Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 39


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Malamnya ketika Nafisah selesai makan malam yang ia beli secara delivery, ia menelphone Rosa mamanya hanya sekedar memberitahu bahwa ia telah mendapatkan kost baru.


“Assalamualaikum ma.” Salam Nafisah


“Waalaikumsalam kak. Apa kabar?” tanya Rosa


“Alhamdulillah kakak sehat. Mama dan yang lainnya apa kabar?” tanya balik Nafisah


“Alhamdulillah kita semua sehat. Gimana kakak udah dapet kost baru?” tanya Rosa


“Udah ma, kakak juga udah pindahan dibantu sama temen – temen kakak.” Jawab Nafisah


“Alhamdulillah kalau kakak udah dapet kost baru, jadi tenang mama.” Kata Rosa


“Papa kemana ma?” tanya Nafisah menanyakan papanya


“Di ruang kerja, katanya ada kerjaan sedikit dari kantor yang belum selesai.” Jawab Rosa


“Ohhh, mama lagi apa?”


“Mama lagi nonton tv sendirian.”


“Raka sama Caca kemana?”


“Di kamar, lagi ngerjain PR. Habis makan langsung pamit ke kamar katanya PR nya banya gitu.” Jelas Rosa


“Kakak udah makan?” tambah Rosa


“Udah, barusan aja kakak selesai makan.” Jawab Nafisah


“Ya udah kalo gitu sekarang kakak istirahat biar besok nggak telat kerja dan ada energy untuk kerja.” Ucap Rosa


“Iya nanti kalo udah selesai sholat isya’ kakak langsung tidur. Kakak juga capek banget habis beresin barang – barang.” Kata Nafisah


“Ya udah mama tutup ya kak. Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam.”


Setelah menelphone mamanya Nafisah bersantai dengan duduk di atas kasur sambil menyenderkan punggungnya di dinding kamar. Itung – itung sembari menunggu adzan isya’ berkumandang.


Berhubung baju yang akan ia kenakan besok udah rapi tersetrika jadi ia sekarang tak perlu susah – susah untuk menyetrikanya.


Adzan isya’ pun berkumandang. Nafisah langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelahnya ia langsung menunaikan kewajibannya. Selesai sholat Nafisah langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


Ia ingin langsung tidur agar ia besok tidak telat berangkat kerja. Lagi pula tubuhnya juga sudah sangat lelah setelah seharian beraktivitas.


-

__ADS_1


-


-


Tanpa terasa adzan shubuh berkumandang. Membangunkan seorang gadis remaja dari tidur nyenyaknya. Nafisah mulai menggerakkan kepalanya untuk menyesuaikan cahaya lampu kamar.


Memang Nafisah tak pernah mematikan lampu kamarnya ketika ia tidur. Ia lebih suka lampu menyala ketika tidur. Ketika kesadaran sudah terkumpul Nafisah langsung menuju ke kamar mandi untuk cuci muka dan mengambil air wudhu.


Selepas sholat shubuh Nafisah kembali merebahkan tubuhnya. Berhubung ini adalah hari pertama Nafisah menempati kostnya, jadi ia tidak memasak untuk sarapan. Ia memilih membeli makanan untuk sarapannya atau ia bisa sarapan dengan roti dan susu yang ia punya.


Dan siangnya ia bisa makan di kantin kantor. Mungkin nanti sore sepulang kerja ia akan membeli bahan – bahan memasak. Di kost yang baru ini juga tersedia dapur umumnya.


Nafisah selalu mencari kost yang tersedia dapur umumnya agar tak selalu membeli makanan diluar. Lagi pula masak sendiri lebih terjamin gizi dan kebersihannya.


Ketika sedang asyik bermain hp Nafisah mendengar suara dentingan sendok yang dipukulkan di mangkok ditambah dengan suara teriakan seseorang bapak – bapak yang berucap “bubur, bubur, bubur”.


Ketika Nafisah ingin memanggil pedagang bubur tersebut ternyata sudah ada suara yang mewakilinya memanggil bapak pedagang bubur.


Nafisah langsung menyambar hijab instannya yang tergantung rapi di gantungan baju.


Tak lupa ia juga mengambil mangkok untuk tempat buburnya nanti. Dan tak lupa juga tentunya mengambil uang di dompet. Setelah itu Nafisah menghampiri pedagang bubur tersebut.


Ternyata sudah banyak yang mengantri untuk membeli bubur. Nafisah ikut mengantri sama seperti dengan pembeli lainnya. Ketika


sedang mengantri ada salah satu pembeli yang menyapanya.


“Hai, baru pindah ya?” tanyanya


“Kenalin nama aku Salsa kamar nomor 5. Kamu?” Tanyanya kembali


“Nama aku Nafisah, aku kamar nomor 7.” Jawab Nafisah


“Mbaknya kerja atau gimana?” lanjut Nafisah


“Aku kerja. Kamu juga?” Tanya Salsa


“Iya.”


“Ohh.. aku temenan sama kamu boleh Soalnya aku disini juga baru sekitar 1 bulanan.” Pinta Salsa


Nafisah langsung menganggukkan kepalanya “Boleh, aku justru seneng dapat teman baru.”


“Kalo boleh tau kamu kerja dimana?” tanya Salsa


“Aku kerja di perusahaan x.” jawab Nafisah


“Oh iya? Sama dong aku juga kerja disana. Kamu dibagian apa?” tanya Salsa


“Bagian marketing mbak. Mbak sendiri dibagian apa?” tanya balik Nafisah


“Aku dibagian keuangan. Nanti kita berangkat bareng ya, nggak hanya hari ini saja tapi seterusnya.” Ujar Salsa

__ADS_1


“Oh iya nggak hanya berangkat kerja tapi juga pulangnya tapi kalo nggak ada lemburnya hehehe.”


Tambah salsa


“Boleh juga mbak, lagian ini juga hari pertama aku kerja.” Ujar Nafisah


“Ya udah nanti kalo aku belum keluar dari kamar kamu ketuk aja ya pintu kamar aku.” Kata Salsa


“Iya mbak.


“Pesenan aku udah nih, aku duluan ya.” Ucap Salsa


“Iya mbak.”


Selepas Salsa kembali masuk kost Nafisah masih menunggu satu antrian lagi. Akhirnya bubur yang ia inginkan sejak tadi sudah jadi. Ia langsung bergegas masuk ke kamar untuk sarapan dan bersiap untuk berangkat kerja.


Usai sarapan Nafisah bergegas ke kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi Nafisah memakai pakaian kerjanya tak lupa ia juga membubuhkan bedak dan lip balm di wajah dan bibirnya.


Walaupun tidak bermake up tebal setidaknya wajah Nafisah tidak terlihat pucat. Nafisah juga bukanlah tipe cewek yang pandai bermake up.


Setelai selesai dengan urusan wajah Nafisah lanjut mengenakan hijabnya. Hari ini Nafisah memakai hijab segi empat bermotif. Karena pakaian ia kenakan polos jadi ia memakai hijab yang ada motifnya.


Urusan pakaian, wajah, dan hijab udah beres. Sekarang Nafisah beralih ke tas kerjanya, di tas kerjanya ia mengisi dengan alat tulis dan buku catatan kecil, lip balm, charger, dan air minum yang dimasukkan ke dalam botol air minum.


Ia tidak membawa laptopnya kerja karena kantor sudah menyediakan komputer untuk membantu pekerjaannya. Barang – barang ia butuhkan sudah masuk ke dalam tas kerjanya Nafisah lanjut mengambil sepatu kerjanya. Ia memakai sepatu berhak yang tidak terlalu tinggi, mungkin tinggi haknya sekitar 5 cm.


Ketika Nafisah keluar dari kamar ia belum melihat Salsa keluar kamar. Jadi ia memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Salsa seperti apa yang telah diucapkan Salsa ketika membeli bubur tadi pagi.


Tok.. tok.. tok


“Mbak salsa.” Panggil Nafisah setelah mengetuk pintu


“Siapa?” tanya Salsa karena ia belum mengenali suara Nafisah


“Nafisah mbak.” Jawab Nafisah


“Oh iya Naf, tunggu sebentar. Aku udah selesai kok bersiapnya.” Kata Salsa


“Kalo gitu Nafisah tunggu di ruang tamu aja ya mbak.” Ucap Nafisah


“Iya Naf.”


Nafisah langsung menuju ke ruang tamu yang tersedia di kost tersebut.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….

__ADS_1


See you…. Bye bye….


__ADS_2