Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 34


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Sepulangnya Arkan dari rumah Sasa, ia langsung bergegas pulang ke rumahnya. Karena masih ada waktu satu jam setengah jadi dia menyempatkan diri untuk mandi dan sholat terlebih dahulu.


Masa mau jemput pujaan hati tampilannya nggak keren dan wangi. Percuma dong selama ini ia membanggakan dirinya di depan ketiga temannya. Lagian nanti takutnya sang pujaan hati ilfeel, malah bisa – bisa doi berpaling gara - gara penampilannya terlihat dekil.


Jarak rumah Arkan dan bandara kurang lebih 30 menit, namun kalau terjebak macet akan lebih lama lagi. Dan ternyata sekarang Arkan sedang terjebak macet, walaupun bukan jam pulang kantor namun yang namanya hidup di kota besar pasti akan selalu merasakan yang namanya macet.


Setelah terjebak kemacetan kurang lebih 15 menit akhirnya ia sekarang sudah sampai di bandara, ia langsung mencari tempat parkir untuk mobilnya. Ia sengaja menjemput pacarnya dengan mobil bukan dengan motornya, karena pacarnya juga membawa koper walaupun bukan koper yang besar namun apabila naik motor berboncengan ditambah membawa koper pasti akan terasa kurang nyaman.


Masih ada waktu 15 menit untuk menunggu kedatangan pacarnya. Arkan memutuskan menunggu di tempat kedatangan. Ia mengirim pesan ke pacarnya, walaupun tidak langsung dibalas setidaknya ia sudah memberi tau.


Untuk mengusir rasa bosannya ia memainkan HP nya, berselancar di sosial medianya.


Ketika sedang asyik berselancar di sosial media kesana kemari, Arkan dikejutkan dengan panggilan dari pacarnya.


“Hallo.” Ucap Arkan


“Kamu dimana?” tanya pacar Arkan


“Aku ada di tempat kedatangan. Aku pake jaket jeans.” Jawab Arkan


“Bentar aku cari dulu.”


“Kamu sekarang ada dimana?” tanya Arkan


“Ini habis ngambil koper, sekarang mau cari kamu.”


“Ya udah aku tunggu.” Ucap Arkan


“Jangan dimatiin telephonnya.”


“Iyaaa.”


Panggilan telephon masih terus tersambung, Arkan juga berusaha mencari pacarnya. Tak cukup lama akhirnya Arkan melihat sosok yang selama ini ia rindukan.


“Haiiii.” Ucap Arkan sambil melambaikan tangannya


Mendengar suara yang tidak asing di telinganya sang pacar langsung mendekati orang tersebut. Ia sudah sangat rindu dengan seorang lelaki yang selama ini mengisi kekosongan hatinya. Ia langsung bergegas menuju sang pangeran.


Setelah jarak mereka semakin dekat ia langsung merentangkan tangannya agar bisa langsung berpelukan untuk melepas rasa rindu yang terpendam.


“Aku kangen sama kamu.” Ucap sang pacar sambil memeluk tubuh Arkan dengan erat


“Aku juga kangen banget sama kamu Ai.” Ucap Arkan yang juga tak kalah erat memeluk pacarnya


“Udah lepas, kamu kenceng banget peluknya sampe sesak akunya.” Ucap sang pacar dengan wajah cemberut andalannya


“Ma’af Aisyahku sayaaangg.” Goda Arkan

__ADS_1


Ya. Nama pacar Arkan adalah Aisyah. Aisyah ini adalah adik tingkatnya Arkan. Aisyah ini satu kampus dengan Arkan namun beda fakultas, Aisyah mengambil fakultas kedokteran.


Aisyah itu orangnya mandiri namun ia juga tak jarang menampakkan sisi manjanya ketika bersama Arkan. Walaupun Aisyah bersifat manja ke Arkan namun Arkan tak pernah merasa risih dengan sifat manja Aisyah.


Sedangkan Aisyah yang mendapat panggilan sayang dari Arkan pipinya langsung bersemu merah. Dan Arkan menyukai hal itu. Walaupun hubungan mereka sudah terbilang lumayan lama dan Arkan juga sering memanggilnya sayang namun ia tetep masih merasa malu ketika dipanggil sayang. Dan Arkan menyukai hal itu.


“Pipi kamu kok merah kenapa Ai?” tanya Arkan yang berlagak polos


“Mana ada pipi aku merah, udah deh kamu nggak usah goda aku terus.” Jawab Aisyah


“Udah sore mending kita langsung pulang aja.” Lanjutnya sambil berjalan menuju parkiran


“Sebelum aku anterin kamu pulang kita makan dulu yuk, pasti kamu lapar 'kan.” Ajak Arkan


“Iya aku laper banget.” Ujar Aisyah


“Kamu udah sholat belum? Kalo belum kita mampir ke masjid dulu.” Tanya Arkan


“Aku lagi nggak sholat, kamu udah sholat?” tanya balik Aisyah. Arkan menimpalinya hanya dengan menganggukkan kepalanya .


Walaupun mereka pacaran tapi mereka tak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Tak hanya mengingatkan untuk tak lupa makan saja namun mereka juga saling mengingatkandalam hal ibadah.


Dua sejoli tersebut saat ini menuju tempat makan favorit mereka sejak pacaran. Awalnya ini bukan tempat makan favorit Aisyah namun gara – gara sering diajak makan di tempat tersebut ia menjadi ikut suka dengan tempatnya dan makanan yang ada di tempat tersebut.


Sesampainya di tempat makan mereka langsung memesan makan dan minuman kesukaan masing –


masing. Sambil menunggu makanan datang mereka saling mengobrol.


“Nggak tadi aku pulang dulu mandi sama sholat.” Jawab Arkan


“Masa mau jemput kesayangan muka masih dekil.” Tambahnya


“Apasih nggak jelas banget.” Ucap Aisyah


“Nggak jelas apanya sih Ai. Kamu balik kesini bawain aku oleh – oleh nggak?” tanya Arkan


“Ma’af aku nggak bawain kamu oleh – oleh soalnya kemarin aku sibuk banget ikut mempersiapkan acara lamaran kakak aku.” Jawab Aisyah


“Tapi tenang aja, aku bawain masakan andalan ibu aku. Dan masaknya baru tadi waktu aku mau berangkat jadi nggak bakal basi.” Tambah Aisyah


“Masakan apa?” tanya Arkan yang mulai kepo


“Ada deh nanti aja aku kasih waktu di mobil, nanti sampe rumah langsung angetin ya biar nggak basi.”


Ucap Aisyah


“Masakan apasih Ai, jangan aneh – aneh ya. Takutnya nanti aku nggak suka jadinya malah nggak aku makan, ‘kan mubazir.” Tutur Arkan


“Nggak bakal kamu nggak doyan, pasti kamu doyan malah aku jamin kamu bakal ketagihan.” Ucap Aisyah


“Yaudah deh.”

__ADS_1


“Nih langsung makan nggak usah banyak tanya.” Suruh Aisyah ketika pesanan mereka sudah tersaji di meja mereka


Lantas mereka langsung makan tanpa berbicara sepatah katapun ketika makan. Setelah makanan sudah tandas semua dan perut juga sudah kenyang mereka langsung meninggalkan tempat makan tersebut, tak lupa mereka membayarnya terlebih dahulu.


“Tolong bukain bagasinya, aku mau ambil makanan yang khusus buat kamu.” Ucap Aisyah. Tanpa banyak omong Arkan langsung membuka bagasi mobilnya.


“Udah selesai, tutup lagi.” Perintah Aisyah


“Emang ya kamu tuh nggak ada akhlak, nyuruh – nyuruh orang sukanya.” Ucap Arkan


“Hihihi, aku ‘kan minta tolong. Makasih udah ditolongin.” Ujar Aisyah dengan wajah imutnya


“Dih, mukanya biasa aja dong nggak usah diimut –imutin.” Kata Arkan


“Memang aku imut kok.” Jawab Nafisah


“Iya in aja deh biar seneng, lumayan dapet pahala bikin orang seneng.” Gumam Arkan


“Kenapa malah ngobrol disini, sana buruan masuk.” Titah Arkan


“Iya sayaanggg.” Ucap Aisyah sambil tersenyum manis ke Arkan. Melihat tingkah Aisyah, Arkan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Arkan langsung melajukan mobilnya membelah jalan raya untuk mengantarkan Aisyah ke kostnya. Ternyata kost Aisyah berdekatan dengan kost Nafisah, mungkin hanya selisih satu kost dengan kost Nafisah.


“Udah maghrib, aku mampir ke masjid dulu ya sebentar, takut habis waktu maghribnya.” Ucap Arkan ketika sudah mendengar kumandang adzan maghrib


“Iya.”


“Kamu mau nuggu di mobil atau gimana?” tanya Arkan


“Aku ikut turun aja deh, mau cuci muka sekalian.” Jawab Aisyah


“Yaudah yuk.” Ajak Arkan


“Kamu duluan aja, aku mau ambil sabun cuci muka dulu di koper.” Ujar Aisyah


“Yaudah nih kunci mobilnya.” Ucap Arkan sambil menyerahkan kunci mobilnya


“Iya, sana buruan nanti ketinggalan jamaah sholatnya.” Titah Aisyah


Arkan langsung bergegas masuk ke masjid untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Sebelumnya ia mengambil air wudhu terlebih dahulu. Sedangkan sepeninggalnya Arkan, Aisyah langsung membuka bagasi mobil tempat ia meletakkan kopernya. Ia langsung mengambil pembersih make up, kapas, dan tak lupa sabun cuci muka.


Setelah keperluan yang ia butuhkan terambil Aisyah langsung menuju ke tempat wudhu, karena biasanya tempat wudhu wanita ada kacanya, jadi Nafisah memanfaatkan hal tersebut.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….

__ADS_1


See you…. Bye bye…


__ADS_2