Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 20


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Sesampainya di kamar Nafisah langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih – bersih dan setelahnya ia langsung merebahkan dirinya di atas kasur empuk kamar hotel tersebut. Caca yang sebelumnya sudah tidur di dalam mobil belum merasa ngantuk dan mengajak kakaknya untuk bercerita.


“Kak udah tidur?” tanya Caca ke Nafisah yang sudah mulai memejamkan matanya


“Apa?” tanya balik Nafisah


“Jangan tidur dulu dong kak, kita cerita – cerita dulu gitu. Aku belum ngantuk soalny.” Ucap Caca


“Ceritanya besok aja Ca, kakak udah ngantuk banget ini.” Jawab Nafisah dengan suara pelan dan mata sedikit terpejam


“Tapi aku belum ngantuk kak, lagian kita juga udah lama nggak cerita – cerita.” Kata Caca


“Kakak itu udah nahan kantuk dari tadi tau, besok – besok ajalah ceritanya, lagian besok kita juga masih ketemu. Kakak mau tidur dulu udah malam ini, liat tuh udah jam berapa.” Kata Nafisah sambil mengubah posisinya yang sebelum terlentang kini menjadi miring ke kanan sambil memeluk guling


“Isshh kakak nggak seru, ya udah deh aku main HP aja.” Ucap Caca dan langsung mengambil HP nya yang ia letakkan di atas nakas samping tempat tidur Caca tengah asyik bermain HP dan tak menyadari kalau jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Caca menyadari kalau waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari ia langsung meletakkan kembali HP nya di atas nakas dan langsung menyusul kakaknya ke dalam mimpi.


-


-


-


Adzan shubuh sudah mulai terdengar menggema ditelinga. Nafisah yang mendengar suara adzan shubuh langsung bangun dan tak lupa ia juga membangunkan adiknya untuk sholat shubuh.


“Dek, bangun sholat shubuh yuk.” Ucap Nafisah sambil menggoyangkan tubuh Caca


“Ehhmm…” jawab Caca


“Bangun sholat shubuh, setelah itu tidur lagi nggak papa.” Kata Nafisah


Caca langsung bangun dari tidurnya, ia bersandar di kepala ranjang sambil mengumpulkan nyawanya. Sedangkan Nafisah menuju kamar mandi untuk berwudhu, setelah Nafisah keluar dari kamar mandi Caca langsung bergegas ke kamar mandi. Mereka melaksanakan sholat sendiri – sendiri. Setelah sholat mereka kembali berbaring di atas kasur sambil bercerita.


“Semalam kamu mau cerita apa ke kakak?” tanya Nafisah mengawali pembicaraan


“Yaaa cerita – cerita biasa aja, aku kepo sama cerita kakak yang kuliah di sini.” Jawab Caca


“Emang yang kamu kepoin apa?” tanya Nafisah


“Yaaa kaya temen kakak di kampus, terus kakak disini sering main kemana aja, atau kakak disini sudah punya makanan atau minuman favorit, gitu.” Terang Caca


“Kalau teman sih kakak berteman sama siapa aja, tapi kakak punya 3 teman yang deket banget sama kakak. Kalau tempat main sih kakak paling yaa ke mall atau ke café sama ketiga temen kakak. Soal makanan atau minuman favorit kakak sih belum ada, soalnya makanan sama minuman favorit kakak itu tetep buatan mama, belum ada yang lain.” Tutur Nafisah


“Ketiga temen kakak cewek semua apa ada cowoknya?” tanya Caca


“Yang dua cewek dan yang satu cowok.” Jawab Nafisah


“Enak ya kak kuliah disini.” Ucap Caca

__ADS_1


“Ada enaknya ada nggak enaknya juga.” Kata Nafisah


“Emang nggak enaknya apa?” tanya Caca


“Nggak enaknya itu kita jauh dari orang tua, apalagi kakak yang sebelumnya belum pernah jauh dari orang tua terus tiba – tiba jauh dari orang tua. Terus kalau ada apa – apa harus di hadapin sendiri, harus pinter – pinter ngatur waktu sama ngatur uang. Tapi terlepas dari itu semua kakak seneng jalaninnya karena impian kakak selama ini telah tercapai.” Jawab Nafisah


“Aku juga pengen kayak kakak yang kuliah di kampus yang di inginkan.” Ucap Caca


“Emang kamu kuliah dimana?” tanya Nafisah


“Hehehe belum tau, kan aku masih SMP kak.” Jawab Nafisah


“Nah itu tau kalau baru SMP, kamu fokus aja dulu sekarang apa yang kamu jalanin, sekolah yang bener biar bisa banggain mama sama papa terus bisa tercapai juga cita – cita kamu.” Kata Nafisah


“Iya kak, ini kita di kamar terus apa gimana?” tanya Caca


“Kakak juga nggak tau, kita tunggu mama sama papa ketuk pintu kita.” Jawab Nafisah


“Kita ke balkon yuk kak, biar bisa liat pemandangan kota Jakarta.” Ajak Caca


“Yuk, kenapa ngga dari tadi ya hahaha.” Kata Nafisa


“Iya ya, baru kepikirannya sekarang.” Ucap Caca sambil berjalan menuju balkon di ikitu oleh Nafisah di belakangnya


“MasyaAllah, bagus banget pemandangannya.” Ucap Caca ketika berdiri di pinggir balkon yang di batasi pagar besi


“Iya bagus banget dek, ini kalo malem pasti lebih bagus.” Kata Nafisah


“Nanti aja kalo udah mandi, masih dekil ini.” Ucap Nafisah


“Yaahh... kakak mah nggak seru.” Ucap Caca dengan wajah cemberut


“Kalo kamu mau foto sini kakak fotoin.” Ucap Nafisah


“Nanti aja, udah nggak mood lagi.” Kata Caca


“Nah gitu dong nurut sama kakak.” Ucap Nafisah sambil mengelus kepala Caca


Mereka berdua menikmati pemandangan kota Jakarta pada pagi hari, udara pada pagi hari di kota Jakarta terasa begitu segar ketika tercium oleh indra penciuman. Caca yang tidak jadi berfoto akhirnya hanya memfoto pemandangan dari balkon hotel.


Sedangkan Nafisah dia hanya duduk santai sambil bermain HP. Ketika sedang bermain HP, Nafisah dikejutkan dengan pesan chat dari mama nya yang mengatakan Nafisah dan Caca diminta siap – siap untuk sarapan dan akan dilanjutkan dengan jalan –jalan.


“Dek kata mama kita disuruh siap – siap, setelah itu sarapan terus jalan – jalan.” Ujar Nafisah


“Kakak dulu yang mandi, aku masih males.” Ucap Caca


“Kamu dulu, kamu kan lama mandinya.” Ucap Nafisah


“Kakak dulu, aku kan mendahulukan yang tua.” Kata Caca


“Buruan dek, nanti keburu siang.” Ucap Nafisah

__ADS_1


“Kakak.”


“Adek.”


“Kakak.”


“Adek.”


“Kakak.”


“Mending kita suit aja biar adil.” Ucap Nafisah


“Oke, kitai suit. Kita tiga kali suit, yang paling banyak kalahnya dia dulu yang mandi, gimana?” tawar Caca


“Oke deal.” Jawab Nafisah sambil bersalaman dengan Caca


“Satu, dua, tiga. Yes aku menang.” Ucap Caca


“Jangan seneng dulu kamu.” Ujar Nafisah


“Satu, dua, tiga. Yes aku yang menang.” Lanjut Nafisah


“Kita seri. Ini babak penentuan.” Ucap Caca


Mereka melakukan suit lagi dan ini adalah suit yang terakhir sebagai penentu siapa yang mandi duluan. Mau mandi aja pake acara suit segala, membuang – buang waktu saja.


“Satu, dua, tiga. Yeee akhirnya kakak yang menang. Tuh kan yang mandi duluan tuh kamu.” Ucap Nafisah ketika dia yang memenangkan suit terakhir yang berarti Caca terlebih dahulu yang mandi di pagi ini


“Isshh… ngeselin. Kakak curang.” Ucap Caca dengan wajah kesal


“Curang darimana coba. Udah buruan sana kamu yang mandi dulu, keburu siang nanti.” Ucap Nafisah sambil mendorong pelan tubuh Caca untuk masuk ke dalam Caca masuk ke dalam kamar mandi dengan menghentak – hentakkan kakinya, dia merasa sangat kesal dengan kakaknya yang tak mau mengalah dengan dirinya. Dia ingin membantah tapi dia sendiri yang buat peraturan.


Ini mah namanya senjata makan tuan. Batin Caca


Sedangkan Nafisah yang masih duduk santai di balkon merasa sangat senang, apalagi ketika melihat wajah Caca yang kesal. Sambil menunggu Caca mandi dia melanjutkan beramain HP, hingga ada sebuah notifikasi pesan yang masuk ke HP nya.


“Naf.” Pesan pertama


“Kamu lagi apa? Aku ganggu kamu nggak?” tanya nya secara beruntun


Nafisah yang melihat notifikasi dari seseorang tersebut langsung membuka pesan chat tersebut.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini, hehehe….


See you…. Bye bye…

__ADS_1


__ADS_2