Rafif & Nafisah

Rafif & Nafisah
R&F. Part 36


__ADS_3

Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv


-----


Hari ini adalah hari yang sangat menegangkan bagi Nafisah. Pagi ini ia telah bersiap untuk melakukan interview disalah satu perusahaan yang telah ia pilih. Ia memutuskan untuk berangkat lebih pagi dari jam kerja karena jarak dari kost dengan perusahaan lumayan jauh. Dan salah satu alasannya yaitu untuk menghindari kemacetan.


“Bismillah mudah – mudahan lancar dan ini adalah awal dari kesuksesan aku. Amin.” Gumam Nafisah


Sebelum ia berangkat tak lupa ia juga menghubungi kedua orang tuanya untuk meminta doa restu.Untuk menuju ke perusahaan Nafisah memilih memesan taksi online, ia memilih taksi online agar pakaian yang ia kenakan tidak berbau asap. Masa mau interview aroma tubuhnya asap kendaraan.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit akhirnya Nafisah telah sampai di perusahaan. Suasana kantor masih nampak sepi karena hari masih pagi, jadi baru sebagian pegawai yang datang untuk bekerja. Begitu pula dengan jam kerja kantor yang belum dimulai.


“Ini pak uangnya, kembaliannya ambil aja buat bapak.” Ucap Nafisah sambil menyerahkan uangnya


“Makasih ya mbak, semoga interviewnya lancar dan sukses.” Ujar sang sopir


“Amin, makasih pak. Kalau begitu saya permisi, mari.” Kata Nafisah


“Mari mbak.” Ucap sang sopir lalu melajukan mobilnya untuk mencari penumpang kembali


Turun dari mobil Nafisah langsung masuk ke dalam kantor namun sebelumnya ada seorang security yang terlebih dahulu menyapanya.


“Selamat pagi pak, saya mau interview.” Ucap Nafisah


“Pagi, mbak silahkan masuk saja karena jam kerja kantor belum dimulai jadi mbak tunggu dulu di loby.”Jelas security


“Baik pak, kalau begitu saya masuk dulu. Permisi.” Ucap Nafisah dengan ramah tersenyum


“Silahkan.” jawab sang security


Nafisah langsung memasuki kantor tersebut, ia sangat terpengarah dengan bangunan yang ada didepannya.


Gede banget ya kantornya. Mudah – mudahan aku ketrima dikantor ini. Amin. Batin Nafisah


Sesampainya di loby Nafisah langsung memilih duduk disebuah sofa yang berada di loby tersebut. Masih ada waktu 10 menit untuk dimulainya jam kantor.


Sangking antusiasnya untuk interview, Nafisah sampai berangkat terlalu pagi tapi tak apa daripada berangkat kesiangan dan terjebak macet. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya jam kantor sudah dimulai.


Sang resepsionis pun juga telah datang dan duduk di balik meja kerjanya. Nafisah tak langsung menghampiri resepsionis tersebut, ia membiarkan pihak resepsionis untuk bersiap terlebih dahulu.


Melihat bagian resepsionis telah ready ia langsung untuk menghampiri dan menanyakan letak ruang interview.


“Permisi mbak, saya mau ketemu dengan bapak Alvin untuk interview. Kalau boleh tau ruangannya disebelah mana ya?” tanya Nafisah


“Apa mbak sudah ada janji?” tanya resepsionis balik


“Sudah mbak.” Jawab Nafisah


“Kalau begitu tunggu sebentar ya mbak, saya hubungi dulu bapak Alvinnya.” Ucap resepsionis


“Iya mbak.”

__ADS_1


Sebelumnya Nafisah memang sudah memiliki janji dengan bapak Alvinnya, dimana beliau adalah seorang HRD yang nantinya akan menginterview Nafisah. Nafisah diminta untuk langsung menemui beliau di ruangannya.


“Bapak Alvin sudah menunggu mbak di ruangannya, mari saya antar ke ruangan bapak Alvin.” Ucap resepsionis. Nafisah hanya menganggukkan kepalanya dan mengikut langkah sang resepsionis tersebut


Nafisah diajak menaiki lift menuju ke lantai 5 ruangan bapak Alvin berada. Sesampainya di lantai 5 Nafisah langsung ditujukan dengan ruangan yang pintunya bertuliskan ruangan HRD.


“Bapak Alvin ada di dalam, mbak silahkan masuk saja.” Ucap resepsionis


“Iya, terimakasih ya mbak.” Ujar Nafisah


“Sama – sama, saya tinggal ya mbak.” Ucap resepsionis


“Iya silahkan.”


“Bismillah.”


Tok… tok… tok


“Masuk!”


Setelah mendengar jawaban dari orang yang berada di dalam ruangan, Nafisah langsung memutar handle pintu tersebut. Nafisah menampilkan senyum ramahnya, ia berusaha untuk menutupi rasa groginya dengan senyumannya.


“Silahkan duduk!” Ucap pak Alvin.


“Terimakasih.” jawab Nafisah dan langsung mendudukkan dirinya di kursi yang berada di depan meja tersebut


“Mbak Nafisah ya?” tanya pak Alvin memastikan


“Iya pak.”


“Nama saya Afifah Hilya Nafisah, usia saya 20 tahun, saya lulusan S1 bisnis managemen dari universitas x.”


Interview masih terus berlanjut, hingga beberapa pertanyaan yang telah dilontarkan oleh bapak Alvin untuk Nafisah.


“Kalo besok anda diminta untuk langsung mulai bekerja, apakah anda bersedia?” tanya bapak Alvin


“Saya sangat bersedia pak, saya bersedia diminta untuk mulai bekerja kapanpun.” Jawab Nafisah


“Kalau anda bersedia besok anda bisa langsung mulai kerja di kantor ini.” Ucap bapak Alvin


“Baik pak besok saya akan mulai untuk bekerja.” Ucap Nafisah


“Kalau begitu selamat bergabung di kantor ini.” Ucap bapak Alvin sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Nafisah


“Terimakasih banyak pak.” Ujar Nafisah sambil menerima jabat tangan dari bapak Alvin


“Kalau begitu saya permisi ya pak.” Lanjutnya


“Iya silahkan.”


“Mari pak.”

__ADS_1


Nafisah meninggalkan ruangan tersebut, senyum manis terus terukir indah di wajahnya. Nafisah sangat merasa senang, ia tak menyangka jika besok ia bisa langsung memulai untuk bekerja.


Nafisah berjalan keluar meninggalkan kantor tersebut, sebelumnya ia telah memesan sebuah taksi online untuk mengantarkannya pulang ke kostnya.


Taksi online yang telah ia pesan sudah menunggunya di luar kantor. Tanpa menunggu waktu lama Nafisah langsung masuk ke dalam taksi tersebut dan menikmati perjalanannya menuju kostnya.


Ia sudah tak sabar untuk mengabari mama, papa, dan sahabatnya. Sesampainya di kost Nafisah merogoh tasnya untuk mencari hp nya dan menghubungi mama papanya.


Setelah menemukan nama kontak mamanya Nafisah langsung memencet tombol telephon.


“Assalamualaikum, ma.” Salam Nafisah


“Waalaikumussalam, kak. Ada apa?” tanya Rosa


“Kakak mau ngabarin ke mama kalo kakak ketrima kerja di perusahaan yang kemarin kakak bilang ke mama dan besok kakak udah mulai bisa kerja disana.” Jelas Nafisah


“Alhamdulillah, selamat ya kak. Mama ikut seneng dengernya. Semoga lancar dan sukses ya kak.” Ucap Rosa


“Amin.”


“Terus kakak pindahannya kapan?” tanya Rosa


“Habis telephon mama rencana kakak mau minta bantuan ke sahabat kakak buat bantuin pindahan kakak.” Jawab Nafisah


“Emang kakak udah nyari kost baru?” tanya Rosa


“Belum, nanti rencananya sekalian mau cari kost juga.” Jawab Nafisah


“Ohh, ma’af ya kak mama nggak bisa bantuin pindahan kakak.” Ucap Rosa


“Nggak papa kali ma, mama cukup doa in aja buat kakak.” Ujar Nafisah


“Nggak usah kamu minta mama sama papa selalu doain kakak.” Kata Rosa


“Ya udah kalo gitu, jangan lupa kasih tau papa ya ma.” Ucap Nafisah


“Iya nanti kalo papa pulang kerja, mama langsung kasih tau papa.”


“Kakak tutup ya ma, Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam.”


Setelah memberi kabar bahagia ke mamanya Nafisah berniat menghubungi sahabatnya, namun ketika Nafisah mengirimkan pesan ke grup chatnya belum ada balasan salah satu dari mereka.


Mungkin mereka sekarang ada matkul. Sambil menunggu balasan dari temannya Nafisah memutuskan untuk memberesken sisa barangnya belum sempat ia bereskan.


****


Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih


****

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….


See you…. Bye bye…


__ADS_2