Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 6


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Tepat hari ini kelompok Nafisah yang akan mempresentasikan materinya. Kelompok Nafisah mendapatkan urutan ke tiga untuk presentasi.


“Selamat pagi semuanya.” Salam dosen yang baru memasuki kelas


“Pagi pak.” Jawab mahasiswa/i secara serempak


“Oke, hari ini adalah giliran kelompok ke tiga yang maju ke depan untuk mempresentasikan tugasnya. Bagaimana kelompok tiga sudah siap semuanya?” tanya dosen


“Sudah pak.” Jawab Dafi mewakili kelompoknya


“Baik kalau begitu silahkan maju ke depan!”


Kelompok Nafisah segera maju ke depan untuk menyiapkan materi yang akan dipaparkan nantinya.


Ketika memaparkan materi kelompok Nafisah sangat jelas dan lancar, selain itu juga kalimat yang digunakan mudah difahami oleh teman – temannya. Dosen pun juga kagum dengan kelompok Nafisah dalam menjelaskan setiap point materi tersebut.


Setelah memaparkan materinya sekarang adalah saatnya sesi jawab. Dimana apabila ada yang bertanya bisa mengangkat tangannya, terkadang juga dalam sesi tanya jawab itu diiringi dengan beradu argument, namun hal tersebut adalah hal yang biasa.


Dalam sesi jawab ini ada salah satu mahasiswi yang mengajukan suatu pertanyaan, pertanyaan mahasiswi cukup membuat kelompok Nafisah berfikirkeras untuk menjawabnya, namun semua itu bukanlah hal yang susah karena disini mereka berkelompok jadi menjawabnya bisa didiskusikan bersama.


Setelah pertanyaan itu terjawab mahasiswi ini masih menyanggahnya merasa bahwa jawaban tersebut masih ada kekurangannya. Hingga akhirnya terjadilah beradu argument antara kelompok Nafisah dengan mahasiswi ini.


Dalam kelompok ini yang paling semangat menyanggah hanyalah Dafi dan Hana, sedangkan Nafisah, Sasa, dan Aslan menanggapinya hanya biasa – biasa saja.


Disini kalian ada yang pernah ngalamin kaya kelompoknya Nafisah nggak sih? Kalau ada tulis dikolom komentar ya! Kalau author ada sih, sampe author sebel sama temen yang bertanya dan suka menyanggah jawabannya sampe berkali – kali. Kelamaan berdiri kan bikin capek.


Hingga akhirnya sesi saling sanggah menyanggah ini dimenangkan oleh kelompok Nafisah. Untuk presentasi hari ini hanya cukup untuk satu kelompok karena sebelumnya cukup untuk dua kelompok. Setelah presentasi selesai kelompok Nafisah kembali ke bangkunya masing – masing.


“Oke, disini saya akan memberikan komentar untuk kelompok tiga ini. Secara keseluruhan presentasinya sudah baik, bagus juga dalam memaparkan materinya, tidak beretel – tele, singkat, padat, dan jelas. Disini kalian juga menguasai materinya dengan baik, satu anak tidak hanya menguasai sebagian materi saja tetapi juga secara keseluruhan materi difahami. Setiap jawaban kalian disanggah juga kalian bisa menjawabnya dengan mudah. Bisa minta tepuk tangan untuk kelompok tiga ini?” pinta dosen tersebut dan dituruti oleh semua mahasiwa/i.

__ADS_1


“Terimakasih. Karena waktu yang sudah habis, mohon ma’af untuk hari ini hanya satu kelompok yang maju ke depan untuk presentesi. Untuk kelompok selanjutnya maju ke depannya minggu depan saja, dan saya berharap kelompok berikutnya seperti kelompok hari ini yang sangat bagus menurut saya dan kalau bisa melebihi kelompok hari ini.


Oke, sampai disini pertemuan kita hari ini, saya akhiri dan sampai jumpa minggu depan. Selamat pagi.” Lanjut dosen tersebut yang mengakhiri kelasnya.


Semua mahasiswa/i satu persatu mulai meninggalkan kursinya. Hingga tersisa kelompok Nafisah yang masih duduk dibangkunya untuk merapikan buku dan laptopnya.


“Sumpah deh hari ini tuh menguras kesabaran banget, apalagi mulut tuh bocah yang lentik banget kalo ngomong.” Ucap Dafi dengan nada kesalnya


“Bener kamu Daf, pengen aku unyel – unyel tuh anak, udah gatel tangan aku buat nyerang dia. Sampe nahan marah aku tadi, huff.” Tambah Hana


“Walaupun begitu tapi Alhamdulillah kita dapat pujian dari Pak Dodik, seneng aku tuh kalo dapat penilaian begitu dari dosen.” Ucap Sasa


“Sama Sa, aku juga seneng banget, mungkin ini berkah kita kali ya, hahaha.” Kata Nafisah


“Bisa juga tuh Naf, besar kepala aku dapet pujian kaya gitu hahaha.” Timpal Hana


“Gimana kalau kita makan bersama di kantin? Cukup menguras tenaga juga presentasi hari ini.” Ajak Aslan yang dari tadi hanya menjadi pendengar yang baik


“Yaudah yuk, langsung ke kantin, tapi ini bayar sendiri – sendiri kan ya?” tanya Sasa


“Yaiyalah Sa, emang kamu minta dibayarin sama siapa?” tanya Nafisah


“Yaaa siapa tau ada yang mau traktir gitu Naf.” Ucap Sasa


“Kamu nggak tau kalo kita ini anak rantau semua? Cuma kamu sama Hana yang nggak anak rantau dan sekarangkan lagi akhir bulan Sa.” Kata Dafi


“Iya deh ma’af, udah sampe kantin nih, langsung pesen aja.”


“Gimana kalau yang cowok yang pesen dan kalian yang cewek cari mejanya.” Kata Aslan


“Oke deh kalau gitu, aku pesen mie ayam sama es teh ya. Kalau kamu apa Naf, Sa?” tanya Hana


“Aku samain aja sama Hana.” Jawab Nafisah

__ADS_1


“Aku juga samain aja.” Kata Sasa


“Oke, tunggu sebentar, ayok As! Kamu pesen makanannya aku yang pesen minumnya.” Ucap Dafi yang hanya dijawab anggukan oleh Aslan


Dafi dan Aslan menuju tempat makanan dan minuman masing – masing. Dan para cewek sudah duduk manis di meja yang berada di pojok kantin tersebut karena hanya tersisa meja tersebut yang kosong.


Keadaan kantin saat ini sangatlah ramai jadi cukup susah untuk mencari meja yang masih kosong. Setelah menunggu beberapa menit minuman mereka telah datang.


Tapi untuk makanannya belum datang karena terlihat cukup ramai antrian di mie ayam tersebut. Sambil menunggu mie ayamnya datang mereka sibuk dengan bermain hp masing – masing. Dan akhinya mie ayam pesenan mereka telah sampai dihadapan mereka.


Berhubung sudah sangat lapar mereka langsung menuangkan saus, sambal, dan sedikit kecap ke dalam mangkuk dan mengaduknya sampai rata, setelah itu langsung deh mereka makan dalam diam namun sebelum makan tak lupa untuk berdo’a terlebih dahulu.


Sekarang mangkuk dan gelas udah bersih semua dari isinya. Sebelum mereka pulang mereka berbincang – bincang terlebih dahulu untuk menurunkan makanannya.


“Alhamdulillah akhirnya kenyang juga.” Ucap Dafi setelah menyedot es nya yang sekarang tinggal es batunya aja.


“Udah terisi full lagi energi dalam diri aku.” Saut Sasa sambil mengelus perutnya


“Udah siang langsung pulang aja yuk!” ajak Nafisah karena hari ini hanya ada satu matkul saja jadi pulangnya tidak terlalu sore


“Ayok! Sekalian kita bayar makanan dan minuman kita.” Kata Aslan


Mereka langsung menuju tempat makanan dan minuman yang mereka pesan untuk membayarnya. Setelah itu Dafi, Aslan, Hana, dan Sasa langsung menuju ke parkiran untuk mengambil kendaraanya. Sedangkan Nafisah langsung pulang ke kostannya dengan berjalan kaki saja.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada salah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini, hehehe….


See you…. Bye bye….

__ADS_1


__ADS_2