
Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv
-----
Hari ini Rosa dan Andi akan balik lagi ke Jogja karena besok Andi sudah mulai lagi masuk kerja. Sebelum pulang Rosa dan Andi mengantarkan Nafisah terlebih dahulu ke kost nya.
“Mama sama papa pulang ya kak.” Ucap Rosa ketika sudah sampai di depan kost Nafisah
“Iya ma, hati – hati di jalan. Papa kalau capek istirahat dulu jangan dipaksain nyetir.” Ingat Nafisah
“Baik tuan putri. Kamu juga jangan telat makan, selalu jaga kesehatan dan jangan lupa jangan pernah ninggalan sholat dan mengaji.” Pesan Andi
“Siap komandan!” ucap Nafisah
“Kalau ada apa – apa bilang ya kak, jangan dipendam sendiri.” Ucap Rosa
“Iya mama.”
“Yaudah sana masuk, mama sama papa mau langsung pulang biar nggak kemalaman sampe rumahnya.” Kata Andi
“Ya udah kakak masuk ya ma, pa. Assalamualaikum.” Ucap Nafisah sambil mencium tangan kedua orang tuanya
“Waalaikumsalam.” Jawab Andi dan Rosa, tak lupa mereka mencium kening dan kedua pipi putri kesayangannya
Setelah berpamitan dengan mama papanya Nafisah langsung masuk ke dalam kostnya, sedangkan Andi langsung menjalankan mobilnya menuju ke arah pulang.
Sesampainya di kamar Nafisah mulai menyicil barang – barangnya untuk dikemas, dia melakukan hal ini agar nantinya ketika ia bener – bener ketrima kerja disalah satu perusahaan yang ia inginkan tidak keteteran untuk megemas barang – barangnya. Setelah sebagian barangnya ia kemas, ia membuka grup chat yang isinya hanya Hana, Sasa, dan Arkan.
\-THE GENGS\-
“Guys!!!”
“Yuhuu…”
“Keluarlah kalian semuaaa…”
“Dimanakah kalian…” –Nafisah
“Ada apa Naf, kok sampe spam?” –Hana
“Iya, tumbenan sampe nyepam.” –Sasa
“Nggak ada apa – apa sih hehehe.” –Nafisah
“Ishh… ngeselin banget sih, kirain ada hal penting.” –Hana
“Kamu ada dimana Naf?” –Sasa
“Aku lagi di kost, kalian kalo lagi nggak ngapa – ngapain main kesini dong.” –Nafisah
“Kita terus yang main ke kost kamu, kamu main juga dong ke rumah kita.” –Hana
“Nah bener tuh yang dibilang sama Hana.” –Sasa
__ADS_1
“Ya udah deh aku bakal main ke rumah kalian. Enaknya aku main ke rumah siapa ya?” –Nafisah
“Ke rumah aku aja Naf, di rumah aku nggak ada siapa – siapa. Aku di rumah cuma sama mbak, mama papa ku lagi keluar kota.” –Sasa
“Emmm boleh deh, Hana kamu ikut juga ya main ke rumah Sasa.” –Nafisah
“Oke, nanti aku jemput kamu.” –Hana
“Eh nggak usah Han, nanti kamu malah bolak balik, aku naik ojol aja nggak papa.” –Nafisah
“Nggak papa kali Naf, sekalian aku jalan – jalan. Aku tuh bosen, nanti aku jemput kamu pake motor aku.” –Hana
“Nggak papa nih? Nggak repotin kamu kan?” –Nafisah
“Nggak papa kali Naf, kan aku yang tawarin ke kamu.” –Hana
“Oke deh, aku siap – siap dulu.” –Nafisah
“Arkan ikut juga nggak nih?” –Sasa
“Kamu lupa ya Sa? Ini kan hari minggu otomatis ia sedang kencang dengan doi nya.” –Hana
“Oh iya aku lupa Han, mangkanya dari kok nggak nongol – nongol orangnya, padahal kita berisik banget.” –Sasa
“Ada apa nyariin aku? Kangen ya.” –Arkan
“Nah tuh muncul orangnya, kaya jailangkung aja munculnya tiba – tiba.” –Sasa
“Kagak kencan lu?” –Hana
“Hahaha sukurinnn… ditinggal ceweknya, jangan – jangan pas cewek lo balik kesini dia udah punya gandengan baru. Ngenesnya lagi alasan ia pulang karena dijodohin sama orang tuanya terus disuruh langsung tunangan.” –Hana
“Sok tau banget lo Markonah.” –Arkan
“Nama gue bukan Markonah ya! Seenaknya ganti - ganti nama orang.” –Hana
“Udah kalian diem deh nggak usah ribut.”
“Kamu ikut main ke rumah aku nggak Kan?” –Sasa
“Sekarang?” –Arkan
“BUKAN!!!! NUNGGU AYAM JAGO BERTELUR BARU MAIN KE RUMAH SASA.” –Hana
“SANTAI DONG NGGAK USAH NGEGAS, EMANG LO PIKIR GUE NGGAK BISA NGEGAS JUGA.” –Arkan
“Dih ngikut – ngikut capslock, nggak kreatip lo.” –Hana
“Iya Kan, sekarang Nafisah sama Hana mau main ke rumah aku, kalo kamu mau ikut langsung datang aja. Nanti Hana mau jemput Nafisah dulu baru ke rumah aku.” –Sasa
“Nah gini dong kaya Sasa, santai nggak pake tenaga luar dalem buat bales.”
“Iya nanti aku ikut main ke rumah kamu Sa.” –Arkan
__ADS_1
“Tuh kan mulai lagi, selalu bikin orang kesel. Seneng banget sih mancing amarah orang mending kamu mancing ikan, lumayan bisa jadi lauk.” –Hana
“Siapa lo nyuruh – nyuruh gue.” –Arkan
“Udah deh nggak usah berantem, mending kalian pada siap – siap. Kasian nanti Nafisah nunggunya, kayaknya dia udah siap – siap dari tadi.” –Sasa
“Yaudah deh aku siap – siap dulu, aku juga belum mandi.” –Hana
“Mangkanya dari tadi aku nyium aroma – aroma tak sedap itu ternyata bau kamu Han.” –Arkan
“SERAH LO!!! BODO AMAT!!! AWAS PEMBALASAN GUE NANTI DI RUMAH SASA.” –Hana
“Udah sono mandi, nggak kuat gue nyium bau busuk badan lo!” –Arkan
“ARKANNNNNN!!!!” –Hana
Arkan yang berhasil menjahili Hana tertawa senang, entah kenapa ia sangat suka menjahili Hana. Apalagi sampe membuat Hana benar – benar kesel dengan dirinya, namun terlepas dari itu semua ia tetap tau batasannya karena ia sadar ada hati yang harus ia jaga kepercayaannya. Ia tak mau membuat rasa percaya pacarnya terhadap dirinya hilang.
Setelah mandi Nafisah membuka HP nya terdapat banyak pesan masuk dari grup chat nya, Nafisah hanya membacanya tanpa ada niat membalasnya. Ia langsung bergegas untuk bersiap – siap agar nantinya Hana tidak terlalu lama menunggunya. Sebenarnya ia meresa tak enak terhadap Hana, namun karena Hana yang berinisiatif sendiri dan sedikit memaksa akhirnya ia mengiyakan saja.
Akhirnya ia telah selesai bersiap dan ternyata Hana mengirimkan pesan kepadanya, Hana mengatakan bahwa ia masih bersiap dan meminta Nafisah untuk menunggunya sebentar. Nafisah hanya mengiyakan pesan Hana.
Hampir 30 menit Nafisah menunggu Hana akhirnya yang ditunggu – tunggu sudah datang. Nafisah langsung keluar ketika Hana mengirimkan pesan bahwa ia telah sampai di kostnya.
“Nih Naf aku bawain helm buat kamu.” Ucap Hana sambil menyerahkan helm ke Nafisah
“Makasih ya Han, ma’af ngrepotin kamu.” Ujar Nafisah
“Santai aja kali Naf, pake minta ma’af segala. Kaya sama siapa aja.” Kata Hana
“Buruan naik, biar nggak terlambat datangnya.” Lanjutnya
Nafisah langsung naik ke motor Hana. Dalam perjalanan mereka selingi dengan obrolan ringan.
“Nanti Arkan juga ikut kan?” tanya Nafisah
“He’em.”
“Aku mau cerita sesuatu ke kalian.” Ucap Nafisah
“Cerita apa?” tanya Hana
“Ada deh, nanti aja kalo udah kumpul semua.” Jawab Nafisah
“Oke.”
****
Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih
****
Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….
__ADS_1
See you…. Bye bye…