Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 29


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Tanpa terasa hari ini adalah hari yang paling bahagia dan sangat dinanti oleh semua mahasiswa/i yaitu hari kelulusan. Sekian waktu menempuh pendidikan akhirnya mereka diwisuda. Begitupun juga Nafisah,ia sangat senang karena telah mencapai dititik ini.


Ia tidak menyangka kalau ia bisa menempuh pendidikannya selama 3,5 tahun. Diwisuda ini ia ditemani oleh mama dan papanya saja tanpa kedua adiknya. Dari kemarin ia sudah menginap di hotel bersama mama papanya.


Wisuda dilaksanakan pada jam 10.00 pagi. Untuk wisuda Nafisah yang kali ini, Rosa mendatangkan dua orang perias rekomendasi dari temannya yang sudah lama tinggal lama di Jakarta.


“Dikesehariannya mbaknya nggak pernah make up ya?” tanya salah satu perias yang merias Nafisah


“Pake kok tapi nggak setebal ini, palingan juga cuma pake bedak sama lip balm. Emang kenapa ya mbak, jelek ya hasilnya?” tanya balik Nafisah


“Nggak, justru mbaknya kelihatan lebih cantik. Bikin orang pangling.” Jawab perias tersebut sambil tersenyum


“Hehehe mbak bisa aja, semua wanita kalo udah di make up juga cantik.” Ucap Nafisah


“Nggak semua tau mbak, kalo dikesehariannya dia udah sering make up terus pake make up yang tebal keliatannya tetep sama aja nggak ada bedanya. Percaya deh sama saya pasti nanti orang tua, teman, atau bahkan dosen mbak akan pangling lihat wajah mbak.” Tutur perias tersebut sambil terus memoles wajah Nafisah dengan berbagai jenis peralatan make up


“Itu tandanya, mbaknya yang jago make up in saya.” Jawab Nafisah


“Beneran deh saya nggak bohong, kalo nggak percaya coba nanti mbak lihat sendiri reaksi orang yang sudah saya sebut tadi, pasti mereka bakal pangling dengan wajah mbak.” Ucap perias tersebut. Nafisah hanya tersentum menanggapi ucapan perias tersebut.


Dirinya merasa kalau saat ini wajahnya biasa aja, iya sih ada bedanya. Bedanya yaa cuma sekarang pake make up tebal sedangkan kesehariannya hanya menggunakan make up tipis. Setelah sekian lama perias berperang degan alat make up nya untuk merias wajah Nafisah, dan akhirnya wajah Nafisah telah selesai dirias, ia juga udah siap dengan kebaya dan hijabnya.


Hari ini Nafisah tampil dengan sangat anggun, balutan kebaya sederhana yang ia kenakan justru nampak indah ketika Nafisah pakai. Ditambah dengan hijab pashmina yang dimodel sederhana dan sepatu berhak menambah kesan anggun pada diri Nafisah. Kebaya yang ia pakai kembaran dengan mamanya dan untuk papanya menggunakan jas hitam yang menambah kesan wibawanya.


Saat ini ia sedang duduk di sofa kamarnya. Menunggu mama dan papanya yang masih bersiap di kamarnya. Sedangkan sang perias masih merapikan alat make up nya.


“Mbak boleh saya foto untuk saya posting di instagram kami?” tanya perias tersebut


“Ohhh boleh kok mbak.” Jawab Nafisah


“Sini mbak, disini cahayanya bagus untuk foto.” Ucap perias tersebut, Nafisah langsung berdiri dari duduknya, mengikuti setiap arahan dari perias tersebut.


Perias tersebut mengarahkan kameranya ke arah Nafisah, membidiknya dengan indah. Banyak jepretan foto Nafisah yang telah diambil.


“Mbak saya boleh minta fotonya juga nggak?” tanya Nafisah


“Ohhh boleh kok, saya kirim lewat WA aja ya.” Jawab perias


“Iya, ini nomor saya.” Ucap Nafisah


“Bentar saya tulis dulu. Kalo sampe besok belum saya kirim, mbaknya WA saya saja ya.” Ujar perias


“Iya.”

__ADS_1


Setelah bertukar nomor telephone, terdengar suara ketukan pintu. Nafisah langsung membuka pintu kamarnya dan yang mengetuk adalah mama dan papanya yang telah siap.


“MasyaAllah, ini beneran Nafisah anak mama Rosa sama papa Andi?” tanya Rosa dengan wajah kagetnya


“Iya ma, emang anak siapa lagi. Mama ada – ada aja.” Jawab Nafisah


“Maksut mama bukan gitu kak, kamu tuh cantik banget tau, bikin orang pangling.” Ujar Rosa


“Tuhkan bener mbak, bener apa yang saya bilang tadi pasti banyak yang pangling sama wajah mbak.” Tutur perias yang merias Nafisah


“Dari pada kita disini ngomong terus, mendingan kita berangkat sekarang aja biar nggak telat.” Ucap Andi


“Kakak udah siap semua kan? Nggak ada yang ketinggalan?” lanjutnya


“Udah semua kok, tinggal berangkat aja.” Jawab Nafisah


“Kalo gitu kita pamit ya bu, terima kasih udah mempercayakan kami untuk merias wajah ibu dan mbak.” Ucap perias yang merias Rosa


“Iya, kita juga berterimakasih udah dirias sampe cantik kaya gini. Sampe bikin wajah anak saya secantik ini.” Ujar Rosa


“Sama – sama, emang dasarnya wajah mbaknya udah cantik jadinya dirias sedikit tambah cantik. Kalau gitu kita pamit ya pak, bu, mbak. Permisi.” Pamit perias tersebut


“Iya, hati hati di jalan.” Jawab Rosa


“Ya udah yuk berangkat sekarang.” Ajak Andi


Mereka langsung meninggalkan hotel tempat mereka menginap dan langsung menuju tempat diadakannya wisuda. Kali ini Andi dan Rosa kembali menempuh jalur darat untuk menghadiri wisuda anaknya. Mereka memilih naik mobil agar ketika sampai di Jakarta tidak kerepotan mencari kendaraan lagi.


Setelah sampai di tempat wisuda Nafisah langsung menuju kursi tempat duduknya bersama dengan wisudawan dan wisudawati lainnya. Sedangkan mama dan papanya duduk di kursi tempat para orang tua atau wali dari wisudawan atau wisudawati .


Hana, Sasa, sama Arkan datang juga nggak ya? Masa mereka nggak datang di wisuda aku. Batin Nafisah


“Chat mereka aja deh.” Gumam Nafisah


 


\-THE GENGS\-


 


“Guys kalian datang nggak ke wisuda aku?” –Nafisah


“Ma’af Naf, aku nggak bisa dateng. Aku disuruh nganterin mamaku untuk arisan di rumah temannya.” –Hana


“Ma’afin aku juga ya Naf, hari ini aku juga nggak bisa dateng diwisuda kamu. Hari ini aku ada acara keluarga.” –Sasa


“Aku juga minta minta ma’af Naf, aku udah ada janji sama pacar aku. Nanti kalo aku batalin tiba – tiba dianya malah ngambek.”

__ADS_1


“Pacarku kalo udah ngambeng susah bujukinnya.” –Arkan


“Yaahhh : (”-Nafisah


“Ma’afin kita ya Naf, bukannya kita nggak mau dateng tapi kamu ngertikan alasan kita nggak bisa dateng.” –Sasa


“Kamu mau kado apa Naf? Bilang aja nanti aku turutin, tapi jangan yang mahal sama yang sulit ya hehehe.” –Hana


“Iya Naf, kamu mau kado apa juga dari aku?” –Arkan


“Aku nggak pengen kado dari kalian, aku pengennya kalian bisa dateng diwisuda aku.” –Nafisah


“Sebenarnya kita juga pengen dateng Naf, tapi kita ada acara yang mendadak banget.” –Arkan


“Ya udah deh kalo kalian nggak bisa dateng, aku nggak bakal paksa kalian dateng. Udah ya ini acaranya udah mau mulai.” –Nafisah


“Sekali lagi aku minta ma’af ya Naf.” –Hana


“Ma’af ya Naf, nggak bisa dateng diwisuda kamu.” –Sasa


“Aku juga minta ma’af banget ya Naf.” –Arkan


Nafisah hanya membaca balasan chat dari temannya tanpa ada niatan untuk membalasnya. Saat ini ia sedang kesel dan sedih karena teman – temannya nggak bisa dateng diwisudanya.


Padahal semalam teman – temannya mengatakan kalau mereka bisa datang. Namun secara tiba – tiba mereka mengatakan tak bisa datang. Ia sangat berharap teman – temannya bisa datang diwisudanya. Ia ingin berfoto dengan teman – temannya dimana ia memakai baju toganya.


Acara wisuda sudah dimulai, semua tamu undangan menikmati serangkaian acara dalam wisuda tersebut. Kini saatnya pengumuman nama wisudawan atau wisudawati yang mendapatkan nilai comloud.


Tanpa Nafisah sangka namanya termasuk dalam kategori tersebut. ia sangat senang ketika namanya dipanggil dan diminta untuk naik keatas panggung.


Orang tua Nafisah tidak menyangka jika anaknya memperoleh nilai comloud. Andi dan Rosa sangat bangga terhadap Nafisah yang bisa menempuh waktu kuliah lebih cepat dan bisa hudup mandiri di kota orang, ditambah sekarang putrinya mendapat nilai comloud.


Wisuda berjalan dengan lancar, sekarang semua tamu undangan sudah mulai meninggalkan kursinya masing – masing dan kini banyak wisudawan/i yang berfoto bersama dengan orang tua, teman, sahabat, bahkan ada yang berfoto dengan pasangannya. Nafisah berfoto dengan mama dan papanya sebagai kenang – kenangan.


Setelah selesai foto Nafisah dan mama papanya langsung meninggalkan tempat wisuda untuk pulang. Namun ketika ia berjalan menuju mobil ada yang memanggil namanya.


“Nafisah.” Teriak orang tersebut sambil berlari menuju ke Nafisah dan membawa beberapa kado dan buket bunga khusus untuk Nafisah.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….


See you…. Bye bye…

__ADS_1


__ADS_2