Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 8


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Ketika sedang serius mengerjakan tugasnya ponsel Nafisah berbunyi yang menandakan ada pesan masuk. Nafisah melihat notifikasi dari ponselnya dan ternyata ada sebuah pesan dari nomor yang tidak ia kenal, Nafisah tidak langsung membukanya karena dia juga merasa tidak mengenali nomor tersebut.


Merasa pesannya tidak direspon oleh Nafisah orang tersebut mengirim kembali pesan ke HP Nafisah, berhubung Nafisah sudah kepo akhirnya dia membuka isi pesan tersebut.


“Hai.” Isi pesan pertama


“Aku ganggu kamu ya?” pesan ke dua


Nafisah belum juga membalas pesan tersebut, dia juga tidak bisa melihat foto profile dari nomor misterius itu. Akhirnya Nafisah memberanikan diri untuk membalas pesan tersebut.


“Ma’af, siapa ya?” tanya Nafisah


Hanya selang 2 menit orang tersebut membalas pesan Nafisah.


“Kamu belum simpan nomor aku ya?” balas orang tersebut


“Kenalin namaku Arkan.” Lanjutnya


Nafisah yang kembali fokus mengerjakan tugasnya terganggu oleh notifikasi pesan tersebut. Walaupun untuk kuliah besok tidak ada tugas namun Nafisah selalu mengerjakan tugasnya sesegera mungkin, agar tidak keteteran nantinya.


Dan Nafisah juga tidak suka dikejar oleh deadline karena bisa membuatnya tidak fokus mengerjakan dan jadinya malah tergesa – gesa. Nafisah membuka pesan tersebut dengan mengerutkan alisnya.


Arkan? Arkan teman sekelas aku? Dapet darimana nomorku? Lagian ngapain juga dia ngirim pesan ke aku?. Itulah beberapa pertanyaan dalam benak Nafisah.


“Kamu Arkan teman sekelas aku?” tanya Nafisah


“Iya, memang kamu punya teman yang namanya Arkan selain aku?”


“Nggak ada si.” Balas Nafisah


Disini mereka saling berbalas pesan, tak perlu menunggu lama untuk balasan dari pesan masing – masing.


“Aku ganggu kamu ya?” tanya Arkan yang merasa tidak enak dengan Nafisah karena takutnya dia malah mengganggu Nafisah.


“Gimana ya, sebenarnya aku lagi ngerjain tugas sih, tapi nggak papa kok santai aja.” Jawab Nafisah yang juga merasa tidak enak dengan Arkan, takutnya Arkan malah merasa bersalah banget karena telah mengirimkannya pesan.


“Ma’af kalau aku ganggu kamu.” Balas arkan


“Oh ya bukannya besok nggak ada tugas ya?” lanjutnya


“Iya nggak apa – apa kok, santai aja hehe.” Kata Nafisah


“Iya besok nggak ada tugas kok, ini yang aku kerjain tugas yang dikumpulin untuk lusa besok.” Lanjut Nafisah


“Ohhh… rajin banget ya kamu. Aku juga mau ngerjain tugas itu deh, nanti kalau aku ada yang nggak bisa, aku tanyain aja ke kamu hehe.” Balas Arkan

__ADS_1


“Bisa aja kamu hehe. Iya ntar kalau ada yang kamu bingungin tanyain aja ke aku, begitupun sebaliknya. Anggep aja kita lagi ngerjain tugas bersama hihihi.” Kata Nafisah


“Oh iya kamu ada apa kok ngirim pesan ke aku?” lanjut tanya Nafisah


“Oke Siaapp. Nggak ada apa - apa sih sebenarnya hehehe, pengen nambah temen aja gitu. Kamu merasa nggak nyaman ya aku chat?” tanya Arkan


“Nggak kok, justru aku juga seneng dapat teman baru.” Balas Nafisah


“Syukur deh kalau kamu merasa tidak nyaman. Oh ya jangan lupa save nomor aku ya heheh.” Pinta Arkan


“Oke sippp.” Kata Nafisah


“Ya udah deh kamu lanjutin ngerjain tugas kamu, aku juga lanjutin tugas aku, biar nggak malem – malem banget selesainya.” Kata Arkan


“Iyaa.” Jawab Nafisah


Setelah membalas pesan Arkan tak lama kemudian adzan isya’ telah berkumandang. Nafisah memutuskan untuk menjeda dulu belajarnya, dia mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim terlebih dahulu biar tidak lupa. Setelah mengerjakan sholat isya’, Nafisah kembali mengerjakan tugasnya.


Nggak banyak sih tugasnya tapi cukup membuat otak Nafisah berfikir keras. Untuk mengerjakan tugas Nafisah selalu mencari beberapa referensi baik itu melalaui internet maupun dari buku – buku yang ia pinjam dari perpustakaan. Hampir 15 menit mengerjakan tugasnya ternyata Arkan kembali menghubunginya, menanyakan perihal tugas tersebut.


“Naf, aku mau tanya soal nomor 3 itu maksutnya gimana si?” tanya Arkan


Nafisah langsung mengecek notifikasi dari hp nya dan ternyata dari Arkan, tak perlu menunggu lama Nafisah langsung membalasnya.


“Untuk pertanyaan nomor 3 aku cari dari internet dan buku yang aku pinjam dari perpustakaan.” Balas Nafisah


“Oh begitu, ya udah deh aku cari dulu di internet besok baru pinjam buku di perpustakaan. Besok temenin aku pinjam bukunya ya.” Pinta Arkan


“Tugas kamu udah selesai semua ya?” tanya Arkan


“Belum, tinggal sedikit lagi.” Kata Nafisah


“Ya udah deh selesain dulu tugasnya nanti kita lanjut lagi chat nya.” Kata Arkan


“Iyaa.” Balas Nafisah


Akhirnya mereka menjeda terlebih dahulu chatingannya dan melanjutkan mengerjakan tugasnya. Di seberang sana Arkan mengerjakan tugasnya dengan hati yang deg – deg an karena telah memberanikan diri mengirim pesan ke Nafisah.


Dia mengerjakan tugasnya dengan bibir yang selalu tersenyum, entah kenapa hanya mengirimkan pesan ke Nafisah mampu membuat dia salah tingkah.


Sebelumnya dia tidak menyangka kalau pesannya akan direspon oleh Nafisah, dia mengira Nafisah akan cuek kepadanya atau malah kecentilan kepadanya.


Sebenarnya dari awal bertemu Arkan sudah merasa ada ketertarikan kepada diri Nafisah, tetapi dia selalu menepis perasaan tersebut karena dia mengira itu hanya sebuah perasaan kagum kepada Nafisah.


Menurut Arkan Nafisah itu beda dari perempuan yang selama ini dia temui. Di mata Arkan, Nafisah merupakan sosok perempuan yang sopan, baik, pintar, ramah, dan tidak sombong.


Arkan juga tak kalah dengan pesona Nafisah. Bisa dibilang Arkan ini tingkat kegantengannya cukup tinggi, dia memiliki tinggi badan yang proporsional, kulit bersih, wajah mulus, hidung mancung dan alis yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis yang menjadi daya tarik kaum hawa.


Setiap ada perempuan yang menyapanya dia hanya membalasnya dengan senyum tipisnya, bisa dibilang Arkan itu orangnya cuek terhadap perempuan apalagi yang modelannya kecentilan, dia malas meladeninya.

__ADS_1


-


-


-


Setelah 1 jam mengerjakan tugasnya masing – masing yang diselingi dengan saling bertukar pertanyaan mengenai tugas tersebut. Akhirnya tugas mereka telah selesai.


Sebenarnya Nafisah selesai terlebih dahulu daripada Arkan tetapi setiap Arkan bertanya mengenai hal yang belum ia fahami, Nafisah selalu menjawab berdasarkan pengetahuannya.


Tugas sudah rapi dan buku untuk kuliah besok juga udah dia siapkan. Arkan kembali mengirimkan pesan ke Nafisah.


“Naf, kamu udah tidur?” tanya Arkan


“Belum kok, ini lagi chatingan juga sama Mama.” Balas Nafisah


“Ohhh… aku nggak ganggu chatingan kamu sama Mama kamu kan?” Arkan kembali bertanya kepada Nafisah, sebenarnya Arkan bingung mau mencari topik pembicaraan dengan Nafisah.


“Enggak kok, santai aja nggak usah meras tidak enak.” Jawab Nafisah


“Udah malem nih, mendingan kamu istirahat aja, biar besok tidak kesiangan bangunnya.” Kata Arkan


“Iya nanti kalau aku udah selesai chatingan sama Mama, aku langsung istirahat.” Balas Nafisah


“Yaudah deh kalau gitu. Oh ya aku juga mau ngucapin makasih udah bantuin aku ngejain tugas.” Kata Arkan


“Iya sama – sama, aku juga ngucapin makasih ke kamu yang udah bantuin aku juga.” Balas Nafisah


“Tak seberapa itu mah, lebih banyakan aku yang tanya ke kamu.” Ucap Arkan


“Iyaa, kita sebagai teman harus saling membantu.” Kata Nafisah


“Iya bener kamu, yaudah deh tidur gih udah malem.” Kata Arkan


“Iyaa.” Balas Nafisah yang hanya dibaca oleh Arkan.


Nafisah juga sudah selesai berbalas pesan dengan Mamanya, sebenarnya Nafisah tak ingin setiap hari menghubungi Mama atau Papanya, dia melakukan hal tersebut agar merasa betah di tempat rantauan ini.


Entah mengapa setiap Mama atau Papanya menghubunginya dia selalu ingin pulang untuk melepas rindunya secara langsung ke Mama Papanya. Bukannya Nafisah tidak suka apabila ditelphon ataupun hanya sekedar dichat oleh Mama Papanya tetapi dia hanya ingin menghindari hal tersebut.


Namun terkadang kalau udah merasa rindu banget ke Mama Papanya Nafisah langsung menghubungi Mama atau Papanya, walaupun hanya melalui sebuah panggilan video itu cukup mengobati rasa rindunya. Sebenarnya dia juga rindu dengan adik – adiknya, walaupun ketika mereka berkumpul sering berantem namun hal itulah yang membuat ia rindu dengan adik – adiknya.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada salah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini, hehehe….

__ADS_1


See you…. Bye bye...


__ADS_2