Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 13


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Mereka berempat langsung masuk ke dalam bioskop dan mencari tempat duduk sesuai tiket yang mereka pesan. Namun sebelum mereka duduk ada sebuah kejadian yang membuat Arkan kesel. Dan membuat mood dia kurang enak.


“Eh Naf, kamu dudukya sebelah kiri aku aja.” Suruh Hana


“Emang kenapa Han? Kan sama aja duduk dimana aja.” Kata Nafisah


“Udah deh kamu nurut aja.” Ucap Hana


Nafisah yang tidak mengerti maksut Hana langsung pindah ke samping kiri Hana. Jadi posisi duduk mereka adalah Sasa duduk di sebelah kiri Nafisah, Hana duduk di kanan Nafisah, sedangkan Arkan duduk di sebelah kanan Hana.


Arkan yang duduk di sebelah Hana sudah memasang wajah cemberutnya karena gagal duduk bersebelahan dengan Nafisah.


Dasar Hana, perusak rencana aku aja. Gerutu Arkan dalam hatinya


“Kasian… nggak bisa duduk bersebelahan dengan Nafisah, hahaha.” Ucap Hana sambil berbisik agar tidak terdengar Nafisah


“Apa sih, sok tau banget.” Jawab Arkan dengan ketus


“Hilih, nggak usah mengelak. Aku tau kok rencana kamu.” Kata Hana


“Nggak jelas.” Ucap Arkan sambil makan pop corn nya dengan kesal


“Kamu ada perasaan kan sama Nafisah?” tanya Hana


“Biasa aja tuh.” Jawab Arkan


“Jujur aja kali. Jangan harap kamu dengan mudah deketin Nafisah karena kamu harus hadepin aku sama Sasa terlebih dahulu buat deketin Nafisah apalagi sampe jadiin Nafisah pacar kamu, aku pastiin kamu bakal lewatin rintangan yang cukup sulit.” Ancam Hana


“untuk seorang Arkan yang ganteng dan keren ini hadepin kalian berdua itu masalah kecil.” Ucap Arkan sambil menjentikkan jari kelingkingknya


“Oke kita lihat aja nanti.” Kata Hana yang merasa tertantang dengan perkataan Arkan


“Nafisah itu orang nya lemah lembut, baik jadi nggak susah buat taklukin hatinya.” Ucap Arkan


“Walaupun begitu, aku sama Sasa yang akan beri dia perlindungan biar dia tidak mudah percaya dengan kamu.” Kata Hana


“Udah deh mending kamu diem, aku mau fokus nonton film biar nggak mubazir waktu sama uang aku. Udah jauhan sama Nafisah, duduk di sebelah kamu lagi. Kalo kata pepatah udah jatuh tertimpa tangga pula.” Cerocos Arkan


“Dasar mulut kaleng rombeng.” Kata Hana sambil memberikan hadiah tabokan ke lengan Arkan.


Arkan yang sudah capek berdebat dengan Hana memilih diam dan fokus nonton film yang udah di putar sejak 10 menit yang lalu. Untung baru 10 menit jadi dia tidak ketinggalan terlalu banyak gara – gara diajak ngomong terus oleh Hana.


Hana dan Sasa yang duduk bersebelahan anteng menonton film sejak awal dimulainya film itu diputar. Sesekali Arkan melirik ke Nafisah yang fokus menatap layar besar bioskop tersebut. Kegiatan Arkan tersebut juga tak luput dari pandangan Hana yang ada disebelah Arkan.


Terkadang Hana sengaja berdehem untuk menyadarkan Arkan yang suka curi – curi pandang ke Nafisah. Setelah satu jam empat puluh lima menit film berputar akhirnya selesai juga film itu ditayangkan. Nafisah yang dari awal mengikuti jalan cerita film itu sangat baper, dikarenakan juga genre film itu adalah romance.

__ADS_1


Tak jauh berbeda dengan Sasa, dia juga sangat baper dengna jalan cerita film tersebut. Sedangkan Arkan nampak biasa – biasa aja dengan jalan cerita film tersebut, mungkin kalo yang duduk disebelahnya adalah Nafisah dia akan merasa senang dan baper.


Namun berhubung yang duduk


disebelahnya adalah Hana jadi dia biasa – biasa aja. Satu persatu para pengunjung bioskop mulai meninggalkan kursinya masing – masing. Begitupun dengan mereka berempat.


“Makan yuk! Laper nih.” Ajak Sasa ketika baru keluar dari bioskop


“Ayok! Makan dimana aja terserah kalian, aku ngikut aja.” Ucap Nafisah


“Kita ke food court aja deh, disana kan banyak tempat makanan.” Usul Hana


“Yaudah yuk!” kata Nafisah


Mereka berempat langsung menuju food court mall tersebut untuk mengisi perut yang sudah keroncongan. Sejak keluar dari bioskop Arkan hanya diam terus karena dia masih sebel sama Hana yang merusak rencanannya.


Sampai di food court mereka langsung memesan makanan dan minumannya masing – masing dan kali ini Hana dan Sasa mengizinkan Arkan duduk di sebelah Nafisah, itung – itung ngembaliin mood Arkan. Setelah menunggu beberapa menit pesanan mereka telah sampai dihadapan mereka.


Tak perlu lama lagi mereka langsung menyantap makanan dan minuman mereka. Di meja mereka hanya ada suara sendok dan garpu saja.


Arkan yang duduk di sebelah Nafisah sangat senang sekali. Padahal dia nggak ada rencana duduk di sebelah Nafisah tapi sekarang malah duduk sebelah Nafisah. Arkan juga sesekali curi – curi pandang ke Nafisah.


Sedangkan Nafisah hanya diam saja, bukannya dia tidak mengetahui kelakuan Arkan yang melakukan curi – curi pandang kepadanya, namun dia berusaha untuk biasa aja dan meredam kegugupannya. Hana dan Sasa yang mengetahui kelakuan Arkan hanya saling senggol siku.


“Ekhemm… seret banget yak.” Kata Hana sambil meminum minumannya


Sebenarnya Hana ingin mengerjai Arkan yang curi – curi pandang ke Nafisah. Arkan yang mengerti maksut Hana hanya merenggut kesal saja.


“Kamu seret juga nggak Sa?” tanya Hana ke Sasa yang duduk di sebelahnya


“Tadi sih seret juga Han, tapi aku udah minum jadi nggak seret lagi.” Jawab Sasa sambil tersenyum ke Hana


"Kalo kamu Naf?” tanya Sasa


“Nggak kok Sa, biasa aja.” Jawab Nafisah


“Biasalah Naf, tenggorokan mereka kan lokal banget, jadi kalo dilewatin sama makanan kaya gini tuh agak seret dikit.” Ejek Arkan


“Wah wah…. Mulai berani nih anak.” Kata Hana yang tidak terima dengan ucapan mereka


“Biarin deh Han, masih mending kita cuma seret, lah dia mulai dari gigi sampe lambung udah nolak sama makanan kaya gini, mangkanya dari tadi dia diem terus buat nutupin hal tersebut.” Kata Sasa yang mulai mengeluarkan kata – kata pedasnya


“Hahaha… bener kamu Sa.” Ucap Hana dengan tertawa kemenangan


“Untung kalian cewek kalo kalian ayam udah aku geprek dari tadi.” Kata Arkan dengan wajah kesalnya


“Udah – udah kalian ini dimana – dimana berantem terus, kaya anak kecil.” Ujar Nafisah yang menengahi berdebatan mereka bertiga


“Mereka tuh Naf yang duluan.” Adu Arkan

__ADS_1


“Dihh kaya bocah aja lu, kagak pantes sama muka lu yang udah tua.” Ejek Hana


“shuuutt udah, kalo udah pada selesai makan semua mending kita pulang aja langsung.” Kata Nafisah


“Ya udah deh yuk kita pulang aja Naf, udah enek aku lihat wajah mereka berdua.” Kata Arkan sambil menunjuk wajah Hana dan Sasa


“Serah lu dah kan, suka – suka lu. Males gue debat sama lu buang – buang tenaga aja.” Ucap Hana


“Bagus kalo gitu, yuk Naf!” ajak Arkan sambil berdiri dari kursinya


“Han, Sa kita balik duluan ya, nggak papa kan?” tanya Nafisah


“Nggak papa kok Sa, atau kamu pulangnya mau bareng aku sama Hana aja?” tawar Sasa


Sebelum Nafisah menjawab udah dijawab terlebih dahulu oleh Arkan.


“Nggak boleh, Nafisah pulangnya sama aku aja.” Kata Arkan


“Santai dong, nggak usah ngegas.” Ucap Hana


“Aku bareng Arkan aja deh Sa, nanti kalian malah kejauhan kalo nganterin aku dulu.” Ujar Nafisah


“Kalian denger sendiri kan, buruan Naf kita pulang keburu sore nanti.” Kata Arkan


“Kita balik duluan ya Han, Sa.” Pamit Nafisah


“Iya Naf, hati – hati ya, kalo ada apa – apa langsung hubungin kita aja.” Kata Hana


“Iya.” Jawab Nafisah


“Ada gue kali yang bakal nganterin Nafisah sampe kost nya dengan selamat.” Ucap Arkan


“Kan gue sedia paying sebelum hujan.” Kata Hana


“Ayok Naf, daritadi pamit tapi masih disini aja.” Kata Arkan yang nggak sabaran


“Duluan ya Han, Sa… dadahh…” ucap Nafisah sambil melambaikan tangannya


Setelah Nafisah dan Arkan meninggal food court tak lama kemudian Hana dan Sasa juga mengikuti mereka di belakangnya. Sekarang Arkan mengantarkan Nafisah terlebih dahulu ke kostnya. Dalam perjalanan pulang hanya keheningan yang menemani mereka.


Arkan cukup senang karena bisa keluar bareng Nafisah walaupun nggak pergi berdua tapi tak apalah. Tak terasa motor Arkan telah sampai di depan kost Nafisah, Nafisah langsung turun dari motor dan melapas helmnya tak lupa dia juga mengucapkan terimakasih ke Arkan.


Setelah mengantar Nafisah dengan selamat Arkan langsung melajukan motornya pulang ke rumahnya.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada salah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini, hehehe….


See you…. Bye bye…


__ADS_2