
Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv
-----
Tepat hari ini keluarga Nafisah akan pulang ke Jogja setelah berlibur. Saat ini keluarga ini telah dalam perjalanan menuju rumahnya.
“Kapan – kapan lagi kita liburan bareng ya pa.” pinta Nafisah
“Boleh, kalo kalian liburan panjang kita liburan lagi.” Ucap Andi
“Caca seneng banget bisa liburan bareng – bareng kayak gini.” Ujar Caca
“Mama juga seneng liat kalian yang bisa menikmati liburan ini, walaupun cuma sebentar.” Ucap Rosa
“Nggak papa kali ma cuma sebentar yang pentingkan bisa liburan bareng, nanti kalo udah di rumah kita juga bisa main bareng.” Ucap Nafisah
“Nah bener tuh, nanti kita main bareng yuk kak.” Ucap Raka
“Ayok, udah lama kakak nggak main lagi di Jogja.” Ujar Nafisah
“Caca ikut, Caca ikut.” Ucap Caca dengan riang
“Ngikut mulu nih bocah.” Kata Raka
“Biarin, daripada aku di rumah nggak ngapa – ngapain.” Ucap Caca
“Emang kita mau ajak kamu.” Goda Nafisah
“Tau tuh, tadi kan aku cuma ngajak kak Naf.” Tambah Raka
“Emm.. Mama..” rengek Caca
Nafisah dan Raka yang berhasil menggoda adiknya tertawa puas. Ini lah hobi kedua kakak beradik tersebut yaitu menggoda Caca, apalagi kalo sampe Caca nangis itu adalah sepuasan yang tiada tara.
“Dasar tukang ngadu.” Gumam Raka
“Ishh… kakak…” teriak Caca dengan memukuli lengan Raka
Raka yang dipukuli bukannya mengelak tetapi malah tertawa.
“Udah dek, kita nanti mainnya bareng – bareng, oke.” Ucap Nafisah
“Mending kak Raka aja yang nggak usah diajak, tinggal aja di rumah buat jagain rumah.” Ledek Caca
“Kamu malah kakak kunciin di kamar biar nggak bisa ikut.” Timpal Raka
“Sebelum kakak kunciin aku di kamar, kuncinya udah aku sembunyiin dulu biar kakak nggak bisa kunciin aku. Atau malah kakak yang aku kunciin biar nggak bisa kemana – mana.” Cerocos Caca
“Bodo amat, nggak takut. Wlek.” Balas Raka sambil menjulurkan lidahnya ke arah Caca
“Kalian ini sehari tanpa adu mulut nggak bisa ya.” Ucap Rosa yang udah mulai jengah dengan tingkah ketiga anaknya terutama Raka dan Caca
__ADS_1
“Biaran aja ma, itung – itung sebagai hiburan.” Ujar Andi
“Hiburan apaan kayak gitu, kesannya malah kayak kaleng rombeng tau. Berisik!” ucap Rosa
“Ini nih ma yang kaleng rombeng.” Ucap Raka sambil menunjuk ke arah Caca yang sedang main HP
Caca yang merasa dirinya mendapat tunjukan dari kakaknya langsung mengalihkan pandangannya dari HP. Dia menatap Raka dengan mata tajamnya.
“Apa? Kagum ya liat cowok ganteng, tampan,keren. Santai aja ngliatnya, nanti tuh mata jatuh baru tau rasa kamu.” Ucap Raka
“Cih! PD banget. Muka abal – abal aja sombong banget.” Ujar Caca
“Gini nih kalo mata udah berkurang fungsinya.” Kata Raka
“Iyain aja deh biar cepat. Yang waras ngalah.” Gumam Caca
Setelah perdebatan itu berhenti hanya keheningan yang menemani perjalanan mereka. Untuk menemani perjalanan Andi yang sebagai sopir memutar radio untuk menemaninya. Ketiga anaknya sudah berjalan – jalan ke alam mimpi.
-
-
-
Setelah menempuh perjalanan berjam – jam akhirnya mereka telah sampai di rumah dengan selamat. Sebelum mereka sampai rumah mereka makan malam terlebih dahulu, agar kalo sampai rumah tinggal bersih – bersih dan langsung istirahat.
Sampai rumah mereka semua menuju ke kamar masing – masing karena pengen cepet – cepet istirahat setelah melakukan perjalanan panjang.
Kali ini Andi dan Raka sholat berjamaah di rumah bukan di masjid. Setelah melakukan sholat shubuh anak – anak kembali ke kamar untuk tidur kembali karena badan mereka masih terasa sangat lelah.
Sedangkan Andi menuju halaman belakang tempat ia dan sang istri bercocok tanam. Di belakang rumah terdapat tanah yang kosong yang ia manfaatkan untuk menanam berbagai macam tanaman.
Tanaman yang ia tanam lebih ke tanaman buah seperti kelengkeng, jambu air, mangga, buah naga dan masih ada beberapa tanaman lainnya. Sedangkan yang ditanam oleh sang istri lebih ke sayur seperti cabe, tomat, kangkung, sawi, dan berbagai macam sayur lainnya.
Kali ini tanaman yang sedang berbuah adalah buah naga dan jambu air. Buahnya juga sudah siap untuk dipanen. Andi tak pernah menjual hasil dari panennya karena hasil panennya hanya untuk ia makan sendiri dengan keluarganya, paling kalo sampai lumayan banyak ia bagi ke sanak keluarganya atau ia kirimkan ke orang tuanya.
Terkadang ia sengaja mengundang para saudara dan keponakannya untuk datang ke rumah dan ikut menikmati hasil panen dari tanamannya.
Hal ini lah yang menjadi ajang untuk mempererat tali silaturrahmi dan saling dekat satu sama lain. Rosa yang telah selesai menyelesaikan tugasnya memasak di dapur langsung memanggil suaminya dan anak – anaknya.
Untuk urusan memasak Rosa langsung yang mengolahnya, namun untuk urusan bersih – bersih ia menyerahkan ke asisten rumah tangga yang datang setiap hari.
“Pa sarapannya udah mateng, ayo sarapan.” Ucap Rosa yang menyusul suaminya di halaman belakang rumah
Andi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia langsung mencuci tangan dan kakinya di kran yang ada halaman tersebut. Sedangkan Rosa menuju ke kamar anak – anaknya untuk membangunkan anaknya.
Tok… tok… tok
“Kakak bangun, saatnya sarapan.” Ucap Rosa ketika di depan kamar Nafisah
“Iya ma, kakak udah bangun.” Jawab Nafisah yang masih ada di atas kasur
__ADS_1
“Langsung turun ya kak, udah ditungguin sama papa.” Ucap Rosa
“Iya ma.” Jawab Nafisah
Setelah mendengar perintah mamanya, Nafisah langsung ke kamar mandi untuk cuci muka.
“Raka bangun, udah siang.” Ucap Rosa yang udah ada di samping tempat tidur Raka sambil menggoyangkan tubuh Raka
“Emmm..” gumam Raka
“Bangun Raka, ayo sarapan.” Kata Rosa
“Emmm…” gumam Raka kembali
“Kamu ini dibangunin amm emm amm emm, mau jadi vokali hadroh kamu. Buruan bangun udah ditungguin papa sama kakak.” Cerocos Rosa sambil menggoyangkan tubuh Raka lebih kencang
“Iya mama ku sayang….” Jawab Raka sambil bangun dari tidurnya
“Sana ke kamar mandi, cuci muka!” titah Rosa
“Emmm…” gumam Raka
“Kamu jawab emmm lagi mama siram kamu pake air.” Ucap Rosa yang kesel dengan Raka
Raka tak lagi menjawap ucapan mamanya, ia langsung menuju ke kamar mandi untuk melaksanakan perintah kanjeng ratu.
“Tinggal satu lagi nih yang harus dibangunin, mudah – mudahan ini gampang banguninnya.” Gumam Rosa yang menuju ke kamar putri bungsunnya
Tok… tok… tok
Ceklek
“Ada apa ma?” tanya Caca
“Sarapan yuk! Udah ditungguin papa sama kakak di meja makan.” Jawab Rosa
“Iya ma.” Ujar Caca yang langsung berjalan mendahului mamanya
Untung yang ini udah bangun, jadi aku tanpa harus susah – susah banguninnya. Batin Rosa
Setelah semua berkumpul mereka langsung melakukan ritual makan. Menikmati masakan mama tanpa ada suara.
****
Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih
****
Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….
See you…. Bye bye…
__ADS_1