Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 28


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Hari ini Nafisah tidak ada jadwal untuk bimbingan skripsinya. Walaupun ia tak ada jadwal bimbingan tetapi ia tetap mengerjakan skripsinya, baik itu yang revisian maupun bab selanjutnya yang udah mulai ia cicil. Ia sangat berusaha untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun.


“Naf kamu dimana?” pesan dari Hana


Nafisah yang terfokus dengan skripsinya mengalihkan pandangannya ke HP nya.


“Lagi di kost Han, kenapa?” tanya balik Nafisah


“Nggak papa. Hari ini kamu ke kampus nggak?” tanya Hana


“Nggak, hari ini aku nggak ada jadwal bimbingan.” Jawab Nafisah


“Ohh… aku sama Sasa ke kost kamu boleh nggak?” tanya Hana


“Boleh kok, sini ajaa.” Jawab Nafisah


“Nggak papa nih kita kesana? Nanti takutnya malah ganggu kamu.” Ucap Hana


“Nggak kok, sini aja nggak papa.” Ujar Nafisah


“Ya udah deh aku otw ke kost kamu.” Ucap Hana


“Oke.” Balas Nafisah


Hana hanya membaca pesan balasan dari Nafisah.


“Gimana?” tanya Sasa yang duduk di sebelah Hana


“Iya boleh kok, kita langsung ke sana aja yuk.” Ajak Hana


“Ayok, kita jalan kaki aja ya.” Pinta Sasa


“Iyaaa.” Jawab Hana


Mereka langsung menuju ke kost Nafisah dengan berjalan kaki karena kost Nafisah sangat dengan kampus. Itung – itung olahraga lah yaaaa. Mobil mereka sengaja mereka tinggal di parkiran kampus.


Saat ini mereka telah sampai di kost Nafisah dan sudah berada di kamar Nafisah.


“Lagi ngapain Naf?” tanya Sasa yang baru saja mendaratkan pantatnya di lantai kamar Nafisah


“Biasalah ngerjain skripsi, ngapain lagi coba.” Jawab Nafisah


“Kita ganggu kamu dong, kita pulang aja deh kalo gitu.” Ucap Hana


“Eh jangann… kalian nggak ganggu kok. Santai aja kali.” Ujar Nafisah

__ADS_1


“Beneran nih nggak papa?” tanya Sasa


“Iya beneran, ya Allah kalian ini kayak baru kenal sama aku aja.” Ucap Nafisah


"Kalian kesini udah nggak ada matkul lagi?” lanjut Nafisah


“Iya udah nggak ada, daripada kita gabut di kampus mending main ke sini.” Jawab Hana


“Arkan kemana?” tanya Nafisah


“Tadi sih bilangnya mau langsung pulang, tapi nggak tau deh langsung pulang apa mampir dulu juga nggak tau.” Jawab Hana


“Kalian udah makan belum?” tanya Nafisah


“Kalo makan pagi sih udah Naf, tapi kalo siang belum.” Jawab Sasa


“Aku pesenin makan ya, kalian mau makan apa?” tanya Nafisah


“Apa ya? Apa aja deh yang penting makan.” Jawab Hana


“Kamu pengen Sa?” tanya Nafisah ke Sasa yang sedang menikmati rebahannya di kasur Nafisah


“Aku juga apa aja.” Jawab Sasa dengan enteng


“Ishh kalian ini, aku kasih makan batu mau?” ucap Nafisah


“Iya nggak papa, sekalian sama pasir, semen, sekalian sama besinya juga nggak papa biar makin lengkap.” Jawab Hana


“Kamu pesenin makanan apa aja, nanti juga kita makan.” Jawab Hana


“Ya udah deh, aku pesen dulu.” Ucap Nafisah


Nafisah langsung mengambil HP nya untuk memesan makanan secara online. Setelah percakapan tersebut sudah tak ada berbincangan lagi diantara mereka bertiga. Namun itu hanya berlaku beberapa saat saja, karena setelah itu ada suara Hana yang heboh.


“Eh kalian follow ig pacar nya Arkan nggak?” tanya Hana


“Follow.”


“Nggak.”


Jawab Nafisah dan Sasa secara serempak. Dimana Sasa menjawab follow dan Nafisah menjawab nggak.


“Emang ada apaan Han?” tanya Sasa


“Iya, emang ada apa? Kok muka kamu sampe kaget kayak gitu.” Ucap Nafisah


“Pacarnya Arkan bikin instastory ketika mereka lagi pegangan tangan.” Jawab Hana


“Itu biasa kali Han, namanya juga orang pacaran. Kayak kamu ngga pernah aja.” Ucap Sasa

__ADS_1


“Tau tuh Hana lebay banget. Kamu sawan aja.” Tuduh Nafisah


“Enak aja bilang aku sawan. Aku biasa aja kali.” Ucap Hana


“Atau jangan – jangan kamu cemburu ya.” Goda Sasa


“Nah kan mulai lagi mengada – ngadanya.” Ucap Hana


“Bukan mengada – ngada, tampangnya sih kamu ini bener – bener cemburu sama pacarnya Arkan.” Kata Sasa


“Menurut aku sih juga gitu.” Timpal Nafisah


“Kamu nggak usah ikut – ikut Sasa ya Naf.” Ucap Hana dengan sewot


“Emang kenapa? Suka – suka aku dong kok kamu sewot gitu.” Ucap Nafisah


“Kamu beneran cemburu ya Han? Jujur aja kali Han.” Ujar Sasa


“Cemburu apaan sih Sa.” Jawab Hana


“Kamu tuh aroma – aromanya kayak suka deh sama Arkan, iya kan?” tuduh Nafisah


“Nah kan sok tau banget. Terserah kalian aja deh.” Ucap Hana


“Cieee Hana jatuh cinta sama temennya sendiri.” Goda Sasa


“Ada yang nunggu perasaanya dibalas nih.” Tambah Nafisah


“Saya tidak dengar, saya tidak dengar.” Ujar Hana sambil menutup kedua telinganya


“Cieee Hana…” goda Nafisah sambil mencolek dagu Hana


“Apasih, tuh pesenan kamu udah dateng.” Ucap Hana yang mengalihkan pembicaraan


“Eh iya udah dateng, bentar aku ambil dulu.” Ujar Nafisah


Ternyata apa yang diucapkan oleh Hana memanglah benar kalau makanan pesanan Nafisah sudah datang. Nafisah langsung keluar kost untuk mengambil pesanannya. Setelah itu ia balik lagi ke kamar untuk makan bersama teman – temannya.


“Makan yuk!” ajak Nafisah


“Ayok.” Jawab kedua temannya secara bersamaan


Mereka langsung makan dengan khidmat. Setelah makan mereka membersihkan sisa makanan mereka, dilanjut dengan sholat dhuhur. Selesai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, Hana dan Sasa masih tetap berada di kost Nafisah.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….


See you…. Bye bye…


__ADS_2