Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 17


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Tanpa terasa hari ini adalah hari terakhir mereka melaksanakan ujian. Nafisah yang mengetahui hal tersebut sangatlah senang. Karena dia udah ada rencana liburan dengan keluarganya ditambah lagi keluarganya akan menyusulnya ke Jakarta. Nafisah berangkat kuliah dengan wajah berserinya. Sekarang Nafisah sudah berada di dalam kelas duduk sambil bercerita dengan ketiga temannya.


“Nggak nyangka ya hari ini adalah terakhir kita ujian.” Ucap Nafisah yang mengawali pembicaraan


“Iya nggak nyangka banget, keliatannya kamu seneng banget Naf.” Ucap Sasa


“Hehehe keliatan banget ya? Soalnya rencananya besok mama, papa sama adik – adik aku mau kesini nyusulin aku sama mau liburan bareng.” Kata Nafisah


“Beneran? Seru dong.” Ucap Hana


“He’em, nggak sabar banget aku. Udah kangen banget sama mereka. Kalian rencana mau liburan kemana?” tanya Nafisah


“Kalau aku, kemarin ayah sama bundaku ngajak mau liburan ke villa aja biar nggak jauh – jauh banget.” Jawab Hana


“Kalo aku juga kaya kamu Naf, tapi bedanya aku nyusulin kakak aku yang kuliah di Malang, jadi sekalian liburan bareng.” Ucap Sasa


“Oohh, kalo kamu Kan?” tanya Nafisah


“Nggak tau bingung mau kemana, paling juga nongkrong sama temen – temen.” Jawab Arkan


“Nongkrong mulu hidup lu.” Kata Hana


“Suka - suka gue lah, hidup hidup gue, kenapa lu yang repot.” Ucap Arkan


“Wohooo… santai dong kenapa lu?” tanya Hana


“Kucing tetangga gue hamilin kucing gue dan nggak mau tanggung jawab.” Jawab Arkan


“Hahaha ada – ada aja kamu Kan.” Ucap Nafisah dengan tertawa


“Kalo kucing tetangga kamu nggak mau tanggung jawab kamu aja yang tanggung jawab hahaha.” Usul Sasa


“Ogahhh, emang aku apaan.” Ucap Arkan


“Tanggung jawab aja, kamu kan kucing garong hahaha.” Kata Nafisah


“Udahlah nggak usah bahas kucing gue yang dihamilin kucing tetangga gue.” Ucap Arkan


“Rawat yang baik ya Kan anak kucing kamu, anggap aja anaknya kucing kamu itu seperti anak kamu sendiri yang kamu jaga dengan sepenuh hati.” Ucap Nafisah


“Hahaha malika kedelai hitam.” Kata Sasa


“Udah pada diem semua nggak usah pada ketawa lagi. Tuh dosennya udah dateng.” Ucap Arkan


Dosen masuk ke dalam kelas dan membagikan soal dan lembar jawaban.


“Hari ini adalah hari terakhir kalian ujian jadi tolong kerjakan sendiri tanpa adanya contek mencontek.” Ucap dosen tersebut


“Iya pak.” Jawab semuanya secara bersamaan


Semuanya mengerjakan dengan fokus dan tenang tak ada suara gaduh atau apapun. Namun itu hanya berlaku diawal saja ketika medekati waktu mau habis sudah ada suara bisik – bisik untuk mencontek.

__ADS_1


“Tolong dikerjakan sendiri, tidak usah mencontek. Kalau ada lagi yang ketauan mencontek saya robek lembar jawaban kalian.” Peringat dosen tersebut


Setelah mendengar peringatan dosen semua mahasiswa/i kembali tenang mengerjakan soalnya. Waktu terus berjalan dan sekarang waktu tinggal 10 menit. Banyak mahasiswa/i yang mulai panik dengan lembar jawabannya karena masih ada beberapa soal yang belum terjawab. Sedangkan Nafisah sudah semua pertanyaan, dia kembali mengecek jawabannya apakah ada yang perlu diperbaiki lagi atau tidak.


“Waktu kalian sudah habis, silahkan kalian kumpulkan lembar jawaban dan lembar soal ke depan.” Perintah dosen tersebut


Semua mahasiswa/i langsung mengumpulkan lembar jawaban dan soalnya ke depan walaupun masih ada sebagian mahasiwa/i yang belum menyelesaikan semua pertanyaannya.


“Alhamdulillah udah selesai ujiannya.” Ucap Sasa ketika berada di luar kelas


“Iyaa, seneng banget aku.” Kata Nafisah


“Sebelum kita berpisah untuk liburan ke café deket kampus yuk!” ajak Arkan


“Ayok!” ucap Nafisah, Hana, dan Sasa secara serempak


“Yaudah kalian bertiga naik mobil aja, biar aku yang naik motor aku sendiri.” Ucap Arkan


“Oke, kita ketemuan di café aja ya.” Kata Hana


“Oke.” Ucap Arkan


Nafisah, Hana, dan Sasa langsung menuju mobil Hana yang ada di parkiran kampus, begitu pun dengan Arkan yang juga langsung menuju parkiran motor untuk mengambil motornya. Café yang mereka tuju jarak nya tidaklah terlalu jauh dengan kampus, jadi tidak memerlukan banyak waktu dalam perjalanan.


Arkan yang sampai duluan di café tersebut langsung mencari meja yang kosong, selang beberapa menit para cewek pun sampai di café tersebut dan menghampiri meja yang sudah ada Arkan yang menempatinya.


“Kamu udah pesen Kan?” tanya Nafisah


“Belum, barengan aja sama kalian.” Jawab Arkan


"Mbak.” Panggil Hana ke waiters café tersebut


Mbak waiters tersebut langsung menghampiri meja mereka dan mencatat semua pesanan mereka tak lupa mereka juga menanyakan password wifi yang ada di café tersebut lumayankan hemat kuota.


“Mbak password wifi nya apa?” tanya Arkan


“Namanyasiapa.” Jawab mbak waiters tersebut


“Gimana sih mbak saya tanya kok malah balik tanya. Password nya apa nih?” tanya Arkan kembali


“Namanyasiapa.” Jawab mbak waiters tersebut dengan jawaban yang sama


“Haduh mbak, nama saya Arkan. Udah tuh saya jawab, sekarang password wifi nya apa?” tanya Arkan kembali yang mulai kesal


“Lah iya itu mas password wifinya Namanyasiapa.” Jelas mbak waiters tersebut


“Hahaha dasar Arkan IQ nya tiarap.” Ejek Hana


“Bilang dari tadi kek.” Ucap Arkan dengan wajah kesalnya


“Yaudah mbak terimakasih ya.” Ucap Nafisah


“Iya, mohon ditunggu ya pesanannya.” Kata mbak waiters tersebut dan langsung ke belakang untuk segera menyiapkan pesanan mereka


“Aduh Kan, malu – maluin tau nggak.” Ucap Sasa

__ADS_1


“Udah deh diem nggak usah ngledek, sebenarnya kalian juga nggak fahamkan?” tebak Arkan


“Kita faham kok, tapi kita sengaja diem aja biarin kamu berdebat sama mbaknya hahaha.” Kata Hana


“Heleh ngeles aja kalian, jujur aja kaliii.” Ucap Arkan


“Kita jujur yaaa nggak ada ngeles sama sekali.” Kata Nafisah


“Terserah kalian deh, sebahagianya kalian.” Kata Arkan dengan wajah yang masih kesal


“Kamu marah – marah terus cepet tua lho kan, terus kalo udah tua cepet mati deh.” Ejek Sasa


“Belum juga janur kuning berkibar udah keduluan sama bendera kuning yang berkibar.” Tambah Hana


“Bener – bener ya kalian, nggak ada akhlak, teman laknat. Kamu jangan kaya mereka ya Naf, mereka tuh setan tapi berwujud manusia.” Ucap Arkan


Nafisah yang melihat perdebatan mereka bertiga hanya tersenyum dan terkadang sampai tertawa ngakak karena perdebatan mereka.


“Dasar yaa mulut kaleng rombeng, licin banget kalo ngomong.” Ucap Hana


“Itu mulut ada produksi minyak pelumas apa gimana kok licin banget.” Ucap Sasa


“Hahaha produksi minyak jelantah yang warnanya hitam banget tuh Sa.” Kata Hana


"Astaghfirullah, kalian berdosa banget.” Ucap Arkan sambil mengelus dadanya


“Berdosa? Gue nggak ada dosa, lo tuh yang berdosa.” Balas Hana


“Kamu jangan sholimi.” Ucap Arkan


“Sholimi sholimi sholeha.” Kata Hana


“Hahaha kalian ini apa an sih, lucu banget sakit perut aku dari tadi ketawa terus.” Kata Nafisah sambil megang perutnya


“Perut kamu sakit Naf? Aku anterin pulang aja yuk!” ucap Arkan


“Alay alay.” Ejek Sasa


“Apa sih Kan, perut aku tuh sakit karena ketawain kalian, bukan karena sakit perut yang lain.” Jelas Nafisah


“Ohhh.. kirain sakit perut yang lain.” Kata Arkan


“Kok lama banget sih dari tadi belum dateng makanannya.” Ucap Hana


“Sabar dong, kaya nggak pernah makan aja.” Ucap Arkan


“Kamu diem aja ya kaleng rombeng, aku lagi nggak ngomong sama kamu.” Ucap Hana


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….

__ADS_1


See you…. Bye bye…


__ADS_2