
Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv
-----
Pemillik kost kini kelah sampai di kost, Nafisah langsung dituntun untuk melihat kamar kost yang kosong. Fasilitas kost sama seperti dengan kost Nafisah yang sebelumnya, namun untuk harga sedikit mahal jadi Nafisah tidak jadi memilih kost tersebut.
Setelah berpamitan dengan pemilik kost, ia langsung mengajak pergi teman – temannya yang sedang menunggu di ruang tamu kost tersebut.
“Kok nggak jadi yang ini kenapa Naf?” tanya Sasa
“Harganya sedikit mahal.” Jawab Nafisah
“Nggak papa kali Naf mahal, fasilitasnya ‘kan lengkap terus bersih, nyaman juga.” Ujar Arkan
“Bukannya gitu Kan, aku tuh mau cari yang harganya terjangkau terus fasilitasnya juga lengkap, bersih, nyaman. Lagian kita baru nyari satu kost, setidaknya kita harus cari beberapa kost untuk membandingkannya.” Jelas Nafisah
“Ya udah deh kita lanjut cari lagi.” Ucap Sasa
Mereka terus mencari ke beberapa kost yang ada di daerah tersebut, Nafisah dan teman – temannya terus mencari kost yang sesuai dengan keinginan Nafisah. Mereka terus mencari info mengenai kost yang mereka datangi.
Hingga akhirnya Nafisah merasa klop dengan salah satu kost, kost tersebut memiliki fasilitas yang lengkap, nyaman, dan tentunya bersih serta kost tersebut jaraknya tak terlalu jauh dengan tempat kerja Nafisah. Pemilik kost orang juga ramah. Karena kost Nafisah ini bulanan jadi Nafisah langsung membayar kostnya selama tiga bulan ke depan.
Berhubung kamar yang ada di lantai satu masih ada yang kosong jadi Nafisah memilih kamar yang ada di lantai saja, alasannya juga agar tidak capek naik turun tangga.
“Semoga betah kost disini ya mbak.” Ucap pemilik kost
“Kalo begitu saya pamit pulang ya mbak.” Lanjutnya
“Iya, silahkan bu.” Ucap Nafisah
Pemilik kost memang tidak tinggal bersama dengan anak kost.
“Ayok Naf kita bantu rapihin barang – barang kamu.” Ucap Sasa
“Tapi sebelum kita angkat – angkat barang kita makan dulu gimana? Aku laper banget.” Ujar Hana
“Nah boleh tuh, aku juga laper banget. Kok kita bisa sama ya Han.” Kata Arkan
“Itu sih kamu yang sama – samain.” Jawab Hana
“Oke, aku pesenin makanan dulu. Kita makan di ruang tamu dulu nggak papa ‘kan?” tanya Nafisah
__ADS_1
“Nggak papa kok Naf, yang penting makan.” Jawab Hana
“Totalnya berapa Naf?” tanya Sasa
“Udah nggak usah, biar aku aja yang bayar.” Jawab Nafisah
“Dari kemarin kok kamu terus yang bayarin kita makan.” Kata Hana
“Iya Naf, udah kita bayar sendiri – sendiri nggak papa.” Kata Arkan
“Nggak papa santai aja, itung – itung ini sebagai ucapan terima kasih aku ke kalian karena udah mau bantuin aku cari kost dan pindahan.” Ucap Nafisah
“Kamu nyuruh kita santai tapi kamunya nggak santai.” Ucap Sasa
“Udah nggak usah banyak omong, nanti kalian tinggal makan terus bantuin angkat barang – barang aku.” Ujar Nafisah
“Wohhh siap kalo itu.” Ucap Arkan
Akhirnya makanan yang Nafisah pesan telah datang. Lantas mereka langsung menyantap makanan tersebut sampai habis tanpa tersisa.
Usai makan mereka lanjutkan dengan membantu memindahkan barang Nafisah yang masih ada di dalam mobil ke dalam kamar Nafisah.
“Alhamdulillah akhirnya selesai juga. Untung kamar kamu ada di lantai satu Naf nggak kebayang kalo kamar kamu ada di lantai dua.” Ujar Hana yang sudah menyenderkan punggungnya di dinding kamar
“Iya sama – sama. Yuk kita bantu menata barang – barang kamu.” Ucap Sasa
“Nggak usah biar aku sendiri yang menatanya, ini ‘kan udah sore kalian pulang aja nggak papa nanti kalian dicariin sama orang tua kalian lagi.” Kata Nafisah
“Kamu ngusir kita Naf.” Ujar Hana
“Bukan ngusir tapi niat aku tuh biar kalian pulangnya nggak kemalaman. Tadi ‘kan kalian habis kuliah langsung bantuin aku tanpa istirahat dulu, besok kalian ‘kan juga kuliah. Sekarang kalian pulang biar bisa langsung istirahat.” Cerosos Nafisah
“Ya juga sih, aku juga udah capek banget badan aku juga udah lengket pengen cepet – cepet mandi.” Ucap Arkan
“Ya udah deh kita pulang sekarang aja. Kamu nggak papa ‘kan kita pulang sekarang.” Kata Sasa
“Ya nggak papa dong Sa, kalian mau pulang sekarang maupun besok tetep aja aku sendirian disini.” Jawab Nafisah
“Kita jadi jarang ketemu sama kamu deh.” Kata Hana
“Nanti kalo ada waktu kita bisa main bareng, aku yang nyusulin kalian atau sebaliknya.” Ucap Nafisah
__ADS_1
“Kalo gitu pamit ya Naf, kamu baik – baik disini.” Ujar Sasa
“Iya Sa, aku ‘kan udah gede bukan anak kecil lagi.”
“Makasih ya udah bantuin aku.” Lanjut Nafisah
“Iya Naf, makasih terus dari tadi.” Ucap Hana
“Kita pamit ya Naf, Assalamualaikum.” Ucap Arkan
“Waalaikumsalam, kalian hati – hati ya. Arkan aku titip dua perempuan ini ya.” Ucap Nafisah
“Siap ibu ratu.”
“Dadah Naf.” Ucap Hana sambil melambaikan tangannya
“Dah.”
Ketiganya langsung masuk ke dalam mobil untuk pulang. Haripun juga sudah sore. Sepulangnya teman – temannya Nafisah langsung mandi terlebih dahulu. Badannya juga sudah terasa sangat lengket dan lelah.
Nafisah mengambil peralatan mandi dan baju ganti yang masih berada di dalam kopernya. Setelah menemukan barang yang dicarinya Nafisah langsung masuk ke dalam kamar mandi dan dilanjut dengan melaksanakan sholat ashar yang belum ia tunaikan.
Selepas sholat Nafisah merapikan peralatan sholatnya dan merapikan barang - barangnya. Ia sengaja langsung merapikannya sekarang karena ia besok langsung masuk kerja dan ada beberapa barang yang akan ia pakai besok.
Dikamar tersebut selain tersedia kamar mandi dalam juga terdapat lemari pakaian walaupun tidak terlalu besar namun sudah cukup untuk menyimpan pakaian Nafisah yang tak terlalu banyak.
Terdapat juga satu buah meja yang bisa digunakan untuk melatakkan barang. Selain itu juga ada tempat untuk meletakkan buku yang menempel di dinding kamar. Kamar Nafisah sudah dalam keadaan bersih ketika Nafisah melihatnya untuk pertama kali.
Jadi ia tak perlu lagi capek – capek untuk membersihkannya terlebih dahulu. Kini semua barang sudah tertata rapi di tempatnya masing – masing. Beberapa sepatu Nafisah juga sudah bertengger di rak sepatu yang sengaja ia bawa sendiri.
Memang di kost baru ini tidak menyediakan rak sepatu tapi tak apa Nafisah sudah memiliki rak sepatu yang sebelumnya ia gunakan di kost lamanya.
Setelah barang – barang Nafisah menempati tempatnya, Nafisah langsung mengistirahatkan tubuhnya, lumayan masih ada waktu satu jam sebelum adzan maghrib. Nafisah hanya merebahkan tubuhnya saja tidak sampe memejamkan matanya karena ia takut keblabasan nantinya.
****
Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih
****
Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….
__ADS_1
See you…. Bye bye…