Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 22


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


“Kita anterin kamu ke mama sama papa aja ya dek.” Ucap Nafisah ketika mendengar keluhan dari Caca


Caca hanya menganggukkan kepalanya, karena dia merasakan sangat pusing. Mungkin sebentar lagi dia akan muntah. Raka memapah Caca agar tak jatuh.


“Lho Caca kenapa kak?” tanya mama rosa ketika melihat Caca dipapah oleh Raka


“Pusing ma, gara – gara habis naik wahana kora – kora.” Jawab Nafisah


“Ya sudah duduk sini aja, nggak usah naik wahana yang serem – serem lagi.” Ucap papa Andi sambil mendudukkan Caca di kursi yang sebelumnya ia duduki


“Ini minum dulu.” Ucap mama Rosa sambil menyerahkan sebotol air putih Caca langsung meminum air putih tersebut, namun selang beberapa menit dia justru malah muntah –


muntah.


“Udah?” tanya mama Rosa sambil memijat tengkuk Caca. Caca hanya menganggukkan kepalanya.


“Ya udah yuk kembali ke kursi lagi.” Ajak mama Rosa sambil memapah Caca


“Gimana udah enakan belum dek?” tanya papa Andi ketika melihat Caca kembali. Caca kembali menganggukkan kepalanya.


“Udah ya nggak usah main kaya gitu lagi, kalo pengen naik wahana, naik yang nggak ekstrim aja.” Ucap mama Rosa


“Kita lanjut naik wahana lagi boleh nggak ma?” tanya Raka


“Boleh, tapi jangan yang ekstrim – ekstrim banget.” Jawab mama Rosa


“Iya, kita lanjut main lagi ya ma, pa.” pamit Nafisah


Mereka langsung menuju ke beberapa wahana yang sudah terpampang di depan wajah mereka.


“Kita naik yang mana dulu kak?” tanya Raka


“Emmm… naik yang mana dulu ya.” Ucap Nafisah sambil berfikir


“Kita naik itu yuk, kayaknya seru deh.” Lanjutnya sambil menunjuk ke arah wahana hysteria


“Ayok.” Ucap Raka


Mereka langsung menaiki kursi yang ada di wahana tersebut. Setelah semuanya siap wahana tersebut mulai bergerak. Wahana hysteria ini salah satu wahana permainan yang sangat memacu adrenalin yang ada di dufan. Mencoba hysteria, kita seolah dilemparkan ke atas dalam waktu satu persekian detik, setelah itu langsung dilemparkan ke bawah dengan sangat cepat. Hal ini terus dilakukan secara berulang – ulang.


Setelah bergerak berulang – ulang kali, akhirya wahana ini telah berhenti dari pergerakannya. Semua pengunjung telah meninggalkan kursi wahana tersebut.


“Aduhh… jantung kakak deg – deg an banget dek.” Ucap Nafisah


“Hahaha… tapi seru banget lho kak.” Kata Raka

__ADS_1


“Seru sih seru dek, tapi lama – lama suara kakak habis juga.” Ucap Nafisah


“Hahaha… mangkanya kakak nggak usah kenceng – kenceng teriaknya.” Kata Raka


“Gimana nggak teriak kenceng coba, wahana nya aja kenceng banget geraknya.” Gerutu Nafisah


“Hahaha… kita lanjut naik apalagi nih?” tanya Raka


“Bentar kakak pilih dulu. Eh tadikan kakak udah pilih sekarang giliran kamu yang pilih wahananya.” Ucap Nafisah


“Oke kalo gitu. Bentar aku pilih dulu.” Ucap Raka sambil mengetuk – ngetuk dagunya


“Nggak usah yang serem – serem dek.” Kata Nafisah


“Nggak – nggak santai aja. Naik itu yuk kak.” Ucapnya sambil menunjuk ke arah wahana kicir – kicir


“Ya Allah dek, serem banget itu.” Kata Nafisah


“Nggak kak, udah yuk nggak usah banyak mikir.” Ajak Raka sambil menggandeng tangan Nafisah


Nafisah dan Raka menaiki wahana kicir – kicir tersebut. Wahana ini disebut juga dengan power surge, wahana ini akan membawa pengunjung untuk berputar 360 derajat melintir sambil meluncur. Kebayang nggak tuh rasanya kayak gimana.


Kali ini Nafisah kembali berteriak dengan sangat kencang. Mungkin nanti tenggorokannya akan terasa sakit atau bisa jadi suaranya sampai hilang gara – gara kebanyakan teriak.


Setelah dibawa berputar – putar oleh wahana tersebut, Nafisah langsung turun dari wahana dengan kepala yang sedikit terasa pusing.


“Bentar dek istirahat dulu kepala kakak mulai terasa pusing.” Ucap Nafisah sambil terduduk di sebuah kursi kosong


Nafisah langsung meneguk air tersebut hingga tinggal setengah. Untungnya Nafisah nggak sampe muntah – muntah seperti Caca.


Mengenai kabar Caca, saat ini dia masih terduduk di kursi bersama mama papanya, karena dia masih merasa lemas sehabis muntah – muntah tadi.


“Kita istirahat dulu aja ya dek.” Pinta Nafisah


“Iya, daripada nanti kakak malah kenapa – kenapa, terus kita nggak bisa lagi ngrasain naik wahana yang ada disini.” Ucap Raka


Mereka duduk di kursi tersebut sambil menatap orang – orang yang asyik menaiki wahana sambil berteriak histeris. Terkadang Nafisah sampai terkekeh melihat tingkah para pengunjung yang histeris, ada juga yang lemas ketika turun dari wahana, ada juga yang langsung lari ke pinggir untuk memuntahkan isi perutnya.


Nafisah heran terhadap pengunjung yang biasa – biasa aja ketika turun dari wahana. Mereka terlihat tidak seperti habis menaiki wahana yang ekstrim, sama halnya dengan Raka yang biasa – biasa aja, justru makin tambah semangat ketika turun dari wahana.


“Aku pengen naik roler coster deh kak.” Celetuk Raka


“Kalo kamu pengen naik itu, kamu naik sendiri aja, kakak angkat tangan kalo naik wahana itu.” Ucap Nafisah


“Kalo aku naik sendiri, kakak sendirian dong disini.” Ucap Raka


“Emang kenapa kalo kakak sendirian, kakak udah gede Raka. Sana deh kalo kamu mau naik roler coster.”Kata Nafisah


“Nggak papa nih aku tinggal kakak sendirian disini?” tanya Raka memastikan kakaknya

__ADS_1


“Iya nggak papa kok, udah deh sana kamu.” Ucap Nafisah


“Ya udah deh kalo gitu aku naik wahana itu dulu ya kak.” Kata Raka. Nafisah hanya menganggukkan kepalanya


Raka langsung menuju wahana roler coster tersebut. Disini disebutnya wahana halilintar. Halilintar ini termasuk wahana permainan yang ekstrim. Sebenarnya halilintar ini hanyalah wahana yang berupa kereta biasa.


Yang dapat membuatnya memacu jantung ketika menaikinya adalah rel yang dilewati. Ada jalur rel yang berbentuk bulat sehingga pada saat melintasinya kita seolah merasa terbalik, ada juga rel dengan turunan ataupun tanjakan yang sangat tinggi, bahkan ada juga jalur yang menukik.


Setelah menaiki wahana tersebut Raka menyusul kakaknya yang masih duduk di kursi yang mereka duduki tadi. Disana Nafisah masih duduk manis sambil bermain HP nya.


“Udah puas naik roler costernya?” tanya Nafisah ketika Raka duduk disampingnya


“Udah, seru banget tau kak. Liburan di tempat kayak gini kalo belum naik roler coster tuh belum afdol.” Ucap Raka


“Itu berlaku buat mereka yang punya nyali besar, kalo nyalinya kayak kakak apalagi kayak Caca bisa sampe pingsan orangnya.” Kata Nafisah


“Hahaha… kita mainnya udahan apa lanjut nih?” tanya Raka


“Tadi kakak coba cari – cari di internet wahana apa yang ada disini, dan disini tuh ada wahana rumah jail. Kakak pengen kesitu deh.” Jawab Nafisah


“Ya udah ayok kita cari wahana itu.” Ucap Raka


“Beneran nih kamu mau ke wahana itu?” tanya Nafisah memastikan


“Iyaa, ayok sebelum aku berubah pikiran.” Jawab Raka


“Ehh.. jangan, ayok kita cari wahananya.” Ucap Nafisah


Mereka meninggal kursi yang ada di area wahana ekstrim tersebut. Mereka mencari wahana rumah jail yang dimaksut oleh Nafisah.


Setelah mencari wahana tersebut akhirnya mereka menemukan wahana tersebut dan langsung masuk ke dalam wahana rumah jail tersebut.


“Ini sih rumah kaca kali kak.” Ucap Raka ketika baru memasuki wahana tersebut


“Emang rumah kaca, kayanya seru deh dek.” Kata Nafisah


Mereka berjalan menyusuri wahana rumah jail tersebut, tak jarang mereka menabrak kaca yang ada di dalam wahana rumah jail. Mereka mengira itu adalah pintu dan ketika mereka mendekat justru malah kaca, Nafisah dan Raka tertawa karena melihat tingkah konyol mereka.


“Hahaha…. Aduh sakit jidat aku kak, dari tadi nabrak terus.” Ucap Raka


“Sama kakak juga, perut kakak juga sakit gara – gara kebanyakan ketawa.” Kata Nafisah


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….

__ADS_1


See you…. Bye bye…


__ADS_2