
Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv
-----
Setelah selesai mengemas semua baran – barangnya Nafisah membuka chat grup yang berisi ketiga temannya.
\-THE GENGS\-
“Guys kalian hari ini kuliah sampai jam berapa?” –Nafisah
“Jam 12 kita udah selesai kok Naf. Kenapa?” –Hana
“Habis kuliah kalian ada kegiatan lain nggak?” –Nafisah
“Aku sama Hana nggak ada kegiatan apa – apa, nggak tau kalo Arkan.” –Sasa
“Aku juga nggak ada.” –Arkan
“Aku mau minta bantuan ke kalian bisa nggak?” –Nafisah
“Bantuan apa?” –Sasa
“Bantu aku cari kost baru sekalian pindahan.” –Nafisah
“Kok cari kost baru lagi kenapa?” –Hana
“Aku udah ketrima kerja di perusahaan x dan besok aku udah mulai kerja.” –Nafisah
“Beneran Naf? Selamat yaaa, ikut seneng aku dengernya.” –Arkan
“Iya, kalian bisa nggak? Kalo nggak bisa nggak papa nanti aku pesen taksi online aja.” –Nafisah
“Aku bisa Naf, lagian hari ini aku bawa mobil.” –Hana
“Aku juga bisa.” –Sasa
“Aku siap bantu kamu Naf, nanti aku yang sopirin kalian.” –Arkan
“Kalo gitu berangkatnya sekarang aja gimana?”
“Kalian udah makan sama sholat?” –Nafisah
“Udah kok, tadi kita makan sama sholat bareng.” –Hana
“Ya udah kita langsung ke kost kamu ya Naf.” –Sasa
“Oke, aku tunggu ya.” –Nafisah
“Oke.”
Ketiga teman Nafisah langsung bergegas menuju ke parkiran kampus untuk mengambil kendaraan masing – masing. Berhubung hari ini Arkan memakai motor jadi ia memutuskan untuk menitipkan motornya di kost Naf agar lebih merasa tenang.
Sebelumnya Arkan juga telah meminta izin terlebih dahulu ke pacarnya dan pacarnya tidak merasa keberatan lagian hari ini pacar Arkan ada jadwal praktikum. Sambil menunggu kedatangan teman - temannya Nafisah mengeluarkan barang – barangnya, ia letakkan disamping pagar agar nantinya ketika temannya datang tinggal memasukkan ke dalam mobil.
Sepuluh menit berlalu, akhirnya ketiga teman Nafisah telah datang. Arkan langsung memasukkan motornya ke dalam kost Nafisah tak lupa ia juga mengunci motornya.
“Ini udah semua ‘kan? Nggak ada yang ketinggalan?” tanya Arkan ketika selelai memasukkan semua barang Nafisah
“Udah kok.” Jawab Nafisah
__ADS_1
“Ya udah yuk langsung berangkat, kamu di depan aja ya Naf.” Ujar Hana. Nafisah hanya menganggukkan kepalanya
Mobil telah berjalan di jalan beraspal tersebut. Untuk menemani perjalanan menuju calon kost baru Nafisah mereka mengisinya dengan bercerita tentang interview Nafisah hari ini.
“Ceritain interview kamu hari ini dong Naf.” Pinta Sasa
“Iya, kepo nih.” Tambah Hana
“Apa sih yang kalian kepoin, interview mah mau gimana lagi. Ya, cuma gitu – gitu aja.” Jawab Nafisah
“Nggak mungkinlah cuma gitu – gitu aja, pasti ada cerita menarik dibalik interview.” Ucap Hana
“Apa ya cerita menarik dari interview aku?” ucap Hana sambil berfikir.
“Tadi aku berangkat interviewnya kepagian jadi sampe sana kantor masih lumayan sepi terus jam kerja juga belum dimulai.” Jawab Nafisah
“Terus kamu gimana?” tanya Sasa
“Waktu aku ketemu sama security disana, aku diminta untuk nunggu di lobby kantor.” Jawab Nafisah
“Terus?”
“Ya udah aku tungguin, saat jam kerja udah dimulai aku tanya ke mbak resepsionis terus dianterin ke ruangan HRD untuk interview. Udah deh aku di interview beberapa menit terus pulang.” Ucap Nafisah
“Resepsionisnya jutek nggak Naf?” tanya Hana
“Nggak kok, ramah orangnya.” Jawab Nafisah
“HRD nya ganteng nggak?”
“Ganteng, soalnya cowok.”
“Nggak udah bapak – bapak.”
“Hahahahah.” Tawa Arkan dan Sasa menggelegar
“kalian kerasukan ya? Kok tiba – tiba ketawa?” tanya Hana
“Kita itu ngetawain kamu, kamu ngapain nanyain HRD nya ganteng apa nggak, masih muda apa nggak. Buat apa kamu nanyain begituan.” Jawab Sasa
“Yaaa ‘kan cuma nanya aja, lagian Nafisah juga biasa aja kenapa kalian yang ribet.” Ujar Hana
“Orang lain mah yang ditanya pertanyaan interviewnya gimana, cara ngejawab pertanyaannya yang bener gimana, cara ngilangin grogi gimana. Lah kamu tanyanya malah hal nggak penting.” Kata Arkan
“Suka – suka aku lah mau tanya tentang apa.” Ketus Hana
“Udah, nggak usah pada berantem.” Ucap Nafisah
“Kamu dikontrak berapa lama Naf?” tanya Sasa
“Dua tahun.” Jawab Nafisah
“Lumayan lama juga ya.” Ujar Arkan
“Iya Alhamdulillah.” Kata Nafisah
Setelah itu tak ada lagi obrolan diantara mereka karena Hana masih bad mood jadi dia memilih diam sambil memainkan handphonenya. Kini mereka telah sampai di kawasan kost dekat dengan kantor tempat Nafisah kerja.
“Kita parkir disini aja ya mobilnya, jalan kaki aja cari kostnya.” Ujar Arkan sambil memarkirkan mobil Hana
__ADS_1
“Iya.”
Mobil telah terparkir dan kini mereka sedang menelusuri beberapa bangunan kostan.
“Kamu cari kost yang kayak gimana Naf?” tanya Hana
“Aku pengen yang kayak kost lama aku.” Jawab Nafisah
“Kita coba liat yang ini dulu.” Ucap Sasa
Mereka masuk ke dalam kost tersebut untuk menanyakan mengenai info kost tersebut.
“Permisi.” Ucap Nafisah
“Permisi.” Ucap Hana
“Permisi.” Ucap Sasa
“Ada orangnya nggak sih?” tanya Arkan
“Nggak tau, coba sekali lagi. Permisi.” Ujar Nafisah
Berkali – kali memanggil akhirnya ada salah satu penghuni kost yang keluar.
“Ma’af ada apa ya mbak?” tanya penghuni kost
“Ma’af mau tanya, disini masih ada kamar yang kosong nggak?”
“Kayaknya sih ada, coba mbak tanyakan langsung ke pemilik kostnya.”
“Pemilik kostnya ikut tinggal disini atau gimana?”
“Pemiliknya tinggal di rumahnya sendiri, saya kasih nomornya nanti mbak hubungi sendiri ya.”
“Oh iya mbak.”
Orang tersebut memberikan nomor telephone pemilik kost tersebut agar Nafisah bisa menanyakan apakah masih ada kamar kosong atau tidak.
“Makasih ya mbak.” Ucap Nafisah
“Iya sama – sama, kalau gitu saya tinggal ya mbak.” Pamitnya
“Iya.”
Setelah itu Nafisah langsung menghubungi nomor telephone pemilik kost tersebut. Pemilik kost mengatakan masih ada 3 kamar yang kosong. Apabila Nafisah ingin melihat kamar kost, sang pemilik meminta Nafisah untuk menunggunya sebentar.
Nafisah mengiyakan atas permintaan tersebut. Ia juga lumayan suka dengan suasana kost ini, selain bersih juga jarak menuju kantor tidak terlalu jauh. Namun sebelum itu ia akan mencari beberapa kost untuk memandingkan harga, fasilitas yang didapat, dan jarak tempuh menuju kantor.
Sekarang Nafisah harus lebih berhemat agar bisa menabung untuk usaha dia nantinya. Ia tak ingin terus merepotkan kedua orang tuanya.
****
Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih
****
Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….
See you…. Bye bye…
__ADS_1