
Hallo, terimakasih yaa udah mau klik novel ini, semoga suka ! selamat membaca guys, luv luv
-----
“Arkan jangan sentuh gue nanti wudhu gue batal!!” ucap Hana
Arkan tak menggubris ucapan Hana ia justru semakin gencar menjahili Hana ditambah dengan senyum jahil diwajahnya.
“ARKAANNN!!!” teriak Hana
“Arkan jangan dong Kan, gue males wudhu lagi.” Mohon Hana sambil menangkupkan kedua tangannya didepan wajahnya. Arkan menahan tawanya dan terus mendekatkan tangannya ke Hana.
“Sampe lo nyentuh gue dan wudhu gue batal, gue tabokin muka lo dan kagak bakal gue ampun.” Peringat Hana
“ARKAAANNNN…. MINGGIRRRR….!!!!” Teriak Hana semakin kencang
Nafisah dan Sasa yang baru saja menyelesaikan sholat sunnah qobliyah dhuhurnya langsung menghampiri Hana dan Arkan karena teriakan Hana sangat keras.
“Ya Allah, Hana Arkan kalian tuh kaya anak kecil aja deh. Apalagi Arkan seneng banget sih jahilin Hana. Bukannya buruan ambil wudhu malah godain Hana.” Omel Sasa
“Ayo sini kamu Han.” Ucap Nafiasah
Hana langsung menghampiri Nafisah dan Sasa, namun sebelumnya ia mengepalkan tangannya di depan wajah Arkan. Arkan yang diberi kepalan tangan oleh Hana tak membuang kesempatan untuk menyentuh kepalan tangan Hana. Dan berhasillah rencana Arkan untuk membatalkan wudhu Hana.
Satu, dua, tiga. Batin Nafisah
“ARKAAAANNNN JADI BATAL WUDHU GUE.” Teriak Hana
Arkan langsung tertawa terbahak – bahak, sampe membuat perutnya terasa sakit karena kebanyakan tertawa. Hana sudah tak mau ambil pusing lagi ia langsung mengambil air wudhu lagi begitupun dengan Arkan.
Ketika Hana telah selesai dengan wudhunya, Arkan masih membasuh anggota tubuhnya, entah kenapa terlintas ide jail di kepala Hana, ia langsung menengadahkan tangannya di bawah pancuran air setelah tangannya terisi ia langsung menyiramkan air tersebut ke arah pungunggung Arkan, otomatis hal tersebut membuat kaos Arkan basah bahkan air yang disiramkan lumayan banyak.
Arkan ingin membalas perbuatan Hana namun belum sempat membalasnya Hana sudah berlari menjauh darinya sambil menjulurkan lidahnya ke arah Arkan.
“Mau sholat aja pake ribut dulu ya kalian.” Ucap Sasa ketika sudah kembali lagi ke dalam mushola yang ada di rumahnya
“Yang mulai tuh Arkan bukan aku.” Bela Hana
“Baju kamu kok basah banget kenapa Kan? Kamu kecemplung dimana?” tanya Nafisah sambil menahan tawanya
“Kalo mau ketawa, ketawa aja Naf nggak usah ditahan – tahan.” Ucap Arkan dengan wajah menahan kesal
Tak jauh berbeda dengan Nafisah, Hana yang sudah selesai memakai mukenanya juga ikut menahan tawanya.
“Apa lo!! Mau ketawain gue kan lo.” Ucap Arkan sambil menunjuk ke arah Hana
“Apasih sensi banget jadi orang.” Ujar Hana
“Udah nggak usah ribut, bentar Kan aku cariin kaos abang aku. Mudah – mudahan ukuran kalian sama.” Ucap Sasa lalu meninggalkan mushola untuk mengambil kaos di kamar abangnya.
FYI. Sasa itu mempunyai satu abang, namun abangnya ini sedang kuliah di luar negeri dan hanya pulang ketika waktu liburan.
Kembali ke topik!
“Kok baju kamu bisa basah kenapa Kan?” tanya Nafisah
“Gara - gara nih orang yang sengaja siram baju aku.” Jawab Arkan sambil menunjuk Hana dengan dagunya
“Salah sendiri suka jahilin orang.” Gumam Hana
__ADS_1
“Kan itu salah lo sendiri yang nyerahin tangan lo ke depan muka gue. Ya gue sentuh lah.” Ucap Arkan dengan enteng
“Nih Kan pake kaos abang aku, buruan ganti sana ke kamar mandi.” Titah Sasa yang menyerahkan kaos
abangnya
Arkan langsung menuju kamar mandi untuk mengganti kaosnya yang basah gara – gara sengaja disiram Hana. Setelah memakai kaosnya Arkan kembali lagi ke mushola untuk sholat dhuhur yang sempat ketunda karena adanya insiden ringan antara dirinya dan Hana.
“Sabar dulu ya makmum ku, imam mu pake sarung dulu.” Ucap Arkan
“Idihhh geli banget gue dengernya.” Ucap Hana
“Dipegang juga kagak, udah geli aja lo.” Ujar Arkan
“Nggak usah banyak omong, buruan ayok sholat keburu batal wudhu gue.” Kesal Sasa
“Marah – marah terus buk.” Kata Arkan
“Udah siap, ayok sholat.” Lanjutnya
Arkan langsung mengambil posisi menjadi seorang imam, sedangkan Nafisah, Hana, dan Sasa berbaris dibelakang sebagai imam. Sebelum takbir Arkan berucap dalam hati.
Rasanya bener – bener kayak punya tiga istri hihihi. Batin Arkan
“Kalian nggak ada yang mau cium tangan aku gitu.” Ucap Arkan ketika usai sholat
“Ogahhh…” ucap Sasa
“Aku juga ogahh…” ucap Nafisah
“Apalagi aku, ogahhh buuuangettt…” ucap Hana
“Suami? Sejak kapan lo nikahin kita.” Kata Hana
“Aku nggak pengen nikahin kalian bertiga tapi aku mau nikahin kamu aja.” Goda Arkan ke Hana
“Kita habis sholat ya Kan, jangan buat pahala gue ilang gara – gara hal sepele.” Kesal Hana
“Mangkanya ayok kita nikah, nanti dapat pahalanya lebih banyak.” Ucap Arkan
“Makin ngaco nih anak.” Kata Hana
“Daripada kalian adu mulut terus mending kita pesen makanan, terus kita makan. Lama – lama laper gue liat kalian adu mulut terus.” Ucap Sasa
“Pesennya pake HP siapa?” tanya Nafisah
“Kita lihat aja dulu HP nya siapa yang banyak promonya, kalo udah tau HP nya siapa yang banyak promonya kita pake HP dia. Gimana?” usul Hana
“Boleh. Ayok kita cek HP kita masing – masing.” Ujar Nafisah
Mencari promo adalah hal yang biasa, apalagi mereka belum memiliki penghasilan sendiri. Jangankan yang belum memiliki penghasilan sendiri, yang sudah memiliki penghasilan sendiri aja juga suka mencari promo.
Karena jarang – jarang ada promo jadi mereka langsung memanfaatkan promo tersebut sebaik mungkin. Mereka langsung keluar meninggalkan mushola dan menuju ke ruang keluarga rumah Sasa tempat mereka meletakkan HP di atas meja.
Setelah HP sudah ditangannya masing – masing, ke empat manusia tersebut membuka aplikasi berwarna hijau, aplikasi pembantu sejuta umat. Mereka langsung mengecek promo apa saja yang ditawarkan di aplikasi tersebut.
“Aku ada promo 50%.” Ucap Sasa
“Aku ada 45%.” Ucap Arkan
__ADS_1
“Aku cuma ada 25%.” Ucap Hana dengan wajah kesal
“Hahaha sukurinnn, kena karma kan lo.” Ejek Arkan
“Kok karma?” bingung Hana
“Iya dong karma, tadi kan lo siram kaos gue sampe basah kayak gitu. Nah sekarang lo langsung dapet karmanya.” Jelas Arkan
“Apa coba hubungannya siram kaos lo sama dapet promo sedikit. Aneh.” Gumam Hana
“Udah nggak usah berantem lagi, nih aku ada promo 75%. Buruan ayo pesen mumpung ada promo banyak.” Ucap Nafisah
“widihhh banyak banget Naf promonya.” Ucap Sasa
“Iya, mangkanya buruan pesen yang banyak biar bisa dipake promonya.” Ujar Nafisah
“Nih kalian pilih mau pesen apa.” Lanjutnya sambil menyodorkan HP nya
“Dimulai dari aku aja.” Ucap Hana sambil menerima HP Nafisah
“Buruan, nggak usah banyak mikir.” Ucap Arkan
“Sabar dong.” Kata Hana
Hana langsung memilih makanan yang ia inginkan tak lupa ia juga memilih minuman favoritnya.
“Nih, aku udah pilih.” Ucap Hana dan menyerahkan HP Nafisah ke Sasa
“Enaknya aku pesen apa ya.” Ujar Sasa
“Kalo kamu bingung, pesen aja kayak punya aku. Itu 'kan juga makanan kesukaan kamu.” Usul Hana
“Aku pengen yang beda, biar nanti bisa saling coba.” Ucap Sasa
Setelah memilih makanan dan minuman yang diinginkan, sekarang mereka tinggal menunggu pesanan mereka diantarkan ke rumah Sasa.
“Kita bayar ke Nafisah nih.” Ucap Sasa
“Nggak usah bayar, biar aku aja yang bayar, itung – itung aku traktir kalian atas kelulusan aku.” Terang Nafisah
“Alhamdulillah, rezeki anak sholeh. Lumayan uang aku bisa aku pake buat makan sama doi. Makasih ya Naf, kau adalah pahlawanku.” Ucap Arkan
“Dihh… alay banget lo, makasih ya Naf.” Ucap Hana
“Makasih Naf.” Kata Sasa
“Iya sama – sama.” Ujar Nafisah
Setelah menunggu sekian lama akhirnya pesanan mereka telah datang. Berhubung cacing di dalam perut sudah pada demo jadi tanpa menunggu lama mereka langsung menyantapnya.
Cuaca di luar sangatlah panas jadi mereka menunda untuk pulang. Mereka akan pulang nanti sore saja ketika cuaca tidak terlalu panas.
****
Sampai disini dulu ya guys, mohon koreksinya apabila ada kesalah ketik dari cerita ini. Terimakasih
****
Jangan lupa like dan komennya ya, jangan lupa juga votenya biar authornya semangat nulis cerita ini,hehehe….
__ADS_1
See you…. Bye bye…