondok yang terdapat di pinggiran pantai. Tanpa mau banyak bicara Tiffany hanya menggangguk saja dan mengikuti Luca dari belakang.
"Kemarin aku sempat bingung mencari Pengganti office girl yang tiba-tiba saja berhenti. Tetapi tiba-tiba saja Quinn berkata kalau pekerjaan itu cocok untukmu. Apakah kau mau bekerja di perusahaanku untuk mengisi posisi sebagai office girl? Kalau dilihat dari gajinya bisa lebih banyak dari penghasilan yang selama ini kau dapatkan. Kau juga bisa istirahat setiap hari Minggu. Dengan begitu kau akan memiliki waktu untuk bermain dengan Quinn di hari libur."
"Anda serius Tuan? Apa benar saya boleh bekerja di perusahaan anda?"
Tiffany segera menggenggam tangan Luca. "Terima kasih Tuan. Terima kasih."
"Mommy, ayo kita main air!" teriak Quinn. Tiffany memandang ke arah Quinn sebelum mengangguk. Wanita itu segera berlari untuk menghampiri putrinya. Sedangkan Luca memilih duduk di tempat yang sudah ia pilih. Dia hanya memperhatikan kebahagiaan Quinn dan Tiffany dari kejauhan saja.
"Kalau dilihat lebih dekat ternyata Tiffany benar-benar cantik. Penampilannya yang sederhana membuat kecantikannya semakin sempurna. Tapi jika sudah marah dia seperti monster."
__ADS_1
Luca mengambil ponselnya dari dalam saku. Pria itu mengernyitkan dahi melihat nomor telepon yang sangat ia kenali kini menghubunginya.
"Ada apa? Kenapa tiba-tiba kau menghubungiku?"
"Bos, Anda ada di mana?"
"Aku ada di pantai. Ada apa? Kenapa suaramu panik seperti itu?"
"Mereka sudah mengetahui identitas tentang Quinn dan juga Nona Tiffany. Bahkan hari ini saya lihat mereka sudah mulai mengawasi kediaman Nona Tiffany. Apa sekarang mereka berdua bersama dengan anda?"
"Tiffany? Quinn?" Luca memutar tubuhnya untuk melihat ke pinggiran pantai tempat Tiffany dan Quinn berada. Kedua mata pria itu melebar ketika dia tidak menemukan Tiffany dan Quinn di sana. "Aku akan menghubungimu lagi nanti," ucap Luca sebelum memutuskan panggilan teleponnya. Pria itu segera memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"Paman!" teriak Quinn.
Luca memandang ke sumber suara. "Quinn?" Pria itu segera berlari ketika melihat segerombolan pria membawa Tiffany dan Quinn menuju ke sebuah mobil. Mereka segera memasukkan ibu dan anak itu ke dalam lalu membawanya pergi. Tidak mau sampai terlambat, Luca juga segera masuk ke dalam mobilnya dan mengejar mobil itu.
__ADS_1
"Sial! Hanya seperkian detik saja aku sudah kecolongan!" umpat Luca geram. Pria itu menginjak gas mobilnya agar melaju lebih cepat lagi. Sambil mengemudi pria itu segera memberi kode kepada anak buahnya untuk turut membantu. Kali ini ia sudah berurusan dengan geng mafia. Luca tidak lagi membutuhkan bantuan Joni. Satu-satunya orang yang bisa membantunya adalah Brox dan juga The Hawk.