
Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv
-----
Seperti rencana mereka kemarin yaitu nonton film bersama. Hana dan Sasa sudah dalam perjalanan menuju tempat mereka nonton film. Sedangkan Arkan masih menjemput Nafisah terlebih dahulu. Sekarang Arkan berada di depan pagar kost Nafisah dan mengirim pesan ke Nafisah bahwa ia telah
sampai kost Nafisah.
“Naf, aku sudah di depan kost kamu.” Isi pesan Arkan
“Iya, tunggu bentar aku keluar dulu.” Balas Nafisah
“Oke.” Jawab Arkan
Nafisah yang masih berada di dalam kamar langsung buru – buru keluar, tak lupa ia mengunci pintu kamarnya terlebih dahulu. Ketika Nafisah membuka pagar kostnya terdapat Arkan yang sudah nangkring di atas motornya.
Arkan sengaja hari ini memakai motornya agar lebih cepat sampai tujuan. Namun alasan utama dia memakai motor biar lebih dekat dengan Nafisah. Biasalah otak – otak modus. Untngnya Nafisah hari ini memakai celana dan motor Arkan bukanlah motor yang joknya tinggi dan kecil.
“Ma’af ya nunggu lama.” Kata Nafisah yang baru saja keluar dari kostnya
“Iya nggak papa kok.” Ucapnya sambil tersenyum
“Oh iya nih aku bawain helm.” Lanjutnya.
“Oh iya aku kan disini nggak ada helm, untung kamu bawain helm buat aku. Makasih ya.” Kata Nafisah dengan tersenyum manis yang membuat hari Arkan adem. Nafisah langsung menerima helm yang dibawakan Arkan untuknya dan memakainya sendiri.
“Iya sama – sama, ayo naik!” ucap Arkan.
Rasanya Arkan pengen jingkrak – jingkrak ketika dikasih senyum termanis oleh Nafisah. Namun ia tahan agar tetap terlihat keren dan tampan. Nafisah langsung naik ke atas motor Arkan dan ia berpegangan kakinya sendiri.
Ia bukanlah tipe cewek yang ketika naik motor langsung meluk cowoknya sampe dempet banget. Kecuali nanti kalo sama suaminya, itu beda lagi ceritanya. Arkan yang mengetahui hal tersebut tidak mempermasalahkannya. Nafisah yang mau ia jemput aja udah membuat ia seneng banget.
“Udah?” tanya Arkan
“Udah kok.” Jawab Nafisah
“Yaudah yuk berangkat!” kata Arkan
Arkan mulai mengendarai motornya meninggalkan kost Nafisah dan menuju tempat mereka nonton. Arkan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, nggak kaya biasanya yang langsung trabas
semuanya. Agar Nafisah juga bisa menikmati perjalanannya.
“Arkan makasih ya, kamu udah jemput aku terus bawain aku helm juga.” Ucap Nafisah dengan sedikit mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Arkan.
“Iyaa Naf, dari kemarin kamu makasih terus.” Jawab Arkan
“Hehehe, aku kan nggak enak sama kamu, ngrepotin kamu juga.” Kata Nafisah
“Aku merasa nggak direpotin kok, justru aku malah seneng.” Ucap Arkan
Nih anak nggak tau apa hati gue kaya gimana. Bisa temenan sama dia ditambih lagi sekarang boncengin dia, yaaa walaupun naik motornya nggak sampe peluk pinggang gue, tak apalah. Mimpi apa aku semalem. Batin Arkan
“Ternyata kaya gini ya Jakarta.” Kata Nafisah
“Ini pengalaman pertama kamu ke Jakarta ya?” tanya Arkan
__ADS_1
“He’em.” Jawab Nafisah sambil menikmati semilir angin
“Kayanya kamu sering dibonceng naik motor ya?” tanya Arkan
“Sering sih tapi nggak sering banget, itupun yang boncengin papa atau nggak adek cowok aku.” Jawab Nafisah
“Berarti aku cowok lain yang pertama kali boncengin kamu dong?” tanya Arkan
“He’em, soalnya aku takut dimarahin sama papa aku kalo aku ketauan boncengan sama cowok selain papa dan adek aku.” Jawab Nafisah
“Oh ya, nanti kalo kamu dimarahin sama papa kamu gimana?” tanya Arkan dengan nada khawatir
“Nggak papa kok, kan papa aku nggak tau kalo aku boncengan sama kamu, kecuali kalo aku bilang habis dibonceng sama kamu.” Jawab Nafisah
“Kalo gitu kamu nggak usah bilang ke papa kamu biar nggak dimarahin, hehehe.” Kata Arkan
“Hehehe iya.” Ucap Nafisah
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit akhirnya mereka telah sampai di parkiran tempat mereka akan nonton.
“Hana sama Sasa sudah sampai belum ya?” tanya Nafisah
“Nggak tau, mereka kan pake mobil.” Jawab Arkan
“Bentar deh aku telfon Hana dulu.” Ucap Nafisah
Nafisah mengambil HP nya yang ada di tasnya dan menelfon Hana untuk menanyakan keberadaan Hana dan Sasa.
“Hallo Han, kamu sama Sasa dimana?” tanya Nafisah ketika telfonnya diangkat Hana
“Aku sama Sasa sudah di bioskop, kalian langsung kesini aja, ini aku juga udah beliin tiketnya.” Jawab Hana
“Oke.” Ucap Hana dan mengakhiri sambungan telfon
"Gimana?” tanya Arkan
“Kata Hana, mereka sudah ada di bioskop dan udah beli tiketnya.” Jawab Nafisah
“Yaudah yuk kita kesana langsung, kasian mereka udah nunggu.” Ajak Arkan
“Yuk!” ucap Nafisah
Mereka langsung menuju bioskop tempat mereka nonton yang berada di lantai 3 dari mall tersebut. Arkan dan Nafisah jalan beriringan, dan mereka saling diam agar cepet sampai tujuan.
Arkan yang jalan beriringan dengan Nafisah rasanya pengen gandeng Nafisah tapi dia cukup tau diri dan takutya nanti Nafisah malah nggak suka dengan perilaku Arkan tersebut. Setelah menaiki 2 tangga escalator akhirnya mereka telah sampai di bioskop.
“Nah itu Hana sama Sasa.” Ucap Arkan sambil menunjuk dengan dagunya
“Iya, yuk samperin mereka.” Ajak Nafisah yang ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Arkan
“Hai, ma’af ya udah buat kalian nunggu lama.” Ucap Nafisah ketika sudah ada di depan Hana dan Sasa
“Iya Naf, nggak apa – apa kok. Yang salah tuh bukan kamu tapi dia.” Kata Hana sambil menunjuk Arkan yang berdiri disebelah Nafisah
“Loh kok aku sih yang salah?” tanya Arkan yang tidak terima disalahkan begitu saja
__ADS_1
“Yaiyalah kamu, kan kamu yang nyetir motornya.” Jawab Hana
“Mulai lagi kan kalian berantemnya. Mending kalian yang beli makanan sama minumnya, soalnya kita kan udah beli tiketnya.” Kata Sasa menengahi berdebatan Hana dan Arkan
“Ya udah deh biar aku aja yang beli.” Ucap Arkan
“Eh bentar aku ambil uang aku dulu.” Kata Nafisah sambil membuka dompetnya
“Udah nggak usah pake uang aku aja.” Ucap Arkan yang menghentikan gerakan Nafisah membuka dompetnya.
“Kok gitu, pake uang aku juga. Tadikan tiketnya udah Hana sama Sasa yang beli, masa makanan sama minumnya kamu yang beli. Terus aku apa dong?” tanya Nafisah yang merasa tak enak sama teman – temannya, apalagi sama Arkan yang sudah mau menjemputnya dan sekarang malah membelikan mereka dengan uangnya.
“Udah nggak papa, santai aja. Anggep aja ini juga pake uang kamu.” Jawab Arkan
“Tapi nanti habis nonton kita makan ya dan yang bayarin aku, terus kalian nggak boleh nolak terutama kamu, Arkan.” Usul Nafisah
“Iya iya, kalo gitu aku beli makanan sama minumannya dulu.” Kata Arkan dan menuju ke tempat membeli makanan dan minuman untuk nanti menjadi teman mereka nonton film
“Nanti kalian nggak boleh nolak ya.” Kata Nafisah ke Hana dan Sasa yang duduk bersebelahan dengannya
“Iya iya Naf, santai aja. Lagian aku juga nggak bakal nolak kalo soal gratisan.” Ucap Hana
“Nah bener tuh apa yang di bilang sama Hana.” Timpal Sasa sambil tersenyum ke Nafisah
“Gitu dong, kan aku seneng.” Kata Nafisah
“Eh bentar tadi Arkan beli makanan sama minumnya kan sendirian emang dia bisa bawa kesini semuanya?” tanya Sasa
“Oh iya, kita samperin aja dianya.” Ucap Nafisah
“Ya udah yuk! Lagian tuh anak gayanya kaya pahlawan kesiangan.” Kata Hana
Mereka bertiga menghampiri Arkan yang masih menunggu pesanannya disiapkan oleh mbaknya.
“Ngapain kalian kesini nyusulin aku? Kangen ya?” tanya Arkan sambil menaik turunkan kedua alisnya
“PD gilee… kita tuh nyusulin kamu, biar kamu nggak kerepotin bawa makanan sama minumannya. Emang kamu bisa bawa semuanya?” tanya Hana
“Oh iya, tumben otak kamu bener.” Ucap Arkan
“Iya in aja deh biar cepat.” Kata Hana yang males berdebat dengan Arkan
“Nih ambil satu – satu nggak usah berebut.” Ucap Arkan setelah pesanan mereka siap semua dan sudah Arkan bayar.
“Kita langsung masuk aja yuk, bentar lagi filmnya dimulai.” Ajak Sasa
“Yuk!” jawab mereka serempak
Mereka berempat langsung masuk ke dalam bioskop dan mencari tempat duduk sesuai tiket yang mereka pesan. Namun sebelum mereka duduk ada sebuah kejadian yang membuat Arkan kesel. Dan membuat mood dia kurang enak.
****
Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih
****
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….
See you…. Bye bye…