
Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv
-----
Hari – hari Nafisah disibukkan dengan tugas – tugas kuliah. Bertepatan sekarang Nafisah dan temannya sedang berkumpul di kantin untuk membahas tugas kelompok mereka yaitu tugas untuk presentasi minggu depan. Kelompok Nafisah tediri dari Nafisah, Hana, Sasa, Dafi, dan Aslan.
“Gimana nih pembagian tugasnya?” tanya Dafi
“Kamu aja deh Naf yang bagi tugasnya.” Pinta Hana
“Nggak papa nih aku yang bagi?” tanya Nafisah untuk meminta persetujuan ke teman – temannya. Yang dijawab dengan anggukan kepala.
“Ya udah deh, bentar aku lihat ada berapa halaman tugas kita.” Kata Nafisah sambil mengecek tugasnya
“Tugas kita kan mulai dari halaman 200 sampai 225, gimana kalau setiap anak dapat 5 halaman. Mulai halaman 200-205 itu aku, 206-210 Hana, 211-215 Sasa, 216-220 Dafi, dan 221-225 bagian Aslan. Gimana?” lanjut Nafisah
“Iya aku setuju.” Ucap Sasa
“Kok aku dapet bagian yang susah sih.” Protes Dafa
“Etdah Daf semuanya sama kali, emang kamu udah baca semua bagian kamu?” tanya Hana
“Baru sekilas sih.” Jawab Dafi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
“Nah kan, mending baca dulu sampai habis, baru ngomong kalau bagian kamu susah.” Timpal Sasa
“Kalau nanti kamu merasa kesulitan, aku bisa kok bantu kamu ngerjainnya, tapi jangan semua ya Daf hehehe.” Ucap Nafisah
“Oke Naf, gini nih kayak Nafisah yang peka sama temannya.” Kata Dafi
“Terserah kamu lah Daf yang penting kamu selesain tugas kamu.” Saut Hana
“Aslan kamu setuju kan sama bagian kamu? Kalau nggak tukeran sama punya aku nggak papa.” Tawar Nafisah
“Setuju kok Naf, nggak usah pake tukeran segala. Emang aku kaya Dafi yang suka ngeluh.” Jawab Aslan dengan kekehannya. Dafi yang ada disebelah Aslan hanya mendengus kesal.
“Oh ya udah deh, soalnya dari tadi kamu diem terus aku takut kamu nggak setuju.” Ucap Nafisah
“Nggak kok.” Kata Aslan
“Udah kan pembagian tugasnya? Kalau udah aku balik duluan nih.” Tanya Dafi
“Udah kok.” Jawab Sasa
“Ya udah deh aku balik duluan ya.” Pamit Dafi
“Eh bareng Daf ke parkirannya.” Kata Aslan
__ADS_1
“Iya Ayok!” ucap Dafi
“Aku juga balik duluan ya, nanti bikin grup WA aja biar enak kalau ada apa – apa.” Saran Aslan
“Iya entar aku bikin grupnya.” Ucap Hana
“Oke, kita balik duluan ya.” Pamit Aslan ke teman – temannya
Kini mereka hanya bertiga yang duduk di meja kantin tersebut. Mereka lanjutkan dengan mengobrol santai dan tak lupa untuk memesan makanan agar nanti waktu pulang bisa langsung istirahat.
Mereka makan dalam diam tanpa ada pembicaraan ketika mereka makan. Setelah makanan dan minuman habis, mereka langsung membayar makanan dan minuman masing – masing dan langsung pulang karena hari sudah sore. Hari ini mereka kuliah hanya ada 1 matkul dan pada siang hari, jadi mereka sekarang pulangnya agak sorean.
-
-
-
Setelah sampai di kostannya Nafisah langsung bersih – bersih, rencana setelah mandi dia akan mengantarkan pakaian kotornya ke laundry langganannya.
Malamnya Nafisah disibukkan dengan tugas – tugas yang sudah menantinya. Ditengah – tengah dia mengerjekan tugasnya ternyata Mamanya menghubunginya via video call.
“Assalamualaikum Ma” salam Nafisah sambil menyandarkan HP nya dibuku – buku yang sudah ia tumpuk.
“Waalaikumsalam Kak, bagaimana kabarnya?” tanya Mama Nafisah menanyakan kabar anaknya
“Alhamdulillah Mama juga sehat. Kakak lagi ngerjain tugas ya? Mama ganggu dong.” Ucap Mama merasa tak enak karena telah menghubungi anaknya diwaktu yang kurang tepat.
“Iya kakak lagi ngerjain tugas. Mama nggak ganggu kok, justru kakak seneng bisa ditemenin Mama saat ngerjain tugas.” Jawab Nafisah dengan senyumannya
“Beneran nih Mama nggak ganggu? Mama matiin aja ya.” Kata Mama
“Eh jangan Ma, biarin aja, temenin kakak ngerjain tugas biar nggak sendirian.” Kata Nafisah
“Ya udah deh Mama bakal temenin kakak ngerjain tugas sampai selesai. Kakak udah makan?” tanya Mama
“Makasih Ma. Kakak udah makan kok, tadi delivery.” Jawab Nafisah
“Iya sayang, ya udah Mama akan diem dan temenin kakak ngerjain tugas.” Kata Mama dan dibalas dengan senyuman oleh Nafisah.
Selama Nafisah mengerjakan tugasnya Mama hanya sesekali mengawasi karena sekarang Mama sedang menonton bersama Papa sambil makan salad buah buatan sendiri. Nafisah juga sangat serius menyelesaikan tugas – tugas kampusnya.
Sampai tak terasa sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam dan tugas – tugas Nafisah baru saja selesai semuanya. Nafisah meregangkan ototnya karena sudah terlalu lama duduk di depan meja belajarnya.
“Tugasnya udah selesai semua kak?” tanya Mama ketika melihat Nafisah sudah meregangkan ototnya
“Alhamdulillah sudah semuanya Ma, capek badan kakak, tugasnya banyak banget.” Keluh Nafisah
__ADS_1
“Ya sabar kak namanya juga menuntut ilmu, ya begitu, dijalani aja dengan ikhlas biar berkah ilmunya. Mengeluh boleh sekali – kali namanya juga manusia.” Nasihat Mama
“Iya Ma, Papa mana Ma?” tanya Nafisah
“Ini Papa.” Jawab Mama sambil mengarahkan HP nya ke wajah suaminya
“Assalamualaikum Papa.” Salam Nafisah dengan riang
“Waalaikumsalam kak.” Jawab Papa dengan tersenyum
“Kakak kangen sama Papa.” Kata Nafisah dengan muka sendunya
“Kakak rindunya sama Papa aja, nggak rindu sama Mama?” tanya mama yang merasa iri karena nggak dikangenin anaknya
“Hahaha kakak kangen juga kok sama Mama. Kangen masakan Mama, kangen dibangunin Mama, kangen belanja sama Mama, pokoknya kangen semua tentang Mama.” Jawab Nafisah
“Mama juga kangen sama kakak, kangen peluk kakak. Kalau udah liburan kuliahnya langsung pulang aja ya kak, nanti Mama turutin semua keinginan kakak.” Kata Mama dengan mata berkaca – kaca
“Iya Ma, Mama nggak usah sedih dan nggak usah khawatir, kakak disini baik – baik aja kok. Mama sama Papa do’ain kakak aja semoga kuliah kakak lancer, bisa banggain Mama sama Papa.” Ucap Nafisah dengan menahan air matanya agar tidak jatuh.
Nafisah tidak ingin menangis di depan orang tuanya, karena takut mereka khawatir dengan keadaanya.
“Nggak usah kamu minta, Mama sama Papa akan selalu do’ain kaka, do’ain adik – adik kamu juga, biar anak – anak Mama sama Papa pada sukses semua, tercapai semua cita – citanya, bermanfaat untuk orang disekitar. Pokoknya do’a terbaik untuk kalian semua.” Kata Mama yang sekarang sudah
menitihkan air matanya.
“Mama jangan sedih dong, nanti kakak ikut sedih kalau Mama sedih. Senyum dong, masa Mamanya Nafisah cengeng hehehe.” Hibur Nafisah ke Mamanya
“Mama nggak sedih kok, justru Mama bangga sama kakak. Mama bangga dengan semangat kakak dalam menuntut ilmu, jauh dari rumah, jauh dari keluarga. Pokoknya Mama bangga sama kakak.” Kata Mama dengan senyumannya
“Kakak juga bangga punya Mama sama Papa yang tangguh, yang selalu ada buat kakak dalam keadaan apapun, orang pertama yang selalu perhatian dan ngertiin kakak. Makasih Ma, Pa.” ucap Nafisah
“Iya sayang, ya udah deh kita sambung besok aja video callnya, udah malem kakak tidur gih biar besok nggak kesiangan bangunnya.” Kata Mama
“Ya udah deh samapi sini dulu kita melepas rindunya. Assalamuailkum Ma, Pa.” pamit Nafisah
“Waalaikumsalam kak.” Jawab Mama dan Papa secara bersamaan.
Video call telah berakhir saatnya Nafisah merapikan buku – bukunya dan menyiapkan keperluan untuk kuliahnya besok. Sebelum Nafisah tidur, dia ke kamar mandi terlebih dahulu untuk bersih – bersih. Setelah itu baru deh dia menghampiri kasur tercintanya untuk tidur.
****
Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada salah ketik dari cerita ini. Terimakasih
****
Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini, hehehe….
__ADS_1
See you…. Bye bye….