Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 7


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Sesampainya dikamar kostnya Nafisah langsung membersihkan diri dan melaksanakan sholat dhuhur. Berhubung tadi sebelum ia pulang ke kost sudah makan, jadi setelah sholat ia langsung tidur siang.


Tidur siang sudah menjadi kebiasaanya ketika tidak ada kegiatan dan ketika badannya cukup lelah setelah melakukan beberapa kegiatan.


Tak terasa waktu sudah sore hari dan Nafisah juga sudah bangun dari tidurnya. Dia melihat jam dinding yang menempel di dinding kamarnya ternyata sudah pukuk 15.30 WIB.


Cukup lama Nafisah tidur siangnya karena tak hanya tubuhnya saja yang lelah tetapi juga pikirannya ikut lelah. Bangun tidur Nafisah langsung ke kamar mandi untuk mandi dan untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah sholat perut Nafisah terasa lapar jadi dia putuskan untuk memasak saja di dapur. Di dapur dia berbincang – bincang dengan tetangga kamarnya yang selisih 1 kamar dari kamarnya.


Tetangga kamarnya ini udah lama ngekost disini. Kebetulan juga di dapur hanya mereka berdua jadi agar tidak hening dan saling mengenal akhirnya mereka saling berbicara.


“Hai, kamu maba ya?” tanya tetangga kamar Nafisah


“Iya.” Jawab Nafisah dengan tersenyum


Disini Nafisah masih malu – malu ingin ngomong apa, karena baru kenal jadi dia bingung sendiri.


“Kenalin nama aku Nita, nama kamu siapa?” tanyanya


“Salam kenal juga, nama aku Nafisah.” Ucap Nafisah sambil menatap orang tersebut dengan tersenyum


“Kamu maba di kampus x?”


“Iya kak, kakak sendiri?”


“Kalau aku juga sama kuliah di kampus x. Ambil jurusan apa?”


“Aku ambil jurusan bisnis kak, kakak sendiri?”


“Sama juga dong hahaha.”


“Oh ya? Kating aku dong hehehe, semester berapa kak?”


“Aku udah semester 4, jam segini kok udah pulang? Kuliah pagi apa siang?”


“Tadi kuliah pagi kak, kakak hari ini juga kuliah pagi?”


Mereka ngobrol sambil melanjutkan kegiatan memasaknya, jadi memasak sambil berkenalan. Nafisah juga sudah mulai mengakrabkan dirinya dengan Nita tetangga kostnya.


“Enggak tadi aku kuliah siang sebenarnya tapi dosen aku yang satunya nggak bisa masuk cuma ngasih tugas aja, daripada di kampus nggak ngapa – ngapain mending pulang aja.”


“Ohhh… kakak asli orang mana?”


“Aku orang Semarang, kamu?”


“Kalau aku orang Yogyakarta.”

__ADS_1


“Oh ya? Deketlah sama Semarang nggak jauh – jauh banget.”


“Hehehe iya, main kak ke rumah aku, nanti aku ajak jalan – jalan keliling Jogja, main – main ke tempat yang hits disana.”


“Boleh deh kapan – kapan aku tak main ke rumah kamu, lumayankan ngirit biaya penginapan, hahaha.”


“Hahaha, aku tunggu ya kak.”


“InsyaAllah, kamu masak apa?”


“Aku mau masak capcay sama goreng tempe aja, kakak masak apa?”


“Aku hari pengen masak sayur sop sama goreng ayam, kamu mau ayam? Itu ambil aja aku gorengnya banyak kok.” Jawab Nita sambil menggoreng ayam yang sebelumnya sudah ia bumbui dengan bumbu instan.


“Iya kak makasih, tapi ini aku udah masak juga takutnya nanti malah nggak kemakan.”


“Oke – oke, kamu jago masak juga ya.”


“Hehehe, dulu aku SMK nya ambil jurusan tata boga jadi sedikit – sedikit bisa masak.”


“Oh ya? Kalau ambil tata boga mah bukan sedikit kali bisanya, udah banyak itu. Kapan – kapan ajarin aku masak juga dong, itupun kalau kamu mau hehehe.”


“Boleh kok justru aku malah seneng, kita juga bisa masak bareng – bareng kaya gini.”


“Boleh juga, senengnyaaa. Jujur ya aku tuh nggak terlalu pandai memasak. Bisanya yaaa cuma – cuma itu aja.”


“Nggak papa kali kak justru itu sudah bagus, kalau udah terbiasa juga lama – lama pandai memasak, apalagi kakak kan udah dua tahun ngekost.”


“Hahaha kakak bisa aja.” Ucap Nafisah sambil menuang capcay nya ke dalam mangkuk


Setelahnya hanya ada suara alat masak yang memenuhi ruangan tersebut. Kostan juga mulai ramai karena hari sudah mulai sore. Setelah semua makanan yang Nita masak telah matang ia langsung mencuci bekas peralatan memasaknya.


“Naf aku balik ke kamar duluan ya.” Pamit Nita


“Oh ya kak.” Kata Nafisah


Setelah Nita balik ke kamarnya selang beberapa menit ada salah satu anak kost yang ingin memasak juga. Dilihat dari wajahnya kayanya dia udah lumayan lama juga ngekost disini. Sekarang Nafisah sedang mencuci bekas peralatan memasaknya.


“Hai, kamu maba?” tanya anak tersebut


“Iya kak.” Jawab Nafisah dengan tersenyum


“Kenalin nama aku Icha, nama kamu?”


“Nama aku Nafisah.”


“Kamar kamu nomor berapa?”


“Nomor 15 kak.”


“Oh ya? Berarti kita tetanggaan dong, kamar aku nomor 16, kalau kamu kesepian main aja ke kamar aku, kita bisa ngobrol – ngobrol lagi.”

__ADS_1


“Iya kak kapan – kapan Nafisah main ke kamar kakak. Kalau boleh tau kakak kuliah di kampus x?” tanya Nafisah karena kostan mereka ini berdekatan dengan 3 kampus jadi para penghuninya itu campuran dari beberapa kampus.


“Nggak aku kuliah di kampus z, kalau kamu?”


“Kalau aku kuliah di kampus x, aku kira tadi kating aku juga, hehehe. Kakak semester berapa?”


“Aku semester 3.”


“Ooo… aku balik ke kamar duluan ya kak.”


“Oh iya, jangan lupa lho ya main ke kamar aku hehehe.”


“Siap kak, kakak juga jangan lupa main ke kamar aku hehehe.”


“Gampang itu mah.”


“Yaudah ya kak aku balik dulu.”


“Yoi.”


Setelah sampainya di kamar Nafisah langsung makan, kebetulan nasinya juga sudah matang. Tadi sebelum masak di dapur Nafisah sudah memasak nasi terlebih dahulu agar nanti matangnya bisa barengan sama lauknya, walaupun terkadang duluan lauknya yang matang.


Setelah membaca do’a Nafisah langsung makan dengan nikmat dan khidmat, sambil menemani makan sorenya Nafisah memutar salah satu vlog dari salah satu youtuber yang lagi naik daun sehingga menambah rasa nikmat pada makannya.


Nasi yang ada di piring Nafisah sudah habis tanpa tersisa, sehingga Nafisah langsung membersihkan bekas makannya agar tidak dikerubungin sama semut.


Setelah semua bersih dan rapi kembali Nafisah melanjutkan nonton vlog dari youtuber tersebut sambil menunggu adzan maghrib yang sebentar lagi akan berkumandang.


Adzan magrib berkumandang bertepan dengan habisnya video yang Nafisah tonton. Mendengar adzan maghrib berkumandang Nafisah langsung mengambil air wudhu untuk sholat maghrib dilanjut dengan membaca Al qur’an.


Sejak dulu Nafisah sudah dibiasakan dengan membaca Al qur’an setelah sholat maghrib, walaupun yang dibacanya hanya satu ayat yang terpenting membaca Al qur’an. Sepuluh menit sudah dia habiskan untuk mengaji selanjutnya Nafisah langsung menuju meja belajarnya untuk mengerjakan tugas kuliahnya agar tidak menumpuk dan dikejar deadline.


Ketika sedang serius mengerjakan tugasnya ponsel Nafisah berbunyi yang menandakan ada pesan masuk. Nafisah melihat notifikasi dari ponselnya dan ternyata ada sebuah pesan dari nomor yang tidak ia kenal, Nafisah tidak langsung membukanya karena dia juga merasa tidak mengenali nomor tersebut.


Merasa pesannya tidak direspon oleh Nafisah orang tersebut mengirim kembali pesan ke HP Nafisah, berhubung Nafisah sudah kepo akhirnya dia membuka isi pesan tersebut.


“Hai.” Isi pesan pertama


“Aku ganggu kamu ya?” pesan ke dua


Nafisah belum juga membalas pesan tersebut, dia juga tidak bisa melihat foto profile dari nomor misterius itu.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada salah ketik dari cerita ini. Terimakasih.


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini, hehehe….


See you…. Bye bye…

__ADS_1


__ADS_2