Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 10


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Hari ini Sasa dan Hana berangkat dan pulang bersama, lebih tepatnya Hana yang nebeng Sasa karena Hana lagi malas nyetir mobil sendiri. Tadi setelah jam kedua selesai mereka langsung pulang tanpa mampir kemana – mana. Dan sekarang mereka masih dalam perjalanan pulang ke rumah Hana terlebih dahulu.


“Han, kamu ada yang aneh nggak sama Arkan?” tanya Sasa


“Aneh gimana?” tanya balik Hana


“Ya aneh aja gitu. Arkan yang tiba – tiba ngechat Nafisah terus dia jadi ikut gabung temenan kita, awalnya kan dia biasa – biasa aja setiap ketemu kita, kaya nggak mau kenal orang gitu.” Jawab Sasa


“Kamu tuh yang aneh, orang mau temenan kok dibilang aneh” ucap Hana


“Bukannya gitu Han, aku tuh ngerasa Arkan itu kaya punya perasaan ke Nafisah.” Kata Sasa


“Firasat kamu aja kali, udahlah biarin aja yang penting dia nggak aneh – aneh sama kita, apalagi sama Nafisah.” Kata Hana


“Nah, maksutku tuh gitu, aku tuh takut nantinya dia itu ngungkapin perasaannya terus nggak dibalas sama Nafisah, terus berimbas deh ke pertemanan kita.” Kata Sasa


“Yaa kita lihat aja nantinya gimana, kalau ada aroma – aroma yang mengarah ke perasaan kita harus langsung jadi tameng untuk Nafisah, kasian aku sama Nafisah kalo sampe disakiti sama cowok.” Ucap Hana


“Udah pasti itu mah, eh weekend besok kita pergi main yuk, kemana gitu, kita kan selama temenan sama Nafisah belum pernah main bareng – bareng terus sekarang ketambahan Arkan tambah seru tuh.” Usul Sasa


“Ayok aja aku mah, lagian selama ini kita kan cuma ngumpul di kantin, di taman kampus, dan di kost Nafisah, itu pun juga ngerjain tugas.” Ucap Hana


“Ya juga ya, ya udah deh ntar kita kabarin mereka aja.” Kata Sasa


“Gimana kalo kita berempat bikin grup chat aja, biar enak gitu kalo ada apa – apa.” Usul Hana


“Nah boleh tuh, sekalian kan buat tugas kelompok presentasi minggu depan.” Ucap Sasa


“Ya udah deh aku langsung bikin sekarang aja, mumpung masih inget. Kamu ada nomornya Arkan nggak?” tanya Hana


“Nggak ada, deket aja baru tadi pagi Han, udah kamu tanyain nomornya Arkan.” Jawab Sasa


“Siapa tau kamu udah simpen duluan, kamu kan jomlo terus Arkan juga ganteng, siapa tau kamu diam - diam udah deket sama dia hahaha.” Ucap Hana


“Mulut kamu Han minta disumpal sepatu.” Kata Sasa dengan wajah kesalnya


“Santai dong aku kan cuma bercanda, biar Nafisah aja yang gabungin Arkan di grup.” Ucap Hana.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit akhirnya mereka telah sampai di rumah Hana.


“Udah sampe rumah kamu nih, buruan turun dari mobil aku. Enek aku liat wajah kamu terus.” Ucap Sasa


“Heleh gayanya enek, padahal mah kalo nggak ketemu sehari aja udah kangen.” Kata Hana


“Aku kangen sama kamu? Ogahhh, kaya nggak ada kerjaan aja.” Kata Sasa


“Masih sih neng.” Ucap Hana sambil mencolek dagu Sasa

__ADS_1


“Isshh apaan sih Han, centil banget. Dah sana turun, aku mau pulang capek mau tidur.” Kata Sasa yang tambah kesel sama Hana


“Ya udah deh aku pulang dulu, nanti kalo kamu kangen vc aja aku ya, nanti bakal aku angkat kok hahaha.”


Ucap Hana


“Ogahhh, hush hush sana.” Kata Sasa sambil mengerakkan tangannya seberti mengusir ayam


“Dadah… Sasa ku sayang, muach muach.” Kata Hana sambil melakukan kiss bye dan turun dari mobil Sasa


“Gila tuh anak, kok bisa ya aku ketemu sama orang yang modelannya kaya dia. Dasar boneka mampang.”


Gumam Sasa yang meninggalkan pekarangan rumah Hana


-


-


-


Sedangkan Nafisah sekarang lagi masak di dapur untuk makan siangnya, walaupun sebenarnya sekarang dia lelah tapi entah kenapa dia pengen banget masak sendiri. Siang ini Nafisah masak sayur sop dan menggoreng ayam yang sebelumnya sudah dia ungkep dan ia simpan di dalam kulkas. Ketika sedang asyik memotong sayuran untuk sayur sop nya, bertepatan juga dengan Icha tetangga kamarnya yang akan masak juga.


“Hai Naf.” Sapa Icha ketika baru masuk dapur


“Eh hai kak.” Balas Nafisah yang sebenarnya agak kaget karena posisi Nafisah yang membelakangi pintu dapur.


“Ma’af ya kagetin kamu.” Ucap Icha


“Kok baru masak, baru pulang kuliah?” tanya Icha


“Iya kak.” Jawab Nafisah


“Kakak sendiri juga baru pulang kuliah?” lanjut Nafisah


“He’em.” Jawab Icha


“Kamu mau masak apa?” tanya Icha


“Mau masak sayur sop sama goreng ayam, kakak sendiri mau masak apa?” tanya Nafisah


“Nggak tau bingung mau masak apa, tadi rencana mau delivery aja tapi bingung juga mau makan apa, sekarang mau masak juga bingung.” Jawab Icha yang berdiri di samping Nafisah yang sedang memotong bahan sayur sop nya.


“Ya udah makan sayur sop sama ayam punya aku aja, aku masaknya juga banyak kok.” Tawar Nafisah


“Makasih deh, ngrepotin kamu malahan.” Kata Icha yang merasa tidak enak dengan Nafisah


“Ngrepotin apa sih kak, aku juga ikut makan kok ngrepotin, gabung aja nggak apa – apa, terus nanti kita makan bareng.” Ucap Nafisah


“Emmm… nggak papa nih aku gabung sama kamu?” tanya Icha


“Nggak papa kok, justru aku malah seneng.” Kata Nafisah

__ADS_1


“Ya udah deh kalau kamu maksa hehehe, kayanya aku ada nugget deh freezer, sekalian aku goreng aja ya, lumayankan untuk tambah lauk, masa aku numpang makan gitu aja.” Ucap Icha


“Hahaha santai aja kak, nggak usah merasa nggak enak, kalau kakak mau goreng, goreng aja nggak apa – apa.” Kata Nafisah


“Oke goreng nugget sama ayamnya, ayamnya tinggal goreng apa harus dibumbuin dulu?” tanya Icha


“Tinggal goreng aja kok kak, udah aku ungkep sebelumnya.” Jawab Nafisah


“Oke, nanti makan di kamar aku aja ya.” Pinta Icha


“Iya kak.” Kata Nafisah


Selanjutnya mereka langsung melaksanakan kegiatannya masing – masing. Dimana Icha yang bertugas menggoreng nugget dan ayam, sedangkan membuat sayur sopnya. Setelah nugget dan ayam matang Icha langsung meletakkan dalam satu piring, sayur sop yang sedang dimasak Nafisah juga sebentar lagi matang.


“Cobain deh kak sayurnya, udah pas belum bumbunya.” Suruh Nafisah sambil menyerahkan sendok ke Icha


“Menurut aku udah enak deh Naf, malah ini enak banget lho Naf, pas bumbunya nggak ada yang kurang atau kelebihan.” Puji Icha setelah mencoba kuah sayur sop


“Hehehe kakak bisa aja, ya udah deh ini juga udah mateng tinggal dituang aja ke mangkuk.” Kata Nafisah


Setelah memasak mereka tak lupa membersihkan peralatan memasak dan merapikan dapur, agar dapur nampak bersih dan rapi. Dan itu sudah menjadi peraturan di kost ini apabila setelah memasak peralatan harus langsung dibersihkan dan merapikan dapur kembali. Hal ini dilakukan agar dapur tidak terlihat kumuh dan kotor.


Peralatan memasak sudah bersih semua dan dapur juga sudah rapi kembali, Nafisah dan Icha langsung menuju kamar Icha untuk makan siang yang sudah agak telat, tapi tak apalah yang penting makan. Setelah meletakkan sayur sopnya di kamar Icha, Nafisah balik terlebih dahulu ke kamar untuk mengambil nasi dan air minum nya.


“Aku ke kamar aku dulu ya kak, ambil nasi dan air minum.” Pamit Nafisah


“Oh iya Naf.” Ucap Icha


Setelah 5 menit mengambil nasi dan air minum, Nafisah langsung kembali lagi ke kamar Icha untuk makan


bersama.


“Ayo Naf langsung dimakan nggak usah sungkan hahaha, padahal ini mah masakan kamu.” Kata Icha


“Hahaha iya kak, kakak juga makan aja nggak usah sungkan, lagian kita kan tadi masaknya bareng –


bareng.” Ucap Nafisah


Tanpa banyak omong lagi mereka langsung menyantap makanan yang ada di depan mereka. Hingga akhirnya makanan yang ada di depan mereka habis tanpa tersisa tinggal mangkuk dan piring bekas tempat makanan. Setelah makan mereka langsung merapikan membersihkan bekas makanan tersebut dan mencucinya di dapur. Nafisah sudah kembali ke kamarnya sendiri dan sekarang adalah saatnya untuk tidur siang setelah perutnya kenyang.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada salah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,


hehehe….


See you…. Bye bye…

__ADS_1


__ADS_2